Stockholm, 16 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SOEKARNO MENGAJUKAN FAKTA BERDASARKAN BUKTI YANG TIDAK BENAR KEPADA PBB
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA KALAU PEGANG FAKTA TANPA BUKTI YANG BENAR BUATAN SOEKARNO AKAN TERSUNGKUR

"Selamat pagi saudara Ahmad. Saya ucapkan terima kasih atas saran anda yang mengharuskan saya untuk bicara kepada fakta, hukum dan sejarah baru bicara. Tapi kalo dilihat sampai saat ini, faktanya NKRI tetap ada dan wilayahnya mencakupi Sabang-Merauke...dan itu sudah diakui oleh seluruh dunia, mungkin hanya Vanuatu yang tidak, anda boleh lihat di Forum Gerakan Non-Blok, PBB, ASEAN...semuanya komit atas dukungan keutuhan wilayah NKRI. Itulah fakta yang masih ada sampai sekarang".
(Sagir Alva, melpone2002@yahoo.com , Thu, 15 Jan 2004 17:48:45 -0800 (PST))

"Bung Ahmad, Lagu lama. Soekarno mencaplok Aceh yang teruskan Megawati, Megawati mencaplok Aceh dibantu Ryacudu, RI Jawa Yogya, RIS, itu semua lagu lama atau lagu hafalan bung Ahmad, dan tiap omongannya hanya perkutat sekitar itu-itu aja, jadi tidak ada hal yang baru. Jadi pernyataan atau suara macam itu udah lagu lama dan tidak ada hal yang baru, jadi udah tak enak lagi untuk didengar apalagi untuk di kaji."
(MT Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , 16 januari 2004 06:49:19)

"Sebaliknya bagaimana anda (bung Ahmad) tahu / percaya bahwa pendapat anda itu benar kalau anda sendiri tikad berada di Aceh. Cobalah datang ke Indonesia dan kunjungi Aceh, setelah itu baru komentar. tapi...jangan ke Aceh dulu deh..jangan-jangan begitu anda muncul langsung ditangkap dan digebukin rame-rame oleh warga Aceh yang memang sudah bertekat untuk memberantas gerombolan GAM, dan mereka juga tahu kalau anda termasuk didalamnya, maka hati-hati kalau mau berkunjung ke Aceh, bila perlu minta pengamanan/pengawalan dari pihak keamanan setempat."
(MT Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , 16 januari 2004 07:33:15)

Baiklah.

Untuk kesekian kalinya saudara Sagir Alva dari Selangor dan juga saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta mengirimkan tanggapannya.

Begini, saudara Sagir Alva fakta atau keadaan adalah suatu peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dimana fakta tersebut harus berdasarkan bukti atau sesuatu yang menyatakan kebenaran suatu peristiwa atau merupakan keterangan nyata.

Nah, soal "fakta NKRI tetap ada dan wilayahnya mencakupi Sabang-Merauke...dan itu sudah diakui oleh seluruh dunia" seperti yang saudara Sagir tuliskan diatas.

Tetapi apakah benar fakta terbentuknya NKRI itu berdasarkan bukti yang benar.

Coba saja perhatikan, ketika Negara RI-Jawa-Yogya diterima oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang menyatakan "ADMISION OF NEW MEMBERS TO THE UNITED NATIONS 86(1950). Resolution of 26 September 1950. The Security Council. Finds that the Republic of Indonesia is a peace-loving State which fulfils the conditons laid down in Article 4 of the Charter of the United Nations, and therefore recommends to the General Assembly that the Republic of Indonesia be admitted to membership of the United Nations.Adopted at the 503rd meeting by 10 voters to none, with 1 abstention (China)

Adapun apa yang dijadikan dasar dalam "Article 4 of the Charter of the United Nations" yaitu "1. Membership in the United Nations is open to all other peace-loving states which accept the obligations contained in the present Charter and, in the judgment of the Organization, are able and willing to carry out these obligations. 2. The admission of any such state to membership in the United Nations will be effected by a decision of the General Assembly upon the recommendation of the Security Council." (Article 4 of the Charter of the United Nations)

Tentu saja agar Negara RI-Jawa-Yogya dimasukkan kedalam golongan "a peace-loving State", maka itu Soekarno Cs menjadikan untaian kata yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai daya tarik untuk mengikat para anggota Dewan Keamanan PBB yang berbunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan" (Pembukaan UUD 1945), sehingga akhirnya diterima Negara RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk karena memakan 15 Negara/Daerah bekas RIS menjadi anggota PBB yang ke-60 dengan gelar "the Republic of Indonesia is a peace-loving State".

