Stockholm, 21 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

YUDHOYONO, WIRAJUDA, MEGAWATI, SUTARTO DAN RYAMIZARD YANG MENJADIKAN RAKYAT ACEH SENGSARA DAN MENDERITA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JANGAN MUDAH TERMAKAN PROPAGANDA BUSUK YUDHOYONO, WIRAJUDA, MEGAWATI, SUTARTO DAN RYAMIZARD

Dari semua yang anda argumentasikan, 33,9 % bisa dimasuki akal, tetapi masih banyak argumen-argumen yang belum bisa di mengerti seperti contonya sebagai berikut :
a) Dapat dana dari mana GAM mempunyai alat-alat persenjataan/perang dan uang dari mana, apakah ada tokoh-tokoh GAM yang ada di luar negeri ( Swedia) yang memberikan dana untuk alat-alat persenjataan ?

b) Mengapa sekarang rakyat aceh sendiri tidak menyukai GAM, karena dari olah dan tingkah laku Kriminal yang telah dilakukan GAM telah melukai dan menghancurkan rakyat aceh sendiri, bahkan banyak puluhan korban rakyat aceh yang tertembak, diculik dan dibunuh oleh GAM, dimana hak asasi untuk rakyat aceh yang telah dilanda oleh keganasan GAM, apakah untuk rakyat aceh tidak menyedihkan dan menyengsarakan dengan tindakan GAM terhadap rakyat acehsendiri ??

c) Apakah rakyat kecil aceh ( pedagang kecil ) senang dan bergembira apabilasetiap hari dipajak/diminta/diperas uang oleh anggota GAM yang bersenjata, dan kalau tidak dikasih uang ! mereka langsung menembak dan membakar dagangan kecilnya, apakah itu bukan merupakan sifat kebiadaban GAM terhadap rakyat aceh ?

d) Bagaimana sekarang pandangan rakyat aceh terhadap GAM, karena semua sekolah-sekolah, rumah-rumah d.s.b, telah dibakar oleh GAM dan puluhan ribu rakyat aceh telah mengungsi serta tidak mempunyai rumah dan tempat tinggal, apakah tindakan itu tidak menyedihkan untuk rakyat aceh yang dilakukan GAM?

e) Sekarang rakyat aceh sangat sedih dan sengsara, karena rumah-rumah rakyat aceh banyak yang dibakar oleh GAM, dan siapa sekarang yang bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan rumah rakyat, sekolah-sekolah,saluran air untuk pertanian rakyat aceh, listrik ( Tower PLN ), apakah itu tidak menyedihkan untuk rakyat aceh ?

(Rolf , Flensburg, Germany, ®Rolf® , 3ef237a4@olaf.komtel.net , soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia, Fri, Jun 20 2003 23:13:39)

Kelihatannya Rolf ini mau sembunyi, ketika saya katakan dia berdomisili di Amsterdam, Belanda, langsung saja dia menulis, Belanda/Amsterdam/Den Haag. Padahal dia sebenarnya mengumpet di Flensburg, Germany, dekat perbatasan dengan Denmark, maka itu dia jiplak nama Rolf, nama ini memang biasa dipakai sebagai nama panggilan di Denmark.

Kemudian, setelah saya jawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya dalam tulisan saya "Negara RI-Jawa-Yogya menjadi anggota PBB yang ke-60 tanpa Negara Aceh 27 September 1950", langsung saja dia kasih komentar bahwa jawaban saya itu hanya "33,9 % bisa dimasuki akal, tetapi masih banyak argumen-argumen yang belum bisa di mengerti".

Selanjutnya dalam komentarnya ini, dia mengajukan lagi beberapa pertanyaan, seolah-olah seperti seorang intel gadungan dari BIN (Badan Intelijen Negara).

Tentu saja, disinipun saya bukan seorang yang bodoh yang mudah begitu saja mengobralkan cerita.

