Stockholm, 2 Agustus 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SEBAGIAN BESAR FAKTA, SEJARAH DAN HUKUM TENTANG ACEH TELAH DIBUKAKAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SEBAGIAN BESAR FAKTA, SEJARAH DAN HUKUM YANG MENDASARI KETIKA BERLANGSUNGNYA SEJARAH TENTANG ACEH TELAH DIBUKAKAN KEHADAPAN SELURUH RAKYAT ACEH DAN SELURUH RAKYAT NEGARA RI-JAWA-YOGYA

"Lihatlah kalau memang kelompok saudaraku memang berjihat di jalan Allah ???!!! tentunya TNI/Polri yang banyakpun akan hancur, karena Allah akan membantu perjuangan saudaraku!!!!! yang menurut alibi saudaraku benar, dan selalu berlindung di dalam kalimat hanya kepada-MU-lah aku berserah diri, bersujud dan hanya kepada-MU-lah aku memohon pertolongan!!! kalau memang itu betul, benarkah saudarakau melawan NEGARA yang telah disepakati oleh 250 juta lebih bangsa ini yang kita sebut dengan sebutan BANGSA INDONESIA, benarkah angan-angan kosong saudaraku akan berhasil????? benarkah Allah SWT akan meridloi perjuangan saudaraku????? dan.....akibat keponggahan saudaraku lihat ke Aceh mungkin mereka-mereka yang tidak berdosapun harus kembali kepada-NYA karena ulah saudara!!!!!! Tidak sadarkah bahwa kebohongan yang saudara ciptakan itu telah membunuh orang-orang yang mungkin tak mengerti tentang apa yang saudara celotehkan. Sadarlah bahwa karena kebohongan saudara telah mengorbankan RIBUAN anak bangsa ini dan saudaraku berfoya-foya dinegeri orang. Memang falsafah yang anda cetak sunggu menakjubkan demi kepentingan saudaraku yang isinya "Biar saya mati berkalang tanah asalkan pemimpinku bisa lolos kenegeri asing. Ingat apabila saudaraku menebarkan KEBOHONGAN2 maka sampai ajalpun anda akan memperoleh penderitaan."
(Gajah Iskandar, pdmdnad@telkom.net , Fri, 01 Aug 2003 23:51:33 +0700).

Alhamdulillah, terimakasih kepada Kolonel AL Gajah Iskandar di negeri Aceh yang telah mengirimkan tanggapannya terhadap tulisan-tulisan saya yang lalu.

Dalam tanggapan saudara Gajah Iskandar kali ini sebagian besar ditinjau dari sudut Islam, seperti dari Firman Allah SWT yang dikutifnya:

"Dan katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap; sesunggunya yang batil itu pasti lenyap." (Al-Qur'an, 17: 81). "Dan ada orang-orang yang mendirikan Masjid untuk menimbulkan kemudharatan, kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, serta menunggu kedatangan yang telah memerangi Allah dan Rasuk-NYA sejak dahulu. Mereka sesunggunya bersumpah, "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesunggunya mereka itu adalah pendusta. Janganlah kamu shalat di dalamnya selama-lamanya. Sesunggunya masjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih (Al Qur'an, 9:107-108)

Memang jelas dari Al-Quran surat Al Isra ayat 81 diatas menggambarkan bahwa yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Itu menggambarkan bagaimana Allah SWT yang telah menurunkan Al Quran kepada Rasul-Nya Muhammad SAW sebagai petunjuk dan menjadi penawar dan rakhmat bagi orang-orang beriman. Itulah suatu kebenaran yang datang dari Allah SWT bagi seluruh ummat pengikut Rasulullah SAW. Dan ayat ini juga mengisyaratkan kepada Rasulullah SAW supaya berhijrah dari Mekah ke Yatsrib (Madinah sekarang). Dimana dalam ayat sebelumnya (ayat 76) telah digambarkan :"Dan sesungguhnya hampir-hampir mereka membuatmu gelisah dinegeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya..."(Al Quran, 17: 76).

