Stockholm, 11 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGAWATI GUNAKAN SUKHOI, HELIKOPTER NI-35, KHALASNIKO CENGKRAM ACEH DAN PAPUA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEGAWATI AKAN GUNAKAN SUKHOI, HELIKOPTER NI-35 P DAN KHALASNIKO UNTUK PERTAHANKAN ACEH DAN PAPUA

"Jazakumullohi Khoiron Katsiro, dan mohon maaf apa bila kalimat-kalimat saya kurang enak dibaca.. (maklum Nasionalisme) yang saya maksudkan adalah "Bagaimana negara Ini tetap bersatu" tanpa perpecahan & provokasi.Buat Bung Ahmad once Again sorry.....:) peace All"
(Idrus Syahrial, habib_bpp@yahoo.com , Thu, 10 Jul 2003 17:51:52 -0700 (PDT))

"Tiap obat di produksi sudah sesuai dengan dosis dan penggunaanya, begitu juga degan cara mengkonsumsi juga harus sesuai dengan resep dokter / aturan pakai. dengan demikian si pasien/pengkonsumsi akan merasakan kasiat dari obat yang di konsumsi. Namun,, apa yang terjadi dengan sdr kita si Ahmad Sudirman, rupanya ia salah minum/mengkonsumsi obat, hingga yang terjadi ya seperti itu, "deleming, anyalemung" (ngoceh tidak karuan) jadi apa yang diucapkan seperti diluar kesadarannya. jadi, ya, tak tentu arah seperti itu... cobalah cepat periksa ke dokter ahli.... biar cepat pulih dan sehat seperti sediakala.Salam semuanya "
(MT Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com ,Thu, 10 Jul 2003 21:43:12 -0700 (PDT))

" PD Amat tuh si Ahmad. Hebat, untuk mengempur GAM saja, RI butuh sukhoi ? Dengan senapan untuk menembak burung aja cukup tuh untuk menggempur GAM."
( Agus Hermawan , sadanas@shb.equate.com , Fri, 11 Jul 2003 00:43:45 +0300)

Baiklah, khusus untuk saudara Idrus Syahrial saya ucapkan terimakasih yang telah mengirimkan pernyataan maafnya tentang apa yang telah disampaikannya kepada saya dan kepada seluruh pembaca di seluruh dunia yang dimuat dalam tulisan saya "[030710] Inong Balee gerilyawan putri Aceh korban tindak pidana pemerkosaan TNI pimpinan Sutarto dan Ryacudu" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030710a.htm ).

Saya sangat hargai kejujuran saudara Idrus Syahrial mengakui kelemahannya. Mengapa ? Sebab dengan menampilkan masalah-masalah yang belum tentu benar dan tidak ditunjang sama sekali oleh fakta yang jelas, benar dan kuat dasar hukumnya, maka akan menimbulkan akibat perpecahan yang lebih tajam dan makin meluas.

Adapun mengenai saudara Matius Dharminta yang termasuk dalam tim editor Jawa Pos dari Surabaya, Jawa Timur, Indonesia masih saja berusaha untuk berkelit dari apa yang memang menurut fakta, kenyataan dan hukum sudah bisa diterima.

Coba saja perhatikan apa yang telah ditulis dalam tulisan "[030710] Sutarto tekan Megawati, Rini dan Widjanarko demi sukhoi untuk perang lawan rakyat Aceh" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030710.htm ), dimana saya menulis:

"Nah, disinilah taktik dan strategi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang diperkuat oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, diiyakan oleh Memperindag Rini MS Soewandi dan Kabulog Widjanarko Puspoyo serta disetujui oleh Presiden Megawati ternyata menjadi bumerang bagi Presiden Megawati Cs, karena jalur yang dilalui untuk memperoleh pesawat tempur dambaan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto untuk menggempur rakyat Aceh dan mempertahankan Aceh agar tidak lepas kembali ketangan rakyat Aceh telah melanggar jalur prosedur hukum yang telah ditetapkan oleh Undang Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Disamping jalur prosedur yang melanggar hukum UU No.3 tahun 2002, juga telah melanggar fungsi dan kegunaan Bulog untuk membeli, menyiapkan, menyediakan kebutuhan pokok kehidupan rakyat sehari-hari, seperti, beras, gula, minyak, terigu, kacang kedelai dan lain sebagainya" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030710.htm ).

