Stockholm, 20 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

NEGARA RI-JAWA-YOGYA MENJADI ANGOTA PBB YANG KE-60 TANPA NEGARA ACEH 27 SEPTEMBER 1950
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

NEGARA RI-JAWA-YOGYA SETELAH MENCAPLOK 15 NEGARA/DAERAH BEKAS RIS PADA TANGGAL 27 SEPTEMBER 1950 MASUK MENJADI ANGGOTA PBB YANG KE-60

Aceh bukan negara, Aceh adalah satu Propinsi kepunyaan RI yang di "Syah" kan oleh PBB, tetapi Aceh di pergunakan oleh orang-orang Sinting dan Miring yang sudah menjadi warga negara Swedia ( kulit berwarna swedia ).
Seperti contonya :
a) Siapa yang memproduksi perkebunan " GANJA" terbesar di Asia tenggara ?
b) Siapa yang memberikan bantuan dana untuk perkebunan " GANJA" dan dari hasil penjualan " Ganja" tersebut, uangnya dibelikan Senjata secara ilegal dan dipergunakan untuk memberontak dan memecah belahkan NKRI ?
(Rolf , Amsterdam, Belanda, ®Rolf® , 3ef237a4@olaf.komtel.net , soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia, Fri, 20 Jun 2003 00:21:59 +0200)

Inilah salah satu contoh orang yang datang dari Negara RI-Jawa-Yogya yang mengatasnamakan Rolf dan yang menurut data-data yang masuk, ia sedang berdomisili di Amsterdam, Belanda, negeri H.J. van Mook pencipta RIS (Republik Indonesia Serikat) yang dijadikan senjata oleh penipu ulung Soekarno untuk meringkus dan menjerat Negara/Daerah bagian RIS guna dimasukkan ke dalam gua Negara RI-Jawa-Yogya.

Nah coba perhatikan, Negera RI-Jawa-Yogya dibawah kaki Soekarno yang telah mencaplok Negara/Daerah bagian RIS, yang dimulai dari Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Selatan, Negara Sumatera Timur, Negara Indonesia Timur, Daerah Jawa Tengah, Daerah Bangka, Daerah Belitung, Daerah Riau, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur pada tanggal 19 Mei 1950 dan pada tanggal 15 Agustus 1950, setelah Republik Indonesia Serikat dilebur oleh penipu ulung Soekarno Cs dan setelah itu medeklarkan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa Yogyakarta yang didalamnya bersikan 15 Negara/Daerah bekas bagian RIS ciptaan H.J. van Mook.

Sebulan kemudian, pada tanggal 27 September 1950, itu yang namnya Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa Yogyakarta yang didalamnya bersikan 15 Negara/Daerah bekas bagian RIS ciptaan H.J. van Mook diterima menjadi anggota PBB yang ke-60, tentu saja tanpa Negara Aceh, karena memang Negara Aceh masih berdiri sendiri dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Jadi, kalau ada orang yang mengklaim bahwa Negara Aceh telah dimiliki RI-Jawa-Yogya disyahkan oleh PBB adalah itu menunjukkan suatu kebodohan. Dan memang kebanyakan orang-orang di negera RI-Jawa-Yogya sampai detik ini masih menganggap bahwa Negara Aceh telah masuk menjadi bagian Negara RI-Jawa-Yogya Soekarno Cs yang disyahkan PBB pada tanggal 27 September 1950.

Nah sekarang, kalau kasus Aceh dialihkan kepada ganja, maka jelas itu biang keladinya adalah para sindikat narkotika yang berasal dari Cina Hongkong, Nigeria dan tentu saja bergabung dengan para sindikat narkotika dalam negara RI-Jawa-Yogya.

Coba perhatikan para sindikat narkotika yang berhasil dijerat Polres Metro Jakarta Selatan pada tanggal 5 Maret 2003 adalah mereka warganegara Hongkong Cina, Au Yun Chuen (51), Wang Kok Yung (45), sedangkan A Tek (38), Husen alias Jimmy (36) dan Edi Susanto alias Edi Brewok (45)adalah warga Negara RI-Jawa-Yogya. ( http://www.tempo.co.id/news/2003/3/6/1,1,36,id.html )

Nah kalau dihubungkan dengan Aceh, itu para sindikat narkota asal Cina, RI-Jawa-Yogya dan Nigeria telah memasang orang-orangnya untuk pergi ke lereng-lereng gunung dan jauh dari perkotaan, di Hutan Blang Kejeren (Aceh Tenggara), Beutong Ateuh (Aceh Barat), Gunung Piyeung/Indrapuri (Aceh Besar), dan Pulau Aceh untuk menanam ganja.

