Stockholm, 2 Juni Mei 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BARU SAJA 2 MINGGU TNI DIBUAT PUSING OLEH GERILYAWAN GAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BAGUS, GETOKAN KOFI ANNAN DAN PUKULAN LINDH CUKUP MEMBUAT MEGA DAN YUDHOYONO CS MUNDUR KEBELAKANG

Itu Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs dan Presiden Megawati telah cukup dibuat kewalahan dalam menghadapi gerilyawan GAM di bumi Aceh, ditambah adanya getokan yang cukup keras dari Sekjen PBB Kofi Annan, juga adanya pukulan tinju dari pendekar wanita gurun salju Menlu Swedia Anna Lindh yang tidak gentar mempertahankan dan melindungi Teungku Hasan di Tiro yang telah menjadi warganegara Swedia dan yang dianggap sebagai pemimpin GAM.

Akibatnya, sebagian racun-racun, terutama racun aksi militer TNI yang melapisi palu godam besi berkarat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Povinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berisikan cairan-cairan racun mematikan rakyat Aceh, akan dikurangi, karena dianggap sudah kewalahan menghadapi para gerilyawan GAM yang memang tidak mudah untuk diringkus dan dihancurkan di bumi Aceh.

Sikap dan kebijaksanaan pengurangan dan penarikan racun-racun aksi militer TNI yang dilapiskan kedalam palu godam besi berkarat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 28 tahun 2003 ini telah dibicarakan dan dinyatakan oleh Presiden Megawati dan diaminkan oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs dalam sidang Kabinet hari ini, Senin, 2 Juni 2003, di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat.

Memang taktik dan strategi "decapitation attack" buatan Bush yang ditiru oleh Yudhoyono Cs ini tidak berfungsi dalam menghadap para gerilyawan GAM yang memang sudah punya pengalaman puluhan tahun menghadapi TNI sejak masa diktator militer TNI Soeharto, Bj Habibie dan Abdurahman Wahid.

Karena itu wajar, baru saja 2 minggu, itu pasukan TNI yang telah dikerahkan oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang bodoh itu, sudah sempoyongan kehabisan akal bagaimana untuk melenyapkan gerilyawan GAM yang memang hanya kelihatan bayangannya saja.

Sehingga untuk menutupi kelemahan TNI ini Presiden Megawati yang telah dijadikan boneka oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs menyatakan secara diplomasi dalam sidang Kabinet terbatasnya hari ini, Senin, 2 Juni 2003 di Istana Negara, bahwa aksi militer yang diatur dalam Keppres no 28 tahun 2003 itu sudah cukup memuaskan, yang belum memuaskan adalah aksi penegakan hukum, aksi memulihkan kembali kewibawaan pemerintah dan aksi kemanusiaan.

Atau kalau mau dibuka tabirnya dari apa yang diungkapkan Presiden Megawati itu adalah karena memang gerilyawan GAM itu kuat dan susah ditumpas, maka terpaksa dengan berat hati itu pasukan TNI akan segera ditunda dan distop aksinya, juga biar tidak kena getok lagi oleh Sekjen PBB Kofi Annan kalau tidak segera dihentikan. Sedangkan untuk usaha peningkatan kewibawaan pemerintah, penegakan hukum dan bantuan kemanusiaan masih tetap akan dijalankan.

Dan tentu saja, sekarang yang perlu segera dilakukan adalah menempuh jalan diplomasi untuk menghadapi pendekar wanita gurun salju Menlu Swedia Anna Lindh yang memang kelihatannya cukup berani dan gagah perkasa, yang membuat Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang bodoh itu geleng-geleng kepala, karena kagumnya.

Dimana untuk menghadapi Lindh ini, Presiden Megawati bersama geng Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono telah mempersiapkan tim khusus yang akan dipimpin oleh seorang keturunan Arab, mantan menteri luar negeri jaman diktator militer Soeharto, dan jaman Presiden BJ Habibie, Ali Alatas, yang sebelumnya telah jumpa dan berkenalan dengan Menlu Swedia Anna Lindh di Stockholm.

Tentu saja, Ali Alatas keturunan Arab ini akan diperkuat oleh klub Menlu Noer Hassan Wirajuda, geng Polri Da’i Bachtiar dan diperkuat oleh grup labah-labah dari Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.

Jelas, sebenarnya langkah tim Ali Alatas ini ditujukan untuk membuka jalur diplomasi dengan Swedia dan untuk membuka jalur kerjasama dengan Swedia agar bisa menjadi juru penengah antara PRI dan GAM. Dimana disini Swedia akan diberikan peluang yang cukup luas untuk menjadi mediator sekaligus menjadi pelaksana perundingan antara PRI dan GAM dimasa yang akan datang. Karena, tanpa melibatkan Swedia, persoalan Aceh tidak akan segera bisa diselesaikan secara damai. Dan hal itu telah terbukti sekarang, tanpa keterlibatan langsung Swedia, itu yang namanya pemimpin GAM tidak bisa digoyahkan setapakpun. Sehingga jiplakan taktik dan strategi "decapitation attack" buatan Bush tidak bisa diterapkan untuk memisahkan rakyat Aceh dari GAM-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se