Jakarta, 28 Oktober 2002

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SIAPA TERORIS SEJATI?
Yesi Elsandra
Jakarta - INDONESIA.

 

DEWASAKAN PIKIRAN, JANGAN MAU DIBODOHI OLEH TERORIS SESUNGGUHNYA

Cap Islam adalah teroris seperti sebuah dagelan murahan yang dimuncratkan orang-orang yang mengaku berpikiran maju dan kreatif tapi sesungguhnya menurut saya berprilaku primitif. Orang yang mengekor pendapat itu, saya sampaikan rasa kasihan saya, karena tidak mengunakan pikiran dan nalarnya untuk menganalisa setiap peristiwa.

Jangan dulu melihat WTC dan Bali yang tanpa bukti orang-orang yang berprilaku primitif itu telah menuduh Islamlah pelakunya. Mari kita bernostalgia tentang sejarah negara yang kita cintai ini. Lupakah kita siapa yang telah melakukan teror terhadap sebuah negara kaya raya yang tanpa malu ingin dikuasai oleh orang-orang yang mengaku memiliki peradapan tinggi. Orang Islamkah mereka, yaitu Inggris, Belanda Jepang? Mereka telah memaksa darah nenek moyang kita tumpah ke bumi, dan itu tidak akan pernah kita lupakan sebagai rangkain kelam sejarah bumi pertiwi.

Jika ingatan kita pulih, mari sedikit menengok ke luar sana. Pada tahun 1944 ketika AS dan Inggris meniru ketiga negara di atas. Mereka ingin mendirikan negara Israel di atas tanah suci Palestina. Bisakah hati kita menerima sebuah negara berdaulat rakyatnya di usir atas nama perintah suci yang ada di Bibel? Saat itu Stern Gang yang didirikan oleh Abraham Stern bekerja sama dengan Irgun sebuah organisasi Militer nasional mengusir seluruh orang Arab dari Palestina, mereka meledakkan King Davis Hotel. Apakah itu namanya bukan teroris? Orang Islamkah mereka?......

Mari kita lihat lagi ke belahan dunia lain. Terorisme telah digunakan oleh para pejuang Tamil Eelam di Sri Lanka, mereka beragama Hindu. Atau terorisme yang dilatarbelakangi oleh konflik agama adalah apa yang terjadi di Irlandia utara. Instrumen rakyat Irlandia Utara yang Katolik IRA melancarkan aksi terorisme terhadap pemerintah Inggris yang protestan. Orang Islamkah mereka?

Si polisi dunia pernah menembak pesawat komersil Iran di Teluk Persia tahun 1979 yang menewaskan sekitar 250 jiwa yang tidak berdosa, dengan alasan human error. Kemudian dia pernah juga memuntahkan bom di Tripoli, Lybia 1983 dengan alasan mencari Muammar Khadafi, dan yang teranyar polisi itu menghujani tanah Afganistan dengan bom untuk mencari teroris yang di yakini bernama Osama bin Laden.

Bisakah hati kita menerima, mencari sesorang yang diyakini tanpa bukti sebagai teroris kemudian membunuh wanita dan anak-anak tanpa dosa. Belum puas dengan itu, saat ini syahwat Amerika mengebom irak tidak surut walaupun ditentang oleh sekutunya sendiri. Belum lagi kreasi tangan Vladimir Putin ke tanah Cechnya yang akhirnya berhasil mengahiri drama penyanderaan di sebuah gedung teater walaupun mengorbankan ratusan nyawa rakyatnya. Bisakah permintaan maaf Putin di TV menghapus seluruh darah pejuang Chechya yang terlanjur tumpah ke bumi? Orang Islamkah mereka?

Jumlah mereka yang mati jauh lebih banyak dari jumlah tragedi WTC apalagi Bali. Apakah darah rakyat Palestina, Afganistan, Chenchnya lebih berharga dari darah mereka yang terbunuh dalam tragedi WTC atau Bali?

Apakah masuk akal sebuah tuduhan ditimpakan kepada sesorang hanya berdasarkan keyakinan? Itukah yang dinamakan prilaku beradab dan bermoral? Apakah itu tidak melanggar HAM yang sering mereka denggungkan sendiri? Makanya saya mengatakan mereka berpikiran
maju dan kreatif tapi prilaku mereka primitif!!!

Dewasakan pikiran kita, jangan mau dibodohi oleh teroris sesungguhnya.....

Selamat hari sumpah pemuda, kepadamu negri, kami berbakti. Indonesia ku jayalah selalu......

walahualam bis showab

Yesi Elsandra
yelsandra@yahoo.com