Stockholm, 18 Agustus 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

RI-JAWA-YOGYA YANG BERDASAR PANCASILA KETIKA DIBANGUN SEBAGIANNYA PAKAI CARA CAPLOK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BENAR RI-JAWA-YOGYA YANG BERDASAR PANCASILA KETIKA DIBANGUN SEBAGIANNYA PAKAI CARA CAPLOK

"Assalamu 'alikum Wr.Wb. Dengan tdk bosannya saya serukan pd Anda dan kawan-kawan. Rasullah dulu, di Arab ada dua Imperium kekuatan besar yaitu Persia dan Romawi, Rasullah tdk menyerukan kepada Nasionalisme kearaban, tdk juga menyerukan ikata tribalisme, kalau dia menyerukan ini pasti Rasullah SAW tdk akan mendapat tantangan yg sebegitu hebat, tapi yg Rasullah serukan adalah Islam. Islam Bukanlah nama suatu kaum, Islam bukanlah nama suatu Nation, tapi siapa saja yg tunduk, yg pasrah, yg mau berserah diri pd aturan dan kemauan Allah Azza Wazallah. Jadi serukanlah Islam ini, pastilah dgn segenap jiwa dan raga, hati nurani kami akan kami berikan utk perjuangan ini."
( Rahmatullah, icmijed@hotmail.com , Rahmatahyani@yahoo.com , Mon, 18 Aug 2003 01:57:50 +0300)

Terimakasih untuk saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia yang makin gigih menyampaikan pikirannya untuk tetap mempertahankan kebijaksanaan politik, keamanan dan pertahanan Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya yang berdasarkan Pancasila dengan TNI-nya terhadap negeri Aceh yang diteruskan sampai detik ini oleh para penerusnya seperti Presiden Megawati.

Kalau saudara Rahmatullah menampilkan Rasulullah saw yang membangun Daulah Islam Rasulullah di Madinah untuk dijadikan sebagai sandaran dalam menyelesaikan dan membangun Negara RI-Jawa-Yogya yang berdasakan Pancasila dan berkonstitusi UUD 1945 sekular, jelas cara dan jalan yang ditempuh saudara Rahmatullah ini tidak sesuai.

Bagaimana mungkin Negara RI-Jawa-Yogya yang hukumnya bersumberkan dari Pancasila dan konstitusi-nya UUD 1945 mau diibaratkan dengan Daulah Islam Rasulullah yang hukumnya bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah dan konstitusi-nya Undang Undang Madinah.

Jelas, Rasulullah saw ketika membangun Daulah Islam Rasulullah dengan konstitusi negara-nya Undang Undang Madinah yang mengembalikan semua perkara kepada Allah dan Rasul-nya.

Sedangkan Negara RI-Jawa-Yogya yang dibangun berdasarkan sumber hukum Pancasila dengan konstitusi negara-nya UUD 1945.

Dua negara yang saling bertolak belakang dan jauh berbeda.

Nah, kalau juga mau mencontoh Rasulullah dengan Daulah Islam Rasulullah dan UU Madinah-nya, maka jelas itu dasar negara Negara RI-Jawa-Yogya harus secara radikal dirubah dengan dasar Islam, begitu juga konstuitusi UUD 1945 harus disesuaikan dengan Undang Undang Madinah.

Kalau tidak, saudara Rahmatullah jangan menyinggung perjuangan Rasulullah membangun Daulah Islam Rasulullah dengan dikaitkan pada Negara RI-Jawa-Yogya yang sumber hukumnya diambil dari Pancasila.

Kemudian, memang benar karena Soekarno ketika melebur Negara/Daerah bagian RIS kedalam Negara RI-Jawa-Yogya telah melakukan kesalahan fatal dengan mencaplok negeri Aceh tanpa membicarakan, berdiskusi dan meminta kerelaan dan persetujuan rakyat dan pemimpin Aceh khususnya Teungku Muhammad Daud Beureueh di telan kedalam perut wilayah daerah propinsi Sumetara Utara yang asalnya merupakan Negara Sumatera Timur yang dipimpin oleh Wali Negara Teungku Mansyur.

Inilah kesalahan yang paling besar diawal pembentukan Negara RI-Jawa-Yogya oleh Soekarno Cs.
Dan jelas, cara dan metoda yang dipakai Soekarno Cs ini bertentangan dengan cara dan metoda yang dipakai Rasulullah ketika membangun Daulah Islam Rasulullah di Madinah.

