Stockholm, 11 November 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KALAU TIDAK PERCAYA MARI ADAKAN REFERENDUM YANG BEBAS DAN RAHASIA DI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU MASIH TIDAK PERCAYA MARI KITA ADAKAN REFERENDUM YANG BEBAS DAN RAHASIA DI NEGERI ACEH

"Assalamu'alaikum Wr.Wb. Saudara Ahmad, seperti yang saudara Matius dan saudara Bambang katakan, bahwa Darurat Militer (DM) yang dijalankan adalah berhasil. Saya setuju dengan pernyataan itu, karena saya melihat sudah ada perbaikan indikator dilapangan. Seperti sudah berangsur normalnya roda perekonomian masyarakat, kemudian bus sudah berani untuk melakukan kegiatan transportasi antar daerah. Ini menunjukkan bahwa DM telah berhasil membawa keadaan yang lebih aman bagi masyarakat. Memang keberhasilan yang dicapai belum sampai 100%, tetapi arah menuju itu sudah mulai kelihatan, dan tentu oleh pihak pemerintah Indonesia ingin terus mempertahankan keamanan yang mulai konduksif melalui perpanjangan DM, sekaligus untuk tidak membiarkan GAM kembali menguat. Dimana selama DOM dicabut, keadaan keamanan Aceh menjadi tidak menentu dan menjadi lebih buruk dan lebih kacau bila dibandingkan dengan masa DOM. Ketika DOM beroperasi daerah konflik berhasil disekat di tiga kabupaten saja."
(Sagir Alva, melpone2002@yahoo.com , Tue, 11 Nov 2003 00:34:59 -0800 (PST))

"Hallo bung Ahmad yang budiman. Saya dari mahasiswa Papua yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Papua-International, sekarang tergabung dalam Solidaritas Aceh Papua (SAP). Sejak bangsa ini merdeka telah di karuniai pemikiran untuk berbohong kepada publik dan tidak besar hati untuk mengaku fakta yang terjadi yang telah mereka lakukan. Peristiwa yang terjadi di lapangan berbeda dengan yang mereka bicarakan, dan pembicaraannya mereka itu benar, padahal betul-betul kesalahan, kebohongan data dan fakta. Sehingga budaya bohong menjadi tradisi bagi generasi Jawa. Akhirnya apa yang terjadi, kemiskinan dan penderitaan semakin meningkat, banyak yang minta-minta di pinggir jalan dan lainnya, merupakan balasan dari Allah karena kebohongan. Presiden pertama Soekarno ketika mendirikan negara, bingung bentuk negara nya apa, ada dua pilihan menurut kepercayaan, atau persatuan. Dimana ingin mempersatukan ribuan suku di NKRI, sebab dalam pemikiran Soekarno hanya orang Jawa saja yang pintar. Bentuk negara menurut kepercayaan dia berarti sekarang berlaku Negara Islam dengan adanya Syariat Islam. Tetapi pemikiran Soekarno yang ingin menyatukan semua suku lalu di paksakan mengakui dan menjalankan budaya suku Jawa, sehingga semua produk undang-undang yang di buat pun tercermin dari budaya Jawa. Apa yang terjadi? ketika suku-suku tahu akan budayanya mimpi menyatukan suku yang ada di negara NKRI, membuat Indonesia di tahun tahun yang akan datang hanya tinggal nama saja, karena masing-masing daerah sadar telah tertipu oleh pemikiran Soekarno."
(Raden OK, raden_ok@yahoo.com , Tue, 11 Nov 2003 06:32:10 -0000)

Terimakasih untuk saudara Sagir Alva di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia, dan untuk saudara Raden OK di Yogyakarta, Indonesia yang telah menyampaikan hasil buah pikiran dan tanggapannya atas tulisan saya.

Baiklah.

Sebenarnya, kalau mau mengakui secara jujur dan benar mengenai keadaan yang sebenarnya keadaan pikiran, pandangan, cita-cita, kehidupan, ekonomi, sosial, agama dan budaya rakyat Aceh, maka apa yang nampak sekarang di Aceh dibawah naungan dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah merupakan suatu keadaan yang semu yang dibuat oleh pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Memang kalau ditelaah lebih mendalam apa yang dikatakan oleh saudara mahasiswa Raden OK dari Yogyakarta diatas, maka akan terkuak bahwa sudah menjadi suatu kebiasaan dari pihak Penguasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak berbicara secara terbuka, tidak terang, tidak jelas, tidak jujur dan tidak benar. Kebohongan adalah sudah menjadi suatu sikap perilaku yang dijabarkan kedalam bentuk taktik dan strategi dalam pemerintahan NKRI.

Nah, kalaulah memang benar keadaan di Aceh seperti yang digambarkan oleh saudara Sagir Alva diatas, maka sebenarnya, menurut saya, tidak perlu lagi itu yang namanya Keppres No.28/2003 terus diberlakukan dan diperpanjang waktunya.

Tetapi, apa yang terjadi ? Justru sebaliknya, karena memang pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya dan pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati tidak terbuka, tidak jujur dan tidak adil, maka akibatnya keadaan yang disangka aman, tentram dan damai itu, malahan merupakan suatu bumerang yang mematikan.

Nah sekarang, kalaulah memang pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya dan sebagian besar rakyat di Indonesia percaya bahwa memang benar keadaan di Aceh sudah sedemikian membaik dan rakyatnya sudah sedemikian rupa senang untuk tetap gabung bersama pihak TNI/POLRI dibawah komando Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, maka saya mengajukan satu usul yaitu:

Marilah kita adakan referendum yang bebas dan rahasia tanpa adanya ancaman dari Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 di negeri Aceh yang mempersilahkan rakyat di Aceh untuk memberikan suaranya YA atau TIDAK untuk bergabung bersama pihak NKRI dibawah pimpinan Presiden Megawati.

