Stockholm, 29 Juni 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGAWATI PENERUS LANGKAH GAJAH MADA DARI KERAJAAN HINDU-MAJAPAHIT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEGAWATI PUTRI SOEKARNO MEMANG PENERUS LANGKAH AGRESOR GAJAH MADA DARI KERAJAAN HINDU-SYIWA-MAJAPAHIT.

"Bung Ahmad,
Anda provokator kelas wahid. Silakan makan sendiri semua tulisan sampah anda.
Salam dari Indonesia"
(Hendro Prakoso alias Rim, rimata07@yahoo.com , Fri, 27 Jun 2003 10:34:19 -0000)

"Saya ganti nama FisjoNA karena ada yang bilang FisjoNO kedengarannya sedikit kotor. Isteri saya sendiri tidak suka dengar seperti begituan. That's all, saya tidak suka omong-omong kotor.......terlalu banyak, apalagi di nama saya.. You know what I meant, right?

Saya belajar sejarah dari meneer Sudirman yang saya anggap "ahli" sejarah. Menurut sejarah Aceh Raden Patah (Islam) caplok Sriwijaya (bukan Islam) lantaran Sriwijaya lemah menurut meneer. Apakah betul sejarah begitu?

Mengapa sekarang marah2x kalo di caplok oleh Megawati? Why? Tuhan itu adil sekali, apakah itu tidak benar dan betul? Mengapa kalo mencaplok mau, tapi kalo di caplok tak mau, marah-marah dan mencak-mencak? Why? Hal ini bisa terjadi lantaran hukum kurma........(or was it hukum karma?) Apakah meneer Sudirman tak pernah belajar dari Al Quran dan dari orang tua (ibu-bapak) meneer bahwa apa yang kita tanam nanti kita akan makan hasil dari yang ditanam? Sudah lupa ajaran seperti itu dari orang tua dan Al Quran? Sudah lupa? Jadi jangan terlalu melongo-longo apabila meneer melihat apa yang terjadi di Aceh sekarang. Itu satu pembalasan dari Allah terhadap Raden Patah (Islam)."

(Fisjona, Fisjona@aol.com , 28 Jun 2003 19:12:54-0700)

Nah sekarang, bagaimana saya tidak mengatakan memang Fisjona yang menyuruk di sekitar Denver, CO, US, itu malas dan kalau bicara atau menulis asal buka mulut atau tulis saja.

Buktinya, ketika saya mengatakan dalam tulisan "Gajah Mada dengan Majapahit-Hindu-Nusantaranya yang ditiru oleh Soekarno sudah dihancurleburkan" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030627.htm ) bahwa "Majapahit pada tahun 1525 digempur oleh Kerajaan Islam Demak yang dibangun oleh Raden Patah yang tertarik dan belajar Islam di Sunan Ngampel, yang juga sebenarnya Raden Patah ini masih keturunan raja Majapahit yaitu Brawijaya. (RH Saragih, J Sirait, M Simamora, Sejarah Nasional, 1987)".

Ternyata oleh Fisjona yang malas membaca secara teliti itu dikatakan bahwa "Aceh Raden Patah (Islam)". Padahal itu seperti yang tertulis dalam tulisan saya terpampang bahwa " Kerajaan Islam Demak yang dibangun oleh Raden Patah yang tertarik dan belajar Islam di Sunan Ngampel".

Jadi menurut sejarah, Raden Patah itu bukan dari Aceh, dia itu dari Demak, Jawa Tengah, berdekatan dengan negara RI-Jawa-Yogya. Dan memang itu daerah Demak sudah dicaplok oleh agresor Soekarno dari Negara RI-Jawa-Yogya-nya.

