Stockholm, 27 Desember 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SEKARANG RAKYAT ACEH TIDAK BISA DIBODOHI KARENA TELAH MEMBACA SEJARAH YANG SEBENARNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUDAH LIMA PRESIDEN NEGARA RI-JAWA-YOGYA SILIH BERGANTI LIMA PULUH TIGA TAHUN TELAH BERLALU ACEH TETAP MEMBARA

"Pak Ahmad yang saya hormati. Hampir setiap waktu saya luangkan waktu saya untuk membaca seluruh artikel yang bapak publikasihkan disitus bapak tersebut. Karena sangking seringnya saya membaca segala tulisan bapak timbul inisiatif saya untuk membangun sebuah website yang hampir mayoritas didalam situs tersebut adalah tulisan bapak Ahmad semua. Setelah membaca semua tulisan bapak Ahmad saya dituntut untuk mengkaji ulang kembali tentang Aceh dulu dan Aceh yang akan datang dan banyak hal yang saya petik dari buah pikir, opini dan pengkajian ulang bapak khususnya terhadap Aceh. Maka perkenankan saya dan saya juga mengajak pak Ahmad untuk mengunjungin situs yang sudah saya selesaikan walaupun mungkin dalam situs tersebut masih banyak kekurangannya disana sini."
(Saifullah Hayati Nur, ivoelxs@yahoo.com , Fri, 12 Dec 2003 13:56:42 +0000 (GMT))

Alhamdulillah, dan saya ucapkan terimakasih kepada Saudara Saifullah Hayati Nur yang telah mengirimkan email yang berisikan buah pikiran dan karyanya di Chennai India.

Baiklah,

Jelas siapapun yang akan menjadi Presiden Negara RI-Jawa-Yogya tidak akan mungkin bisa dan mampu menyelesaikan kemelut rakyat dan Negeri Aceh, karena dasar yang dijadikan sumber penyelesaiannya itu adalah dasar yang salah, baik ditinjau secara hukum, maupun secara sejarah dan fakta tentang Aceh.

Coba saja perhatikan, dari semenjak masa Soekarno yang melancarkan taktik dan strategi penipuan RIS yang diawali dengan pemasukkan RI-Jawa-Yogya kedalam Republik Indonesia Serikat (RIS), dilanjutkan dengan menipu Ratu Juliana untuk mengakui kedaulatan RIS, seterusnya pada tanggal 8 Maret 1950 Pemerintah RIS dengan persetujuan Parlemen (DPR) dan Senat RIS mengeluarkan Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS, sehingga sampai dengan tanggal 5 April 1950, 13 Negara/Daerah bagian RIS telah disantap oleh Soekarno dengan RI-Jawa-Yogyanya. Yang tinggal hanya Negara Sumatera Timur (NST) dan Negara Indonesia Timur (NIT). Tetapi dua Negara inipun disantap Soekarno pada tanggal 19 Mei 1950 setelah dicapai kesepakatan antara RIS dan RI-Jawa-Yoga untuk membuat dan menandatangani Piagam Persetujuan pencaplokan NST dan NIT. Tidak sampai disitu, Soekarno melancarkan taktik penjeratan dengan menggunakan alat penjerat Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik yang disyahkan oleh Parlemen dan Senat RIS pada tanggal 14 Agustus 1950. Dan pada besok harinya, tanggal 15 Agustus 1950, Soekarno membacakan hasil siasat penipuan RIS-nya yang dinamakan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik. Dan taktik terakhir Soekarno penipu ulung ini kembali ke Yogya untuk menerima kembali jabatan Presiden RI dari Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI Mr. Asaat. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986)

Coba perhatikan juga, Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat, pada tanggal 14 Agustus 1950, satu hari sebelum RIS dilebur kedalam Negara RI-Jawa-Yogya, tanpa mengadakan dialog, tanpa diskusi, tanpa bertanya kepada rakyat dan pemimpin Aceh, khususnya kepada pihak Teungku Muhammad Daud Beureueh, telah menetapkan satu dasar hukum Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dengan pertimbangan "bahwa menjelang berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terbagi atas daerah-daerah otonom, dipandang perlu untuk membentuk daerah-daerah propinsi sebagai persiapan pembentukan daerah-daerah otonom" dan mengingat : a. Piagam-persetujuan Pemerintah Republik Indonesia Serikat dan Republik Indonesia pada tanggal 19 Mei 1950 dan Pernyataan-bersama tanggal 19/20 Juli 1950, dalam hal mana Pemerintah Republik Indonesia Serikat bertindak juga dengan mandat penuh atas nama Pemerintah Negara Indonesia Timur dan Pemerintah Negara Sumatera Timur; b. Ketetapan dalam sidang Dewan Menteri pada tanggal 8 Agustus 1950"
Dimana menetapkan menurut Pasal 1. Daerah Republik Indonesia Serikat, sesudah terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, terbagi atas daerah-daerah propinsi di bawah ini :
1.Jawa - Barat
2.Jawa - Tengah
3.Jawa - Timur
4.Sumatera - Utara
5.Sumatera - Tengah
6.Sumatera - Selatan
7.Kalimantan
8.Sulawesi
9.Maluku
10.Sunda - Kecil.
(Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi, Pasal 1)

