Stockholm, 22 Oktober 2002

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MENGAPA NU DAN MUHAMMADIYAH MAU DIPENGARUHI HEMBUSAN RACUN PERPECAHAN ANTAR ETNIS
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU MAU JUJUR ASAL RAKYAK NEGARA SEKULAR PANCASILA YANG MENYATAKAN DIRI WARGA ASLI SEKARANG INI SEBENARNYA NENEK-NENEK MOYANGNYA BERASAL DARI KANTON,CINA

Jadi, mereka yang sekarang sudah menghembus-hembuskan racun perpecahan antar etnis dan menggolongkan etnis keturunan dan etnis asli adalah betul-betul sudah terkena racun sekularis Bush.

Memang benar-benar Bush adalah asal akar penyebab kemelut yang mengancam keamanan dan perdamaian internasional dan rakyat di seluruh dunia.

Coba perhatikan akibat dari kebijaksanaan politik, pertahanan dan keamanan yang dilancarkan oleh Bush dan Administrasinya dari gedung Putih, dari mulai Palestina di Timur Tengah sampai Afghanistan dan sekarang merasuk dan menjangkiti negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina.

Celakanya, di negara sekular pancasila, yang rakyatnya mengaku warga asli sebenarnya adalah nenek-nenek moyangnya berasal dari Kanton, Cina.

Seterusnya banyak dipengaruhi oleh budaya dan Agama Hindu dari India, juga oleh pengaruh budaya dan Agama Budha dari Laos, Kamboja, Thailand. Dimana kerajaan-kerajaan Hindu bermunculan dan saling bunuh satu sama lain, begitu juga kerajaan Budha saling pukul dengan kerajaan Hindu. Persis seperti keadaan rakyat negara sekular pancasila yang keturunan Kanton, Cina ini. Saling gebuk satu sama lain. Saling tuduh dan fitnah sesamanya. Dan tentu saja tidak ketinggalan menggebuk etnis-etnis keturunan dari Arab, yang sudah hidup turun termurun di negara sekular pancasila dari mulai Maluku, Sumatera dan Jawa dan mengembangkan Islam sehingga menjadi rahmat bagi rakyat yang keturunan Kanton, Cina ini.

Tetapi sekarang, setelah Bush menghembuskan racun bisnis terorisnya di seluruh dunia termasuk di negara sekular pancasila, maka racun-racun hembusan Bush ini sudah merasuk kedalam paru-paru sebagian rakyat negara sekular pancasila, sehingga dengan mudah dan lantangnya menunjukkan jari telunjuknya kearah etnis keturunan Arab yang berada di negara sekular pancasila dan dituduh atau didakwa punya kaitan dengan jaringan terorisme internasional. Yang kesemunya mengarah kepada asap yang berbau arab.

Rakyat-rakyat yang mengaku dirinya warga asli yang sebenarnya keturunan Kanton, Cina ini, dan berkumpul dalam organisasi Islam seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah ini telah dimanipulasi oleh orang-orang tertentu untuk bersama-sama menudingkan jari telunjuknya kearah orang-orang etnis keturunan arab yang hidup dan berkembang di negara sekular pancasila.

Bukan itu saja, etnis keturunan arab ini dituduh atau didakwa menjadi kelompok teroris lokal yang punya hubungan dengan jaringan teroris internasional.

Tuduhan dan dakwaan mereka terhadap etnis keturunan Arab ini benar-benar tuduhan atau dakwaan yang sungguh penuh rasisme dan penuh kejijikan.

Jelas, menurut pemikiran saya, coba kita sebagai rakyat baik yang mendakwakan dirinya warga asli atau warga keturunan untuk berbenah diri dan saling mempertanyakan diri sendiri, apakah memang menguntungkan apabila jari telunjuk diarahkan kepada warga rakyat negara sekular pancasila lainnya dengan tuduhan atau dakwaan sebagai teroris lokal.

Betapa bodohnya kita sebagai rakyat negara sekular pancasila yang masih bisa diperbodoh oleh Bush dengan bisnis terorisnya.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)" (Al Anfaal, 8 : 15)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se