Nah sekarang, mengapa pihak Sutarto, Rini dan Wijanarko melakukan pelanggaran jalur prosedur hukum? Karena dalam pembelian yang menggunakan cara imbal beli ini menyangkut pengadaan pembinaan teknologi dan industri pertahanan yang diperlukan oleh Tentara Nasional Indonesia yang kebijaksanaannya ditetapkan oleh Departemen Pertahanan dengan bekerjasama dengan pimpinan departemen dan instansi pemerintah lainnya serta menyusun dan melaksanakan perencanaan strategis pengelolaan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan dengan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (UU No.3 Tahun 2002, Bab IV, pasal 16, (6), (7), Bab VII, pasal 25, (1)), sedangkan pihak Departemen Pertahanan tidak dilibatkan dalam perjanjian dan penandatanganan Supplay Contract in The Frame of Counter Trade of Indonesian Export Goods to the Delivery of The Russian Federation of SU-27 SK, SU-30 MK, Aircaft NI-35 P Helicopter.

Nah disinilah apa yang telah dilakukan oleh pihak Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Memperindag Rini MS Soewandi dan Kabulog Widjanarko Puspoyo serta disetujui oleh Presiden Megawati dalam penandatanganan Supplay Contract in The Frame of Counter Trade of Indonesian Export Goods to the Delivery of The Russian Federation of SU-27 SK, SU-30 MK, Aircaft NI-35 P Helicopter oleh Kabulog Widjanarko Puspoyo sebagai pembeli, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto sebagai pengguna dan Rosoborone X Port sebagai penjual dengan tembusan ke Departemen Pertahanan pada tanggal 24 April 2003 adalah suatu pelanggaran jalur prosedur hukum Undang Undang RI No 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara yang telah disetujui oleh DPR dan disyahkan di Jakarta pada tanggal 8 Januari 2002 oleh Presiden Megawati dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 8 Januari 2002 oleh Sekretaris Negara Bambang Kesowo.

Kemudian pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter NI-35 P kalau dipergunakan oleh pihak Presiden Megawati Cs untuk menumpas teroris sebagaimana yang telah disepakati antara pihak pemerintah Putin dengan pihak Pemerintah Megawati ketika Presiden Megawati mengunjungi Rusia tanggal 20-24 April 2004 dalam perjanjian yang menyangkut "...the development of trade and economic relations, military cooperation and cooperation in struggle against international terrorism .." ( http://www.itar-tass.com/different/hotnews/english/279143.html ) tidak akan mendapat kecaman dari pihak pemerintah Putin, karena memang pembelian pesawat tempur sukhoi tersebut dalam rangka "struggle against international terrorism".

Hanya saja yang dimaksud oleh kedua pemimpin negara, Presiden Putin dan Presiden Megawati dengan "struggle against international terrorism" adalah Presiden Putin menghadapi para pejuang gerilyawan kemerdekaan dari wilayah yang sedang diduduki Rusia yaitu para pejuang gerilyawan Chechnya, sedangkan Presiden Megawati menghadapi para pejuang gerilyawan Aceh dibawah komando Teungku Muhammad Hasan di Tiro, dan para gerilyawan dari Irian Barat atau Papua.

Kemudian kedua Pemimpin Negara, Megawati dan Putin sama-sama menentang serangan pasukan koalisi pimpinan AS ke Irak, dan pertimbangan inilah yang juga menjadi dasar mengapa Megawati siap bekerjasama militer dengan Putin agar dikemudian hari tidak bergantung kepada Amerika dan negara-negara Uni Eropa dalam hal persenjataan militer

Nah disinilah ketika saya menyatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dengan pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter NI-35 P untuk menggempur rakyat Aceh dan mempertahankan Aceh agar tidak lepas kembali ketangan rakyat Aceh dianggap oleh saudara Matius Dharminta "...salah minum/mengkonsumsi obat, hingga yang terjadi ya seperti itu, "deleming, anyalemung" (ngoceh tidak karuan)..."

Padahal yang benar dan jelas adalah ketika Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menjalankan senjata Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan pada tanggal 19 Juni 2003 dengan mengerahkan TNI darat, dan udara menggunakan senjata-senjata buatan US, pesawat udara OV-10 Bronco dan Hercules C-130, maka akibatnya cukup fatal bagi Presiden Megawati dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Mengapa?

