Stockholm, 30 Juli 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MENGAPA RI DIPANGGIL RI-JAWA-YOGYA?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SEDIKIT PENJELASAN MENGAPA RI DIPANGGIL DENGAN RI-JAWA-YOGYA

"Lagi lagi Anda menyebut, 'Negara RI-Jawa-Yogya', apa sih maksud anda? bikin senewen terhadap orang Jowo? Jowo kuwi penjajah, Jowo kuwi telo?? hayoh anda pulang ke Indo, jangan cuman cangkem thok, bela mereka yang ndukung si Tiro!"
(Karjo , karjo_72@yahoo.com , Tue, 29 Jul 2003 16:46:11 -0000)

"Ajak si Tiro itu pulang ke Indo ( kalo' berani,), ngapain di Swedia, sementara 'klub' nya banyak bergelimpangan di Aceh, pulang dong jangan hanya cangkem thok! sebagai wong Jowo saya tersinggung dikatakan kalo' wong -wong Jowo itu mangan Aceh! yang mangan itu siapa?
Harto si tua telo itu? kalo' itu ya! dan dia memang bajingan tengik! yang lainnya ??? jangan disamaratakan dong!"
(Karjo , karjo_72@yahoo.com , Tue, 29 Jul 2003 16:38:17 -0000)

Terimakasih saudara Karjo atas komentar saudara.

Sebenarnya, kenapa saya memanggil Negara RI dengan panggilan Negara RI-Jawa-Yogya?. Karena memang saya punya alasan sejarah dan hukumnya.

Saya perhatikan saudara Karjo tidak membaca tulisan-tulisan saya yang lainnya yang terpampang di milis padhang-mbulan.

Nah begini, dalam tulisan "[030720] Tidak benar Aceh bersatu dengan Negara RI-Jawa-Yogya Soekarno", saya pernah menulis mengapa Negara RI saya sebut dengan Negara RI-Jawa-Yogya ? ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030720.htm )

Disini saya kutif kembali sebagian dari apa yang telah saya tulis dalam tulisan tersebut:

Ketika pada awal bulan September 1945 Soekarno membentuk Kabinet RI yang pertama menurut UUD 1945 yang dalam pembukaannya menyatakan "...Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia...(Pembukaan UUD 1945), ternyata Soekarno mengklaim bahwa "seluruh tumpah darah Indonesia" adalah menyangkut Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Sehingga diangkatlah 8 orang Gubernur untuk kedelapan propinsi yang diklaim Soekarno itu, salah satu Gubernur yang diangkat Soekarno itu adalah Mr. Teuku Mohammad Hassan untuk propinsi Sumatra. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.30)

Pada tanggal 27 Agustus 1945 Mr. Teuku Mohammad Hassan sampai di Medan yang ditugaskan oleh Pemerintah untuk membentuk Komite Nasional Indonesia di Wilayah Sumatra sambil memberitahukan bahwa Indonesia telah diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.70)

Ketika Mr.Teuku Mohammad Hassan sedang berada di Sumatra inilah pasukan Sekutu (Inggris - Gurkha) yang diboncengi oleh tentara Belanda dan NICA (Netherland Indies Civil Administration) dibawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Medan pada tanggal 9 Oktober 1945. Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan Belanda yang dikenal dengan pertempuran "Medan Area". Pada tanggal 10 Desember 1945 seluruh daerah Medan digempur pasukan Sekutu dan NICA lewat darat dan udara.

Bukan hanya di Medan, di Padang dan Bukittinggipun digempur pasukan Sekutu dan serdadu NICA. Sedangkan di Aceh Sekutu itu menggerakkan pasukan-pasukan Jepang untuk menghadapi dan menghantam pejuang-pejuang Islam Aceh, maka pecahlah pertempuran yang dikenal sebagai peristiwa Krueng Panjo/Bireuen, pada bulan November 1945. Kemudian Sekutu mengirim lagi pasukan Jepang dari Sumatra Timur menyerbu Aceh sehingga terjadi pertempuran besar di sekitar Langsa/Kuala Simpang. Pihak pejuang Islam Aceh yang langsung dipimpin oleh Residen Teuku Nyak Arif. Kemudian pasukan Jepang dapat dipukul mundur. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.70-71)

Nah, sebelum menghadapi gempuran musuh Jepang yang digerakkan oleh Sekutu itulah para tokoh Islam Aceh melakukan sumpah bersama untuk membela dan mempertahan Aceh dari serangan musuh Sekutu yang diboncengi oleh tentara Belanda dan memanfaatkan tentara Jepang yang ada di Sumatra.