Nah, saya pikir, inilah satu-satunya jalan yang terbaik dari jalan-jalan lainnya untuk menyelesaikan masalah kemelut rakyat dan negeri Aceh yang telah diduduki oleh pihak Soekarno dan diteruskan oleh pihak Presiden Megawati sampai detik ini.

Tentu saja, siapa mereka yang tidak berani menyetujui referendum di Aceh, itu tandanya mereka masih menginginkan rakyat dan negeri Aceh tetap dalam keadaan kemelut, tragedi dan trauma yang tidak habis-habisnya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "raden_ok" <raden_ok@yahoo.com>
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: salam.
Date: Tue, 11 Nov 2003 06:32:10 -0000

Hallo bung Ahmad yang budiman.

Saya dari mahasiswa Papua yang tergabung dalam aliansi mahasiswa
Papua-International, sekarang tergabung dalam Solidaritas Aceh Papua (SAP) .

Kami di tanah air kini membentuk wadah bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi tanah Aceh dan West Papua. Dimana dulu kita berjuang sendiri atau bersifat kedaerahan tetapi sekarang sudah menyatu dan memiliki kekuatan prima untuk menghadapi penindas dalam negeri. Kami
telah mengadakan aksi bersama (SAP) pada tanggal 8 November 2003 dengan tuntutan tolak Darurat Militer di Aceh dan pemekaran Propinsi Papua, serta tarik pasukan organik dan non organik dari Aceh dan Papua. Dimana wadah SAP ini di dukung oleh elemen pergerakan organisasi garis keras dan sejumlah LSM di dalam negeri. Sekarang sosialisasi dan pembentukan Solidaritas Aceh Papua di berbagai kota, study diwilayah kota, study Jawa Bali bahkan diluar Jawa.

Mega dan Yudhoyono.

Sejak bangsa ini merdeka telah di karuniai pemikiran untuk berbohong kepada publik dan tidak besar hati untuk mengaku fakta yang terjadi yang telah mereka lakukan. Peristiwa yang terjadi di lapangan berbeda dengan yang mereka bicarakan, dan pembicaraannya mereka itu benar, padahal betul-betul kesalahan, kebohongan data dan fakta.

Sehingga budaya bohong menjadi tradisi bagi generasi Jawa. Akhirnya apa yang terjadi, kemiskinan dan penderitaan semakin meningkat, banyak yang minta-minta di pinggir jalan dan lainnya, merupakan balasan dari Allah karena kebohongan.

Mungkin bung lebih tahu kedok negara Jawa. Presiden pertama Soekarno ketika mendirikan negara, bingung bentuk negara nya apa, ada dua pilihan menurut kepercayaan, atau persatuan.

Dimana ingin mempersatukan ribuan suku di NKRI, sebab dalam pemikiran Soekarno hanya orang Jawa saja yang pintar. Bentuk negara menurut kepercayaan dia berarti sekarang berlaku Negara Islam dengan adanya Syariat Islam. Tetapi pemikiran Soekarno yang ingin menyatukan semua suku lalu di paksakan mengakui dan menjalankan budaya suku Jawa, sehingga semua produk undang-undang yang di buat pun tercermin dari budaya Jawa. Apa yang terjadi? ketika suku-suku tahu akan budayanya mimpi menyatukan suku yang ada di negara NKRI, membuat Indonesia di tahun tahun yang akan datang hanya tinggal nama saja, karena masing-masing daerah sadar telah tertipu oleh pemikiran Soekarno.

Kenyataan tersebut diatas menjadi patokan kita bahwa negara Indonesia yang pemerintahnya selalu berbohong atas semua fakta yang ada.

Maka tidak ada kata lain! selain Lawan.
Merdeka harga mati untuk Aceh, Papua.

Terimakasih Bung Ahmad.

Salam dari Solidaritas Aceh Papua

Raden OK

Yogyakarta, Indonesia
raden_ok@yahoo.com
----------

From: sagir alva <melpone2002@yahoo.com>
To: ahmad@dataphone.se
Subject: perpanjangan darurat militer
Date: Tue, 11 Nov 2003 00:34:59 -0800 (PST)

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Selamat petang saudara Ahmad. Rasanya lama anda tidak mengisi opini pada website anda. Saya juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah dibulan Ramadhan kepada anda sekeluarga.

Saudara Ahmad, seperti yang saudara Matius dan saudara Bambang katakan, bahwa DM yang dijalankan adalah berhasil. Saya setuju dengan pernyataan itu, karena saya melihat sudah ada perbaikan indikator dilapangan. Seperti sudah berangsur normalnya roda perekonomian masyarakat, kemudian bus sudah berani untuk melakukan kegiatan transportasi antar daerah. Ini menunjukkan bahwa DM telah berhasil membawa keadaan yang lebih aman bagi masyarakat.

Memang keberhasilan yang dicapai belum sampai 100%, tetapi arah menuju itu sudah mulai kelihatan, dan tentu oleh pihak pemerintah Indonesia ingin terus mempertahankan keamanan yang mulai konduksif melalui perpanjangan DM, sekaligus untuk tidak membiarkan GAM kembali menguat. Dimana selama DOM dicabut, keadaan keamanan Aceh menjadi tidak menentu dan menjadi lebih buruk dan lebih kacau bila dibandingkan dengan masa DOM. Ketika DOM beroperasi daerah konflik berhasil disekat di tiga kabupaten saja.

Saya kira ini saja tanggapan saya terhadap opini yang anda buat.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------