Stockholm, 25 Januari 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BUSH BERNAFSU PASANG KACUNGNYA DI BAGHDAD UNTUK ALIRKAN MINYAK IRAK KE USA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TANPA MINYAK IRAK RODA EKONOMI NEGARA SEKULAR FEDERAL AMERIKA BISA TERSENDAT

Itu mafia Gedung Putih dibawah pimpinan Bush kembali menipu rakyat diseluruh dunia dengan umpan sasaran Saddam Hussein. Dan tentu saja bukan hanya Bush yang melambungkan umpan penipuan dengan wajah Saddam Hussein, melainkan juga Senat yang berjumlah 100 anggota memberikan suaranya untuk memberikan kekuasaan penuh kepada Bush guna memerintahkan angkatan bersenjata negara sekular federal Amerika menyerang Irak dengan suara 77 setuju lawan 23 suara menentang pemberian kekuasaan penuh kepada Bush 11 Oktober 2002, yang sehari sebelumnya House of Representatives telah memberikan persetujuannya dengan suara 296 lawan 133 yang tidak setuju.

Alasan Bush dan gengnya untuk menggempur Irak karena Saddam tidak mempedulikan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 687/1991 yang diadopsi tanggal 3 April 1991 yang memutuskan bahwa Irak dengan tanpa sarat harus menghancurkan semua persenjataan kimia dan biologinya serta misil-misilnya yang mampu menempuh jarak lebih dari 150 km adalah hanya suatu alasan yang dicari-cari saja. Alasan yang benar-benar tidak masuk akal.

Yang jelas, mengapa Bush dan gengnya yang didukung oleh Senat dan House of Representatives siap untuk menggempur Saddam ?

Alasannya, karena kalau Saddam tetap membangkang tidak mau mengeksport minyak ke negara sekular federal Amerika, maka itu roda ekonomi yang ditunjang oleh hampir 95 % dari energi yang dipakai untuk angkutan di negara sekular federal Amerika adalah datangnya dari minyak akan tersendat-sendat dan kemungkinan bisa berhenti. Atau dua pertiga dari minyak yang dipakai di negara sekular federal Amerika adalah dipergunakan untuk angkutan. Dimana 50% minyak yang dipergunakan sebagian besar untuk angkutan itu adalah diimport dari luar.

Tentu saja, cadangan minyak yang ada di dunia ini adalah sekitar 65% sampai 75% berpusat di Timur Tengah yang dikontrol oleh OPEC.

Nah, sebenarnya pasar minyak yang terbesar bagi Saddam adalah pasar negara sekular federal Amerika. Dimana hampir 50% minyak yang dieksport Irak melalui program minyak untuk makanan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah masuk ke pasar negara sekular federal Amerika. Untuk tahun 2001 sekitar 290 juta barrel minyak mentah yang datang dari Irak masuk ke negara sekular federal Amerika atau hampir 795 000 barrel perharinya, sehingga Irak telah menjadi negara nomor enam terbesar pengeksport minyak mentah ke negara sekular federal Amerika. Sedangkan untuk tahun 2002 Saddam mengeksport rata-ratanya 611 000 barrel perharinya sehingga menjadi negara nomor lima terbesar yang mengeksport minyak mentah ke pasar negara sekular federal Amerika. Tentu saja diantara perusahaan-perusahaan minyak negara sekular federal Amerika yang mengimport minyak mentah Saddam ini adalah diantaranya ChevronTexaco, ExxonMobil, BP-Amoco dan Marathon.

Jadi, jelas disini, bagaimana sebenarnya Bush dan Saddam telah melakukan bisnis besar, khususnya bagi Saddam yang telah melakukan bisnis minyak melalui PBB yang hampir mencapai 15 miliar dolar US pertahunnya atau lebih dari lima kali besarnya budget PBB. Dan tentu saja sebenarnya itu PBB telah menjadi makelar minyak mentah sadam untuk disalurkan masuk ke negara sekular federal Amerika. Menurut sumber PBB awal tahun 2003 Saddam telah mengeksport minyak mentah ini sekitar 2 juta barrel perharinya dan tentu saja hampir 50% dari minyak eksport Irak ini masuk ke dalam bisnis mafia Gedung Putih melalui Chevron, Exxon-Mobil, Bayoil dan Koch Petroleum yang menggunakan tempat penyulingan minyaknya di Louisiana and Texas.

Hanya tentu saja, dalam bisnis minyak ini, Bush menganggap bahwa Saddam bisa saja menggebuk Bush melalui embargo penjualan minyak ke perusahaan-perusahaan minyak negara sekular federal Amerika, seperti yang pernah dilakukan Saddam pada tanggal 8 April 2002 dan berlaku selama 30 hari sebagai protes atas aksi militer Israel kedalam teritorium negeri Palestina. Dimana benar-benar embargo minyak Saddam ini hampir melumpuhkan roda ekonomi negara sekular federal Amerika.

Nah sekarang, betapa bodohnya kalau kita percaya kepada propaganda busuk Bush dan gengnya dari Gedung Putih bahwa penyerangan ke Irak adalah karena Saddam membangkan kepada resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyangkut larangan pengembangan senjata kimia, bilogi dan nuklir.

Yang jelas dan memang telah dirancangkan Bush dan gengnya adalah penyerangan ke Irak merupakan usaha untuk memasang kacungnya yang bisa diatur Bush untuk menyalurkan minyak mentah rakyat Irak seluruhnya ke dalam negeri sekular federal Amerika agar roda perekonomiannya tidak macet dan mengakibatkan lumpuhnya kemajuan dan perkembangan ekonomi negara sekular federal Amerika.

Sekali lagi, kita jangan sampai tertipu secara mentah-mentah oleh Bush dengan propaganda busuk tentang anti terorisme dan pembangkangan Saddam terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyangkut larangan pengembangan senjata kimia, bilogi dan nuklir.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)" (Al Anfaal, 8 : 15)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se