Adapun dari Al-Quran surat At-Taubah ayat 107-108 telah jelas menggambarkan seorang pendeta Nasrani bernama Abu Amir yang ditunggu kedatangannya dari Syria untuk bersembahyang di mesjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Tetapi Abu Amir tidak jadi datang karena ia mati di Syria. Kemudian mesjid yang didirikan oleh kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah SAW. Kemudian bagi kaum muslimin adalah yang patut untuk shalat didalamnya adalah di mesjid Quba, mesjid yang didirikan atas Taqwa, dimana didalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri.

Nah sekarang, kalau kedua ayat diatas ayat 81 surat Al-Isra dan ayat 107-108 surat At-Taubah, diproyeksikan kepada keadaan di Negara RI-Jawa-Yogya, maka jelas tidak nyambung. Pertama, mesjid Quba yang dibangun atas dasar taqwa tidak bisa diproyeksikan kepada Negara RI-Jawa-Yogya yang memiliki dasar pancasila yang sekaligus pancasila menjadi sumber hukum di negara RI-Jawa-Yogya. Kedua, negeri Aceh yang diduduki oleh Soekarno Presiden Negara RI-Jawa-Yogya tidak bisa dianggap sebagai hasil proyeksi mesjid yang dibangun oleh orang-orang munafik yang menunggu kedatangan pendeta Nasrani Abu Amir dari Syria. Karena Negeri Aceh ketika awal masa Soekarno dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh seorang ulama dan pemimpin serta yang memaklumatkan Negara Islam Indonesia tanggal 20 September 1953 yang bebas dari kekuasaan Negara Pantja Sila atau Negara RI-Jawa-Yogya yang dipimpin oleh Soekarno.

Jadi, sebenarnya, kalau saudara Gajah Iskandar ingin mengutif ayat-ayat Al Quran untuk diproyeksikan kepada Negara RI-Jawa-Yogya dibawah pimpinan Soekarno dan sekarang dilanjutkan oleh Presiden Megawati yang tetap mempertahankan pendudukan negeri Aceh, maka jelas harus dipikirkan seribu kali sebelum mengutif ayat-ayat Al-Quran tersebut.

Kemudian, ketika saya menulis dalam tulisan "[030729] Menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno merupakan jihad zalim " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030729.htm ), diterangkan ada bermacam-macam jihad, yang salah satunya adalah jihad zalim yaitu Jihad melawan mereka yang selalu berbuat zalim dan penganiyaan terhadap kaum muslimin.

Nah sekarang, rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

Dimana Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya-nya telah menduduki dan menjajah negeri Aceh, yang pada awalnya secara diam-diam dimasukkan kedalam wilayah Sumatera Utara. Coba baca lagi tulisan saya "[030728] Soekarno telan Aceh pakai mulut Sumut " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030728.htm )

Nah, sikap dan perjuangan rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro merupakan suatu tindakan dan perjuangan melawan Soekarno dan para penerusnya yang telah melakukan tindakan zalim terhadap rakyat Aceh melalui pendudukan negeri Aceh sampai detik sekarang ini.

Dan tentu saja, sikap, tindakan, perjuangan rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro merupakan suatu tindakan dan perjuangan melawan Soekarno dan para penerusnya yang telah melakukan tindakan zalim terhadap rakyat Aceh melalui pendudukan negeri Aceh dimasukkan kedalam jihad zalim, artinya jihad melawan mereka yang selalu berbuat zalim dan penganiyaan terhadap rakyat muslim di Aceh melalui pendudukan negeri Aceh.

Nah sekarang, kalau saudara Gajah Iskandar mengatakan: "Lihatlah kalau memang kelompok saudaraku memang berjihat di jalan Allah ???!!! tentunya TNI/Polri yang banyakpun akan hancur, karena Allah akan membantu perjuangan saudaraku!!!!! yang menurut alibi saudaraku benar, dan selalu berlindung di dalam kalimat hanya kepada-MU-lah aku berserah diri, bersujud dan hanya kepada-MU-lah aku memohon pertolongan!!!"