Kemudian pada tahun yang sama juga Soekarno diam-diam telah menelan Aceh pakai mulut Sumatera Utara yang didasarkan pada dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 5 tahun 1950 (telah diubah dengan Undang-undang Darurat No. 16 tahun 1955, Lembaran-Negara tahun 1955 No. 52). Dimana yang termasuk wilayah daerah Aceh itu adalah Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja.

Padahal RIS yang terdiri dari 16 Negara/Daerah bagian, dan telah diakui kedaulatannya oleh Belanda yang naskah pengakuan kedaulatan RIS ditandatangani oleh Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Dimana negeri Aceh tidak termasuk dalam bagian RIS. Rupanya, Aceh disembunyikan Soekarno, yang selanjutnya ditelannya diam-diam pakai mulut Sumatera Utara.

Ditelannya negeri Aceh melalui mulut Sumatera Utara itu terbongkar ketika Soekarno mensahkan Undang Undang Nomor 24 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara, yang sebagian isinya menyatakan:

"Presiden Republik Indonesia, Menimbang: a.bahwa berkenaan dengan hasrat Pemerintah dalam usahanya meninjau kembali pembentukan-pembentukan daerah-daerah otonom Propinsi sesuai dengan keinginan dan kehendak rakyat di daerahnya masing-masing, memandang perlu membentuk daerah Aceh sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah-tangganya sendiri lepas dari lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera Utara; b.bahwa berhubung dengan pertimbangan ad a di atas serta untuk melancarkan jalannya pemerintahan daerah otonom Propinsi Sumatera Utara yang terbentuk dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 5 tahun 1950 (sejak telah diubah dengan Undang-undang Darurat No. 16 tahun 1955, Lembaran-Negara tahun 1955 No. 52) perlu ditinjau kembali dan diganti dengan undang-undang dimaksud di bawah ini." (Undang Undang Nomor 24 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara).

Seterusnya Soekarno tidak hanya sampai mensahkan Undang Undang Nomor 24 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara, melainkan juga Soekarno dengan tidak segan-segan yang ditunjang oleh TNI-nya menetapkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 225 tahun 1957 tanggal 17 Desember 1957 tentang pencabutan "Staat van Beleg" dan pernyataan seluruh wilayah Republik Indonesia, termasuk semua perairan teritornya, dalam keadaan perang menurut Undang-undang Keadaan Bahaya 1957 (Undang-undang No. 74 tahun 1957, Lembaran Negara tahun 1957 No. 160), dan mensahkan Undang-Undang Nomor 79 Tahun 1957 Tentang Penyelesaian Pernyataan Keadaan Perang sebagai yang telah dilakukan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 225 Tahun 1957 tanggal 17 Desember 1957.

Nah, coba pikirkan dan perhatikan serta teliti dan dalam-dalam, bagaimana sebenarnya kelicikan Soekarno yang secara diam-diam menelan negeri Aceh pakai mulut Sumatera Utara kemudian dibedah kembali perut Sumatera Utara untuk mengeluarkan negeri Aceh agar menjadi daerah Propinsi Aceh dengan bentuk pemerintahan otonomi.

Nah sekarang, setelah fakta, sejarah dan hukum tentang Negeri Aceh yang dicaplok Soekarno dibukakan dan dijelaskan khususnya kepada seluruh rakyat Aceh dan umumnya kepada seluruh rakyat Negara RI-Jawa-Yogya, maka jelas, tidak ada lagi suatu masalah yang bisa disembunyikan, semuanya telah jelas dan terang, bahwa memang benar Negeri Aceh telah diduduki oleh Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati.

