Stockholm, 7 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JALAN TERBAIK SAAT INI KEMBALI KE NEGARA RI-FEDERASI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JALAN KELUAR YANG TERBAIK SAAT SEKARANG KEMBALIKAN NEGARA RI-JAWA-YOGYA HASIL BENTUKAN SOEKARNO KEPADA NEGARA RI-FEDERASI

"Kasihan tuh Ahmad Sudirman, begitu takutnya kena pentungan berkarat dan terinfeksi tetanus hingga ngacir ke Swedia. Sampai-sampai trauma, hingga apa yang ia lihat semua jadi berkarat, pentungan berkarat, pedang berkarat, palu berkarat, putusan berkarat. Jangan-jangan jalan pikirannya karatan juga...."
(MT Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Mon, 7 Jul 2003 02:17:50 -0700 (PDT))

Nah disinilah, justru orang-orang yang tidak memahami, mendalami, menggali apa yang telah dilakukan, dijalankan dan dilaksanakan oleh Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya, sehingga orang-orang itu tidak mengetahui bahwa sebenarnya Negara RI-Jawa-Yogya itu sudah berkarat, artinya sudah lapuk dan sudah harus dilebur untuk disusun dan dibentuk kembali menjadi Negara baru.

Nah sekarang, susunan organisasi negara apakah yang terbaik pada saat sekarang ini untuk bisa diterapkan diwilayah nusantara yang terdiri dari berbagai macam agama, budaya, suku dan pulau-pulau ini ? Jawabannya adalah susunan organisasi negara federasi dengan bentuk negara republik.

Inilah jalan yang terbaik pada saat ini yang bisa saya sampaikan kepada seluruh rakyat yang berada di seluruh nusantara.

Dimana kalau kembali mata diarahkan kepada Undang Undang Madinah, maka akan ditemukan bahwa susunan organisasi negara federasi ini memang sudah tercantum dalam Undang Undang Madinah.

Dimana masalah susunan organisasi negara federasi menurut Undang Undang Madinah ini telah saya kupas dalam tulisan "[020914] UUM-DIR sumber lahirnya bentuk negara federasi " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/020914.htm )

Disni saya kutif kembali sebagian dari apa yang telah saya tulis tersebut yaitu,

"Dimana butiran-butiran mutiara-politik dalam UUM-DIR ini yang bisa dijadikan sumber untuk membangun bentuk negara dan pemerintahan adalah

MUKADDIMAH
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang "Inilah Piagam Tertulis dari Nabi Muhammad SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka."

I
PEMBENTUKAN UMMAT

Pasal 1
Sesungguhnya mereka adalah satu bangsa negara (ummat), bebas dari (pengaruh dan kekuasaan) manusia lainnya.

II
HAK ASASI MANUSIA

Pasal 2
Kaum Muhajirin dari Quraisy tetap mempunyai hak asli mereka, yaitu saling tanggung-menaggung, membayar dan menerima uang tebusan darah (diyat) di antara mereka (karena suatu pembunuhan), dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang beriman.

Pasal 3
1. Banu 'Awf (dari Yatsrib) tetap mempunyai hak asli mereka, tanggung menanggung uang tebusan darah (diyat).
2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan uang tebusan dengan baik dan adil di antara orang-orang beriman.

Pasal 4
1. Banu Sa'idah (dari Yatsrib) tetap atas hak asli mereka, tanggung menanggung uang tebusan mereka.
2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan uang tebusan dengan baik dan adil di antara orang-orang beriman.

Pasal 5
1. Banul-Harts (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, saling tanggung-menanggung untuk membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.

Pasal 6
1. Banu Jusyam (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.

Pasal 7
1. Banu Najjar (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) dengan secara baik dan adil.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang beriman.

Pasal 8
1. Banu 'Amrin (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung- menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.

Pasal 9
1. Banu An-Nabiet (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.

Pasal 10
1. Banu Aws (dari suku Yatsrib) berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha'ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.

Nah, dari apa yang tertuang dalam UUM-DIR tersebut diatas terbaca dengan jelas bahwa setiap suku, kabilah, bani, keluarga, masyarakat yang berasal dari Tha'ifah dan yang berasal dari Yatsrib telah dijamin secara undang undang dengan tetap diberi kebebasan menjalankan peraturan dan adat istiaadat serta kebiasan yang sudah berlaku pada setiap masing-masing suku, kabilah, bani, keluarga, masyarakat di daerahnya masing-masing.