Nah sekarang, kalau rakyat Aceh dengan Teungku Muhammad Daud Beureueh yang diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro menuntut kembali negeri Aceh yang dicaplok Soekarno tersebut, adalah suatu kewajaran dan bisa diterima dengan akal, baik melalui cara referendum atau melalui perjuangan pembebasan negeri Aceh.

Tetapi, kalau daerah asal saudara Rahmatullah yaitu daerah Banten, memang secara hukum tidak dibenarkan untuk meminta memisahkan diri dari negera RI-Jawa-Yogya. Mengapa ?

Karena, daerah Banten termasuk juga daerah federal Jakarta merupakan daerah wilayah kekuasaan Negara Jawa Barat atau Negara Pasundan dengan ibukota Bandung yang diproklamirkan pada tanggal 4 Mei 1947 oleh Soeria Kartalegawa, Ketua Partai Rakyat Pasundan. Tetapi baru secara resmi dinyatakan berdiri pada tanggal 26 April dengan melatik R.A.A Wiranatakusumah sebagai Wali Negara. Setelah diselenggarakan tiga kali konferensi yaitu pertama pada tanggal 16 Oktober 1947, kemudian yang kedua pada tanggal 20 Desember 1947, seterusnya yang ketiga pada tanggal 16 Februari sampai dengan tanggal 5 Maret 1948. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.171)

Dimana Negara Jawa Barat atau Negara Pasundan ini merupakan Negara bagian RIS. Pada tanggal 8 Maret 1950 Pemerintah RIS dengan persetujuan Parlemen (DPR) dan Senat RIS mengeluarkan Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS. Dimana berdasarkan Undang-Undang Darurat itu, beberapa negara bagian menggabungkan ke RI, sehingga pada tanggal 5 April 1950 yang tinggal hanya tiga negara bagian yaitu, RI, NST (Negara Sumatera Timur), dan NIT (Negara Indonesia Timur). (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 42)

Nah disini sudah jelas, dilihat dari dasar hukum, maka Negara Jawa Barat atau Negara Pasundan yang didalamnya melingkupi daerah Banten tempat asal saudara Rahmatullah tidak bisa melepaskan diri lagi dari Negara RI-Jawa-Yogya karena sudah terikat oleh perjanjian yang tertuang dalam Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS.

Nah terakhir, masalah dasar hukum inilah yang menimbulkan tuntutan rakyat Aceh dari sejak awal ketika masih dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh dan dilanjutkan sekarang oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan tuntutan supaya Soekarno dan para penerusnya mengembalikan lagi negeri Aceh yang telah diduduki ke tangan rakyat Aceh yang berhak.

Jadi bukan akibat ketidak mampuan para pimpinan Negara RI-Jawa-Yogya menjalankan fungsi negara untuk mencapai tujuan bernegara" seperti yang ditulis saudara Rahmatullah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "rahmatullah" <icmijed@hotmail.com>
To: ahmad_sudirman@hotmail.com , ahmad@dataphone.se , forkit@yahoogroups.com
Subject: distorsi
Date: Mon, 18 Aug 2003 01:57:50 +0300

Bismillah hirrohman nirrohim.
Assalamu a'laikum Wr.Wb.

Saya ucapkan terima kasih atas tanggapan mein bruder herr Ahmad Sudirman.

Walau Rakyat Aceh sudah dua kali memberikan kontribusi yang sangat-sangat besar itu kepada awal-awal berdirinya NKRI ini yaitu utk pembelian pesawat dan pembebasan Irian Barat dan ada orang Aceh yg duduk di BPUPKI pun dianggap bukan bukti yg mengikat secara hukum terintegrasi-nya Aceh ke dalam NKRI pun diingkari, sebagai Geschichtsrecht bukti Aceh sebagai bagian dari kesatuan NKRI, maka saya anggap bruder Ahmad Sudirman telah melakukan distorsi sejarah.

