Stockholm, 10 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

INONG BALEE GERILYAWAN PUTRI ACEH KORBAN TINDAK PIDANA PERMERKOSAAN TNI PIMPINAN SUTARTO DAN RYACUDU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

YANG BENAR PELAKU TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN PUTRI-PUTRI ACEH ADALAH TNI PIMPINAN RYACUDU DAN SUTARTO

"Ternyata kehidupan para petinggi Gerakan Aceh Merdeka berkaitan dengan sex adalah sangat bebas, alias menerapkan ajaran sex bebas. Ternyata, sebagian besar anggota barisan Inong Balee adalah janda-janda. Ternyata pula, para petinggi Gerakan Aceh Merdeka bersex bebas ria dengan para Inong Balee anggota Gerakan Aceh Merdeka"
(Adrian Dharma Wijaya, adriandw@centrin.net.id , Tue, 08 Jul 2003 17:45:12 +0700)

"Dalam aksinya GAM tidak pernah mengindahkan akidah Islam (katanya orang Islam) eh malah membunuh, semua tahu kuburan masal yg ditemukan warga dan TNI akibat keganasan Westerling eh maaaf GAM. Apa lagi petinggi GAM malah ber Free Sex, TNA GAM malah memperkosa ?! Hmmmmm.... mimpi GAM disiang bolong, lagian Rakyat NAD tidak suka alias benci dengan GAM. Bilangin tuh sama si GAM: 1. Bertobatlah secara Nasuha!! 2. Kembalilah ke Dinul Islam yg Kaffah nggak kayak Si Ahmad Sudirman yg bisanya cuma jadi MEDIOKER alias Jin Botol (Bodoh & Tolol) 3. Menjadi warga aceh yg Islami seperti tempo doloe " serambi Mekkah " Kacian dech lo' Salam,"
(Idrus Syahrial, habib_bpp@yahoo.com , Wed, 9 Jul 2003 16:27:51 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Adrian Dharma Wijaya yang tinggal di Bandung, Jawa barat, Indonesia dan saudara Idrus Syahrial yang menamakan dirinya Habib dari Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.

Kalau saudara berdua mau jujur dan ingin menggali lebih dalam dan menyaring dengan teliti berita-berita yang sampai kepada saudara berdua, maka sebenarnya, para gerilyawan putri Aceh yang dikenal dengan nama Inong Balee adalah putri-putri Aceh korban tindak pidana pemerkosaan para prajurit TNI pimpinan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Bukan seperti yang dituduhkan tanpa bukti oleh saudara berdua, dengan tuduhan palsu bahwa para Petinggi Gerakan Aceh Merdeka yang melakukan "bersex bebas ria dengan para Inong Balee".

Coba perhatikan dan baca dengan teliti apa yang telah berlangsung dalam persidangan di Mahkamah militer (Mahmil) yang dipimpin Hakim Ketua Mayor (CHK) Adil Karo-karo di Lhok Seumawe pada hari Senin, 7 Juli 2003 yang menyeret tiga terdakwa, Praka Seprianus LW, Pratu Husni Dwila, dan Pratu Awaludin dituduh terlibat kasus tindak pidana pemerkosaan empat perempuan di Kabupaten Aceh Utara. Pada sidang pertama Oditur (Jaksa) Militer terdiri atas Mayor (CHK) A Dendi, Mayor (CHK) H Sambas, dan Mayor (Laut) KH Maryanto dalam surat dakwaannya menjerat ketiga terdakwa dengan pasal 285 junto pasal 55 (1) ke-1 KUHP (primer) dan pasal 281 ke-1 dan ke-2 junto pasal 55 (1) ke-1 KUHP (Subsidair). Menurut Oditur Militer, dakwaan primair ditujukan atas tindakan pemerkosaan secara paksa, sedangkan dakwaan subsider menyangkut tindak pidana asusila, yakni melakukan perbuatan amoral di depan umum. Oditur Militer dalam surat dakwaannya menguraikan, ketiga terdakwa dituduh telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap empat warga Desa Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong pada 21 Juni 2003 antara pukul 19.00--22.00 WIB.

