Stockholm, 29 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JIHAD ZALIM TIMBUL KARENA MEGAWATI CS PENERUS SOEKARNO DUDUKI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG SELAMA MEGAWATI CS MENDUDUKI ACEH SELAMA ITU TETAP AKAN TIMBUL JIHAD ZALIM

"Bung Ahmad bawa-bawa jihad segala, jihad adalah perang suci bung, sedang yang terjadi di Aceh adalah perang ambisi, karena ambisinya kelompok tgk di Tiro cs pisah dari NKRI hinga terjadi ketidak stabilan keamanan di Aceh. Terus yang anda maksud jihad itu jihad yang mana? dan pada siapa? Sedang yang bentrok di Aceh itu sama-sama muslim, saudara kita, cuma bedanya satu sisi sebagai pemberotak dan sisi lain sebagai penegak hukum / keamanan dan penjaga keutuhan NKRI. Udahlah nggak usah berlebihan, toh sekarang kalian udah enak-enakan ditempat tinggal yang baru"
(MT Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Mon, 28 Jul 2003 21:20:49 -0700 (PDT))

Memang kelihatan saudara wartawan Matius Dharminta dari Jawa Pos Surabaya dengan kacamata hitam tiruan Soekarno mencoba berdiri paling depan. Sedangkan Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Mayjen TNI Endang Suwarya mencoba mundur berdiri dibarisan belakang.

Saudara Matius Dharminta ini begitu mendengar kata jihad, langsung saja angkat suara sambil keluarkan komentar dan bertanya-tanya: "Bung Ahmad bawa-bawa jihad segala, jihad adalah perang suci bung, sedang yang terjadi di Aceh adalah perang ambisi, karena ambisinya kelompok tgk di Tiro cs pisah dari NKRI hinga terjadi ketidak stabilan keamanan di Aceh. Terus yang anda maksud jihad itu jihad yang mana? dan pada siapa?"

Nah, karena saudara wartawan Matius Dharminta ketika membaca tulisan saya itu sepintas saja, maka kelihatan dengan jelas dari komentarnya itu: "Bung Ahmad bawa-bawa jihad segala, jihad adalah perang suci bung".

Padahal, kalau saudara Matius membaca tulisan saya tersebut sedikit lebih tenang dan sedikit lebih teliti, maka akan ditemukan bahwa apa yang telah saya tulis itu sebagiannya adalah "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At Taubah: 20). "Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah Maha kaya dari semesta alam."(Al Ankabut: 6). "Sesungguhnya orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Al Baqarah: 218). "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad di jalan Allah, orang-orang yang memberi tempat kediaman dan pertolongan, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rizki yang mulia."(Al Anfaal: 74).

Kemudian saya menulis dalam tulisan tersebut bahwa jihad itu bermacam-macam, yang salah satunya adalah jihad zalim, yaitu jihad melawan mereka yang selalu berbuat zalim dan penganiyaan terhadap kaum muslimin. ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030729.htm )

Nah, karena Soekarno diteruskan oleh Presiden Megawati dengan Negara RI-Jawa-Yogya dan TNI telah menduduki dan menjajah negeri Aceh, yang pada awalnya secara diam-diam dimasukkan kedalam wilayah Sumatera Utara, ( [030728] Soekarno telan Aceh pakai mulut Sumut http://www.dataphone.se/~ahmad/030728.htm ) maka Soekarno, dan Megawati Cs yang ditunjang oleh TNI sampai detik ini telah menzalimi rakyat Aceh dan menduduki negeri Aceh. Dimana ini memang secara jelas dan gamblang ditunjang oleh fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung.

Sekarang, kalau kita buang itu kacamata hitam tiruan model Soekarno, kemudian pakai kacamata fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung, maka akan terlihat dengan jelas dan nyata bahwa Soekarno yang diteruskan oleh Presiden Megawati dengan Negara RI-Jawa-Yogya dan TNI sedang merajalela menduduki negeri Aceh. Mereka itulah yang digolongkan kepada orang-orang yang berbuat zalim, tanpa melihat apakah Soekarno, Presiden Megawati Cs, pimpinan dan anggota TNI itu muslim atau non muslim.

Karena itu, ketika rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan
dan peri-keadilan", maka memang mereka itu sedang menjalankan jihad zalim.

Artinya rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro sedang gencar melaksanakan jihad zalim menghadapi pihak Soekarno yang diteruskan oleh Presiden Megawati Cs yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Mayjen TNI Endang Suwarya, dan TNI yang sedang melakukan pendudukan negeri Aceh dan yang secara langsung menzalimi rakyat Aceh dan menduduki negeri Aceh.

