Stockholm, 10 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DIPLOMASI PENAPIS SERBUK TERORIS PERPU 1&2/2002 YANG DILANCARKAN ALI ALATAS LEMAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MENLU SWEDIA ANNA LINDH DAN MENKEH SWEDIA THOMAS BODSTROM MENANGKIS DENGAN SANTAI PENAPIS SERBUK TERORIS PERPU 1&2/2002 YANG DITEMBAKKAN OLEH YUDHOYONO CS, WIRAJUDA DAN MEGA MELALUI TANGAN ALI ALATAS

Hari ini, Selasa, 10 Juni 2003, tim khusus yang dipimpin oleh mantan Menlu Orba Ali Alatas tangan kanan mantan Presiden RI jenderal diktator militer Soeharto dengan rombongannya yang terdiri dari grup labah-labah Badan Intelijen Negara (BIN), klub Deplu, bagian pidana umum Polri dan akhli hukum internasional telah bertemu dengan Menlu Swedia Anna Lindh Cs, Menteri Kehakiman Swedia Thomas Bodstrom, Ketua Komisi Luar Negeri Parlemen Swedia Urban Ahlin dan sekretaris Kabinet Lars Danielsson .

Tim Ali Alatas ini telah menyerahkan bukti-bukti pasir yang dianggap pembawa wabah terorisme yang berasal dari kasus peledakan bom di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23 September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April 2003 hasil penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 kumpulan Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengandung butiran-butiran terorisme yang dituduhkan kepada Teungku Hasan di Tiro dan sekaligus dituduh sebagai penanggung jawab tindakan terorisme di wilayah hukum Indonesia

Dimana gembolan bukti-bukti pasir yang dianggap pembawa wabah terorisme hasil penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 kumpulan Badan Intelijen Negara (BIN) yang dikumpulkan kedalam bentuk dokumen yang berisikan cerita roman yang tebalnya hampir 100 halaman itu telah diserahkan kepada Menteri Kehakiman Swedia Thomas Bodstrom, yang selanjutnya kumpulan cerita roman yang berisikan cerita pasir yang dianggap pembawa wabah terorisme oleh Thomas Bodstrom diserahkan kepada pihak Kepolisian dan pihak Kejaksaan.

Ada kelemahan dari apa yang dijadikan dasar bukti yang disodorkan pihak Ali Alatas itu yaitu yang lebih menekankan kepada tindakan terorisme. Dimana tentu saja kelemahan dari bukti-bukti yang mengarah kepada tindakan terorisme itu diungkapkan Thomas Bodstrom bahwa apakah isi dokumen itu bisa dijadikan bukti hal itu tergantung kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Karena dalam sistem hukum Swedia yang berlaku, badan Kepolisian dan Kejaksaan adalah berdiri sendiri dan sangat dihormati. Selanjutnya dokumen itu akan diserahkan kepada Jaksa Penuntut. Adapun menyangkut istilah terorisme, memang begitu samar. Uni Eropa telah membuat definisi mengenai terorisme ini, begitu juga di Swedia istilah terorisme telah didefinisikan oleh Parlemen dan telah dibuat undang-undang terorisme yang akan diundangkan dan diberlakukan 1 Juli 2003. Kalau isi dokumen itu menyangkut terorisme, tentu saja tidak akan bisa terjerat oleh undang-undang terorisme yang akan berlaku 1 Juli 2003 itu.. ( http://www.expressen.se/expressen/jsp/polopoly.jsp?d=10&a=40118 )

Sedangkan dari pihak Menter Luar Negeri Swedia Anna Lindh lebih menekankan kepada jurusan yang mengarah kepada hubungan antara dua negara. Dimana seperti biasa Anna Lindh menekankan kembali bahwa Swedia mendukung keutuhan teritorial Indonesia, hal ini telah disampaikan juga ke pihak GAM. Penyelesaian Aceh melalui perjanjian damai yang berisikan otonomi khusus adalah satu penyelesaian yang realistik. Bukti-bukti yang diterima telah cukup banyak untuk pihak pemerintah Swedia guna dijadikan dasar tindakan yang sesuai dalam menangani para pemimpin GAM di Swedia. ( http://www.utrikes.regeringen.se/lopsedel/030610_indonesien.htm )

Nah, memang bisa saja itu dokumen yang berisikan bukti-bukti menurut hasil penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 kumpulan Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengandung butiran-butiran terorisme di sampaikan ke pihak Kepolisian Swedia dan pihak Kejaksaan untuk selanjutnya dijadikan bahwa penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Kejaksaan dan pihak Kepolisian Swedia terhadap para tokoh GAM di Swedia.

Hanya tentu saja, sejauhmana dokumen itu bisa dijadikan sebagai bukti untuk dijadikan dasar penuntutan terhadap para tokoh GAM di depan pengadilan Swedia. Hal ini masih merupakan suatu tanda tanya besar.

