Stockholm, 24 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DK PBB DENGAN RESOLUSI NO.86 TAHUN 1950 TERIMA RI-JAWA-YOGYA YANG TELAH GEMUK JADI ANGGOTA PBB
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DEWAN KEAMANAN PBB DENGAN RESOLUSI NO.86 TAHUN 1950 MENERIMA NEGARA RI-JAWA-YOGYA YANG TELAH GEMUK KARENA MEMAKAN 15 NEGARA/DAERAH BEKAS BAGIAN RIS UNTUK MENJADI ANGGOTA PBB YANG KE-60

"Bung Ahmad anda benar dan juga salah, di Pembukaan UUD 45 memang tidak tercantum kata tersebut, tetapi sebagai suatu Negara yang didaftarkan untuk diakui oleh Negara -negara lain tentunya Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai : 1). Wilayah Negara yang batas-batasnya diwujudkan dalam UU, 2) Kepala Negara yang dipilih secara demokratis ( dalam hal ini Presiden NKRI) dan 3) mempunyai Rakyat yaitu Rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, termasuk diantaranya Aceh, jawa , papua, dll. Kalau anda masih menyangkal batas wilayah Indonesia, up to you and please check all our government documents. I think you are not Indonesia civilization."
(Bambang Hutomo W., bambang_hw@re.rekayasa.co.id , Tuesday,24 Jun 2003)

"Kalau menurut pendapat Saya. Pak Ahmad bisa bicara begitu karena Pak Ahmad ada kepentingan tertentu, bisa jadi anda tidak puas dengan keadaan sekarang yang terjadi di negara ini. Dan terlihat sekali anda sudah berputus asa dengan keadaan, sehingga ibarat sebuah rumah tangga, yang anda cari cari adalah perbedaan dan ke tidak sesuai yang ada di rumah tangga itu dengan harapan anda ingin bercerai. Kalau sudah bercerai, maka hancurlah rumah tangga itu. Tapi Saya berpandangan, Rumah tangga ini harus tetap di pertahankan, Karena rumah tangga ini punya potensi untuk besar dan sejahtera. Kalau kepala Rumah tangganya atau sebagai dari orang / oknum penyelenggara rumah tangga itu ada tindakannya yang tidak benar, pelan pelan kita benahi, kalau ada pemikiran yang baik, ide cemerlang, mari kita cetuskan dan laksakan sehingga rumah tangga itu tetap utuh dan berkembang. Ingat Waktu rumah tangga kita aman damai , banyak tetangga lain iri dan takut dengan kita baik itu tetangga yang besar ataupun kecil. Sekarang setelah rumah tangga kita mengalami krisis, tetangga kita yang kecilpun bikin ulah."
(Hery Antonius, hery@shinetsubatam.co.id , Tue, 24 Jun 2003 08:38:51 +0700)

Memang karena Saudara Bambang Hutomo W telah melalui jengjang Sekolah Menengah Pertama, maka mengenal syarat-syarat negara bisa diterima sebagai satu negara, yaitu sebagaimana yang ditulisnya, "mempunyai : 1). Wilayah Negara yang batas-batasnya diwujudkan dalam UU, 2) Kepala Negara yang dipilih secara demokratis ( dalam hal ini Presiden NKRI) dan 3) mempunyai Rakyat yaitu Rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, termasuk diantaranya Aceh, jawa , papua, dll."

Hanya tentu saja, yang disebut atau dikatakan punya wilayah negara yang batas-batasnya diwujudkan dalam undang-undang harus secara de facto dan de jure diakui dan diterima.

Nah, ketika Negara RI-Jawa-Yogya diterima oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang menyatakan "ADMISION OF NEW MEMBERS TO THE UNITED NATIONS 86(1950). Resolution of 26 September 1950. The Security Council. Finds that the Republic of Indonesia is a peace-loving State which fulfils the conditons laid down in Article 4 of the Charter of the United Nations, and therefore recommends to the General Assembly that the Republic of Indonesia be admitted to membership of the United Nations.Adopted at the 503rd meeting by 10 voters to none, with 1 abstention (China)

Adapun apa yang dijadikan dasar dalam "Article 4 of the Charter of the United Nations" yaitu "1. Membership in the United Nations is open to all other peace-loving states which accept the obligations contained in the present Charter and, in the judgment of the Organization, are able and willing to carry out these obligations. 2. The admission of any such state to membership in the United Nations will be effected by a decision of the General Assembly upon the recommendation of the Security Council." (Article 4 of the Charter of the United Nations)

Tentu saja agar Negara RI-Jawa-Yogya dimasukkan kedalam golongan "a peace-loving State", maka itu Soekarno Cs menjadikan untaian kata yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai daya tarik untuk mengikat para anggota Dewan Keamanan PBB yang berbunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan" (Pembukaan UUD 1945), sehingga akhirnya diterima Negara RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk karena memakan 15 Negara/Daerah bekas RIS menjadi anggota PBB yang ke-60 dengan gelar "the Republic of Indonesia is a peace-loving State".