Jauh sebelum itu Fathahillah seorang keturunan dari kerajaan Samudra Pasai yg Kerajaannya dihancurkan oleh Portugis, Fathahillah (Gafarallah anhu) melakukan counter attact adalah di tanah Jawa, yaitu Batavia, dan beliau berhasil Batavia diganti menjadi Jayakarta, nama beliau kami abadikan sebagai nama jalan, nama Masjid. Dan kami mempunyai satu kehormatan karena bumi pasundan, Sumedang Jawa Barat menyimpan Jasad Syahidah (orang yg mati Syahid-nya perempua) Cut Nyak Dien (Gafarallah anha), Pahlawan kami, Pahlawan kami, berasal dari tanah Rencong Aceh.Inilah Geschichtsrecht kami, inilah warisan perjuangan para nenek moyang kami yg bermodalkan Jihad fi Sabillah yg mengalahkan kape-kape kafir belanda la'natullah itu.

Kesalahan Pemimpin kami yg sangat fatal adalah sekali lagi, tdk menjalan fungsi negara utk mencapai tujuan bernegara waktu negara itu didirikan, kalau Beliau-beliau itu bisa memberikan atau menciptakan kondisi sosial ekonomi yg baik seandainya ada REFERENDUM-PUN RAKYAT ACEH AKAN TETAP MEMILIH DALAM NKRI. Kalau sekarang Referendum yach bukan hanya Aceh yg sebegitu menderitanya akibat penindasan ini, Banten-pun (jarak Banten-Jakarta +_ 70 KM, dan saya orang Banten) kalau ditawarkan referendum akan memilih lepas dari Indonesia, mengapa ??? Apa saya tdk muak melihat tarif Telepon, BBM, Listrik pada naik, baiaya pendidikan selangit mahalnya !!!!!!! sementara ada perampok uang negara yg dikasih release and decharge, negara bangkrut karena korupsi tapi tdk ada koruptor yg digantung di Monas (Cina seorang koruptor ada yg digantung lho) yah jelas dong pemimpin kami tdk berani melayani tantangan Anda dan kawan-kawan karena pasti kalah (contoh kasus Timor Timur), ini akibat kesalahan dan dosa mereka sendiri. Tapi inilah Jihad kami, kata Rasullah ''Sebaik-baik Jihad adalah apabila seorang laki-laki yg patriot dan kesatria yg mampu menyatakan amar ma'ruf nahi mungkar di hadapan penguasah yg dhalim, kemudian karena itu dia dibunuh maka matinya adalah mati Syahid, dan Syurganya ditempatnya para pemimpin Suhada Hamzah dan Ja'far," dan Kata Al-Quran lagi diciptakannya kematian dan kehidupan itu adalah sebagai ujian utk siapa diantar kita yg paling baik amalnya".

Dengan tdk bosannya saya serukan pd Anda dan kawan-kawan. Rasullah dulu, di Arab ada dua Imperium kekuatan besar yaitu Persia dan Romawi, Rasullah tdk menyerukan kepada Nasionalisme kearaban, tdk juga menyerukan ikata tribalisme, kalau dia menyerukan ini pasti Rasullah SAW tdk akan mendapat tantangan yg sebegitu hebat, tapi yg Rasullah serukan adalah Islam. Islam Bukanlah nama suatu kaum, Islam bukanlah nama suatu Nation, tapi siapa saja yg tunduk, yg pasrah, yg mau berserah diri pd aturan dan kemauan Allah Azza Wazallah. Jadi serukanlah Islam ini, pastilah dgn segenap jiwa dan raga, hati nurani kami akan kami berikan utk perjuangan ini.

Ewigkeitbruderschaft auf Islam.

Rahmatullah.

Jeddah, Saudi Arabia
icmijed@hotmail.com
----------

From: "rahmatullah" <icmijed@hotmail.com>
To: forkit@yahoogroups.com
Subject: [forkit] aceh sekali lagi
Date: Mon, 18 Aug 2003 12:18:41 +0300

Bismillah hirrohman nirrohim.
Assalamu a'laikum Wr.Wb.

Terima kasih utk yg kesekian kalinya kita dapat bertukar pandangan pada ruang cyberspace ini.
Kalau kami ungkapkan klaim-klaim sejarah tentang Aceh ini, tentunya banyak yg bisa kami ajukan kepada Anda dkk, tapi saya yakin nanti itu semua akan dibantah oleh Anda dan kawan-kawan bahwa itu tdk mengikat secara hukum positif, atau mungkin itu sejarah palsu bikin RIS-Jawa-Yogyakarta (Sebagaimana yg sering Anda nyatakan dlm tulisan-tulisan Anda).