Apalagi kalau dilihat ke sudut yang mengarah pada tindakan terorisme, maka itu sudah bisa dipastikan bahwa undang-undang hukuman tindak pidana terorisme yang telah disyahkan oleh Parlemen Swedia pada tanggal 24 April 2003, tetapi baru diundangkan dan diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2003 yang akan datang, tidak akan mampu menyaring pasir-pasir yang dianggap pembawa wabah terorisme hasil penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 kumpulan Badan Intelijen Negara (BIN), karena bukti-bukti pasir yang dianggap pembawa wabah terorisme itu dikumpulkan sebelum undang-undang hukuman tindak pidana terorisme diberlakukan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Departement/ myndighet: Justitiedepartementet L5
Rubrik: Lag (2003:148) om straff for terroristbrott
Utfardad: 2003-04-24
/Trader i kraft I:2003-07-01/

1 § Denna lag innehaller bestämmelser for genomforande av Europeiska unionens rambeslut om bekampande av terrorism av den 13 juni 2002 (2002/475/RIF)2.
2 § For terroristbrott doms den som begar en garning som anges i 3 §, om garningen allvarligt kan skada en stat eller en mellanstatlig organisation och avsikten med garningen ar att

1. injaga allvarlig fruktan hos en befolkning eller en befolkningsgrupp,
2. otillborligen tvinga offentliga organ eller en mellanstatlig organisation att vidta eller att avsta fran att vidta en atgard, eller
3. allvarligt destabilisera eller forstora grundlaggande politiska, konstitutionella, ekonomiska eller sociala strukturer i en stat eller i en mellanstatlig organisation. Straffet ar fangelse pa viss tid, lagst fyra ar och hogst tio ar, eller pa livstid. Ar brottet mindre grovt, ar straffet fangelse, lagst tva ar och hogst sex ar. Om ett hogre lagsta straff for garningen har foreskrivits i brottsbalken, galler vad som sags dar i fraga om lagsta straff.

3 § Foljande garningar utgor terroristbrott under de forutsättningar som anges i 2 § i denna lag:
1. mord, 3 kap. 1 § brottsbalken,
2. drap, 3 kap. 2 § brottsbalken,
3. grov misshandel, 3 kap. 6 § brottsbalken,
4. manniskorov, 4 kap. 1 § brottsbalken,
5. olaga frihetsberovande, 4 kap. 2 § brottsbalken,
6. grov skadegorelse, 12 kap. 3 § brottsbalken,
7. mordbrand och grov mordbrand, 13 kap. 1 och 2 §§ brottsbalken,
8. allmanfarlig odelaggelse, 13 kap. 3 § brottsbalken,
9. sabotage och grovt sabotage, 13 kap. 4 och 5 §§ brottsbalken,
10. kapning och sjo- eller luftfartssabotage, 13 kap. 5 a § brottsbalken,
11. flygplatssabotage, 13 kap. 5 b § brottsbalken,
12. spridande av gift eller smitta, 13 kap. 7 § brottsbalken,
13. olovlig befattning med kemiska vapen, 22 kap. 6 a § brottsbalken,
14. uppsatligt vapenbrott, 9 kap. 1 § vapenlagen (1996:67),
15. brott enligt 21 § tredje stycket lagen (1988:868) om brandfarliga och explosiva varor,
16. uppsatligt brott enligt 25 och 26 §§ lagen (1992:1300) om krigsmateriel, som avser karnladdningar, radiologiska, biologiska och kemiska stridsmedel, apparater och andra anordningar for spridning av radiologiska, biologiska eller kemiska stridsmedel samt speciella delar och substanser till sadant material,
17. brott enligt 18 och 20 §§ lagen (2000:1064) om kontroll av produkter med dubbla anvandningsomraden och av tekniskt bistand, som avser sadana produkter eller sadant tekniskt bistand som kan anvandas för att framstalla karnladdningar, biologiska eller kemiska vapen,
18. smuggling och grov smuggling, 3 och 5 §§ lagen (2000:1225) om straff för smuggling, om brottet avser sadana varor som omfattas av 14-17,
19. olaga hot, 4 kap. 5 § brottsbalken, som innefattar hot om att bega nagon av de garningar som avses i 1-18.

4 § For forsok, forberedelse eller stampling till samt underlatenhet att avsloja terroristbrott doms till ansvar enligt 23 kap. brottsbalken.

5 § Om nagon begar ett brott enligt 8 kap. 1, 4-6 §§, 9 kap. 4 § eller 14 kap. 1 och 3 §§ brottsbalken eller forsok till sadana brott, med uppsat att framja terroristbrott skall detta, om garningen inte omfattas av ansvar enligt 2 eller 4 § eller medverkan till sadana brott, vid sidan av vad som galler for varje sarskild brottstyp och enligt bestammelserna i 29 kap. 2 § brottsbalken, beaktas som en forsvarande omstandighet vid bedomningen av straffvardet.

6 § Utbyte av brott enligt denna lag skall forklaras forverkat, om det inte ar uppenbart oskaligt. Detsamma galler vad nagon tagit emot som ersattning for kostnader i samband med sadant brott, om mottagandet utgor brott enligt denna lag. I stallet for det mottagna far dess varde forklaras forverkat.

7 § Egendom som anvants som hjalpmedel vid brott enligt denna lag eller som frambringats genom sadant brott far forklaras forverkad, om det behovs for att forebygga brott eller om det finns andra sarskilda skal. Detsamma galler egendom vars anvandande utgor brott enligt denna lag eller som annars nagon tagit befattning med pa ett sätt som utgor sadant brott. I stallet for egendomen kan dess värde forklaras forverkat
---------- slut pa dokumentet ----------