Stockholm, 26 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

WIRANTO, PRABOWO, AKBAR, NURCHOLISH MAU JADI PENERUS SOEKARNO MENGIKAT ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SIAPAPUN YANG AKAN MENJADI PRESIDEN RI-JAWA-YOGYA TETAP AKAN MENJADI PENERUS SOEKARNO MENGIKAT NEGERI ACEH DENGAN DIDUKUNG OLEH TNI

Memang jelas, kalau saya melihat dan memperhatikan siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden RI-Jawa-Yogya tahun 2004 mendatang, ia akan tetap menjalankan kebijaksanaan politik dan keamanannya tentang Aceh tidak berbeda dengan kebijaksanaan politik dan keamanan tentang Aceh yang telah dijalankan oleh para Presiden pendahulunya, dari mulai Soekarno, Jenderal Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Presiden Megawati.

Coba lihat mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto, dan Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto, dimana kedua mantan Jenderal ini khususnya Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto adalah diantara para Jenderal yang bertanggung jawab terhadap peristiwa kerusuhan 13-15 Mei 1998 menurut hasil kesimpulan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Menteri Kehakiman, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Negara Peranan Wanita, dan Jaksa Agung pada tanggal 23 Juli 1998. Dimana Tim Gabungan ini bekerja dalam rangka menemukan dan mengungkap fakta, pelaku dan latar belakang peristiwa 13-15 Mei 1998. TGPF terdiri dari unsur-unsur pemerintah, Komisi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia (Komnas HAM), LSM, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dimana menurut Laporan Akhir Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Tanggal 13-15 Mei 1998 Ringkasan Eksekutif 23 Oktober 1998, BAB VII REKOMENDASI: 2. Pemerintah perlu sesegera mungkin menindaklanjuti kasus-kasus yang diperkirakan terkait dengan rangkaian tindakan kekerasan yang memuncak pada kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang dapat diungkap secara yuridis baik terhadap warga sipil maupun militer yang terlibat dengan seadil-adilnya, guna menegakkan wibawa hukum, termasuk mempercepat proses Yudisial yang sedang berjalan. Dalam rangkaian ini Pangkoops Jaya Mayjen Syafrie Syamsoeddin perlu dimintakan pertanggung jawabannya. Dalam kasus penculikan Letjen Prabowo dan semua pihak yang terlibat harus dibawa ke pengadilan militer.

Karena menurut Laporan Akhir Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Tanggal 13-15 Mei 1998 dalam BAB IX PENUTUP dinyatakan bahwa "Peristiwa kerusuhan 13-15 Mei 1998 adalah tragedi nasional yang sangat menyedihkan dan merupakan satu aib terhadap martabat dan kehormatan manusia, bangsa dan negara secara keseluruhan. Pemerintah maupun masyarakat harus secara sungguh-sungguh mengambil segala tindakan untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam kerusuhan tersebut. Adalah mendesak bahwa perhatian dan solidaritas semua pihak diwujudkan secara nyata kepada para korban dan keluarga korban, sehingga pemulihan hak-hak sebagai satu bangsa yang beradab juga ditentukan sejauh mana bangsa kita dapat mengkoreksi kelemahan dan kekurangannya, secepat apa kita menghilangkan rasa takut dan mewujudkan rasa tenteram dan aman untuk setiap orang tanpa terkecuali.( http://www.munindo.brd.de/artikel/art_tgpf_3.html )

Sedangkan kalau mengenai Akbar Tandjung yang sampai detik sekarang ini masih menunggu vonis dari Mahkamah Agung terhadap kasasi yang diajukan Akbar Tandjung, setelah Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diketuai Amiruddin Zakaria, pada tanggal 4 September 2002 menyatakan bersalah Akbar Tandjung dalam kasus korupsi dana nonbujeter Bulog Rp 40 miliar dan Akbar dihukum tiga tahun, tetapi tidak langsung dimasukkan kedalam ruang tahanan. Sehingga sampai detik ini sambil menunggu vonis dari Mahkamah Agung, Akbar Tandjung masih tetap memegang jabatan Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR.

Adapun, mengenai Nurcholish Madjid seorang cendekiawan muslim yang sudah siap melangkahkan kakinya ke dunia politik praktis akan bersaing dengan para politikus-politikus lainnya untuk bertanding memperebutkan kursi presiden Negara RI-Jawa-Yogya. Nurcholish Madjid akan masuk kedalam rimba lebat dunia politik praktis ikut bersama-sama yang lainnya mencoba mencari jalan bagaimana mengemudikan Negara RI-Jawa-Yogya ini, yang salah satunya bagaimana untuk menyelesaikan masalah Aceh.

Hanya tentu saja, seperti yang telah saya katakan diatas, bahwa siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden Negara RI-Jawa-Yogya tahun 2004 yang akan datang, maka saya yakin bahwa presiden tersebut akan tetap menjalankan kebijaksanaan politik dan keamanan tentang Aceh seperti yang telah dijalankan oleh para Presiden pendahulunya, dari mulai Soekarno, Jenderal Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se