Nah selanjutnya, mengenai Sriwijaya, saya menulis bahwa

"Kedaulatan kerajaan Sriwijaya (684 M- 1377 M) dibawah dinasti Syailendra dengan rajanya yang pertama Balaputera Dewa, yang berpusat di Palembang Sumatera Selatan makin kuat dan daerahnya makin luas, setelah daerah dan kerajaan Melayu, Tulang Bawang, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra dan daerah Jawa Barat didudukinya. Ketika Sriwijaya sedang mencapai puncak kekuatannya, ternyata mengundang raja Rajendrachola dari Cholamandala di India selatan tidak bisa menahan nafsu serakahnya, maka pada tahun 1023 lahirlah serangan dari raja India selatan ini kepada Sriwijaya. Ternyata dinasti Syailendra ini tidak mampu menahan serangan tentara Hindu India selatan ini, raja Sriwijaya ditawannya dan tentara Chola dari India selatan ini kembali ke negerinya. Walaupun Sriwijaya bisa dilumpuhkan, tetapi tetap kerajaan Buddha ini hidup sampai pada tahun 1377."

Jadi Kerajaan Buddha Sriwijaya yang pada saat itu telah menguasai dan menduduki daerah kerajaan Melayu, Tulang Bawang, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra dan daerah Jawa Barat di gempur oleh raja Rajendrachola dari Cholamandala di India selatan pada tahun 1023.

Nah, ketika Sriwijaya sudah lemah karena diduduki oleh raja Rajendrachola dari Cholamandala di India inilah, muncul itu kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berada di wilayah Aceh yang didirikan oleh Mara Silu yang segera berganti nama setelah masuk Islam dengan nama Malik ul Saleh,yang meninggal pada tahun 1297,dan penggantinya tidak jelas, namun diteruskan oleh cucunya Malik ul Zahir Thani (1326-1350, menurut Batu Bersurat Minye di Aceh Utara) yang daerah kekuasaannya diluar daerah kekuasaan Sriwijaya.

Jadi itu yang namanya Kerajaan Buddha Sriwijaya bukan dicaplok dan digempur oleh kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berpusat di Aceh, melainkan digempur oleh raja Rajendrachola dari Cholamandala di India selatan pada tahun 1023, tetapi masih tetap hidup, walaupun lemah sampai tahun 1377, ketika Kerajaan Hindu-Syiwa-Majapahit dari Jawa menggempur Kerajaan Buddha Sriwijaya yang sudah lemah itu.

Nah sekarang, Fisjona cepat pergi sana, belajar lagi itu sejarah, jangan asal cuap saja, Demak disamakan dengan Aceh. Mandi dulu sana, biar segar dan tidak ngantuk.

Nah kalau sudah mandi, saya terangkan lagi.

Jadi sekarang itu yang namanya kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berpusat di Aceh tidak pernah mencaplok dan menggempur Kerajaan Buddha Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Sumatra Selatan. Justru kerajaan Islam Samudera-Pasai ketika dibawah pimpinan Sultan Zainal Abidin (1360-1394) digempur oleh Gajah Mada dari kerajaan Hindu-Syiwa-Majapahit pada tahun 1350.

Kesimpulannya sekarang yaitu, kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berpusat di Aceh tidak pernah mencaplok dan menggempur Kerajaan Buddha Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Sumatra Selatan. Justru kerajaan Islam Samudera-Pasai ketika dibawah pimpinan Sultan Zainal Abidin (1360-1394) digempur oleh Gajah Mada dari kerajaan Hindu-Syiwa-Majapahit pada tahun 1350.

Kemudian kelakuan Gajah Mada ini ditiru oleh agresor Soekarno dan diteruskan oleh putrinya Megawati yang sekarang sedang menduduki lembaga tertinggi Eksekutif negara RI-Jawa-Yogya menggempur dan menduduki serta menjajah Negara Aceh. Dimana Megawati ini membabat Negara Aceh dibawah pimpinan Teungku Hasan di Tiro dengan pedang berkarat Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sedangkan Soekarno melibas Negara Republik Islam Aceh dibawah Teungku Daud Beureueh dengan parang berkarat Surat Keputusan Presiden tentang keadaan bahaya tingkat keadaan perang diseluruh wilayah RI 17 Desember 1957.