Jelas, disini Rasulullah sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi ribuan atau puluhan ribu tahun yang akan datang bahwa cikal bakal Daulah Islam Rasulullah yang dibangun di Yatrib itu akan membesar dan akan meluas keseluruh penjuru dunia.( http://www.dataphone.se/~ahmad/020914.htm )

Nah sekarang kita kembali kepada masalah susunan organisasi negara kesatuan RI-Jawa-Yogya bentukan Soekarno yang dibentuk dari melebur Negara-negara bagian Republik Indonesia Serikat yang terdiri dari 16 Negara/Daerah yang pengakuan kedaulatannya telah ditandatangani oleh Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta pada tanggal 27 Desember 1949.

Karena negara RI-Jawa-Yogya yang merupakan hasil peleburan dari 16 Negara/Daerah bagian RIS yang dilebur pada tanggal 15 Agustus 1950 yang dipelopori oleh Soekarno yang waktu itu sebagai Presiden RIS, ternyata setelah mengalami masa perjalanan sampai detik, Negara Kesatuan RI-Jawa-Yogya ini telah menimbulkan keretakan dan ketidak utuhan sebagaimana yang diimpikan oleh Soekarno Cs pada waktu itu. Apalagi setelah Soekarno Cs melakukan agresinya ke Negara-Negara dan Daerah-daerah lainnya yang masih berada diluar bekas Negara/Daerah bagian RIS. Sehingga akibatnya yang bisa dirasakan dan telah dialami oleh generasi penerus Soekarno sampai detik ini yaitu impian Soekarno untuk menyatukan secara paksa dan secara kekerasan militer mangakibatkan retaknya batang tubuh negara RI-Jawa-Yogya bentukan Soekarno Cs ini.

Oleh sebab itu, menurut pandangan saya bahwa jalan keluar yang terbaik sampai detik ini adalah menyusun kembali susunan organisasi negara federasi yang berbentuk republik. Dimana negara-negara bagian yang telah menandatangani Piagam Konstitusi RIS di Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pada tanggal 14 Desember 1949, yang telah dilebur pada tanggal 15 Agustus 1950 dikembalikan lagi kepada Negara/Daerah asal semula yang berdiri sendiri, yaitu Negara Republik Indonesia (menurut perjanjian Renville), Negara Pasundan termasuk Distrik Federal Jakarta, Negara Jawa Timur, Negara Indonesia Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Selatan, Negara Sumatra Timur termasuk status quo Asahan dan Labuhan Batu, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Banjar, Bangka, Belitung, Dayak Besar, Jawa Tengah, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Riau. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.243-244).

Begitu juga Negara dan Daerah lainnya yang telah dicaplok semasa perjalanan negara RI-Jawa-Yogya harus dikembalikan kepada bentuk negara semula, seperti Negara Islam Indonesia-Imam SM Kartosoewirjo, Negara Republik Islam Aceh atau yang sekarang sedang diperjuangkan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro dengan nama Negara Aceh Sumatra, Negara Islam Indonesia Sulawesi Selatan, Irian barat, Republik Maluku Selatan, Republik Persatuan Indonesia yang berpusat di Padang Sumatra Barat

Sisanya dari 27 Provinsi yang sekarang berada di bawah Negara RI-Jawa-Yogya diluar dari bekas Negara/Daerah Bagian RIS dan Negara/Daerah yang dicaplok, yaitu Banten, Gorontalo, Jambi, Bengkulu, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan (diluar Kalimantan Tenggara dan Banjar), Kalimantan Tengah (diluar Daerah Dayak Besar).

Tentu saja, khusus untuk Negara Aceh Sumatra sebaik mungkin bergabung kedalam Negara RI-Federasi, tetapi tentu saja itu tergantung kepada hasil keputusan seluruh rakyat Aceh, apakah ingin bergabung bersama-sama negara-negara lainnya menjadi negara bagian RI-Federasi atau berkeinginan membentuk negara tersendiri yang berdaulat. Begitu juga bagi Irian Barat dan Republik Maluku Selatan.

Inilah satu jalan menuju sejarah baru di Nusantara setelah Negara RI-Jawa-Yogya bentukan Soekarno gagal dan penuh pertumpahan darah selama masa roda perjalannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: ahmad sudirman karatan
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Mon, 7 Jul 2003 02:17:50 -0700 (PDT)

Kasihan tuh Ahmad Sudirman, begitu takutnya kena pentungan berkarat dan terinfeksi tetanus hingga ngacir ke Swedia. Sampai-sampai trauma, hingga apa yang ia lihat semua jadi berkarat, pentungan berkarat, pedang berkarat, palu berkarat, putusan berkarat. Jangan-jangan jalan pikirannya karatan juga....

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------