Memang dari Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang diadopsi pada tanggal 26 September 1950 telah terpancar gambar peta wilayah RI-Jawa-Yogya yang batas-batasnya diwujudkan dalam gambar peta yang menyangkut beberapa Negara dan Daerah yang telah dilebur kedalam isi perut Negara RI-Jawa-Yogya, yaitu di Pulau Jawa meliputi wilayah Negara Pasundan, wilayah Negara Jawa Timur, dan Daerah Yogyakarta (Daerah wilayah kekuasaan RI-Jawa-Yogya, menurut perjanjian Renville) Jawa Tengah. Terus meluas ke wilayah Negara Indonesia Timur, kemudian wilayah Negara Madura, tembus ke Pulau Sumatra yang meliputi wilayah Negara Sumatra Selatan dan Negara Sumatera Timur. Lalu masuk wilayah Daerah Riau, menjalar ke wilayah Daerah Bangka, masuk ke wilayah Daerah Belitung. Seterusnya masuk Kalimantan yang meliputi wilayah Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur.

Nah itulah gambar peta wilayah RI-Jawa-Yogya secara de facto dan de jure menurut perjanjian yang telah ditandatangani sampai tanggal 19 Mei 1950. Selanjutnya pada tanggal 15 Agustus 1950 Soekarno sebagai Presiden RIS medeklarkan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa Yogyakarta, kemudian pada tanggal 26 September 1950 DK PBB mengeluarkan Resolusi No.86 tahun 1950 yang menyatakan dan memberikan rekomendasi kepada Sidang PBB untuk menerima RI-Jawa-Yogya sebagai anggota PBB ke-60.

Nah sekarang jelaslah sudah bahwa dilihat dari sudut hukum mengenai wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yoga yang diakui oleh DK PBB dan Sidang Umum PBB adalah wilayah-wilayah Negara-Negara/Daerah-Daerah bekas negara bagian RIS yang diakui kedaulatannya oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.

Dan tentu saja, sekarang makin jelas bahwa yang namanya daerah Sabang di Aceh Utara dan Merauke di Irian Barat memang tidak termasuk wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya yang diakui oleh DK PBB dan Sidang Umum PBB tanggal 26-27 September 1950.

Jadi gambaran ini semua saya tampilkan adalah mengenai keadaan fakta dan sejarah yang punya bukti sebenarnya yang menggambarkan dan menjelaskan tentang keadaan sebenarnya Negara RI-Jawa-Yogya yang sekarang lebih dikenal dengan nama NKRI dengan tujuan untuk membuka mata kita semua, supaya tidak mudah kena tipu oleh racun yang dihamburkan oleh mereka yang mengatasnamakan pendiri negara RI dan penerus Negara RI-Jawa-Yogya.

Kemudian sekarang, bagaimana itu pendapat saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta tentang Negeri Aceh. Dimana saudara Matius menulis " Soekarno mencaplok Aceh yang teruskan Megawati, Megawati mencaplok Aceh dibantu Ryacudu, RI Jawa Yogya, RIS, itu semua lagu lama atau lagu hafalan bung Ahmad, dan tiap omongannya hanya perkutat sekitar itu-itu aja, jadi tidak ada hal yang baru. Jadi pernyataan atau suara macam itu udah lagu lama dan tidak ada hal yang baru, jadi udah tak enak lagi untuk didengar apalagi untuk di kaji."

Nah, kalau kita perhatikan apa yang ditulis saudara Matius ini, maka jelas itu fakta yang tidak berdasarkan bukti yang benar dari hasil pencaplokan Soekarno terhadap Daerah diluar bekas Negara/Daerah bagian RIS akan lepas satu pesatu.

