Stockholm, 7 Nopember 2002

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGA CARI KESEMPATAN, BA'ASHIR YANG ANTI DIKTATOR MILITER KORUP SOEHARTO AKAN DILIBAS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEGA GUNAKAN DA'I BACHTIAR UNTUK GEBUK BA'ASHIR YANG ANTI DIKTATOR MILITER KORUP SOEHARTO

Bekas diktator militer Soeharto sudah menggelupur sejak tangal 22 Mei 1998 dan tersungkur dari kursi panas presiden negara sekular pancasila. Tetapi, jejak-jejak yang penuh lumpur hitam korupsi dan tindakan kekerasan yang penuh darah orang-orang yang dimusuhinya serta kekejaman yang ditumpahkan ke rakyat Aceh di bumi Aceh yang diberi label daerah operasi militernya terus ditelusuri dan diikuti oleh Rezim Mega yang didampingi Yudhoyono, Yusril dan Da'i Bachtiar.

Coba perhatian, itu kasus penahanan Abu Bakar Ba'ashir. Kalau saya teliti, itu jelas-jelas adalah alasan yang telah dibuat bekas diktator militer korup Soeharto.

Mengapa?

Karena, lihat dan perhatikan, yang pertama disidik oleh Mabes Polri dibawah perintah Da'i Bachtiar tentang Ba'ashir adalah ketika Ba'ashir berkonfrontasi dengan rezim diktator militer korup Soeharto tahun 1985. Seterusnya hijrahnya Ba'ashir ke negeri jiran Malaysia untuk mengelak dari buruan diktator Soeharto dengan para kacung tentara dan polisinya-nya.

Jelas, para kacung diktator militer Soeharto yang ada di Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur tidak bisa banyak berbuat untuk meringkus Ba'ashir. Karena memang Ba'ashir sudah diberi perlindungan politis oleh Mahathir yang waktu itu masih belum tergila-gila kepada Kelompok Mujahidin Malaysia atau Kelompok Militan Malaysia pimpinan Nik Adli putra Menteri Besar Kelantan PAS yang telah dijerat oleh tali rantai besi Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) tanggal 4 Agustus 2001.

Bashir yang sudah dilindungi secara politis di Malaysia dengan diberi paspor-dokumen untuk warga asing yang bisa dipakai masuk ke semua negara tidak perlu lagi nongol ke KBRI di Kuala Lumpur untuk memperpanjang atau mengganti paspor bergambar burung garuda buatan negara sekular pancasila.

Jadi jelas, orang-orang bodoh saja, termasuk Da'i Bachtiar yang menggunakan dasar Undang Undang Nomor 68 Tahun 1952 tentang Keimigrasian dan Kewarganegaraan RI yang dipakai untuk menjerat Ba'ashir dengan alasan karena selama di Malaysia Ba'ashir tidak pernah melapor ke KBRI di Kuala Lumpur, maka secara otomatis Ba'ashir akan kehilangan kewarganegaraannya.

Kenapa tidak dicabut saja waktu Ba'ashir masih berada di Malaysia dari tahun 1985-1999 lewat KBRI di Kuala Lumpur, kalau memang Ba'ashir dianggap dan masih dimusuhi oleh rezim diktator militer korup Soeharto.

Nah, ketika diktator militer korup Soeharto telah tersungkur dari singgasana kursi panas presiden negara sekular pancasila, Ba'ashir-pun keluar dari negeri jiran Malaysia itu masuk kembali ke Pondok Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Solo.

Ternyata, memang karena Mega, Yudhoyono dan Yusril, juga Hassan sudah bisa dengan mudah dibodohi oleh Goh dengan barongsai Jemaah Islamiyah-nya yang disponsori oleh Howard, maka sudah pantas kalau Da'i Bachtiar-pun dengan mudah bisa dibodohi.

Lihat saja, itu dagelan gendang dan bunyi tabuhan tambur bututnya yang ditabuh dari menara Mabes Polri untuk meramaikan suasana penahanan Ba'ashir yang didasarkan pada gerakan Ba'ashir yang anti diktator militer korup Soeharto dan berdasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan Omar Faruq.

Nah sekarang, kalau saya melihat justru sangat-sengat lemah dasar yang dipakai oleh Mabes Polri untuk menahan Ba'ashir itu. Semuanya hanyalah sebagai dasar pesanan dari tuan besar fir'aun modern sekularis Bush yang ingin menjerat semua orang-orang yang dianggap musuh-musuhnya. Semua orang-orang muslim yang mukmin yang ingin menegakkan syariat Islam di bumi ini telah dijadikan musuh oleh sekularis Bush.

Juga oleh Goh dengan baju barongsai Jemaah-Islamiyah-palsu-nya dari negeri tirai besi Singapura dan tentu saja tidak ketinggalan oleh Howard yang arogan pemimpin negeri Kanguru yang ingin mendominasi negeri-negeri di Asia tenggara yang baru-baru ini telah didamprat oleh Mahathir Mohammad.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se