Memang dari Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang diadopsi pada tanggal 26 September 1950 telah terpancar gambar peta wilayah RI-Jawa-Yogya yang batas-batasnya diwujudkan dalam gambar peta yang menyangkut beberapa Negara dan Daerah yang telah dilebur kedalam isi perut Negara RI-Jawa-Yogya, yaitu di Pulau Jawa meliputi wilayah Negara Pasundan, wilayah Negara Jawa Timur, dan Daerah Yogyakarta (Daerah wilayah kekuasaan RI-Jawa-Yogya, menurut perjanjian Renville) Jawa Tengah. Terus meluas ke wilayah Negara Indonesia Timur, kemudian wilayah Negara Madura, tembus ke Pulau Sumatra yang meliputi wilayah Negara Sumatra Selatan dan Negara Sumatera Timur. Lalu masuk wilayah Daerah Riau, menjalar ke wilayah Daerah Bangka, masuk ke wilayah Daerah Belitung. Seterusnya masuk Kalimantan yang meliputi wilayah Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur.

Nah itulah gambar peta wilayah RI-Jawa-Yogya secara de facto dan de jure menurut perjanjian yang telah ditandatangani sampai tanggal 19 Mei 1950. Selanjutnya pada tanggal 15 Agustus 1950 Soekarno sebagai Presiden RIS medeklarkan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa Yogyakarta, kemudian pada tanggal 26 September 1950 DK PBB mengeluarkan Resolusi No.86 tahun 1950 yang menyatakan dan memberikan rekomendasi kepada Sidang PBB untuk menerima RI-Jawa-Yogya sebagai anggota PBB ke-60.

Nah sekarang jelaslah sudah bahwa dilihat dari sudut hukum mengenai wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yoga yang diakui oleh DK PBB dan Sidang Umum PBB adalah wilayah-wilayah Negara-Negara/Daerah-Daerah bekas negara bagian RIS yang diakui kedaulatannya oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.

Dan tentu saja, sekarang makin jelas bahwa yang namanya daerah Sabang di Aceh Utara dan Merauke di Irian Barat memang tidak termasuk wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya yang diakui oleh DK PBB dan Sidang Umum PBB tanggal 26-27 September 1950.

Jadi gambaran ini semua saya tampilkan adalah mengenai keadaan fakta dan sejarah yang sebenarnya yang menggambarkan dan menjelaskan tentang keadaan sebenarnya Negara RI-Jawa-Yogya yang sekarang lebih dikenal dengan nama NKRI dengan tujuan untuk membuka mata kita semua, supaya tidak mudah kena tipu oleh racun yang dihamburkan oleh mereka yang mengatasnamakan pendiri negara RI dan penerus Negara RI-Jawa-Yogya.

Jadi bukan seperti yang dikatakan oleh Saudara Hery Antonius bahwa "Pak Ahmad bisa bicara begitu karena Pak Ahmad ada kepentingan tertentu, bisa jadi anda tidak puas dengan keadaan sekarang yang terjadi di negara ini. Dan terlihat sekali anda sudah berputus asa dengan keadaan , sehingga ibarat sebuah rumah tangga , yang anda cari cari adalah perbedaan dan ke tidak sesuai yang ada di rumah tangga itu dengan harapan anda ingin bercerai. Kalau sudah bercerai , maka hancurlah rumah tangga itu".

Karena kalau saya tidak puas dan berputus asa dengan keadaan sekarang, maka saya tidak perlu memperhatikan begitu mendalam mengenai keadaan sebenarnya Negara RI-Jawa-Yogya ini. Saya ambil sikap masa bodoh saja.

Tetapi, karena saya ingin melihat seluruh rakyat negara yang ada di wilayah Nusantara ini memahami dengan benar mengenai keadaan jatuh bangunnya Negara RI-Jawa-Yogya ini, maka saya meluncurkan pemikiran ini kepada seluruh rakyat di Nusantara.

Adapun soal mau menerima, mau memahami atau mau membuang itu adalah urusan masing-masing rakyat di seluruh wilayah Nusantara. Yang penting rakyat di seluruh Nusantara sudah diberi gambaran dan penjelasan dan diharapkan tidak lagi mudah dibodohi oleh fakta yang tidak benar tentang keadaan Negara RI-Jawa-Yogya ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Bambang Hutomo W. [mailto:bambang_hw@re.rekayasa.co.id]
Sent: Tuesday,24 Jun 2003 00:53:50-0000
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com; PPDI@yahoogroups.com;
oposisi-list@yahoogroups.com; mimbarbebas@egroups.com;
politikmahasiswa@yahoogroups.com; kammi-malang@yahoogroups.com;
fundamentalis@eGroups.com; keadilan4all@yahoogroups.com;
kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com; acsa@yahoogroups.com;
editor@jawapos.co.id; habearifin@yahoo.com
Subject: [keadilan4all] RE: [padhang-mbulan] UUD1945 TIDAK MENYEBUT
SABANG DAN MERAUKE WILAYAH RI KETIKA JADI ANGGOTA PBB

Bung Ahmad anda benar dan juga salah, di Pembukaan UUD 45 memang tidak tercantum kata tersebut, tetapi sebagai suatu Negara yang didaftarkan untuk diakui oleh Negara -negara lain tentunya Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai : 1). Wilayah Negara yang batas-batasnya diwujudkan dalam UU, 2) Kepala Negara yang dipilih secara demokratis ( dalam hal ini Presiden NKRI) dan 3) mempunyai Rakyat yaitu Rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, termasuk diantaranya Aceh, jawa , papua, dll. Kalau anda masih menyangkal batas wilayah Indonesia, up to you and please check all our government documents. I think you are not Indonesia civilization.