Jadi, selama pihak Presiden Megawati Cs yang didukung oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, KASAD Jenderal TNI Ryamizard, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Mayjen TNI Endang Suwarya, dan TNI tidak berhenti menduduki negeri Aceh, maka selama itu rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro terus menghadapi mereka yang sedang menzalimi rakyat Aceh dengan cara menduduki negeri Aceh.

Sehingga ketika saudara wartawan Matius Dharminta menyerukan: "Udahlah nggak usah berlebihan, toh sekarang kalian udah enak-enakan ditempat tinggal yang baru", maka seruan saudara Matius itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah, karena "...barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah Maha kaya dari semesta alam."(Al Ankabut: 6).dan "Sesungguhnya orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Al Baqarah: 218).

Jadi dimanapun rakyat Aceh tinggal, yang namanya jihad zalim akan terus berlangsung. Karena dimanapun tinggal semua itu bumi Allah SWT. "...Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu?..."(An-Nisaa, 4: 97).

Nah sekarang, kalau pihak Presiden Megawati Cs mau menyelesaikan Aceh, maka berhentilah menzalimi rakyat Aceh, yang salah satunya dengan melalui cara cabut Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003. Kemudian kaji kembali secara jujur dan penuh keikhlasan bahwa apa yang telah dijalankan oleh Soekarno terhadap rakyat dan negeri Aceh adalah merupakan suatu pendudukan negeri Aceh. Karena memang itulah yang merupakan akar masalah dari timbulnya maklumat NII yang dimaklumkan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh. Juga timbulnya deklarasi negara Aceh Sumatra yang dideklarkan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro. Seterusnya pahami dan renungkan kemudian ambil langkah kebijaksanaan politik dan keamanan tentang Aceh, ketika rakyat dan pemimpin Aceh yang sekarang sedang menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

Nah terakhir, kalau memang kacamata yang dipakai adalah kacamata fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung ketika melihat rakyat dan negeri Aceh, maka Insya Allah tidak akan timbul itu jihad zalim yang saya tuliskan tersbut.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>
Cc: PPDI@yahogroups.com
Subject: Re: MENUNTUT KEADILAN NEGERI ACEH YANG DIDUDUKI SOEKARNO MERUPAKAN JIHAD ZALIM
Date: Mon, 28 Jul 2003 21:20:49 -0700 (PDT)

Aaah bung Ahmad bawa-bawa jihad segala, jihad adalah perang suci bung, sedang yang terjadi di Aceh adalah perang ambisi, karena ambisinya kelompok tgk di Tiro cs pisah dari NKRI hinga terjadi ketidak stabilan keamanan di Aceh.

Terus yang anda maksud jihad itu jihad yang mana? dan pada siapa? Sedang yang bentrok di Aceh itu sama-sama muslim, saudara kita, cuma bedanya satu sisi sebagai pemberotak dan sisi lain sebagai penegak hukum / keamanan dan penjaga keutuhan NKRI.

Udahlah nggak usah berlebihan, toh sekarang kalian udah enak-enakan ditempat tinggal yang baru..

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

Stockholm, 29 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MENUNTUT KEADILAN MELALUI TUNTUTAN NEGERI ACEH YANG DIDUDUKI SOEKARNO MERUPAKAN JIHAD ZALIM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

ZIHAD MELAWAN MEREKA YANG SELALU BERBUAT ZALIM TERHADAP RAKYAT ACEH YANG MENUNTUT KEADILAN MALALUI TUNTUTAN NEGERI ACEH YANG DIDUDUKI SOEKARNO DAN PENERUSNYA, TERMASUK PRESIDEN MEGAWATI

"Bang Ahmad Sudirman.....apakah perang melawan TNI, buat GAM merupakan perang suci atau jihad? Coba jelaskan alasan alasannya!!! Kalau memang
jihad, pasti bakal banyak sukarelawan dari dalam negeri maupun dari luar negeri yg akan datang membantu GAM, kan buat seorang muslim, berjihad
merupakan suatu kewajiban....bukan malah berhijrah, apalagi hijrahnya ke Australia ataupun Swedia"
(AgusHermawan, sadanas@shb.equate.com , Sun, 27 Jul 2003 17:56:10 +0300)

Baiklah saudara AgusHermawan di Kuwait.

Antara iman, hijrah dan jihad itu tidak bisa dipisahkan. Satu sama lain saling ikat mengikat, saling berangkai, dan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kaum Muslimin.

Coba perhatikan apa yang difirmankan Allah SWT:

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At Taubah: 20).
---delete---
----------