Memang itu tanaman ganja yang ditanam di lereng-lereng bukit terjal susah dilihat dari udara apalagi kalau ditanamnya secara terpisah dan terpecah dibeberapa lokasi.

Nah sekarang, siapa itu yang memberikan modal untuk menyiapkan orang-orang yang pura-pura menjadi petani untuk menanam ganja di lereng-lereng gunung yang terjal di daerah hutan lebat Blang Kejeren (Aceh Tenggara), Beutong Ateuh (Aceh Barat), Gunung Piyeung/Indrapuri (Aceh Besar), dan Pulau Aceh, kalau bukan para sindikat narkotika asal warga negara asing seperti dari Hongkong Cina, Negara RI-Jawa-Yogya dan Nigeria.

Pasaran narkotika memang bagus di Negara RI-Jawa-Yogya ini, karena pasaran di Singapura dan Malaysia memang sulit dan susah, siapa yang kedapatan mengantongi hanya beberapa gram saja narkotika, hukumannya di gantung. Tetapi di negara RI-Jawa-Yogya ini masih aman-aman saja, walaupun sudah ada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 2002 Tentang Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya, dan Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2002 Tentang Badan Narkotika Nasional.

Jadi itu sebenarnya para sindikat narkotika asal Hongkong Cina, dan para sindikat narkotika Negara RI-Jawa-Yogya inilah yang telah memanfaatkan tanah subur yang berada dilereng-lereng gunung yang terjal yang susah dilihat dari udara yang terletak di daerah hutan yang jauh dari kota seperti di daerah hutan lebat Blang Kejeren (Aceh Tenggara), Beutong Ateuh (Aceh Barat), Gunung Piyeung/Indrapuri (Aceh Besar), dan Pulau Aceh guna ditanami ganja oleh para suruhan yang menyamar sebagai petani suruhan para sindikat asal Cina Hongkong dan Negara Ri-Jawa-Yogya.

Karena itu tidak benar kalau para petani Aceh yang mau menanam ganja untuk dijual guna membeli senjata. Dan kalau para petani Aceh yang tanam ganja, sudah bisa dipastikan dan dilihat itu para petani Aceh sudah kaya-kaya dan menjadi milyuner di Aceh.

Tokoh-tokoh GAM di Swedia mana ada itu yang bisnis narkotika, mereka punya kerja yang baik-baik di Swedia. Yang justru berbahaya dan menjadi para sindikat narkotika itu adalah orang-orang asal Cina Hongkong dan orang-orang RI-Jawa-Yogya.

Mana ada itu bukti-bukti yang disodorkan pihak Yudhoyono, Wirajudda dan Megawati yang menyangkut dana perkebunan ganja di Aceh kepada pihak Swedia, karena kalau ada juga bukti-bukti perkebunan ganja di Aceh, itu tandanya memang benar bahwa para sindikat dari Negara RI-Jawa-Yoga yang bekerjasama dengan para sindikat dari Cina Hongkong sudah berbisnis ganja dengan menggunakan orang-orang mereka yang menyamar sebagai petani di Aceh. Pemerintah Swedia mana bisa ditipu dengan cerita model begitu kalau belum dilihat dan dibuktikan dengan mata kepala sendiri lewat para polisinya dan para Jaksanya.

Nah kalau sekolah-sekolah dibakar sebenarnya justru karena Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang menghaburkan bensin dan korek apinya yang terbuat dari campuran zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan.

Karena Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati dengan alat pembakar Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang mengakibatkan sekolah-sekolah terbakar. Padahal sebelum keluar itu alat pembakar Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mana ada itu puluhan bahkan ratusan sekolah-sekolah dibakar seenak udel.

Jadi sebenarnya yang membuat sengsara rakyat Aceh adalah itu yang namnya Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang menghaburkan bensin dan korek apinya yang terbuat dari campuran zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan, bukan rakyat Aceh sendiri, dan juga bukan tokoh-tokoh GAM.