Sedangkan untuk Hendro Prakoso alias Rim yang hanya berkeliling sekitar Bandung, Jawa Barat, dan menggunakan server ITB. Memang Hendro Prakoso ini memang tidak ada gunanya belajar teknik kalau kosong dengan sejarah. Mengapa? Karena mudah ditipu oleh Soekarno penipu dari Negara RI-Jawa-Yogya dan Megawati penerus Soekarno yang sedang mencekik Negara Aceh sambil acungkan pedang berkarat dan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Memang Fisjona lebih terbuka matanya dibanding dengan Hendro Prakoso alias Rim ini. Karena Fisjona dibesarkan di bawah asuhan George Bush penipu ulung dunia, sedangkan Hendro Prakoso dibesarkan dibawah asuhan dan tiupan racun penipu ulung Soekarno dan diteruskan oleh Megawati pembabat Aceh dan penerus sumpah palapa Gajah Mada dari kerajaan Majapahit-Hindu-Syiwa yang berpusat di Madura.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Fisjona (Fisjona@aol.com)
Re: SENAT DAN KONGRES AMERIKA MENGAKUI GAM BUKAN ORGANISASI TERORIS
Newsgroups: soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia
28 Jun 2003 19:12:54-0700

Saya ganti nama FisjoNA karena ada yang bilang FisjoNO kedengarannya sedikit kotor. Isteri saya sendiri tidak suka dengar seperti begituan. That's all, saya tidak suka omong-omong kotor.......terlalu banyak, apalagi di nama saya.. You know what I meant, right?

Saya belajar sejarah dari meneer Sudirman yang saya anggap "ahli" sejarah. Menurut sejarah Aceh Raden Patah (Islam) caplok Sriwijaya (bukan Islam) lantaran Sriwijaya lemah menurut meneer. Apakah betul sejarah begitu? Mengapa sekarang marah2x kalo di caplok oleh Megawati? Why? Tuhan itu adil sekali, apakah itu tidak benar dan betul? Mengapa kalo mencaplok mau, tapi kalo di caplok tak mau, marah-marah dan mencak-mencak? Why? Hal ini bisa terjadi lantaran hukum kurma........(or was it hukum karma?)

Apakah meneer Sudirman tak pernah belajar dari Al Quran dan dari orang tua (ibu-bapak) meneer bahwa apa yang kita tanam nanti kita akan makan hasil dari yang ditanam? Sudah lupa ajaran seperti itu dari orang tua dan Al Quran? Sudah lupa? Jadi jangan terlalu melongo-longo apabila meneer melihat apa yang terjadi di Aceh sekarang. Itu satu pembalasan dari Allah terhadap Raden Patah (Islam).

Lihat saja sendiri kesusahan apa yang terjadi atas kita semua keturunan Adam dan Hawa lantaran kesalahan Adam dan Hawa ribuan tahun yang lalu. Itu semuanya pembalasan dari Allah. Terima saja walaupun pahit.

Jadi terima saja itu pembalasan dari Allah melalui Ratu Megawati, okay? Terima saja lantaran semua ini adalah pembalasan dari Allah. Jangan percaya saja ajaran2x Allah yang enak di perut. Ajaran2x Allah yang pahit2x kita harus bisa terima dengan senang hati juga apabila "hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon dan menerima pembalasan," amin....

Sudahlah jangan bawak2x macam-macam contoh-contoh lagi. Ingat saja kepada ajaran2x dari orang tua dan Al Quran. Ini semuanya pembalasan dari Allah.... Terima saja serta bersyukur dan berterima kasih kepada Allah.

Fisjona

Denver,CO,US
Fisjona@aol.com
----------

From: " Hendro Prakoso" <rimata07@yahoo.com>
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Provokator
Date: Fri, 27 Jun 2003 10:34:19 -0000

Bung Ahmad,
Anda provokator kelas wahid. Silakan makan sendiri semua tulisan sampah anda.

Salam dari Indonesia

Hendro Prakoso alias Rim
rimata07@yahoo.com
----------