Yang jelas itu GAM bukan organisasi kampungan. GAM adalah satu organisasi yang besar yang mampu menghadapi gempuran serdadu TNI yang dikerahkan oleh diktator militer Jenderal TNI Soeharto dari sejak tahun 1989 sampai tahun 1998 dengan nama gerakan Daerah Operasi Militer.

Begitu juga ketika BJ Habibie jadi presiden, itu GAM tetap kuat menghadang kekuatan TNI dibawah perintah BJ. Habibie.
Tidak ketinggalan ketika Abdurrahman Wahid jadi presiden Negara RI-Jawa-Yogya, GAM dengan TNA-nya tetap siap siaga dan tetap teguh.
Bahkan sampai detik ini itu GAM dan TNA masih tetap mampu menghadapi TNI dan POLRI dibawah komando tukang pukul KASAD Ryamizard Ryacudu dengan perintah Megawati.

Nah GAM memang kuat dan mampu mempersenjatai diri, soal dari mana senjata itu diperoleh, itu bukan urusan Rolf, dan tidak perlu diberitahukan kepada orang lain. Sama saja, kalau Rolf bertanya kepada KASAD Ryamizard Ryacudu dari mana itu senjata TNI yang sekarang ini dibeli, paling Ryacudu menjawab itu urusan pemerintah dan TNI, bukan urusan engkau.

Selanjutnya, rakyat Aceh itu banyak, rakyat Aceh pendatang dari Jawa, rakyat Aceh yang mengerti perjuangan Aceh, rakyat Aceh yang tidak mau menjilat Megawati presiden Negara RI-Jawa-Yogya dengan racun pancasilanya, rakyat Aceh yang berpendidikan yang paham betul dengan tindakan jahat Soekarno, tindakan kejam Soeharto, tindakan keras BJ. Habibie, tindakan kasar Abdurrahman Wahid, dan tentu saja tindakan ganas militer Megawati dengan tukang pukulnya KASAD Ryamizard Ryacudu.

Jadi rakyat Aceh yang mana, yang jelas kalau rakyat Aceh terutama rakyat pendatang yang sudah dicecoki oleh TNI dan dijejali dengan propaganda busuk Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati, jelas rakyat Aceh model ini tidak senang dengan GAM

GAM tidak melukai dan menghancurkan rakyat Aceh, sangat bodohlah kalau GAM yang ingin membebaskan rakyat Aceh dari belenggu militer Megawati dengan KASAD-nya Ryamizard Ryacudu, melukai dan menghantam rakyatnya sendiri. Yang jelas itu hanyalah propaganda dari pihak Ryacudu dan Megawati saja yang diperkuat oleh Yudhoyono, Sutarto dan Wirajuda, karena mereka itu memang tidak mampu menghadapi GAM dimeja perundingan.

Selanjutnya soal kompas mengompas, sebenarnya itu kebiasaan yang dibuat oleh polisi dan TNI. Mereka biasa jadi beking, tukang peras, tukang pukul. Nah, tentu saja, untuk menurunkan moral para TNA dan GAM, maka itu ryamizard Ryacudu membuat propaganda bahwa GAM mengompas, memeras rakyat dan pedagang tiap hari, padahal buktinya yang lengkap dan jelas tidak ada. Karena kalau GAM yang berbuat, pastilah ada surat perintah dari atasannya, begitu juga kalau pihak TNA (Tentara Negara Aceh) melakukan pemerasan terhadap pedagang kecil rakyat Aceh, pastilah harus membawa surat perintah dari komandannya, kalau tidak ada perintah dari atasannya, mana bisa berbuat pemerasan.

Kemudian, seperti yang telah saya jawab dalam tulisan saya yang lalu, bahwa penyebab dari terbakarnya gedung-gedung sekolah, rumah-rumah, adalah karena Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang menyiramkan bensin dan menyalakan korek api yang terbuat dari campuran zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan, sehinga timbul kebakaran yang luas dan besar.