Dengan diadilinya ketiga prajurit TNI itu, berarti sudah sembilan anggota TNI diseret ke Mahmil, sejak operasi militer digelar di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 19 Mei 2003, setelah enam prajurit lainnya selesai dijatuhi hukuman. Oditur Militer dalam surat dakwaannya menguraikan, ketiga terdakwa dituduh telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap empat warga Desa Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong pada 21 Juni 2003 antara pukul 19.00--22.00 WIB. ( http://www.polri.go.id/berita/detailnews.php?id=6ace6563fb90e144d97ba0aa78f2004d )

Ternyata "dengan diadilinya ketiga prajurit TNI itu, berarti sudah sembilan anggota TNI diseret ke Mahmil, sejak operasi militer digelar di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 19 Mei 2003, setelah enam prajurit lainnya selesai dijatuhi hukuman." ( http://www.polri.go.id/berita/detailnews.php?id=6ace6563fb90e144d97ba0aa78f2004d )

Nah sekarang untuk saudara Adrian Dharma Wijaya yang tinggal di Bandung, Jawa barat, Indonesia dan saudara Idrus Syahrial yang menamakan dirinya Habib dari Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, sebelum saudara berbicara didepan umum dan disebarkan keseluruh dunia, coba teliti, pelajari dan saring dahulu berita-berita yang sampai kepada saudara berdua.

Lihat itu di http://www.achehtimes.com/photos/gam/gam01/ siapa sebenarnya yang dinamakan Inong Balee atau putri-putri gerilayan Aceh yang gagah berani menghadapi serangan dan pendudukan TNI dibawah komando Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu atas perintah Presiden Megawati penerus Soekarno pencaplok Negara Aceh.

Nah selanjutnya untuk saudara Idrus Syahrial yang sebenarnya harus bertaubat nasuha adalah para prajurit TNI kalau mereka muslim atas tindakan brutal dengan menjalankan tindak pidana pemerkosaan terhadap putri-putri dan perempuan-perempuan Aceh.

Dan untuk sekedar pemberitahuan bagi saudara Idrus Syahrial yang menamakan dirinya Habib dari Pertamina Balikpapan adalah bahwa yang merusakkan Serambi Mekkah adalah serdadu-serdadu TNI yang ditugaskan oleh Soekarno, Soeharto dan sekarang oleh Presiden Megawati dengan kakitangannya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dengan membawa pentungan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan dan jeruji besi Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Juga tentang tuduhan terhadap GAM yang membunuh dan kuburan masal-nya yg ditemukan warga dan TNI telah saya jawab dalam tulisan "[030708] Jangan pakai kacamata hitam Ryacudu, Sutarto dan Darmono, tapi pakai kacamata Hukum, Ham dan Forensik " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030708.htm )

Nah terakhir saran saya kepada saudara Adrian Dharma Wijaya yang tinggal di Bandung, Jawa Barat, Indonesia dan saudara Idrus Syahrial dari Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia jangan hanya menulis sesuatu yang tidak ditunjang oleh fakta yang benar, jelas dan hukum yang berlaku.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Idrus Syahrial <habib_bpp@yahoo.com>
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
CC: mimbarbebas@egroups.com
Subject: GAM = ATHEIS
Date: Wed, 9 Jul 2003 16:27:51 -0700 (PDT)

Dalam aksinya GAM tidak pernah mengindahkan akidah Islam (katanya orang Islam) eh malah membunuh, semua tahu kuburan masal yg ditemukan warga dan TNI akibat keganasan Westerling eh maaaf GAM. Apa lagi petinggi GAM malah ber Free Sex, TNA GAM malah memperkosa ?!
Hmmmmm.... mimpi GAM disiang bolong, lagian Rakyat NAD tidak suka alias benci dengan GAM.

Bilangin tuh sama si GAM:
1. Bertobatlah secara Nasuha!!
2. Kembalilah ke Dinul Islam yg Kaffah nggak kayak Si Ahmad Sudirman yg bisanya cuma jadi MEDIOKER alias Jin Botol (Bodoh & Tolol)
3. Menjadi warga aceh yg Islami seperti tempo doloe " serambi Mekkah " Kacian dech lo'

Salam,

Idrus Syahrial

Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur
habib_bpp@yahoo.com
----------

From: Adrian Dharma Wijaya adriandw@centrin.net.id
Newsgroups: soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia
To: hikmah@isnet.org , is-lam@isnet.org , siyasah@isnet.org , tasawuf@isnet.org
Subject: [siyasah] Inong Balee dan Gerakan Aceh Merdeka
Delivered-To: ahmad@dataphone.se
Date: Tue, 08 Jul 2003 17:45:12 +0700

Ternyata kehidupan para petinggi Gerakan Aceh Merdeka berkaitan dengan sex adalah sangat bebas, alias menerapkan ajaran sex bebas. Ternyata, sebagian besar anggota barisan Inong Balee adalah janda-janda. Ternyata pula, para petinggi Gerakan Aceh Merdeka bersex bebas ria dengan para Inong Balee anggota Gerakan Aceh Merdeka

Adrian Dharma Wijaya

Bandung, Indonesia
adriandw@centrin.net.id
----------