Stockholm, 15 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

YANG JELAS SOEKARNO DITERUSKAN MEGAWATI MENCAPLOK DAERAH DAERAH DILUAR NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG TERLIHAT JELAS SOEKARNO DITERUSKAN MEGAWATI MENCAPLOK DAERAH DAERAH DILUAR NKRI

"Suadara Ahmad, berdasarkan apa yang anda tulis tentang NII, PERMESTA/PRRI dan lain sebagainya termasuk GAM dengan ASNLF nya, disini jelaslah semua itu adalah pemberontakan, karena proklamasi yang dilakukan adalah berada disebuah negara yang masih berdiri yaitu NKRI. Jadi mana mungkin ada negara dalam negara. Jika ini yang terjadi maka memang kegiatan itu harus dipadamkan, karena kalo tidak maka akan menjadi stabilitas negara tidak aman, dan tentu kalo sudah tidak aman, perekonomian dan pembangunan akan terhambat. Sedangkan PRRI/PERMESTA sendiri itu terjadi karena ada ketidak senangan dengan kabinet Djuanda, jadi bukan murni memisahkan dan membentuk negara sendiri tetapi ingin menggulingkan pemerintahan yang ada, begitu juga NII...yang berdiri bukan karena ingin lepas dari indonesia, tetapi ingin merubah dasar negara yaitu PANCASILA menjadi berdasarkan ISLAM. Jadi hal ini berberda sama sama sekali dengan apa yang dilakukan dengan hasan tiro, yang ingin murni melepaskan diri dari NKRI tanpa alasan yang jelas."
(Sagir Alva, melpone2002@yahoo.com , Wed, 14 Jan 2004 19:55:57 -0800 (PST))

Baiklah, saudara Sagir Alva dari Selangor, untuk kesekian kalinya saudara kelihatan tetap dalam posisi mempertahankan pencaplokan negeri dan daerah diluar wilayah kekuasaan NKRI yang dibangun Soekarno Cs diatas puing-puing Negara/Daerah bagian RIS tangal 15 Agustus 1950.

Atau dengan kata lain, sama seperti taktik dan strategi para penerus Soekarno Cs termasuk Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid dan sekarang Megawati Soekarnoputri putri mantan Presiden Soekarno yang tetap berusaha dengan cara kekerasan senjata untuk mempertahankan dan sekaligus mencaplok daerah-daerah yang berada diluar garis wilayah kekuasaan NKRI yang telah dibangun Soekarno Cs.

Taktik Soekarno Cs, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati menganggap NII dibawah pimpinan Almarhum Imam Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang telah diproklarmirkan pada tanggal 7 Agustus 1949 di daerah Malangbong, Garut, Jawa Barat diluar daerah kekuasaan negara RI pimpinan Soekarno ataupun diluar Negara NKRI yang dibangun pada tanggal 15 Agustus 1950 adalah membangun negara dalam negara. Padahal wilayah kekuasaan NII berada diluar wilayah negara RI maupun NKRI baik ditinjau secara de jure maupun de facto.

Begitu juga dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang diproklamirkan oleh Kolonel Achmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958 di Padang, Sumatra Barat daerah yang berada diluar wilayah kekuasaan NKRI dengan mengangkat Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menteri-nya diangap Soekarno Cs bahwa Kolonel Achmad Husein mendirikan negara dalam negara.

Sama juga dengan Teungku Muhammad Daud Beureueh yang memaklumatkan Negara Islam Indonesia di Aceh pada tanggal 20 September 1953 diluar wilayah kekuasaan daerah NKRI dianggap Soekarno bahwa Teungku Muhammad Daud Beureueh mendirikan negara bersama NII Imam Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo didalam negara NKRI.

Tidak sampai disitu saja, Kolonel H.N. Ventje Sumual , Letnan Kolonel D.J. Somba memproklamirkan Piagam Perjuangan Semesta pada tanggal 2 Maret 1957 di Makasar di Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah yang tidak termasuk Negara/Daerah bagian RIS, tetapi dicaplok Soekarno masuk kedalam wilayah NKRI dan dianggap Soekarno bahwa Kolonel H.N. Ventje Sumual , Letnan Kolonel D.J. Somba mendirikan negara dalam negara.

Begitu juga dengan Abdul Kahar Muzakar dan Kaso A. Ghani yang mendeklarkan Daerah Sulawesi Selatan yang tidak masuk dalam Negara/Daerah RIS, tetapi telah dicaplok Soekarno ketika membentuk NKRI, menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan SM Kartosuwirjo pada bulan Januari 1952 dianggap Soekarno Cs bahwa Abdul Kahar Muzakar dan Kaso A. Ghani mendirikan negara dalam negara.

Lalu dengan Ibnu Hajar yang dipanggil Haderi bin Umar dan dipanggil juga Angli yang memproklamirkan Kesatuan Rakyat Yang Tertindas pada bulan Oktober 1950 di Kalimantan Selatan yang tidak masuk dalam Negara/Daerah RIS, tetapi telah dicaplok Soekarno ketika membentuk NKRI, dan menyatakan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dan DI/TII SM Kartosoewirjo, dianggap Soekarno Cs Ibnu Hajar mendirikan negara dalam negara.

