Stockholm, 16 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGAWATI DAN TNI PENERUS SOEKARNO MENGIKAT RAKYAT ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SOEKARNO JERAT RAKYAT ACEH, MEGAWATI DAN TNI MENEKANNYA

"Mbak Mega tidak punya kuasa yang berarti atas pemerintahan R.I. 'mereka'lah yang sesungguh punya kuasa. Mbak Mega sendiri juga tahu bahwa ia tidak punya kuasa yang berarti terhadap pemerintahan R.I. Tetapi, tentu saja yang punya kuasa atas segala hal dan menentukan segala macam ialah Yang Maha Kuasa. Dan sesungguhnya, ini adalah masalah dalam rakyat Aceh, ngapain sih pakai orang-orang luar yang mengaku loyal terhadap Aceh. Masalah di dalam diselesaikan di dalam oleh orang dalam sendiri. Tetapi sebetulnya, yang meminta 'reformasi' (baik perubahan struktur pemerintahan di Aceh atau 'pembebasan' Aceh) di Aceh adalah orang luar yang mengaku orang dalam. Jadi sebetulnya yang terlibat di sini adalah bukan kepentingan rakyat Aceh melainkan kepentingan orang luar"
(EAC, digicross@hotmail.com , Newsgroups: soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia
Jul 15 2003 12:17:06)

Memang kalau saudara yang berinisial EAC yang berdomisili di Jakarta, Indonesia ini memakai kacamata Presiden Megawati yang dianggap oleh saudara EAC " tidak punya kuasa yang berarti terhadap pemerintahan R.I.", tetapi sebenarnya masih tetap berambisi untuk menjadi calon Presiden Negara RI-Jawa-Yogya pada tahun 2004 yang akan datang yang tentu saja didukung oleh para pendukungnya dari PDI-P termasuk TNI, maka wajar keluar ucapan saudara EAC bahwa "Masalah di dalam diselesaikan di dalam oleh orang dalam sendiri". Karena memang itu yang berulang kali digemborkan oleh Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, termasuk juga didalamnya Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong.

Memang tidak heran, karena sampai detik ini masih banyak rakyat di Nusantara yang masih menggunakan tiruan kacamata hitam yang dipakai oleh Soekarno sehingga terbayang bahwa Negara RI-Jawa-Yogya merupakan satu negara yang mulus, halus tanpa lumuran darah rakyat-rakyat dari Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang dicaplok oleh Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogyanya.

Memang jelas "yang punya kuasa atas segala hal dan menentukan segala macam ialah Yang Maha Kuasa", hanya tentu saja "Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." (Q Ar-Rad, 13: 11). Karena itu selama Presiden Megawati dengan TNI-nya yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong masih tetap saja memegang apa yang telah dijalankan dan dibuat oleh Soekarno, maka selama itu keadaan rakyat Negara RI-Jawa-Yogya tetap tidak akan berobah. Dan tentu saja, "...Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri..." (Q Hud, 11: 101). Karena Presiden Megawati dengan TNI-nya yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong tetap saja mempertahankan apa yang telah dijalankan dan diterapkan oleh Soekarno.

Karena memang Soekarno dan para pengikutnya termasuk Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong menganggap bahwa orang-orang Aceh yang berada diluar negeri Aceh diangap orang luar, maka dinyatakan oleh saudara EAC "...sebetulnya, yang meminta 'reformasi' (baik perubahan struktur pemerintahan di Aceh atau 'pembebasan' Aceh) di Aceh adalah orang luar yang mengaku orang dalam. Jadi sebetulnya yang terlibat di sini adalah bukan kepentingan rakyat Aceh melainkan kepentingan orang luar".

Nah itu kan pikiran yang dangkal, bagaimana begitu banyak orang Aceh yang berada diluar negeri Aceh dianggap orang-orang yang tidak punya kepentingan dengan Aceh dan dituduh orang luar yang mengaku orang dalam.

Justru orang yang berbahaya adalah orang-orang pengikut Soekarno termasuk Presiden Megawati dan TNI-nya yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang tetap menjalankan politik agresi Soekarno yang telah mencaplok negeri Aceh dimasukkan kedalam Negara RI-Jawa-Yogya.

Dan tentu saja orang yang berbahaya adalah orang-orang pengikut Soekarno termasuk Presiden Megawati dan TNI-nya yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong yang menganggap bahwa Negeri Aceh adalah negerinya orang-orang dalam, atau negerinya orang-orang pengikut Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya-nya.

Nah mereka itulah yang sebenarnya mengaku membela kepentingan rakyat Aceh, padahal sebenarnya menjerat dan mengikat kepentingan rakyat Aceh, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Soekarno.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

EAC <digicross@hotmail.com>
Re: MEGAWATI HARUS MENEGAKKAN KEADILAN DI ACEH BERDASARKAN FAKTA, HUKUM DAN SEJARAH ACEH
Newsgroups: soc.culture.indonesia , alt.culture.indonesia
Jul 15 2003 12:17:06

Mbak Mega tidak punya kuasa yang berarti atas pemerintahan R.I. 'mereka'lah yang sesungguh punya kuasa. Mbak Mega sendiri juga tahu bahwa ia tidak punya kuasa yang berarti terhadap pemerintahan R.I. Tetapi, tentu saja yang punya kuasa atas segala hal dan menentukan segala macam ialah Yang Maha Kuasa.

Dan sesungguhnya, ini adalah masalah dalam rakyat Aceh, ngapain sih pakai orang-orang luar yang mengaku loyal terhadap Aceh. Masalah di dalam diselesaikan di dalam oleh orang dalam sendiri. Tetapi sebetulnya, yang meminta 'reformasi' (baik perubahan struktur pemerintahan di Aceh atau 'pembebasan' Aceh) di Aceh adalah orang luar yang mengaku orang dalam. Jadi sebetulnya yang terlibat di sini adalah bukan kepentingan rakyat Aceh melainkan kepentingan orang luar

EAC

Jakarta, Indonesia
digicross@hotmail.com
----------