Bambang Hutomo W.

bambang_hw@re.rekayasa.co.id
-----Original Message-----

From: Ahmad Sudirman [mailto:ahmad_sudirman@hotmail.com]
Sent: Tuesday , June 24, 2003 12:19 AM
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com; PPDI@yahoogroups.com;
oposisi-list@yahoogroups.com; mimbarbebas@egroups.com;
politikmahasiswa@yahoogroups.com; kammi-malang@yahoogroups.com;
fundamentalis@eGroups.com; keadilan4all@yahoogroups.com;
kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com; acsa@yahoogroups.com;
editor@jawapos.co.id; habearifin@yahoo.com; bambang_hw@re.rekayasa.co.id
Subject: [padhang-mbulan] UUD1945 TIDAK MENYEBUT SABANG DAN MERAUKE
WILAYAH RI KETIKA JADI ANGGOTA PBB

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

Stockholm, 23 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

UUD 1945 TIDAK MENYEBUTKAN SABANG DAN MERAUKE WILAYAH NEGARA
RI-JAWA-YOGYA KETIKA MENJADI ANGGOTA PBB
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

KESALAHAN BESAR KALAU MENGANGGAP UUD 1945 MENYEBUTKAN SABANG DAN MERAUKE WILAYAH NEGARA RI-JAWA-YOGYA KETIKA MENJADI ANGGOTA PBB YANG KE-60 PADA TANGGAL 27 SEPTEMBER 1950
----------

Fran :"Hery Antonius" hery@shinetsubatam.co.id
Svarsadress :keadilan4all@yahoogroups.com
Till :keadilan4all@yahoogroups.com
Ämne :RE: [keadilan4all] RE: [padhang-mbulan] UUD1945 TIDAK MENYEBUT SABANG DAN MERAUKE WILAYAH RI KETIKA JADI ANGGOTA PBB
Datum : Tue, 24 Jun 2003 08:38:51 +0700

Pak Bambang Hutomo dan Pak Ahmad Sudirman,
Kalau menurut pendapat Saya. Pak Ahmad bisa bicara begitu karena Pak Ahmad ada kepentingan tertentu , bisa jadi anda tidak puas dengan keadaan sekarang yang terjadi di negara ini. Dan terlihat sekali anda sudah berputus asa dengan keadaan , sehingga ibarat sebuah rumah tangga , yang anda cari cari adalah perbedaan dan ke tidak sesuai yang ada di rumah tangga itu dengan harapan anda ingin bercerai. Kalau sudah bercerai , maka hancurlah rumah tangga itu.

Tapi Saya berpandangan, Rumah tangga ini harus tetap di pertahankan , Karena rumah tangga ini punya potensi untuk besar dan sejahtera. Kalau kepala Rumah tangganya atau sebagai dari orang / oknum penyelenggara rumah tangga itu ada tindakannya yang tidak benar , pelan pelan kita benahi , kalau ada pemikiran yang baik , ide cemerlang , mari kita cetuskan dan laksakan sehingga rumah tangga itu tetap utuh dan berkembang. Ingat Waktu rumah tangga kita aman damai , banyak tetangga lain iri dan takut dengan kita baik itu tetangga yang besar ataupun kecil. Sekarang setelah rumah tangga kita mengalami krisis , tetangga kita yang kecilpun bikin ulah.

Mungkin kita engga sependapat , tapi Saya bangga dan ingin tetap Negara ini bersatu dan utuh sehingga dapat maju dan berkembang lagi. Yang jelas sejak Saya lahir sampai sekarang , Saya memahami betul bahwa Indonesia itu dari Sabang ( Aceh ) sampai merauke ( Irin Jaya ). Kalau sekarang anda hidup dan berkembang biak di Swedia , jadilah anda orang Swedia , dan berkembanglah anda di sana saja. Saat ini Rakyat butuh ketenangan , sudah banyak Rakyat tak berdosa menjadi korban , termasuk saudara sedarah, sekampung atau se suku dengan anda .Di balik itu mereka adalah saudara saudara kami juga. Sekali lagi mereka ingin Ketengan dan kedamaian seperti saudara - saudaranya yang lain , setenang hidup anda yang sekarang di Swedia.

Wassalam.

Hery Antonius
hery@shinetsubatam.co.id
----------