Memang, berhasil atau tidaknya, bisa dilihat dari sejauhmana rakyat Aceh yang dari awal dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan NII/RIA, kemudian diteruskan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro sampai detik ini, itu sudah 50 tahun masih juga teguh. Sedangkan Negara RI-Jawa-Yogya sudah berganti 5 Presiden, masih juga tidak mampu menghancurkan perjuangan rakyat Aceh yang menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

Adapun kalau saudara Gajah Iskandar mengatakan: "benarkah saudarakau melawan NEGARA yang telah disepakati oleh 250 juta lebih bangsa ini yang kita sebut dengan sebutan BANGSA INDONESIA, benarkah angan-angan kosong saudaraku akan berhasil????? benarkah Allah SWT akan meridloi perjuangan saudaraku?????"

Rakyat Aceh yang dari awal dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang sampai detik ini sudah 50 tahun berjuang karena memang bertekad untuk membebaskan negeri Atjeh dari ikatan kekuasaan Negara Pantja Sila yang telah mendudukinya melalui jalur Sumatera Utara tanpa melalui perjanjian antara pimpinan negeri Aceh pada waktu itu dengan pihak Soekarno Cs dari negara RI-Jawa-Yogya yang menjadi Negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS).

Negara RI-Jawa-Yogya yang dikatakan oleh saudara Gajah Iskandar : "yang telah disepakati oleh 250 juta lebih bangsa ini yang kita sebut dengan sebutan BANGSA INDONESIA".

Itu tidak ada buktinya secara fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung. Coba baca kembali tulisan-tulisan saya sebelum ini.

Jadi, berhasil atau tidaknya, itu semua diserahkan kepada Allah SWT, yang akan menentukan dan memberikan putusan akhir. Rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh tetap akan terus berjuang untuk menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

Dalam usaha untuk menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh bukan karena didasarkan kepada apa yang dikatakan oleh saudara Gajah Iskandar: "keponggahan ...dan... kebohongan".

Karena rakyat Aceh yang sejak awal dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang sampai detik ini sudah 50 tahun tidak mereka itu "ponggah ...dan... bohong". Sebagian besar fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung telah dikemukakan kehadapan seluruh rakyat Negara RI-Jawa-Yogya pada umumnya dan kepada seluruh rakyat negeri Aceh pada khususnya.

Tentu saja, bagi rakyat yang telah sadar dan mau mengakui secara benar dan jujur akan bisa membaca dan mengerti dari sebagian besar fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah itu berlangsung telah dikemukakan kehadapan mereka.

Tentang tuduhan saudara Gajah Iskandar: "mungkin mereka-mereka yang tidak berdosapun harus kembali kepada-NYA karena ulah saudara!!!!!! Tidak sadarkah bahwa kebohongan yang saudara ciptakan itu telah membunuh orang-orang yang mungkin tak mengerti tentang apa yang saudara celotehkan."

Sebenarnya, kalau pihak Presiden Megawati Cs yang ditunjang oleh TNI dibawah pimpinan
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dipayungi oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, disokong penuh oleh Menlu Noer Hassan Wirajuda, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya menyadari apa yang telah dijalankan melalui dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003, menyadari bahwa sebenarnya, jatuhnya korban rakyat Aceh yang tidak berdosa, itu akibat dari deklarasi perang yang dikumandangkan oleh Presiden Megawati kepada pihak rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

Seterusnya mengenai tuduhan saudara Gajah Iskandar: "Sadarlah bahwa karena kebohongan saudara telah mengorbankan RIBUAN anak bangsa ini dan saudaraku berfoya-foya dinegeri orang."

Nah, walaupun sudah jelas, siapa sebenarnya yang berbohong dan menutupi semua fakta, sejarah dan hukum yang mendasari waktu sejarah berlangsung tentang pendudukan negeri Aceh oleh pihak Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya dan TNI-Nya, ditambah lagi menuduh para pimpinan rakyat Aceh yang ada di luar dengan berfoya-foya.

