Stockholm, 10 November 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGAWATI DAN YUDHOYONO TUTUPI KEBENARAN DI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG JELAS TERLIHAT MEGAWATI DAN YUDHOYONO TIDAK BERBUAT JUJUR DI NEGERI ACEH

"Yaa seperti yang diutarakan bung Ahmad ini, ia masih beranggapan bahwa kelompok GAM nya masih kuat dan TNI/POLRI telah gagal. Padahal mana mungkin ia tahu situasi lapangan khususnya Aceh, sedang ia sendiri berada di Swedia. Hanya dengan mengandalkan info yang dikirim/ditulis oleh LSM-LSM yang sudah jelas pro akan separatis GAM sudah barang tentu tulisan-tulisan /laporan-laporannya selalu memutar balikan fakta, dan selalu memojokan Pemerintah maupun aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas untuk memulihkan keamanan di daerah konflik khususnya di Aceh. Ia bung Ahmad sudah berani mengklaim bahwa Megawati dan TNI/POLRI telah gagal, dan kelompok GAM masih kuat. Dan perlu diketahui bahwa perpanjangan Operasi Militer bukan dikarenakan suatu kegagalan, tetapi untuk memberikan rasa lebih aman terhadap warga setempat. dan memang itu yang diminta oleh warga Aceh pada Pemerinta agar memperpanjang waktu Operasi Militer di Aceh.karena dengan begitu mereka merasa lebih aman apabila berdekatan dengan aparat keamanan TNI/POLRI."
(MT Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Sun, 9 Nov 2003 21:51:08 -0800 (PST))

"Mr. Sudirman, Insya Allah pandangan anda sangat keliru dan terjadi pemutar balikan fakta, kalau anda melihat siaran Metro TV Sabtu kemarin yang membahas mengenai perpanjangan penerapan darurat militer di NAD, tentu anda akan berfikir lagi, begitu banyak telepon masuk dari warga NAD yang bersyukur atas perpanjangan waktu tersebut. Ataukah anda pernah tinggal di daerah konflik tsb.? Insya Allah saya sangat paham dengan situasi di NAD tsb, karena saya sendiri pernah tinggal disana sejak sebelum DOM hingga masa DOM, juga saat ini kawan-2 sayapun sedang membanting tulang dan memeras keringat membangun salah satu pabrik yang menjadi kebanggaan warga NAD umumnya dan Lhokseumawe khususnya...Saya yakin operasi militer saat ini tidak gagal, justru dapat dikatakan berhasil, karena memang begitulah cara perang gerilya yang dilakukan GAM tidak bisa serta merta dilumpuhkan, mengingat medan pertempuran yang begitu luas dan berhutan. Insya Allah hal ini tinggal menunggu waktu..meskipun perlu waktu bertahun-tahun...Dan untuk mr. Sudirman, kami rakyat NKRI sepenuhnya dengan sadar mendukung penegakan hukum dan kedaulatan di seluruh wilayah NKRI. Saya pribadi mohon maaf di bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan barokah ini kepada anda mr. Sudirman, semoga kita warga muslim seluruh dunia senantiasa di dalam lindunganNYA."
(Bambang Hutomo W, bambang_hw@re.rekayasa.co.id , Mon, 10 Nov 2003 08:12:45 +0700)

Terimakasih untuk saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia, dan juga untuk saudara Bambang Hutomo di Jakarta, Indonesia atas tanggapan dan pemikirannya terhadap tulisan saya.

Memang seperti biasanya saudara Matius Dharminta ini dalam hal memberikan tanggapannya terhadap tulisan-tulisan saya terus saja berusaha untuk menutupi kebenaran sebagaimana yang telah dan selalu dilakukan oleh pihak Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Begitu juga tanggapan dari saudara Bambang Hutomo, terlihat sekali bahwa akar masalah yang sebenarnya mengapa rakyat Aceh di bawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro menuntut kembali negeri Aceh yang dicaplok dan diduduki Soekarno tidak diungkapkan kepermukaan.

Itu yang namanya berita tentang rakyat dan negeri Aceh yang disiarkan melalui TV dan media surat-kabar di Indonesia, tidak lebih dan tidak kurang hanyalah berita yang sepihak yang sudah disensor secara ketat baik oleh pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya maupun oleh pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu berdasarkan dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Nah, kalau mau berbuat adil dan jujur dalam soal pemberitaan tentang rakyat dan negeri Aceh ini, maka itu yang namanya dasar hukum Keppres No. 43 tahun 2003 tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi NAD harus dicabut. Kemudian semua pihak baik dari pihak GAM maupun pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya diberikan kebebasan dalam hal pengungkapan semua fakta dan keadaan yang sebenarnya yang menyangkut kehidupan rakyat di negeri Aceh yang sebenarnya.