Kemudian pada tanggal 25 Maret 1947 ditandatangani persetujuan Linggajati di Istana Rijswijk, sekarang Istana Merdeka, Jakarta. Dimana perjanjian Linggajati ini dari pihak RI ditandatangani oleh Sutan Sjahrir, Mr.Moh.Roem, Mr.Soesanto Tirtoprodjo, dan A.K.Gani, sedangkan dari pihak Belanda ditandatangani oleh Prof.Schermerhorn, Dr.van Mook, dan van Poll. Dimana isi perjanjian Linggajati itu, Belanda mengakui secara de pacto RI dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura. RI dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama RIS, yang salah satu negara bagiannya adalah RI. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.119,138)

Nah sekarang jelas, secara de pacto daerah kekuasaan RI setelah perjanjian Linggajati bukan yang diklaim oleh Soekarno dari semula yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan, melainkan hanya meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura.

Selanjutnya, ketika RI dibawah pimpinana Soekarno Cs dipukul mundur dan makin terdesak serta terkurung oleh pasukan Van Mook, maka diajukanlah perundingan baru di kapal pengangkut pasukan Angkatan Laut Amerika USS Renville yang dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 1948, yang sebagian isinya mengakui secara de facto kekuasaan RI hanya sekitar daerah Yogyakarta saja. Dimana perjanjian Renville ini ditandatangani oleh Perdana Mentri Mr. Amir Sjarifuddin dari Kabinet Amir Sjarifuddin, yang disaksikan oleh H.A. Salim, Dr.Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.155,163)

Nah sejak perjanjian Renville ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948, maka yang dinamakan Republik Indonesia dibawah pimpinan Soekarno secara de pacto hanyalah sekitar Yogyakarta.

Dengan alasan inilah mengapa saya selalu mengatakan RI-Jawa-Yogya, karena Negara RI yang berkuasa di Jawa Tengah sekitar Yogyakarta.

Nah, berdasarkan secara de jure dan facto, wilayah kekuasaan RI yang diklaim sejak semula oleh Soekarno yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan, sekarang setelah menandatangani perjanjian Renville, maka wilayah kekuasaan RI dibawah Soekarno hanyalah sekitar Yogyakarta saja.
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030720.htm )

Nah sekarang, itulah jawaban saya, mengapa saya panggil Negara RI dengan panggilan Negara RI-Jawa-Yogya.

Selanjutnya, tentang komentar saudara Karjo: "hayoh anda pulang ke Indo, jangan cuman cangkem thok.... Ajak si Tiro itu pulang ke Indo ( kalo' berani,), ngapain di Swedia".

Itu soal kapan saya mau pulang ke Negara RI-Jawa-Yogya, dan kapan Teungku Muhammad Hasan di Tiro mau pulang ke Aceh, itu bukan urusan saudara Karjo.

Nah terakhir, inilah sedikit penjelasan untuk saudara Karjo.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From : "karjo_72" <karjo_72@yahoo.com>
To : padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject : [padhang-mbulan] Re: MENUNTUT KEADILAN NEGERI ACEH YANG DIDUDUKI SOEKARNO MERUPAKAN JIHAD ZALIM
Date : Tue, 29 Jul 2003 16:38:17 -0000

Sampeyan ngga' usah banyak cangkem!! bawa jihad jihad segala...

Ajak si Tiro itu pulang ke Indo ( kalo' berani,), ngapain di Swedia, sementara 'klub' nya banyak bergelimpangan di Aceh, pulang dong jangan hanya cangkem thok! sebagai wong Jowo saya tersinggung dikatakan kalo' wong -wong Jowo itu mangan Aceh! yang mangan itu siapa?
Harto si tua telo itu? kalo' itu ya! dan dia memang bajingan tengik! yang lainnya ??? jangan disamaratakan dong!

Karjo asli Jowo

karjo_72@yahoo.com
----------

From : "karjo_72" <karjo_72@yahoo.com>
To : padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject : Re: PENGADILAN JURU RUNDING GAM SALAH SATU USAHA MEGAWATI TUTUPI PENDUDUKAN ACEH
Date : Tue, 29 Jul 2003 16:46:11 -0000

--- In padhang-mbulan@yahoogroups.com, "Ahmad Sudirman"
<ahmad_sudirman@h...> wrote:
> http://www.dataphone.se/~ahmad
. Juga mempropagandakan GAM sebagai satu organisasi teroris yang
> berusaha melepaskan dari Negara RI-Jawa-Yogya.
>

Lagi lagi Anda menyebut, 'Negara RI-Jawa-Yogya', apa sih maksud anda? bikin senewen terhadap orang Jowo? Jowo kuwi penjajah, Jowo kuwi telo?? hayoh anda pulang ke Indo, jangan cuman cangkem thok, bela mereka yang ndukung si Tiro!

Karjo

karjo_72@yahoo.com
----------