Stockholm, 22 Nopember 2002

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGA PIMPIN NEGERI MALING
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KACOAK-KACOAK MALING DI NEGERI YANG DIPIMPIN MEGA SUDAH IMUN TERHADAP UNDANG-UNDANG RI NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

Undang-undang RI nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme yang disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1999 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie selaku Presiden RI dan diundangkan di Jakarta pada tanggal yang sama oleh Muladi selaku Menteri Negara Sekretariat Negara RI, dan berlaku 6 bulan dari sejak tanggal diundangkan, ternyata hanya menjadi hiasan dinding ruang gedung Istana dan gedung DPR/MPR saja.

Karena sampai detik ini diluar dan didalam Istana berkeliaran para maling, begitu juga diluar dan didalam gedung DPR/MPR masih tetap saja berkeliaran para maling, termasuk maling besar Ketua Golkar yang merangkap sebagai Ketua DPR.

Itu yang namanya Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) yang dibentuk berdasarkan dasar hukum Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tersebut melalui Peraturan Pemerintah yang dibagi kedalam empat Sub Komisi, yaitu Sub Komisi Eksekutif; Sub Komisi Legislatif; Sub Komisi Yudikatif; dan Sub Komisi Badan Usaha Milik Negera/Badan Usaha Milik Daerah, dan bertanggung jawab kepada Presiden, yang mempunyai fungsi untuk mencegah praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam penyelenggaraan negara, ternyata tidak ada bedanya sebagai herder-herder penjaga rumah tuannya.

Dimana herder-herder ini boleh saja menggonggong sambil menjulurkan lidahnya, tetapi tidak ada kemampuan untuk melawan tuannya.

Lihat saja itu kasus Jaksa Agung MA Rachman ternyata oleh para herder dari grup Sub Komisi Eksekutif Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) belum berani mengambil kesimpulan apakah MA Rachman terindikasi kolusi korupsi dan nepotisme atau tidak.

Sehingga Mega pemimpin negeri maling itu buru-buru menyatakan sikapnya bahwa MA Rachman tidak dipecat dari kursi busuk Jaksa Agung-nya.

Inilah salah satu bukti bahwa memang itu yang namnya Undang-undang RI nomor 28 tahun 1999 tentang tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sebagai hiasan dinding Istana dan gedung DPR/MPR saja.

Apalagi kalau saya membaca daftar kekayaan Mega baik sebelum jadi Wakil Presiden maupun setelah jadi Presiden negara sekular pancasila yang sudah dilaporkan kepada Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) membuat saya geleng kepala.

Bagaimana seorang pemimpin yang harus memberikan contoh bersih dari perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme, ternyata tidak ada bedanya dengan para bawahannya, seperti Jaksa Agung MA Rachman yang tidak melaporkan secara jujur semua kekayaannya kepada Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara.

Coba saja perhatikan itu kekayaan bersih Mega pemimpin negara sekular pancasila yang hampir bangkrut itu ternyata menurut laporan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) hampir mencapai 60 miliar rupiah, ditambah ada satu Rumah di Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang tidak dilaporkan dalam Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LKPN). Untuk lengkapnya saya lampirkan dibawah.

Memang benar-benar sudah gila.

Jadi jelas, kalau Mega saja yang menjadi pemimpin negara sekular pancasila sudah begitu lalai dan terang-terangan melupakan untuk melaporkan semua kekayaannya kepada pihak Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), apalagi bawahannya, seperti MA Rachman.

Sehingga tidak heran kalau MA Rachman ini tidak dicopot dari kursi busuk Jaksa Agungnya, karena memang Mega perlu dilindungi oleh maling.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

----------

Daftar harta kekayaan Mega yang resmi dilaporkan ke KPKPN:

Tanah dan bangunan

1. Tanah dan bangunan Luas 509 m2 dan 285 m2, Jakarta Pusat Warisan (1994) 1.700.165.000
2. Luas 207 m2 dan 124 m2, Jakarta Selatan Usaha sendiri (1992) 202.048.000
3. Tanah dan bangunan seluas 1.820 m2 dan 90 m2, Jakarta Pusat Usaha sendiri (1986) 3.421.690.000
4. Tanah dan bangunan seluas 152 m2 dan 100 m2, Jakarta Selatan Usaha sendiri (1996) 137.704.000
5. Tanah dan bangunan seluas 4.300 m2 dan 400 m2, Jakarta Selatan Usaha sendiri (1982) 1.896.200.000
6. Tanah dan bangunan seluas 135 m2 dan 111 m2, Jakarta Selatan Usaha sendiri (1986) 119.745.000
7. Tanah dan bangunan seluas 145 m2 dan 100 m2, Jakarta Selatan Usaha sendiri (1998) 159.190.000
8. Tanah seluas 800 m2 di Kabupaten Pandeglang Usaha sendiri (1985) 160.000.000
9. Tanah dan bangunan seluas 2.857 m2 dan 300 m2 di Tangerang Usaha sendiri (1998) 1.142.800.000
10. Tanah dan bangunan seluas 1.283 m2 dan 300 m2, Jakarta Utara Usaha sendiri (1996) 3.017.616.000
11. Tanah dan bangunan seluas 2.331 m2 dan 256 m2, Jakarta Barat Usaha sendiri (1990) 2.884.345.000
12. Tanah dan bangunan seluas 2.470 m2 dan 256 m2, Jakarta Barat Usaha sendiri (1990) 2.924.340.000
13. Tanah dan bangunan seluas 2.470 m2 dan 500 m2 , Jakarta Barat Usaha sendiri (1997) 3.015.590.000
14. Tanah dan bangunan seluas 1.500 m2 dan 250 m2, Jakarta Utara Usaha sendiri (1998) 3.528.000.000

Total 24.309.433.000

Alat Transportasi

1. Mobil Toyota Land Cruiser (1982) Usaha sendiri (1982) 75.000.000
2. Mobil Daihatsu Feroza (1995) Usaha sendiri (1995) 50.000.000
3. Mobil Volvo (1997) Usaha sendiri (1997) 200.000.000
4. Motor Honda Astrea (1992) Usaha sendiri (1992) 4.000.000
5. Motor Honda Astrea (1994) Usaha sendiri (1994) 5.000.000
6. Motor Honda Astrea M3 (1992) Usaha sendiri (1992) 4.000.0000
7. Motor Honda Astrea Grand (1993) Usaha sendiri (1993) 4.000.000
8. Motor Honda Astrea Grand (1994) Usaha sendiri (194) 5.000.000
9. Motor Honda Astrea Grand (1993) Usaha sendiri (1993) 4.000.000
10. Mobil Toyota Kijang KF 50 (1995) Usaha sendiri (1995) 60.000.000
11. Mobil VW 1200 (1961) Warisan (1961) 75.000.000
12. Mobil Toyota Kijang KF 80 LG (1997) Usaha sendiri (1997) 110.000.000
13. Mobil Toyota (1990) Usaha sendiri (1990) 75.000.000
14. Mobil Kijang (1998) Usaha sendiri (1998) 100.000.000
15. Mobil Pajero (1997) Usaha sendiri (1997) 300.000.000
16. Mobil Toyota Crown (1997) Usaha sendiri (1997) 300.000.000
17. Mobil Kijang (1997) Usaha sendiri (1997) 70.000.000
18. Mobil Nissan (1992) Usaha sendiri (1992) 100.000.000
19. Motor Honda Astrea (1992) Usaha sendiri (1992) 3.000.000
20. Motor Astrea Grand (1993) Usaha sendiri (1993) 3.000.000
21. Motor Honda Astrea Grand (1993) Usaha sendiri (1993) 3.000.000
22. Motor Honda Astrea Grand (1993) Usaha sendiri (1993) 3.000.000

Total 1.553.000.000

Logam/Batu Mulia, Barang Antik

Usaha sendiri (1968-1978) 508.000.000

Warisan (1957) 269.500.000

Total 777.500.000

Harta Bergerak Lainnya

1. SPBU: 34-12803; 34 -11703 Usaha sendiri (1982) 8.000.000.000
2. SPBU: 34-11601 Usaha sendiri (1990) 3.000.000.000
3. SPBU: 34-11707 Usaha sendiri (1998) 4.000.000.000
4. SPBU: 34-10201 Usaha sendiri (1988) 4.000.000.000
5. SPBU: 34-14403; 34-14401; 34-15805 Usaha sendiri (1994) 12.000.000.000
6. Arloji, sejumlah 10 buah Usaha sendiri (1970) 500.000.000
7. Alat-alat rumah tangga Usaha sendiri (1992) 500.000.000

Total 32.000.000.000

Surat Berharga Surat-surat berharga ini diinvestasikan pada 1979 Usaha sendiri (1979) 737.586.660

Giro dan Setara Kas lainnya Usaha sendiri 824.396.101

Total 60.201.915.761

Utang 392.600.277

Harta bersih Rp 59.809.315.484
( http://www.detik.com/peristiwa/2002/11/19/20021119-125728.shtml )