Tapi menurut hemat dan pendirian saya tetap kesalahan ini ada pd pemimpin yg tdk menjalankan fungsi kenegaraan sebagaiman mestinya. Sebagai contoh negara yg menjalankan fungsinya ;orang Belanda, orang Inggris, orang Itali, orang Francis, orang Jerman itu tdk pernah bertanya-tanya tentang masa lalu pemerintahan kolonialnya di negara-negara jajahannya, mengapa demikian ??? karena walaupun menjajah toch negara tersebut berhasil memberikan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran warga negaranya walau pun utk itu ada bagian bumi ini yg dimiskinkan, contoh kami orang Indonesia selama +_ 350 tahun mengalami berbagai kerja paksan yg sangat menyengsarakan Bangsa kita, toch tdk ada orang Belanda (secara umum) yg bertanya apalagi menyatakan bahwa penjajahan adalah Crime againts humanity, mengapa hal ini bisa terjadi ??? mengapa karena Pemerintah Kerajaan Belanda berhasil menjalan fungsi kenegaraannya dan berhasil mencapai tujuna cita-cita tujuan bernegara, jadi negara-negara yg saya sebutkan tersebut persis seperti cerita legenda yg terkenal di Eropa itu ada perampok yg namanya Robinhood tapi hasil rampokannya dibagikan kepada fakir miskin, di Indonesia-kan tdk,!!! sudah merampok dananya diparkir di luar negri (bisa di Singapore atau di Swiss dll), biar tdk habis dimakan tujuh turunan, persetan dgn masyarakat miskin itu, masa bodoh masyarakat itu mau pintar atau tidak, tdk jadi soal aset-aset negara yg berharga dijual ke pihak asing yg notabene-nya sejarah adalah negara-negara penjajah, yg penting gua senang, gua menang. ini yg ada di Indonesia. Lain kasus di barat, lainpula di Indonesia.

Orang-orang Aceh yg di Jakarta semacam Ismail Hasan Meuteriem, Cut Yanti, Cut Keke, Cut Irma, Teuku Ryan, dll yg tingkat kesejahteraannya sudah sangat baik tdk mungkin minta referendum, kalaupun ada referendum itu kans-nya fifthy-fifthy itu.

Adalah suatu hal yg konyol kalau NKRI yg dipenuhi oleh pemimpin ala hutan rimba itu mengadakan referendum, utk memenangkan Referendum seperti yg anda dkk mintakan:apakah mungkin Rakyat Papua yg kekayaan alam-nya diexplotasi, habis-habisan, sementara masyarakatnya dibiarkan pakai KOTEKA akan memilih bergabung dgn NKRI ??????? Apakah mungkin Rakyat Aceh yg sudah sangat, sangat sangat menderita selama bertahun-tahun akan bergabung dgn NKRI, bila diadakan Referendum ????. Tidak mungkin itu.

Seandainya Ust. Hasan Mohammad Di Tiro atau Ust. Ahmad Sudirman jadi Amirul Mu'minin orang Aceh atau jadi Khalifah-nya orang Aceh atau President-nya orang Aceh atau jadi Raja-nya orang Aceh kemudian tdk bisa menjalankan fungsi dan cita-cita negara maka andapun akan direferendum oleh rakyat Aceh, paling tdk, minimal anda dikatakan pimpinan yg dhalim, yg tdk becus ngurus rakyat, penipu dll

Belajar dari Timor-timur yg hanya menjadikan para elit-nya ke puncak pimpin saja, dan menyediakan fasilitas perdagangan bagi businessman dari Australia saja.( Konon banyak mendirikan Super Market yg mangsa pasar-nya itu utk tentara PBB saja, karena pakai US $ ).

Juga belajar dari Kekhalifahan Turkey Ottman, yg harus menuruti semangat pembebasan Nasionalisme Arab, dan itu berhasil, tapi harga yg harus dibayar oleh kaum muslimin sangat mahal sekali yaitu Jatuhnya Palestina, tentunya termasuk Masjidil Aqsanya ke tangan orang-orang Yahudi.

Saya selalu ingin merajut rasa kebersamaan kita, rasa kebersamaan yg hampir putus, yg terkoyak-koyak oleh tirani otoriter baik sipil maupun militer, tirani-tirani despotic Firaunisme dan Neroisme, dan saya yakin BENANG UNTUK MERAJUT ITU SEMUA ADALAH AL-ISLAM, BUKAN YG LAINNYA.

Jeddah,18-08-2003.

Rahmatullah.

Jeddah, Saudi Arabia
icmijed@hotmail.com
----------