Janganlah dituduhkan kepada pihak GAM, sebelum Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong menyiramkan bensin dan menyalakan korek api yang terbuat dari campuran zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, itu tidak timbul kebakaran yang luas dan besar mengenai gedung-gedung sekolah dan rumah-rumah rakyat.

Cobalah berpikir secara jernih, siapa yang memulai menyiramkan bensin dan menyalakan korek api, kalau bukan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang menyiramkan bensin dan menyalakan korek api yang terbuat dari campuran zat-zat kimia Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Jelas rakyat Aceh sedih dan sengsara, karena serdadtu TNI dan Polri telah diperintahkan untuk membumi hanguskan seluruh wilayah Aceh dengan senjata berkarat Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan.

Nah terakhir, saya katakan memang Rolf ini tidak paham tentang Aceh, dan memang dia tidak mampu menjelaskan dengan baik yang ditunjang dengan fakta, pandainya hanya berusaha untuk menjadi intel gadungan BIN saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "®Rolf®" <No Spam>
Newsgroups: soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia
References: <31dfff93.0306191251.2cb91a67@posting.google.com>
Subject: Re: NEGARA RI-JAWA-YOGYA MENJADI ANGOTA PBB YANG KE-60 TANPA NEGARA ACEH 27 SEPTEMBER 1950
Date: Fri, Jun 20 2003 23:13:39
X-Original-NNTP-Posting-Host: 58.142.hh1.ip.foni.net
Message-ID: <3ef237a4@olaf.komtel.net>
X-Trace: olaf.komtel.net 1056061348 212.7.142.58 (Fri, Jun 20 2003 23:13:39)

Dari semua yang anda argumentasikan, 33,9 % bisa dimasuki akal, tetapi masih banyak argumen-argumen yang belum bisa di mengerti seperti contonya sebagai berikut :
a) Dapat dana dari mana GAM mempunyai alat-alat persenjataan/perang dan uang dari mana, apakah ada tokoh-tokoh GAM yang ada di luar negeri ( Swedia) yang memberikan dana untuk alat- alat persenjataan ?

b) Mengapa sekarang rakyat aceh sendiri tidak menyukai GAM, karena dari olah dan tingkah laku Kriminal yang telah dilakukan GAM telah melukai dan menghancurkan rakyat aceh sendiri, bahkan banyak puluhan korban rakyat aceh yang tertembak, diculik dan dibunuh oleh GAM, dimana hak asasi untuk rakyat aceh yang telah dilanda oleh keganasan GAM, apakah untuk rakyat aceh tidak menyedihkan dan menyengsarakan dengan tindakan GAM terhadap rakyat acehsendiri ??

c) Apakah rakyat kecil aceh ( pedagang kecil ) senang dan bergembira apabila setiap hari dipajak/diminta/diperas uang oleh anggota GAM yang bersenjata, dan kalau tidak dikasih uang ! mereka langsung menembak dan membakar dagangan kecilnya, apakah itu bukan merupakan sifat kebiadaban GAM terhadap rakyat aceh ?

d) Bagaimana sekarang pandangan rakyat aceh terhadap GAM, karena semua sekolah-sekolah, rumah-rumah d.s.b, telah dibakar oleh GAM dan puluhan ribu rakyat aceh telah mengungsi serta tidak mempunyai rumah dan tempat tinggal, apakah tindakan itu tidak menyedihkan untuk rakyat aceh yang dilakukan GAM?

e) Sekarang rakyat aceh sangat sedih dan sengsara, karena rumah-rumah rakyat aceh banyak yang dibakar oleh GAM, dan siapa sekarang yang bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan rumah rakyat, sekolah-sekolah,saluran air untuk pertanian rakyat aceh, listrik ( Tower PLN ), apakah itu tidak menyedihkan untuk rakyat aceh ?

Rolf

Flensburg, Germany
®Rolf® , 3ef237a4@olaf.komtel.net
----------