Stockholm, 30 Agustus 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

NKRI ATAU RI-JAWA-YOGYA HASIL PENCAPLOKAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG JELAS NKRI ATAU RI-JAWA-YOGYA ADALAH HASIL PENCAPLOKAN YANG DIJALANKAN SOEKARNO DENGAN TNI-NYA YANG DIPERTAHANKAN OLEH MEGAWATI CS BERSAMA-SAMA TNI SAMPAI DETIK INI

"Cara brutal GAM yang memaksa, merampok, menyandera dan menakut-nakuti penduduk, fasilitas umum dan masyarakat awam memang harus diredam dengan berbagai cara termasuk isolasi diplomatik dengan negara jiran. Dalam perjuangan menegakan NKRI tidak ada kata "takut" apalagi hanya "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh seperti GAM".
(Bambang Hutomo W., bambang_hw@re.rekayasa.co.id , Fri, 29 Aug 2003 08:15:57 +0700)

Baiklah saudara Bambang Hutomo W. di Jakarta, Indonesia.

Memang sebagian besar rakyat di Negara RI-Jawa-Yogya hanya melihat hasil dari pencaplokan, perampasan dan pendudukan yang dijalankan oleh Soekarno ketika membangun Negara RI-Jawa-Yogya atau yang dinamakan juga dengan nama NKRI.

Sehingga melahirkan pandangan dan pemikiran bahwa apa yang telah terhimpun dalam tubuh Negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI ini merupakan hasil yang tidak bisa dibongkar, dituntut, dan diproses kembali.

Akibatnya, ya itu, seperti apa yang ditulis oleh saudara Bambang Hutomo W. dari Jakarta ini: " Dalam perjuangan menegakan NKRI tidak ada kata "takut" apalagi hanya "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh seperti GAM".

Disini jelas saudara Bambang Hutomo W. ini hanya mempertahankan apa yang telah dijalankan oleh para pimpinan Negara RI-Jawa-Yogya tanpa dipertanyakan dasar hukum, fakta dan sejarah yang sebenarnya mengapa sampai terjadi proklamasi Negara Islam Indonesia di Aceh oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh tanggal 20 September 1953 dan diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro tanggal 4 Desember 1976.

Sebenarnya saya telah singgung masalah pencaplokan, perampasan, dan pendudukan negeri Aceh ini dalam tulisan-tulisan saya sebelum ini. Hanya karena memang saudara Bambang Hutomo W. ini mau berusaha menunjukkan bahwa menegakkan NKRI atau RI-Jawa-Yogya ini suatu perjuangan tanpa perampasan dan pendudukan negeri Aceh, maka tanpa dipikir panjang dan dianalisa lebih mendalam, langsung saja menulis: "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh seperti GAM".

Padahal, perjuangan rakyat Aceh dalam usaha membebaskan negeri Aceh dari pencaplokan, perampasan dan pendudukan Soekarno telah dijalankan dan dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dari sejak diproklamirkan Negara Islam Indonesia tanggal 20 September 1953.

Itu artinya perjuangan rakyat Aceh bukan dijalankan oleh "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh" seperti yang ditulis oleh saudara Bambang Hutomo W. ini.

Begitu juga perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro sampai detik ini, bukan hanya dijalankan oleh "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh."

Justru sebaliknya, pihak Soekarno cs dan yang juga dipertahankan sampai detik ini oleh pihak Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya yang telah menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan dan keamanan dengan cara mencaplok, perampas dan menduduki negeri Aceh. Dimana TNI dan POLRI dipakai alat oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati untuk menumpas pihak rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh yang diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang menuntut pembebasan negeri Aceh dari pencaplkan, perampasan dan pendudukan Soekarno dengan Negara Pantja Sila-nya atau Negara RI-Jawa-Yogya-nya.

