Stockholm, 1 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KESALAHAN BESAR MENIRU LANGKAH GAJAH MADA DARI KERAJAAN HINDU-MAJAPAHIT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU MEGAWATI PUTRI SOEKARNO MENIRU LANGKAH AGRESOR GAJAH MADA DARI KERAJAAN HINDU-SYIWA-MAJAPAHIT, MAKA KESUDAHANNYA AKAN SEPERTI KEADAAN MAJAPAHIT YANG HANCUR LEBUR

"Kalau bung Ahmad menulis seperti itu, hanya dikarenakan ketidak puasannya terhadap pemerintah atau keputusasaannya karna pemberontakan GAM yang ia dukung tidak mendapat simpati/dukungan secara luas. Masalah pemerintahan Mega yang dituduh penerus Gajah Mada, kalau memang itu bisa membawa kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan keutuhan seluruh bangsa dan negara Republik Indonesia, kenapa tidak..!

Buat bung Ahmad sudahlah berpropokasi, karena itu semua hanya akan menyengsarakan dan memperpanjang penderitaan warga Aceh, kasihan mereka jadi korban ambisi sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Soal politik GAM menerobos jeruji Senat AS, dan surat untuk Presiden Bush juga tak usah anda agung-agungkan, toh semua orang juga bisa menulis surat sesuai dengan apa yang dikehendaki ya kannn.."
(MT-Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , : Sun, 29 Jun 2003 20:43:47 -0700 (PDT))

"Yang bau itu mulut loe Ahmad, cuap nggak karuan, memutar balikkan fakta, lor tau nggak? Raden Fatah itu masih keturnan dari Majapahit dan yg membantu Aceh juga Mataram. Kalo emang Belanda mau menguasai Nusantara kenapa harus memecah belah Nusantara kalau memang Nusantara itu nggak satu jawab.....terus siapa yang membangun Aceh hingga sampai seperti sekarang ini? apa GAM? bukan, karena putra Aceh sendiri bukan membangun daerahnya malah enak enakan diluar negri seperti anda yg cuma mancari untung sendiri dan satu lagi mulut anda tambah bauuuuu....."
(Bhonchos Yanuar, bhonchos@yahoo.com , Sun, 29 Jun 2003 18:25:23 -0700 (PDT))

Nah untuk Bhonchos Yanuar yang pandainya hanya main terka saja, disini perlu saya jelaskan bahwa:

Memang Raden Patah yang meninggal tahun 1519 adalah masih keturunan raja Majapahit yaitu Brawijaya. Dimana saat penggempuran Majapahit itu dipimpin oleh Sultan Trenggano (1522-1546) di Kesultanan Demak. Alasan Raden Patah dan sultan Tenggrano dari Kesultanan Demak menggempur Majapahit tahun 1525 adalah karena Kerajaan Majapahit akan runtuh. Kemudian pentingnya pembentukan satu kesultanan untuk mengkoordinasi perdagangan dan penyebaran Islam. Seterusnya adanya keuntungan berhubungan dengan kerajaan-kerajaan Islam di daerah lain. (RH Saragih, J Sirait, M Simamora, Sejarah Nasional, 1987, hal.48-49)

Nah sekarang mengenai Aceh, ada beberapa faktor yang menyebabkan Aceh bangkit dengan Samudra Pasainya, yaitu karena Kerajaan Buddha Sriwijaya yang pada saat itu telah menguasai dan menduduki daerah kerajaan Melayu, Tulang Bawang, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra dan daerah Jawa Barat di gempur oleh raja Rajendrachola dari Cholamandala di India selatan pada tahun 1023.

Kemudian karena Kartanegara (1269-1292) Raja Singasari mengirimkan ekspedisi Pa-Melayu tahun 1275 dibawah pimpinan Kebo Anabrang yang bertujuan membangkitkan Melayu kembali yang sedang diduduki dan dijajah oleh Sriwijaya.

