Stockholm, 13 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

AGRESI SOEKARNO DARI RI-JAWA-YOGYA MASIH TERUS MENJIWAI MEGA,YUDHOYONO, WIRAJUDA, SUTARTO DAN RIYACUDU UNTUK RAMPAS ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JIWA AGRESI SOEKARNO DARI RI-JAWA-YOGYA MASIH TERUS DIKOBARKAN OLEH MEGAWATI, YUDHOYONO, WIRAJUDA, SUTARTO DAN RIYACUDU UNTUK MERAMPAS DAN MENDUDUKI ACEH

Ternyata memang benar, jiwa agresi Soekarno dari RI-Jawa-Yogyakarta masih membakar semangat Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk terus berusaha merampas dan menduduki Aceh.

Padahal itu yang namnya Negara RI-Jawa-Yogyakarta sudah tenggelam kedasar laut dari sejak tanggal 19 Desember 1948 sampai tanggal 7 Mei 1949, yaitu dari sejak RI-Jawa-Yogyakarta digempur oleh pasukan Dr. Beel wakil Gubernur Hindia Belanda yang baru pengganti Van Mook sampai Persetujuan Roem-Royen ditandatangani. Dimana Soekarno, Moh. Hatta dan H Agus Salim ditawan dan dimasukkan kedalam penjara di Bangka.

Dan tentu saja karena keikhlasan rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh yang telah memberikan izin kepada Menteri Kemakmuran Mr. Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di wilayah Negeri Aceh yang belum terjamah secara de facto oleh H.J.van Mook Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Tetapi ternyata, ketulusan hati rakyat Aceh yang ditunjukkan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan memberikan tempat berpijak kepada pihak Soekarno Cs melalui Sjafruddin Prawiranegara dengan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) telah dilupakan dan diabaikan oleh Soekarno Cs dengan melakukan usaha dan tindakan agresi militernya terhadap rakyat Aceh yang berada dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Jiwa agresi Soekarno ini dimulai dari sejak RIS (Republik Indonesia Serikat) dibawah pimpinan Soekarno diakui kedaulatannya 27 Desember 1949 oleh Ratu Juliana dari Kerajaan Belanda.

Dengan kelicikan dan tipu muslihat Soekarno Cs, melalui taktik dan strategi Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS, Negara/Daerah bagian RIS telah dibujuk dan ditipunya untuk masuk kedalam gua RI-Gudeg-Jawa- Yogyakarta dibawah pimpinan Soekarno. Sampai tanggal 5 April 1950 sudah 13 negara bagian yang diboyong dan dibujuk Soekarno Cs masuk kedalam perangkap gua RI-Jawa-Yogya, yaitu Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Selatan, Daerah Jawa Tengah, Daerah Bangka, Daerah Belitung, Daerah Riau, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur.

Hanya dua negara kuat lainnya yaitu Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur memerlukan usaha yang cukup rumit. Soekarno Cs dari RI-Jawa-Yogya yang telah menggembol 13 Negara/Daerah bagian RIS meminta kepada RIS untuk mengadakan perundingan dengan Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur untuk meleburkan kedalam gua RI-Jawa-Yogya.

Setelah diadakan perundingan antara RIS dengan NST dan NIT, kedua pemerintahan Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur setuju memberikan mandat kepada RIS untuk beruding dengan Soekarno Cs dari Negara RI-Jawa-Yogya-nya.

Pada tanggal 19 Mei 1950 telah dicapai kesepakatan antara RIS dan RI-Jawa-Yoga untuk membuat dan menandatangani Piagam Persetujuan.

Inilah hasil kelihaian dan taktik tipu muslihat dari Soekarno Cs untuk menggiring semua Negara/Daerah bagian RIS kedalam sangkar burung RI-Jawa-Yogyakarta dibawah komando Soekarno yang asli Jawa.

Nah ternyata, akhirnya taktik dan strategi RIS ciptaan H.J. van Mook ini yang telah dirombak oleh Soekarno dijalankan untuk menggusur secara berduyun-duyun Negara/Daerah bagian RIS ke gua RI-Jawa-Yogya.

Pada tanggal 14 Agustus 1950 oleh Parlemen dan Senat RIS telah disahkan satu alat yang disebut Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia hasil olahan dan saringan Soekarno Cs yang tergabung dalam panitia bersama.

Tentu saja, akhirnya pada rapat gabungan Parlemen dan Senat RIS pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden RIS Soekarno membacakan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia hasil dari taktik dan strategi RIS ciptaan H.J. van Mook yang dirubah Soekarno. Dan pada hari itu juga Presiden Soekarno kembali ke Yogya untuk menerima kembali jabatan Presiden RI dari Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI Mr. Asaat. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986)

Hanya saja, yang masih susah bagi Soekarno adalah ketika berusaha membujuk dan sekaligus menipu rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh agar mau masuk kedalam gua RI-Jawa-Yoga yang telah menggembol 15 Negara/Daerah yang asalnya bagian dari RIS yang diakui kedaulatannya oleh Ratu Juliana dari Kerajaan Belanda.

Pada awalnya Teungku Muhammad Daud Beureueh sudah tertipu oleh umpan penerapan syariat Islam dan negara yang berdasarkan Islam yang dilontarkan oleh Soekarno kehadapan Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Tetapi, tipuan Soekarno itu tidak mempan lama, karena pada tanggal 20 September 1953, Teungku Muhammad Daud Beureueh telah memaklumatkan Negera Islam Indonesia di wilayah Aceh yang sebagian isinya menyatakan bahwa "Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam."

Setelah 9 tahun berjuang mempertahankan NII di Aceh, Teungku Muhammad Daud Beureueh kembali terkena tipu Soekarno melalui pancingan dengan umpan "Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" yang dikailkan oleh Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986).

Hanya tentu saja estafet perjuangan tidak berhenti sampai disitu saja, ternyata 14 tahun kemudian setelah Teungku Muhammad Daud Beureueh kena jerat dan dianggap menyerah kepada Penguasa Negara Pancasila, Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 mendeklarasikan kemerdekaan Aceh Sumatra. Yang isi proklamasinya berbunyi:

"To the people of the world: We, the people of Acheh, Sumatra, exercising our right of self- determination, and protecting our historic right of eminent domain to our fatherland, do hereby declare ourselves free and independent from all political control of the foreign regime of Jakarta and the alien people of the island of Java....In the name of sovereign people of Acheh, Sumatra. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Chairman, National Liberation Front of Acheh Sumatra and Head of State Acheh, Sumatra, December 4, 1976". ("Kepada rakyat di seluruh dunia: Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing Jawa....Atas nama rakyat Aceh, Sumatra yang berdaulat. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Ketua National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Presiden Aceh Sumatra, 4 Desember 1976") (The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra,1984, hal : 15, 17).

Sampai detik ini, rakyat Aceh masih tetap berdiri dibawah pimpinan Tengku Hasan di Tiro yang tetap masih belum tergoyahkan, dari sejak zaman diktator militer Jenderal TNI Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Megawati yang telah dijiwai oleh semangat agresi Soekarno untuk merampas dan menduduki Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se