Sedangkan dalam saat sekarang ini seluruh rakyat di Indonesia hanyalah disuapi dan disuguhi berita-berita tentang Aceh dari sebelah pihak saja. Karena itu wajar kalau saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta dan juga saudara Bambang Hutomo dalam tanggapannya berisikan isi-isi hasil berita sensor pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya yang gersang dari berita yang sebenarnya dari pihak GAM dan rakyat Aceh.

Coba saja perhatikan dalam siaran-siaran berita di TV dan surat-surat kabar, apakah ada dari pihak GAM yang secara terang-terangan menghendaki dan menuntut kembali tanah negeri Aceh yang telah dirampas dan diduduki oleh Soekarno yang diteruskan oleh pihak Presiden Megawati sampai detik ini disiarkan kehadapan rakyat di Indonesia?

Jelas, jawabannya, berita yang demikian mustahil terjadi di TV dan surat-surat kabar Indonesia, karena dianggap melanggar dasar hukum Keppres No. 43 tahun 2003 tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi NAD.

Jadi, kalau pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya melalui HomePage PDMD-NAD-nya menyatakan bahwa kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial pada masa CoHA, yang dibiayai oleh anggaran belanja sejumlah Rp. 207 milyard yang sampai dengan tanggal 9 Nopember telah terrealisasi sebesar Rp. 110 milyard lebih, dimana masih bersisa dana sebesar Rp. 97 milyard. Sedangkan masalah tahanan sampai hari ke 176 tahanan GAM telah mencapai jumlah 1.285 orang yang terdiri dari Front bersenjata 869 orang dan Front Politik/pendukung 416 orang. Dimana dari tahanan tersebut 920 orang diserahkan ke Kejaksaan dan yang telah divonis pengadilan sebanyak 515 orang. ( http://pdmd-nad.info/index.php?fuseaction=news.view&newsID=10112003151594&chanID=4&Lang=ID )

Nah sekarang, kalau berita yang dimuat oleh PDMD-NAD-info diatas itu ditelan begitu saja, maka jelas, tergambar bahwa pihak GAM dan rakyat Aceh telah lumpuh.

Tetapi kenyataannya, itu yang namanya Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan ternyata pada tanggal 6 November 2003 dalam sidang Kabinet telah diputuskan untuk diperpanjang.

Mengapa Keppres No.28/2003 di perpanjang ?, karena apa yang diberitakan dan disiarkan oleh TV dan surat-surat kabar di Indonesia semuanya tidak berdasarkan fakta dan keadaan yang sebenarnya di Aceh. Semuanya penuh kebohongan dan ketidak jujuran.

Adapun alasan untuk memburu tokoh GAM yang belum tertangkap dan untuk mengantisipasi keamanan Pemilu 2004 sebagaimana dilambungkan oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, jelas itu hanya alasan yang dibuat-buat.

Memang rakyat di Indonesia terus dibodohi dengan berita-berita hasil sensor pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Subject: Re: DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL, GAM DI ACEH BERHASIL
Date: Sun, 9 Nov 2003 21:51:08 -0800 (PST)

Serupa tapi tak sama:

Haaiik, haaiiik, saya tidak mabuk, saya masih kuat....
Begitulah biasanya orang kalau lagi mabuk, entah itu mabuk miras atau mabuk yang lain mereka pasti tidak akan mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi atas diri atau kelompoknya. Walau keadaan sudah compang-camping, sempoyongan, ia pasti masih akan mengatakan bahwa dirinya atau kelompoknya masih kuat.

Yaa seperti yang diutarakan bung Ahmad ini, ia masih beranggapan bahwa kelompok GAM nya masih kuat dan TNI/POLRI telah gagal. Padahal mana mungkin ia tahu situasi lapangan khususnya Aceh, sedang ia sendiri berada di Swedia. Hanya dengan mengandalkan info yang dikirim/ditulis oleh LSM-LSM yang sudah jelas pro akan separatis GAM sudah barang tentu tulisan-tulisan /laporan-laporannya selalu memutar balikan fakta, dan selalu memojokan Pemerintah maupun aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas untuk memulihkan keamanan di daerah konflik khususnya di Aceh. Ia bung Ahmad sudah berani mengklaim bahwa Megawati dan TNI/POLRI telah gagal, dan kelompok GAM masih kuat.