Jadi yang jelas, bukan dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra di Jawa Tengah dari Kerajaan Mataram yang bertujuan membangkitkan kerajaan Melayu yang diduduki dan dijajah Sriwijaya. Justru sebaliknya, salah seorang keturunan dari dinasti Syailendra di Jawa Tengah dari Kerajaan Mataram, yaitu Balaputra Dewa yang berhasil lolos masuk ke Sriwijaya di Palembang karena kalah perang perang melawan saingannya yang sebenarnya iparnya dari dinasti Sanjaya yaitu Pikatan. Dimana Balaputra Dewa ini akhirnya diangkat jadi raja Sriwijaya yang akhirnya menjajah dan menduduki kerajaan Melayu, Tulang Bawang, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra dan daerah Jawa Barat.

Sekarang Belanda datang ke negara-negara yang ada di Nusantara setelah kerajaan hindu-Majapahit hancur lebur dengan tujuan untuk menduduki dan menjajah, sama seperti kelakuan Gajah Mada dari Majapahit. Jadi tujuan Belanda itu bukan untuk menyatukan atau untuk memecah belah Nusantara, melainkan untuk menjajah. Sampai dunia kiamatpun Belanda itu mau menjajah kalau bisa. Tidak ada bedanya dengan Gajah Mada.

Nah ketika Soekarno naik tahta kepresidenan Negara RI-Jawa-Yogya, kelakuannya tidak ada bedanya dengan kelakuan Gajah Mada, negara-negara dan daerah-daerah yang dulu dicaplok Gajah Mada mau dicaploknya kembali. Termasuk Aceh.

Setelah Aceh dicaplok Soekarno Cs sampai detik ini, tidak ada itu yang namanya pembangunan di Aceh yang boleh disamakan dengan pembangunan yang sejahtera, aman, adil dan bijaksana. Yang ada adalah pendudukan, pengisapan kekayaan minyak, gas dan sumber alam lainnya. Dan tentu saja yang lebih berbahaya adalah penindasan secara militer terhadap rakyat Aceh yang menentang kelakukan agresi Soekarno seperti yang dilakukan oleh Gajah Mada pada jaman Majapahit dulu.

Nah sekarang, ayo belajar lagi sejarah yang betul Bhonchos Yanuar, jangan hanya ngantuk saja, pergi sana cuci muka.

Adapun untuk Matius Dharminta, mengenal sejarah itu perlu dan penting. Karena kalau tidak, maka itu Soekarno dan penerusnya termasuk Megawati cs akan terus membodohi rakyat. Tanpa menggali sejarah yang sebenarnya, dan menganalisanya, maka kelicikan, penipuan, penghancuran, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan Soekarno tidak akan ditemukan dan diketahui rakyat.

Karena sampai kapanpun yang namanya pendudukan, penjajahan yang dilakukan oleh Soekarno dan diteruskan oleh Megawati sekarang terhadap Aceh, maka itu yang namanya kesejahteraan, kemakmuran, keadilan tidak akan bisa dicapai.

Perhatikan saja buktinya, dari sejak masa agresor Soekarno, sampai detik ini, adakah di Aceh itu benar-benar sejahtera, makmur dan adil.

Tidak ada itu. Itu orang yang betul-betul sudah kena racun Soekarno dan Megawati saja yang mengatakan negara RI-Jawa-Yoga sejahtera, makmur dan adil selama masa pendudukan, dan penjajahan Aceh.

Lihat saja, buktinya sampai detik ini. Ini adalah sejarah. Bagaimana dulu Gajah Mada mengganyang dan menduduki serta menjajah negara-negara yang ada diluar daerah wilayah kekuasaan Majapahit yang asalnya hanya sekitar Madura saja, tempat pelarian Raden Wijaya panglima tentara Singasari ketika Jayakatwang keturunan raja Kediri menghancurkan Kartanegara raja Singasari. Raden Wijaya inilah pendiri kerajaan hindu Majapahit. Akhirnya Majapahit itu hancur juga.