Siapa yang berfoya-foya para pimpinan ASNLF/GAM diluar negeri. Sepengetahuan saya, tidak ada seorangpun pimpinan ASNLF/GAM yang menjadi milyuner di negeri orang dengan hidup berfoya-foya. Siapa mereka yang befoya-foya di negeri orang yang dituduhkan oleh saudara Gajah Iskandar itu?

Begitu juga mengenai ungkapan kata saudara Gajah Iskandar: "Memang falsafah yang anda cetak sungguh menakjubkan demi kepentingan saudaraku yang isinya "Biar saya mati berkalang tanah asalkan pemimpinku bisa lolos kenegeri asing. Ingat apabila saudaraku menebarkan KEBOHONGAN2 maka sampai ajalpun anda akan memperoleh penderitaan."

Sebenarnya, untaian kata saudara Gajah Iskandar itu tidak kena sasaran, karena dengan dijalankannya taktik dan strategi perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro untuk menuntut keadilan melalui tuntutan negeri Aceh yang diduduki Soekarno dikembalikan lagi kepada rakyat Aceh, karena tidak sesuai dan melanggar Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan" sampai detik sekarang ini, ternyata pihak Jenderal Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Presiden Megawati dengan TNI-nya tidak memapu menghancurkan taktik dan strategi perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro ini.

Terakhir saya serahkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Gajah Iskandar" <pdmdnad@telkom.net>
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: To@dataphone.se: <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <kammi-malang@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <keadilan4all@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <acsa@yahoogroups.com>, <editor@jawapos.co.id>, <habearifin@yahoo.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: Saudaraku yang batil pasti lenyap!
Date: Fri, 01 Aug 2003 23:51:33 +0700

Dan katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap."Sesunggunya yang batil itu pasti lenyap.(al-Qur'an, 17: 81)

Dan ada orang-orang yang mendirikan Masjid untuk menimbulkan kemudharatan, kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, serta menunggu kedatangan yang telah memerangi Allah dan Rasuk-NYA sejak dahulu. Mereka sesunggunya bersumpah, "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesunggunya mereka itu adalah pendusta. Janganlah kamu shalat di dalamnya selama-lamanya. Sesunggunya masjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih (al Qur'an, 9:107-108)

Saudaraku, coba renungkan dan mohon ampunlah kepada Tuhanmu, lihatlah kalau memang kelompok saudaraku memang berjihat di jalan Allah ???!!! tentunya TNI/Polri yang banyakpun akan hancur, karena Allah akan membantu perjuangan saudaraku!!!!! yang menurut alibi saudaraku
benar, dan selalu berlindung di dalam kalimat hanya kepada-MU-lah aku berserah diri, bersujud dan hanya kepada-MU-lah aku memohon pertolongan!!! kalau memang itu betul, benarkah saudarakau melawan NEGARA yang telah disepakati oleh 250 juta lebih bangsa ini yang kita sebut dengan sebutan BANGSA INDONESIA, benarkah angan-angan kosong saudaraku akan berhasil????? benarkah Allah SWT akan meridloi perjuangan saudaraku????? dan.....akibat keponggahan saudaraku lihat ke Aceh mungkin mereka-mereka yang tidak berdosapun harus kembali kepada-NYA karena ulah saudara!!!!!! Tidak sadarkah bahwa kebohongan yang saudara ciptakan itu telah membunuh orang-orang yang mungkin tak mengerti tentang apa yang saudara celotehkan. Sadarlah bahwa karena kebohongan saudara telah mengorbankan RIBUAN anak bangsa ini dan saudaraku berfoya-foya dinegeri orang. Memang falsafah yang anda cetak sunggu menakjubkan demi kepentingan saudaraku yang isinya "Biar saya mati berkalang tanah asalkan pemimpinku bisa lolos kenegeri asing. Ingat apabila saudaraku menebarkan KEBOHONGAN2 maka sampai ajalpun anda akan memperoleh penderitaan.

Gajah Iskandar

Aceh
pdmdnad@telkom.net
----------