Sudahlah rakyat Aceh disengsarakan dengan campuran racun zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan, ditambah lagi rakyat Aceh ditipu dengan undang-undang busuk UU RI Nomor 18 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi daerah istimewa Aceh sebagai provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang didalamnya dimasukkan syariat Islam yang ternyata penerapannya menyimpang dari apa yang telah diajarkan Rasulullah saw, karena memang disengaja dengan maksud dan tujuan untuk menipu rakyat Aceh.

Coba baca lagi tulisan [010830] Membuka kedok UU No.18/2001 Nanggroe Aceh Darussalam
( http://www.dataphone.se/~ahmad/010830b.htm )

Nah sekarang saran saya kepada Rolf yang berdomisili di Kerajaan Belanda negerinya H.J. van Mook pencipta RIS, coba pelajari mengenai sejarah dan perkembangan Aceh yang sebenarnya, bila sudah paham baru berdiskusi lagi dengan saya dan pakai alamat email yang jelas, jangan menggunakan alamat email yang disembunyikan, yang akhirnya ketahuan juga. Dunia ini sempit Rolf.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "®Rolf®" <No Spam>
Newsgroups: soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia
References: <31dfff93.0306191251.2cb91a67@posting.google.com>
Subject: Re: DASAR PERTIMBANGAN KEPPRES NO 28 TAHUN 2003 YANG DIAMBIL OLEH YUDHOYONO CS, WIRAJUDA DAN MEGAWATI ADALAH LEMAH
Date: Fri, 20 Jun 2003 00:21:59 +0200
X-Original-NNTP-Posting-Host: 58.142.hh1.ip.foni.net
Message-ID: <3ef237a4@olaf.komtel.net>
X-Trace: olaf.komtel.net 1056061348 212.7.142.58 (20 Jun 2003 00:22:28 +0200)

Aceh bukan negara, Aceh adalah satu Propinsi kepunyaan RI yang di "Syah" kan oleh PBB, tetapi Aceh di pergunakan oleh orang-orang Sinting dan Miring yang sudah menjadi warga negara Swedia ( kulit berwarna swedia )
Seperti contonya :

a) Siapa yang memproduksi perkebunan " GANJA" terbesar di Asia tenggara ?

b) Siapa yang memberikan bantuan dana untuk perkebunan " GANJA" dan dari hasil penjualan " Ganja" tersebut, uangnya dibelikan Senjata secara ilegal dan dipergunakan untuk memberontak dan memecah belahkan NKRI ?

c) Mengapa RI sekarang menekan Swedia, agar Swedia menekan Tikus-tikus yang memberi dana untuk perkebunan Ganja serta menjadi dalang kekacauan di Aceh serta menyengsarakan dan memenderitakan rakyat aceh, masyarakat aceh yang sengsara, seperti contonya : dari tukang dagang warung kecil sampai ke pertokoan setiap hari di pajaknya/diminta uang oleh tikus-tikus itu, kalau tidak dikasih warungnya atau tokonya di bakar dan di tembak ( oleh senjatan
dari hasil selundupan secara ilegal ).

d) Semua ratusan gedung-gedung sekolah untuk rakyat aceh di bakar dan di hancurin oleh tikus-tikus itu, sampai ke tower PLN ( listrik ) serta saluran air untuk pertanian dihancurkannya. Apakah perbuatan itu tidak menyengsarakan rakyat Aceh ?

e) Ribuan rakyat aceh tidak mempunyai penghunian, karena rumah-rumah rakyat aceh di bakar dan di rampok oleh tikus-tikus itu.

f) Rakyat aceh terus-terusan menderita karena di bohongi oleh tikus-tikus itu, dan banyak sekali tikus-tikus itu memperalat serta mempergunakan Agama sebagai kedok bermuka dua, supaya untuk menarik rakyat aceh percaya sama tikus-tikus itu.

PIKIRLAH SECARA LOGIKA TETAPI BUKAN DENGAN CARA YANG TIDAK MASUK AKAL.

Rolf

Amsterdam, Belanda
®Rolf® , 3ef237a4@olaf.komtel.net
----------