Bukan hanya sampai itu saja, ketika Teungku Hasan Muhammad di Tiro mendeklarasikan Aceh Sumatra pada tanggal 4 Desember 1976 di Aceh yang tidak termasuk bekas Negara/Daerah Bagian RIS, tetapi telah dicaplok Soekarno melalui mulut Sumetara Utara ketika membangun NKRI, Soeharto penerus Soekarno menganggap bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro mendirikan negara dalam negara.

Nah sekarang, coba perhatikan, ketika RI dibawah pimpinan Soekarno memiliki wilayah kekuasaan sekitar Yogyakarta, itu Soekarno tidak menganggap bahwa daerah-daerah lainnya diluar daerah kekuasaan RI adalah hak milik pemerintah RI dan tidak menganggap pemimpin-pemimpin dari Negara/Daerah lainnya mendirikan negara dalam negara.

Begitu juga ketika Soekarno melalui negara RI melamar dan memohon untuk masuk menjadi anggota Negara bagian RIS (Negara Indonesia Serikat) pada tanggal 14 Desember 1949 tidak menganggap bahwa daerah-daerah lainnya diluar daerah kekuasaan RI adalah hak milik pemerintah RI dan tidak menggap pemimpin-pemimpin dari Negara/Daerah lainnya mendirikan negara dalam negara RI.

Tetapi apa yang terjadi setelah RIS dilebur masuk kedalam wilayah daerah kekuasaan RI, ternyata Soekarno dengan seenak dan dengan segala tipu daya baik dengan cara halus maupun dengan cara kekerasan senjata mencaplok daerah daerah lainnya yang masih berada diluar wilayah kekuasaan bekas Negara/Daerah RIS yang dilebur. Lihat saja contohnya, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan semua daerah itu dicaploknya satu persatu baik melalui cara diam-diam melalui pembuatan undang undang mapun melalui kekerasan senjata dengan menggunakan TNI-nya.

Jadi, kalau mau kita mempelajari secara mendalam sampai keakar-akarnya, maka tidak mudah dengan seenaknya tanpa dasar fakta, sejarah dan hukum menyatakan bahwa " NII, PERMESTA/PRRI dan lain sebagainya termasuk GAM dengan ASNLF nya, disini jelaslah semua itu adalah pemberontakan, karena proklamasi yang dilakukan adalah berada disebuah negara yang masih berdiri yaitu NKRI."seperti yang ditulis oleh saudara Sagir Alva yang sedang belajar di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia dalam emailnya yang dikirimkan kepada saya.

Saran saya untuk saudara Sagir Alva janganlah terus-menerus mempertahankan sesuatu yang tidak ditunjang dengan dasar fakta, sejarah dan hukum yang menunjangnya. Karena toh akhirnya saudara akan terjerembab kebelakang, dan semua orang Aceh telah mengetahuinya bahwa memang benar Soekarno dengan TNI-nya telah mencaplok Aceh melalui mulut Sumatera Utara dan sekarang sedang diperjuangkan untuk dituntut kembali oleh rakyat Aceh yang dari awalnya dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro sampai detik ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 14 Jan 2004 19:55:57 -0800 (PST)
From: sagir alva <melpone2002@yahoo.com>
Subject: NII, PRRI/PERMESTA
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Selamat siang saudara Ahmad:) saya berharap keadaan anda sekeluarga sehat-sehat selalu dan tetap dalam lindungan Allah SWT. Suadara Ahmad, berdasarkan apa yang anda tulis tentang NII, PERMESTA/PRRI dan lain sebagainya termasuk GAM dengan ASNLF nya, disini jelaslah semua itu adalah pemberontakan, karena proklamasi yang dilakukan adalah berada disebuah negara yang masih berdiri yaitu NKRI. Jadi mana mungkin ada negara dalam negara. Jika ini yang terjadi maka memang kegiatan itu harus dipadamkan, karena kalo tidak maka akan menjadi stabilitas negara tidak aman, dan tentu kalo sudah tidak aman, perekonomian dan pembangunan akan terhambat.

Sedangkan PRRI/PERMESTA sendiri itu terjadi karena ada ketidak senangan dengan kabinet Djuanda, jadi bukan murni memisahkan dan membentuk negara sendiri tetapi ingin menggulingkan pemerintahan yang ada, begitu juga NII...yang berdiri bukan karena ingin lepas dari indonesia, tetapi ingin merubah dasar negara yaitu PANCASILA menjadi berdasarkan ISLAM.

Jadi hal ini berberda sama sama sekali dengan apa yang dilakukan dengan hasan tiro, yang ingin murni melepaskan diri dari NKRI tanpa alasan yang jelas.

Saya kira ini saja yang dapat saya sampaikan terhadap apa yang anda tulis.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------