Jadi, siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden negara RI-Jawa-Yogya, tidak akan mampu dan bisa memecahkan dan menyelesaikan kemelut rakyat dan Negeri Aceh selama Presiden tersebut berpijak pada dasar yang salah tentang Negeri Aceh.

Tentu saja, jalan yang terbaik dan paling utama untuk menyelesaikan kemelut Negeri Aceh adalah diserahkan kembali penyelesaiannya kepada seluruh rakyat Aceh baik yang ada diluar maupun didalam negeri Aceh untuk menentukan sikap dan nasibnya sendiri, apakah ingin tetap berada dibawah kaki Pemerintah Negara RI-Jawa-Yogya atau berada dibawah kaki rakyat Aceh sendiri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "ipuL" <ivoelxs@yahoo.com>
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Assalamualaikum Wr Wb.
Date: Fri, 12 Dec 2003 13:56:42 +0000 (GMT)

Alhamdulillah akhirnya pada kesempatan ini saya bisa mengirimi Bapak Ahmad Sudirman email perkenalan saya yang mungkin Bapak Ahmad tidak sempat membacanya dan juga mungkin disebabkan oleh kesibukan Pak Ahmad.

Alhamdulillah...saya sangat berbangga hati, senang dan semuanya bercampur aduk didalam lubuk hati saya ini terhadap tulisan2 bapak yang bapak publikasikan di situs http://www.dataphone.se/~ahmad dan alhamdulillah hampir setiap saat saya membaca tulisan bapak. Terharu, sedih, senang dan sebagainya turut saya rasakan apa yang telah bapak rasakan sehingga bapak Ahmad pun tidak bisa ada ditanah air karena disebabkan berbagai hal.

Tapi saya yakin niat dan kasih sayang bapak untuk seluruh umat manusia khususnya di Aceh terus mengalir.

Bapak Ahmad yang saya hormati.

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya, karena pasti bapak juga bingung email siapa ini? dan siapa nama orang yang mengirimkan email ini?

Nama saya Saifullah Hayati Nur saya berasal dari Aceh dan tepatnya saya lahir di Sigli, Aceh Pidie. Sampai saat ini saya sedang melanjutkan pendidikan di India tepatnya di Annamalai University - Chennai INDIA, sedangkan jurusan yang saya ambil ialah Program Pasca Sarjana Sociology tahun pertama. Dan saya sangat masih terhitung muda sekali dibandingkan pak Ahmad. Maka perkenankan saya untuk menganggap pak Ahmad juga adalah orang tua saya.

Pak Ahmad yang saya hormati.
Hampir setiap waktu saya luangkan waktu saya untuk membaca seluruh artikel yang bapak publikasihkan disitus bapak tersebut. Karena sangking seringnya saya membaca segala tulisan bapak timbul inisiatif saya untuk membangun sebuah website yang hampir mayoritas didalam situs tersebut adalah tulisan bapak Ahmad semua.

Setelah membaca semua tulisan bapak Ahmad saya dituntut untuk mengkaji ulang kembali tentang Aceh dulu dan Aceh yang akan datang dan banyak hal yang saya petik dari buah pikir, opini dan pengkajian ulang bapak khususnya terhadap Aceh.

Maka perkenankan saya dan saya juga mengajak pak Ahmad untuk mengunjungin situs yang sudah saya selesaikan walaupun mungkin dalam situs tersebut masih banyak kekurangannya disana sini. Dan satu kelebihan yang bisa kita peroleh dari situs buatan saya yaitu bapak bisa secara online mengisi atau membuat tulisan bapak tampa meng-edit data-data htmlnya. Jadi situs ini menggunakan MySQL yang bergerak bersamaan dengan PHP dan bukan HTML.

Untuk lebih lengkapnya pak Ahmad bisa mengunjungi situs tersebut dialamat ini:

http://www.kinad.buildtolearn.net

Dan juga apabila pak Ahmad memiliki waktu dan kesempatan pak Ahmad dengan hormat saya undang sebagai penulis utama pada situs tersebut dan saya akan menjelaskan nanti kepada pak Ahmad bagaimana menggunakan situs tersebut untuk mempublikasikan tulisan yang sudah ada.

Subhanallah..Wallahamdulillah...Walailaahaillallah...
Mungkin cukup sekian lebih dan kurang saya mohon maaf yang sebesar-besar telah mengganggu waktu pak Ahmad dengan membaca email saya ini.

Wassalamualaikum...

Thank you...
ipuL

ivoelxs@yahoo.com
Annamalai University
Chennai, INDIA
----------