Coba baca lagi fakta, sejarah dan hukum yang mendasari ketika sejarah itu berlangsung yang telah saya tulis dalam tulisan

[030821] Soekarno rampas Aceh tuduh Daud Beureueh bangun negara dalam negara
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030821a.htm )
[030819] Teungku Muhammad Daud beureueh lepas dari Negara Pantjasila
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030819a.htm )
[030818] RI-Jawa-Yogya yang berdasar Pancasila ketika dibangun sebagiannya pakai cara caplok
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030818a.htm )
[030805] Benar Megawati penerus Soekarno menduduki negeri Aceh
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030805.htm )

Jadi, sebenarnya, kalau saudara Bambang Hutomo W. dari Jakarta ini mau saja meresapi dan mendalami dengan hati terbuka dan jujur apa yang telah dilakukan oleh Soekarno Cs ketika membentuk NKRI atau RI-Jawa-Yogya, maka akan terbukalah bahwa memang benar Soekarno cs yang telah mencaplok, merampas dan menduduki negeri Aceh, sehingga timbul kemelut sampai detik ini.

Tetapi, kalau saudara Bambang Hutomo W. ini hanyalah meneruskan suara-suara para pimpinan negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI ini, maka jelas muncullah itu suara-suara seperti yang ditulisnya: "Cara brutal GAM yang memaksa, merampok, menyandera dan menakut-nakuti penduduk, fasilitas umum dan masyarakat awam memang harus diredam dengan berbagai cara termasuk isolasi diplomatik dengan negara jiran. Dalam perjuangan menegakan NKRI tidak ada kata "takut" apalagi hanya "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin susah masyarakat Aceh seperti GAM".

Padahal justru sebaliknya bagaimana Soekarno Cs dengan TNI-nya yang telah mencaplok negeri Aceh melakukan tindakan bumi hangus dan penumpasan besar-besaran para pejuang rakyat Aceh. Begitu juga Jenderal Soeharto melakukan tindakan brutal dengan DOM-nya yang ditunjang oleh TNI terhadap para pejuang rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Begitu juga sampai detik ini pihak Presiden Megawati yang ditunjang oleh pihak TNI telah membumi hanguskan negeri Aceh dengan menciptakan terlebih dahulu dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Karena itu kita ini harus jujur dan terbuka, biarlah rakyat Aceh menentukan nasib dan keinginan mereka sendiri, jangan negeri Aceh terus saja diduduki. Karena akhirnya, yang lemah sebab kehabisan tenaga adalah pihak Negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI ini. Karena rakyat Aceh akan terus berjuang. Generasi Teungku Muhammad Daud Beureueh selesai, diteruskan oleh generasi Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Habis generasi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dilanjutkan oleh generasi penerusnya yang sekarang telah menyebar, bukan hanya di Aceh tetapi juga diseluruh dunia. Jadi estafet perjuangan rakyat Aceh akan terus berlangsung.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Bambang Hutomo W." <bambang_hw@re.rekayasa.co.id>
To: <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <kammi-malang@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <keadilan4all@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <acsa@yahoogroups.com>, <editor@jawapos.co.id>, <habearifin@yahoo.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <mr_dharminta@yahoo.com>, <sadanas@shb.equate.com>, <pdmdnad@telkom.net>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <forkit@yahoogroups.com>, <dityaaceh_2003@yahoo.com>, <zaki@centrin.net.id>, <imam_jr@indo.net.id>
Cc: <raiyabilly@yahoo.ca>, <nur-abdurrahman@telkom.net>, <Zainal2000@telkom.net>, <syafei@sbi.sws.co.jp>, <aldiy@yahoo.com>, <kmjp47@indosat.net.id>, <soegardi@nc.rr.com>, <a_kjasmine@yahoo.com>, <aishayasmina2002@yahoo.com.sg>, <quality@posindonesia.co.id>
Subject: RE: [politikmahasiswa] MEGAWATI MEMANG KETAKUTAN SEHINGGA PERLU BERTEMU MAHATHIR DAN THAKSIN
Date: Fri, 29 Aug 2003 08:15:57 +0700

Cara brutal GAM yang memaksa, merampok, menyandera dan menakut-nakuti penduduk, fasilitas umum dan masyarakat awam memang harus diredam dengan berbagai cara termasuk isolasi diplomatik dengan negara jiran. Dalam perjuangan menegakan NKRI tidak ada kata "takut" apalagi hanya "sekelompok orang-2 opurtunis yang menghalalkan segala cara dan membikin
susah masyarakat Aceh seperti GAM".

Bambang Hutomo W.

Jakarta, Indonesia
bambang_hw@re.rekayasa.co.id
----------