Stockholm, 18 Maret 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

THE LOOSER, IDIOT AND CRAZY BUSH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

NAJI SABRI : BUSH SEORANG IDIOT DAN GILA YANG TELAH DIKONTROL OLEH BROKER MINYAK UNTUK MENGUASAI MINYAK DAN NEGERI IRAK

Menteri Luar Negeri Irak, Naji Sabri, meluncurkan misilnya terhadap ultimatum yang diluncurkan Bush terhadap Saddam Hussein hari ini, "Bush adalah seorang idiot dan orang gila yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang hanya mengambil keuntungan melalui perang dan untuk memperkuat Israel serta telah dikontrol oleh pengusaha-pengusaha raksasa minyak Amerika".

Presiden Saddam Hussein juga telah menolak ultimatum Bush yang telah mengancam dengan ancaman "Saddam Hussein and his sons must leave Iraq within 48 hours. Their refusal to do so will result in military conflict commenced at a time of our choosing." (President George W. Bush's address, March 17, 2003). Sadam Hussein membalas ultimatum Bush dengan pukulan : "Bush had the sick hope that he will achieve his evil objectives without fighting".

Duta Besar Irak untuk PBB, Muhammad Al Douri, hari ini, melambungkan pukulan balasannya terhadap ultimatum Bush, "The war is without any legitimacy. The war is unjustifieble, tantamount to genocide" (Mohammad Aldouri, Iraqi ambassador to the United Nations, March 18, 2003).

Ultimatum yang diluncurkan Bush, 17 Maret 2003 malam adalah setelah, Bush, Blair dan Aznar mengatur langkah baru dalam pertemuan segitiga-nya. Dan setelah mengalami pertarungan berat di Dewan Keamanan PBB pada tanggal 7 Maret 2003 karena mendapat serangan berat dari Perancis, China, Rusia, Jerman dan Syria.

Memang rencana dan usaha Bush, Blair dan Aznar akan menggolkan resolusi Dewan Keamanan PBB kedua yang berisi ancaman kepada Saddam Hussein apabila tidak mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1441 dalam batas waktu yang telah ditentukan, maka akan langsung diserang, tetapi mendapat tantangan berat dari empat negara diatas, khsusnya dari pihak Perancis yang mengancam akan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang kedua yang disponsori oleh USA, Inggris dan Spanyol.

Karena itu, setelah Bush, Blair dan Aznar bertemu pada akhir minggu, diputuskan tidak akan diadakan pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB untuk menggolkan resolusi kedua, karena memang sudah dikhawatirkan akan diveto oleh Perancis dan akan ditolak oleh Rusia, China, Jerman dan Syria.

Sehingga keluarlah ultimatum Bush yang diluncurkan melalui satelit TV-nya, Senin malam, 17 Maret 2003. Dimana ultimatum Bush yang oleh Presiden Saddam disebutnya dengan ungkapan "Bush had the sick hope that he will achieve his evil objectives without fighting". Juga oleh Menteri Luar Negeri Irak, Naji Sabri dengan sebutan "Bush adalah seorang idiot dan orang gila yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang hanya mengambil keuntungan melalui perang dan untuk memperkuat Israel serta telah dikontrol oleh pengusaha-pengusaha raksasa minyak Amerika". Begitu juga yang dikatakan oleh Duta Besar Irak untuk PBB, Muhammad Aldouri: "The war is without any legitimacy. The war is unjustifieble, tantamount to genocide".

Ultimatum Bush yang sekaligus juga merupakan deklarasi perang melawan Irak menggambarkan bahwa memang Bush seorang yang mengganggap dirinya paling berkuasa dan paling kuat di dunia secara militer sehingga tidak perlu lagi persetujuan penuh Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan krisis Irak. Juga sekaligus menggambarkan orang gila, seorang idiot dan seorang looser yang secara sadar atau tidak telah dikontrol oleh pengusaha-pengusaha raksasa minyak Amerika.

Dimana sebagian ultimatum Bush dirangkumkan dalam pidatonya:

"...America tried to work with the United Nations to address this threat because we wanted to resolve the issue peacefully. We believe in the mission of the United Nations. One reason the U.N. was founded after the Second World War was to confront aggressive dictators actively and early, before they can attack the innocent and destroy the peace. In the case of Iraq, the Security Council did act in the early 1990s. Under Resolutions 678 and 687, both still in effect, the United States and our allies are authorized to use force in ridding Iraq of weapons of mass destruction. This is not a question of authority, it is a question of will. Last September, I went to the U.N. General Assembly and urged the nations of the world to unite and bring an end to this danger. On November 8th, the Security Council unanimously passed Resolution 1441, finding Iraq in material breach of its obligations and vowing serious consequences if Iraq did not fully and immediately disarm. Today, no nation can possibly claim that Iraq has disarmed. And it will not disarm so long as Saddam Hussein holds power. For the last four and a half months, the United States and our allies have worked within the Security Council to enforce that council's longstanding demands. Yet some permanent members of the Security Council have publicly announced that they will veto any resolution that compels the disarmament of Iraq. These governments share our assessment of the danger, but not our resolve to meet it. Many nations, however, do have the resolve and fortitude to act against this threat to peace, and a broad coalition is now gathering to enforce the just demands of the world. The United Nations Security Council has not lived up to its responsibilities, so we will rise to ours... All the decades of deceit and cruelty have now reached an end. Saddam Hussein and his sons must leave Iraq within 48 hours. Their refusal to do so will result in military conflict commenced at a time of our choosing.

For their own safety, all foreign nationals, including journalists and inspectors, should leave Iraq immediately..." (President George W. Bush's address, March 17, 2003)

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)" (Al Anfaal, 8 : 15)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se