Stockholm, 16 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BANGUNAN NKRI BISA RUNTUH KARENA DIBANGUN DIATAS FONDASI STRATEGI GURITA SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

STRATEGI GURITA SOEKARNO DENGAN PERISAI BESI HITAM BERKARAT DAN CENGKERAMAN TANGAN BESI MENJADI FONDASI BANGUNAN NKRI-RI-JAWA-YOGYA

Makin jelas dan terang terlihat bahwa bangunan RI-Jawa-Yogya yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebenarnya merupakan bangunan yang bisa runtuh setiap saat karena memang dibangun diatas fondasi strategi gurita Soekarno yang terdiri dari gabungan batu dengan semen yang membentuk perisai besi hitam berkarat dengan juluran tangan-tangan besi yang mencengkeram.

Sekarang makin terlihat bagaimana sebenarnya fondasi yang menjadi tapak dan dasar bangunan Negara RI-Jawa-Yogya-NKRI ini adalah ternyata berisikan campuran-campuran batu dengan semen hasil olahan Soekarno Cs yang penuh kerapuhan karena diikat dengan tali-tali besi hitam berkarat yang melilit batang tubuh Negara-Negara dan Daerah-daerah yang tadinya berdaulat menjadi batang tubuh yang lemah yang diatur dan dikontrol oleh keinginan, pikiran dan tujuan Soekarno.

Strategi gurita Soekarno yang diawali setelah Negara RI-Jawa-Yogya tenggelam kedasar laut dari sejak tanggal 19 Desember 1948 sampai tanggal 7 Mei 1949, yaitu dari sejak RI-Jawa-Yogyakarta digempur oleh pasukan Dr. Beel wakil Gubernur Hindia Belanda yang baru pengganti Van Mook sampai Persetujuan Roem-Royen ditandatangani. Sedangkan Soekarno, Moh. Hatta dan H Agus Salim ditawan dan dimasukkan kedalam penjara di Bangka.

Dari sejak saat itulah Soekarno menjalankan strategi guritanya dengan menghembuskan cairan-cairan yang berisikan serbuk besi hitam berkarat untuk menutupi wajah dan tubuh sebenarnya agar tidak terlihat oleh Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan Mr. A.M.J.A. Sassen atau oleh pihak Sultan Hamid II dari Daerah Pemerintahan Kalimantan Barat, Ide Anak Agoeng Gde Agoeng dari Negara Indonesia Timur, R.A.A. Tjakraningrat dari Negara Madura, Mohammad Hanafiah dari Daerah Pemerintahan Banjar, Mohammad Jusuf Rasidi dari Daerah Pemerintahan Bangka, K.A. Mohammad Jusuf dari Daerah Pemerintahan Belitung, Muhran bin Haji Ali dari Daerah Pemerintahan Dayak Besar, Dr. R.V. Sudjito dari Daerah Pemerintahan Jawa Tengah, Raden Soedarmo dari Negara Jawa Timur, M. Jamani dari Daerah Pemerintahan Kalimantan Tenggara, A.P. Sosronegoro dari Daerah Pemerintahan Kalimantan Timur, Mr. Djumhana Wiriatmadja dari Negara Pasundan, Radja Mohammad dari Daerah Pemerintahan Riau, Abdul Malik dari Negara Sumatra Selatan, dan Radja Kaliamsyah Sinaga dari Negara Sumatra Timur.

Sehingga tangan yang berjari besi hitam berkarat dengan cengkramannya yang mematikan tidak terlihat, karena itu ketika dilaksanakan pemilihan Presiden RIS dalam sidang Dewan Pemilihan Presiden RIS pada tanggal 15-16 Desember 1949, Soekarno terpilih menjadi Presiden RIS. Pada tanggal 17 Desember 1949 Presiden Soekarno dilantik menjadi Presiden RIS dan untuk jabatan Perdana Menteri diangkat Mohammad Hatta. Kemudian Kabinet dan Perdana Menteri RIS dilantik pada tanggal 20 Desember 1949.

Setelah RIS yang mempunyai konstitusi bahwa Presiden dan Menteri-menteri (dipimpin oleh Perdana Menteri) secara bersama-sama merupakan Pemerintah. Dimana Lembaga Perwakilan dikenal dengan dua kamar, yaitu Senat (merupakan wakil Negara/Daerah Bagian, dimana setiap negara punya dua orang wakilnya) dan DPR yang beranggotan 150 orang yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, berada dibawah kaki Soekarno, maka dengan gaya seorang pemimpin besar siap untuk menerima pengakuan kedaulatan dari Ratui Juliana dari Kerajaan Belanda.