Karena pada tanggal 26 Juni 2003 Senat US mengirimkan surat kepada Presiden Geore Bush yang sebagiannya isi menyatakan: "We are writing to express deep concern about the offensive launched by the Indonesian military on May 19, 2003 against separatist rebels in the northern province of Aceh and reports of human rights abuses against civilians and non-governmental organizations. The offensive -- the largest military operation since the invasion of East Timor in 1975 - has already resulted in mass atrocities reportedly being committed against civilians by the Indonesian military, including extrajudicial execution, torture, arbitrary detention and rape. Journalists have been barred from most of these areas. Particularly troubling are reports that U.S.-supplied weapons have been used against Indonesian citizens. OV-10 Bronco counter-insurgency aircraft have reportedly been used in assaults on villages outside of Banda Aceh, and C-130 Hercules transport planes have been used to drop paratroopers on the first day of the operation." ." ( [030628] Politik luar negeri GAM berhasil terobos jeruji besi Senat dan Kongres Amerika , http://www.dataphone.se/~ahmad/030628.htm )

Begitu juga pihak House of Representatives (DPR) mengirimkan surat kepada Secretary of State Colin Powell pada tanggal 26 Juni 2003 yang sebagian isinya: "In the on-going campaign in Aceh, the Indonesian military has reportedly committed human rights abuses against civilians, including extrajudicial execution, torture and arbitrary detention. There is also an emerging crackdown against non-governmental organizations engaged in peaceful human rights and other advocacy. These organizations and other members of Acehnese civil society have been specifically targeted for murder, disappearance and detention by the military. We are also disturbed by the reported use of U.S-supplied weapons by the Indonesian military in operations. While this equipment was supplied prior to the ban in 1991, it will be detrimental to the view of the Acehnese people towards the United States if such equipment is used to kill, maim, and intimidate civilians." ( [030628] Politik luar negeri GAM berhasil terobos jeruji besi Senat dan Kongres Amerika , http://www.dataphone.se/~ahmad/030628.htm )

Nah itulah faktanya yang jelas dan gamblang, bahwa ketika Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mempergunakan senjata-senjata, pesawat udara, dan pesawat pengangkut yang dibeli dari US untuk menggempur rakyat Aceh, maka langsung para Senator dan House of Representatives (DPR) mengajukan protes kepada Presiden George Bush dan Secretary of State Colin Powell.

Tetapi sekarang, kalau pesawat tempur sukhoi, helikopter NI-35 P dan senjata Khalasnikov dipergunakan oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto untuk menggempur rakyat Aceh, maka tentu saja pihak pemerintah Vladimir Putin akan diam seribu bahasa. Karena Presiden Vladimir Putin dan Presiden Megawati telah sama-sama sepakat saling menjaga nagaranya dari usaha-usaha para gerilyawan Aceh dan Papua bagi Presiden Megawati dan gerilyawan Chechnya bagi Pemerintah Putin yang disebut oleh kedua pemimpin negara itu dengan sebutan gerakan separatisme.

Karena itu yang paling utama tujuan pembelian pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter NI-35 P, serta senjata Khalasniko dari Rusia adalah bukan hanya untuk dipakai menjaga keamanan udara, darat, dan laut negara RI-Jawa-Yogya dari serangan Australia, Malaysia, Singapura dan Amerika saja, melainkan yang sangat utama dan mendesak adalah dengan segera dipergunakan menggempur Gerakan pembebasan Aceh dan gerakan pembebasan Papua tanpa merasa takut diembargo senjata oleh pihak Pemerintah Putin dan yang paling penting juga tidak akan mendapat kritikan tajam yang dihubungkan dengan senjata-senjata, pesawat angkutan dan pesawat tempur yang dibeli dari negara AS, negara-negara Uni Eropa, dan negara-negara yang tergabung dalam NATO yang dipergunakan oleh pihak Pemerintah Megawati dalam usaha menggempur rakyat Aceh dan Papua.

Nah terakhir untuk saudara Agus Hermawan yang sekarang bekerja di perusahaan Equate Petrochemical company di Kuwait, saran saya kepada saudara Agus, coba banyak membaca tentang sepak terjang perjuangan rakyat Aceh dalam usaha pembebasan negeri Aceh, dari mulai masa Soekarno, Soeharto dan tentu saja pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan sekarang pada masa Presiden Megawati.