Nah sekarang giliran negara RI-Jawa-Yogya yang memang dengan sengaja mencaplok negara-negara dan daerah-daerah yang ada diluar kekuasaan wilayah negara RI-Jawa-Yoga akan juga bernasib seperti kerajaan Majapahit.

Jadi sebenarnya saya menuliskan sejarah Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya-nya bukan karena tidak puas terhadap pemerintah atau karena GAM tidak mendapat simpati/dukungan secara luas seperti yang diduga oleh Matius Dharminta, melainkan saya menuliskan sejarah Soekarno Cs dengan Negara RI-Jawa-Yogyanya ini adalah untuk memberikan gambaran kepada seluruh rakyat agar paham dan mengerti bahwa sebenarnya itu Soekarno Cs telah banyak menipu dan membohongi rakyat yang sekaligus menjerat dan meringkus serta menduduki negara-negara dan daerah-daerah lainnya yang ada di luar RIS. Persis seperti kelakuan Gajah Mada dari kerajaan hindu-Majapahit.

Jelas dengan mengerti dan pahamnya rakyat berarti mereka bukan menjadi sengsara melainkan menjadi beruntung bahwa dimasa yang akan datang mereka tidak akan mudah ditipu dan dibohongi oleh para penerus Soekarno Cs termasuk Megawati.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: gajah mada, kenapa tidak..
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Date: Sun, 29 Jun 2003 20:43:47 -0700 (PDT)

Haa..haa...haaa.. kenapa pada mengulas sejarah??? Itu semua kan masa lalu, namanya aja juga sejarah. Itu semua memang perlu di ketahui di mengerti dan di pelajari, tapi tidak harus seluruhnya diterapkan pada masa kini.

Kalau bung Ahmad menulis seperti itu, hanya dikarenakan ketidak puasannya terhadap pemerintah atau keputusasaannya karna pemberontakan GAM yang ia dukung tidak mendapat simpati/dukungan secara luas.

Masalah pemerintahan Mega yang dituduh penerus Gajah Mada, kalau memang itu bisa membawa kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan keutuhan seluruh bangsa dan negara Republik Indonesia, kenapa tidak..!

Buat bung Ahmad sudahlah berpropokasi, karena itu semua hanya akan menyengsarakan dan memperpanjang penderitaan warga Aceh, kasihan mereka jadi korban ambisi sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Soal politik GAM menerobos jeruji Senat AS, dan surat untuk Presiden Bush juga tak usah anda agung-agungkan, toh semua orang juga bisa menulis surat sesuai dengan apa yang dikehendaki ya kannn..

MT-Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------

Date: Sun, 29 Jun 2003 18:25:23 -0700 (PDT)
From: bhonchos yanuar bhonchos@yahoo.com
Subject: GAJAH MADA DENGAN MAJAPAHIT-HINDU-NUSANTARANYA YANG DITIRU SOEKARNO SUDAH DIHANCURLEBURKAN
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>,rakyat NKA <rakyat_nka@yahoo.com>,Mail2news <Mail2news-20030627-soc.culture.indonesia+alt.culture.indonesia@anon.lcs.mit.edu>,Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>,MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>,joko_tingkir_jr <joko_tingkir_jr@hotmail.com>,...

Yang bau itu mulut loe Ahmad, cuap nggak karuan, memutar balikkan fakta, lor tau nggak? Raden Fatah itu masih keturnan dari Majapahit dan yg membantu Aceh juga Mataram. Kalo emang Belanda mau menguasai Nusantara kenapa harus memecah belah Nusantara kalau memang Nusantara itu nggak satu jawab.....terus siapa yang membangun Aceh hingga sampai seperti sekarang ini? apa GAM? bukan, karena putra Aceh sendiri bukan membangun daerahnya malah enak enakan diluar negri seperti anda yg cuma mancari untung sendiri dan satu lagi mulut anda tambah bauuuuu.....

Bhonchos Yanuar

Jakarta, Indonesia
bhonchos@yahoo.com
----------