Inilah taktik dan siasat yang penuh kelicikan dan penipuan yang dilancarkan dan dijalankan oleh Soekarno, seorang pemimpin ditahun 50-an yang punya ambisi untuk merangkum dan mencengkeram dengan tangan besi seluruh wilayah yang ada di Nusatara.

Ketika Belanda dibawah Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta membubuhkan tandatangannya pada naskah pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949, begitu juga di Yogyakarta pada tanggal yang sama dilakukan penyerahan kedaulatan RI kepada RIS. dan di Jakarta pada hari yang sama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota AHJ Lovink dalam suatu upacara bersama-sama membubuhkan tandangannya pada naskah penyerahan kedaulatan, maka benar-benar RIS berada dibawah kaki Soekarno yang tidak perlu mengerahkan kekuatan pasukan untuk menarik Negara/Daerah bagian RIS kedalam satu ikatan yang sudah direncakan dan dipersiapkan jauh sebelumnya.

Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meloloskan racun hitam yang mematikan dan menjulurkan tangan besi hitam berkarat untuk mengikat batang tubuh Negara-negara dan Daerah-daerah bagian RIS kedalam satu ikatan yang dibalut dengan lapisan-lapisan racun pancasila hasil ramuan dari berbagai lubang dan tempat.

Ternyata dalam tempo 62 hari dari sejak pengakuan kedaulatan RIS oleh Ratu Juliana yaitu pada tanggal 8 Maret 1950, Soekarno penipu ulung ini telah berhasil menggiring dan membutakan mata para anggota Senat dan DPR RIS untuk mengeluarkan ramuan-ramuan obat racun mematikan dalam bentuk Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS.

Nah ternyata dengan ramuan racun Undang-Undang Darurat itu, beberapa Negara/Daerah bagian RIS menggabungkan ke RI-Jawa-Yogya, sehingga pada tanggal 5 April 1950 yang tinggal hanya tiga negara bagian RIS yaitu, RI, NST (Negara Sumatera Timur), dan NIT (Negara Indonesia Timur).

Tetapi dengan tipu muslihat dan kelicikan Soekarno yang meminta RIS untuk berunding dengan Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur agar melebur kedalam Negara RI-Jawa-Yoga, ternyata para pimpinan Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur tertipu umpan Soekarno penipu ulung ini. Akhirnya Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur setuju memberikan mandat kepada RIS untuk beruding dengan Soekarno Cs dari Negara RI-Jawa-Yogya-nya. Sehingga pada tanggal 19 Mei 1950 telah dicapai kesepakatan antara RIS dan RI-Jawa-Yoga untuk membuat dan menandatangani Piagam Persetujuan.

Langkah selanjutnya dari strategi gurita Soekarno penipu ulung ini adalah membuat ramuan racun baru yang akan melemahkan semua Negara/Daerah yang telah masuk kedalam wilayah RI-Jawa-Yoga agar bisa dengan mudah diatur dan dikontrolnya sekehendak Soekarno.

Dan pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen dan Senat RIS mengesahkan hasil strategi gurita Soekarno dalam bentuk lapisan pentungan yang berlapis racun berisikan cairan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nah langkah selanjutnya, Soekarno penipu ulung ini yang masih menjabat Presiden RIS pada tanggal 15 Agustus 1950 dalam rapat gabungan Parlemen dan Senat RIS membacakan hasil akhir dari strategi guritanya dalam bentuk piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atau bisa disebut piagam terbentuknya Negara RI-Jawa-Yoga yang didalamnya telah dijejali dengan 15 Negara/Daerah bagian RIS yang sudah terkena racun tipuan Soekarno dengan strategi guritanya.

Tentu saja sudah bisa dilihat bahwa dari sejak digodamnya RIS ini makin buaslah Soekarno dengan ambisinya untuk menjalankan strategi guritanya dalam bentuk taktik cengkeraman tangan besinya ke Negara dan Daerah lainnya yang masih belum dikuasainya, seperti yang telah saya kupas dalam tulisan saya yang lalu.

[030614] Soekarno dengan kereta roda Negara RI-Jawa-Yogya menjadi agresor baru setelah Van Mook ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030614.htm )

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se