Dan perlu diketahui bahwa perpanjangan Operasi Militer bukan dikarenakan suatu kegagalan, tetapi untuk memberikan rasa lebih aman terhadap warga setempat. dan memang itu yang diminta oleh warga Aceh pada Pemerinta agar memperpanjang waktu Operasi Militer di Aceh.karena dengan begitu mereka merasa lebih aman apabila berdekatan dengan aparat keamanan TNI/POLRI.

Jadi apa yang seperti ditulis bung Ahmad itu sama sekali tidak berdasar, dan pernyataan seperti itu hanya cocok diucapkan oleh si Otong yang sedang mabuk walau sudah teler ia bilang: haaiik haaiiik saya tidak mabuk saya masih kuat huuuek... saya masih kuat huueek.
Jadi...! udahlah tak usah ikutan jurus mabuknya si Otong, tambah ruwet.....

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------

From: "Bambang Hutomo W." <bambang_hw@re.rekayasa.co.id>
To: <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <kammi-malang@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <keadilan4all@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <acsa@yahoogroups.com>, <editor@jawapos.co.id>, <habearifin@yahoo.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <mr_dharminta@yahoo.com>, <sadanas@shb.equate.com>, <pdmdnad@telkom.net>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <forkit@yahoogroups.com>, <dityaaceh_2003@yahoo.com>, <zaki@centrin.net.id>, <nur-abdurrahman@telkom.net>, <raiyabilly@yahoo.ca>, <aldiy@yahoo.com>, <kmjp47@indosat.net.id>, <a_kjasmine@yahoo.com>, <quality@posindonesia.co.id>, <serambi@indomedia.com>, <nizarwin@yahoo.com>
Subject: [OPOSISI] RE: [politikmahasiswa] DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL, GAM DI ACEH BERHASIL
Date: Mon, 10 Nov 2003 08:12:45 +0700

Mr. Sudirman,

Insya Allah pandangan anda sangat keliru dan terjadi pemutar balikan fakta, kalau anda melihat siaran Metro TV Sabtu kemarin yang membahas mengenai perpanjangan penerapan darurat militer di NAD, tentu anda akan berfikir lagi, begitu banyak telepon masuk dari warga NAD yang bersyukur atas perpanjangan waktu tersebut. Ataukah anda pernah tinggal di daerah konflik tsb.? Insya Allah saya sangat paham dengan situasi di NAD tsb, karena saya sendiri pernah tinggal disana sejak sebelum DOM hingga masa DOM, juga saat ini kawan-2 sayapun sedang membanting tulang dan memeras keringat membangun salah satu pabrik yang menjadi kebanggaan warga NAD umumnya dan Lhokseumawe khususnya.

Mereka menyadari kondisi tersebut karena masih belum tertangkapnya 'pentolan' GAM yang bisa bikin onar dan melakukan intimidasi, pemerasan, perampasan harta milik, penculikan dan semena-mena melakukan pencegatan dijalan-2 serta menahan warga sipil yang bukan suku Aceh, seperti saat selesainya masa DOM hingga sebelum pelaksanaan darurat militer, mereka bersyukur saat ini bisa beraktivitas kembali secara normal baik yang bekerja di pasar, kantor, sekolah, kebun ataupun yang melakukan perjalanan antar kota.

Saya yakin operasi militer saat ini tidak gagal, justru dapat dikatakan berhasil, karena memang begitulah cara perang gerilya yang dilakukan GAM tidak bisa serta merta dilumpuhkan, mengingat medan pertempuran yang begitu luas dan berhutan. Insya Allah hal ini tinggal menunggu waktu..
meskipun perlu waktu bertahun-tahun.

Yang penting himbauan kami sebagai orang awam dan masyrakat yang cinta NKRI, penegakan hukum, Syariat Islam yang berlaku di NAD, pelayanan kebutuhan masyarakat, diusahakan berjalan sebagaimana mestinya dan diusahakan meminimalisasi intimidasi, penculikan, pemerasan dan
pembunuhan oleh GAM.

Dan untuk mr. Sudirman, kami rakyat NKRI sepenuhnya dengan sadar mendukung penegakan hukum dan kedaulatan di seluruh wilayah NKRI. Saya pribadi mohon maaf di bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan barokah ini kepada anda mr. Sudirman, semoga kita warga muslim seluruh dunia senantiasa di dalam lindunganNYA.

Amiin.

TK

bambang_hw@re.rekayasa.co.id
Jakarta, Indonesia
----------