Saya yakin saudara tidak akan dengan mudah mengatakan dan menulis dalam email bahwa untuk menggempur GAM cukup dengan senapan untuk menembak burung. Mengapa?

Karena Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid dan sekarang Presiden Megawati, khususnya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengetahui benar bahwa memang Gerakan Rakyat Aceh dalam usaha membebaskan negerinya dari ikatan Negara RI-Jawa-Yogya tidak bisa dihancurkan dengan alat persenjataan dan pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI sekarang, sehingga perlu membeli 2 pesawat tempur SU-27 SK, 2 pesawat tempur SU-30 MK, dan 2 helikopter NI-35 P seharga US$ 192,9 juta.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Idrus Syahrial <habib_bpp@yahoo.com>
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Bung Ahmad
Date: Thu, 10 Jul 2003 17:51:52 -0700 (PDT)

Jazakumullohi Khoiron Katsiro, dan mohon maaf apa bila kalimat-kalimat saya kurang enak dibaca.. (maklum Nasionalisme) yang saya maksudkan adalah "Bagaimana negara Ini tetap bersatu" tanpa perpecahan & provokasi.

Buat Bung Ahmad
once Again sorry.....:) peace All

Salam,

Idrus Syahrial

Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur
habib_bpp@yahoo.com
----------

From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Subject: over dosis
Date: Thu, 10 Jul 2003 21:43:12 -0700 (PDT)

Tiap obat di produksi sudah sesuai dengan dosis dan penggunaanya, begitu juga degan cara mengkonsumsi juga harus sesuai dengan resep dokter / aturan pakai. dengan demikian si pasien/pengkonsumsi akan merasakan kasiat dari obat yang di konsumsi. Namun,, apa yang terjadi dengan sdr kita si Ahmad Sudirman, rupanya ia salah minum/mengkonsumsi obat, hingga yang terjadi ya seperti itu, "deleming, anyalemung" (ngoceh tidak karuan) jadi apa yang diucapkan seperti diluar kesadarannya. jadi, ya, tak tentu arah seperti itu... cobalah cepat periksa ke dokter ahli.... biar cepat pulih dan sehat seperti sediakala.

Salam semuanya

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------
http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

Stockholm, 10 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SUTARTO TEKAN MEGAWATI, RINI DAN WIDJANARKO DEMI SUKHOI UNTUK PERANG LAWAN RAKYAT ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
----------

From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@shb.equate.com>
Subject: RE: SUTARTO TEKAN MEGAWATI, RINI DAN WIDJANARKO DEMI SUKHOI UNTUK PERANG LAWAN RAKYAT ACEH
Date: Fri, 11 Jul 2003 00:43:45 +0300
To: ahmad@dataphone.se, rakyat_nka@yahoo.com , ahmad_jibril1423@yahoo.com ,amriw@mweb.co.id , Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com , balipost@indo.net.id , newsletter@waspada.co.id , qclik@my-deja.com , redaksi@pikiran-rakyat.com , editor@pontianak.wasantara.net.id , hudoyo@cbn.net.id , jktpost2@cbn.net.id , redaksi@detik.com , redaksi@kompas.com , redaksi@satunet.com , redaksi@waspada.co.id , waspada@waspada.co.id , webmaster@detik.com , kompas@kompas.com , agusjohn@ratelindo.co.id , Padmanaba@uboot.com , tamastir@centrin.net.id , solopos@bumi.net.id , sea@swipnet.se , salman@isnet.itb.ac.id , partai@keadilan.or.id , siliwangi27@hotmail.com , suparmo@tjp.toshiba.co.jp , asadullah_abujihad@yahoo.com , nurzati@tjp.toshiba.co.jp , joko_tingkir_jr@hotmail.com , editor@jawapos.co.id , habearifin@yahoo.com , mr_dharminta@yahoo.com , is-lam@isnet.itb.ac.id , pkb.indo@mailcity.com , hassan.wirajuda@ties.itu.int , megawati@gmx.net , siyasah@isnet.org , is-lam@isnet.org , alchaidar@yahoo.com , mekoq@hotmail.com

PD Amat tuh si Ahmad.

Hebat, untuk mengempur GAM saja, RI butuh sukhoi ?
Dengan senapan untuk menembak burung aja cukup tuh untuk menggempur GAM.

Agus Hermawan

Equate Petrochemical company, Kuwait
sadanas@shb.equate.com
----------