Coba saja perhatikan, apa yang terjadi pada Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan yang diakui oleh Soekarno bahwa daerah kedua Pulau tersebut masuk wilayah daerah kekuasaan NKRI yang dibangun Soekarno Cs.

Nah sekarang, apa fakta dan bukti yang benarnya, ternyata pada tanggal 17 Desember 2002 Hakim Gilbert Guillaume di Mahkamah Internasional di Den Haag memutuskan bahwa Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dinyatakan sah sebagai milik Kerajaan Malaysia.

Itu membuktikan bahwa karena orang-orang model wartawan Jawa Pos Matius Dharminta yang mengatur dan mengurus Negara RI-Jawa-Yogya yang menganggap bahwa NKRI yang telah dibangun Soekarno Cs diatas puing-puing Negara/Daerah bagian RIS pada tanggal 15 Agustus 1950 adalah merupakan "lagu lama yang tidak enak lagi untuk didengar apalagi untuk di kaji".

Dan tentu saja, tidak lama lagi itu yang namanya Negeri Aceh yang dicaplok Soekarno Cs akan lepas juga ketangan rakyat Aceh.

Selanjutnya, kalau saudara Matius Dharminta meminta saya datang ke Aceh untuk melihat fakta dan bukti yang benar mengenai keadaan di Aceh.

Jelas, yang harus dilakukan oleh pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati adalah,

pertama, mencabut Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Kedua, memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk memberikan suaranya apakah mau tetap bersama Presiden Megawati Cs atau mau menentukan nasibnya sendiri dan membangun Negeri Aceh dibawah pimpinan rakyat Aceh sendiri.

Nah setelah itu baru saya datang ke Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 15 Jan 2004 17:48:45 -0800 (PST)
From: sagir alva <melpone2002@yahoo.com>
Subject: Faktanya Aceh dalam NKRI
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat pagi saudara Ahmad:) saya ucapkan terima kasih atas saran anda yang mengharuskan saya untuk bicara kepada FAKTA. HUKUM dan SEJARAH baru bicara. Tapi kalo dilihat sampai saat ini, faktanya NKRI tetap ada dan wilayahnya mencakupi Sabang-Merauke...dan itu sudah diakui oleh seluruh dunia, mungkin hanya Vanuatu yang tidak, anda boleh lihat di Forum Gerakan Non-Blok, PBB, ASEAN...semuanya komit atas dukungan keutuhan wilayah NKRI. Itulah fakta yang masih ada sampai sekarang.

Saya kira itu saja yang dapat saya sampaikan kepada anda. Sekali lagi terima kasih atas saran anda.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------

Date: 16 januari 2004 07:33:15
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: PROPAGANDA AHMAD SUDIRMAN
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>

Bagaimana bisa dipercaya seluruhnya data-data yang ditulis dalam informasi penguasa darurat militer daerah nanggroe aceh darussalam yang dikontrol oleh panglima daerah militer iskandar muda.

"Sebaliknya" bagaimana anda (bung Ahmad) tahu / percaya bahwa pendapat anda itu benar kalau anda sendiri tikad berada di Aceh. Cobalah datang ke Indonesia dan kunjungi Aceh, setelah itu baru komentar. tapi...jangan ke Aceh dulu deh..jangan-jangan begitu anda muncul langsung ditangkap dan digebukin rame-rame oleh warga Aceh yang memang sudah bertekat untuk memberantas gerombolan GAM, dan mereka juga tahu kalau anda termasuk didalamnya, maka hati-hati kalau mau berkunjung ke Aceh, bila perlu minta pengamanan/pengawalan dari pihak keamanan setempat

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------

Date: 16 januari 2004 06:49:19
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: caplok mencaplok lagu lama ahmad sudirman
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>

Lagu lama.
Soekarno mencaplok Aceh yang teruskan Megawati, Megawati mencaplok Aceh dibantu Ryacudu, RI Jawa Yogya, RIS, itu semua lagu lama atau lagu hafalan bung Ahmad, dan tiap omongannya hanya perkutat sekitar itu-itu aja, jadi tidak ada hal yang baru.

Sepertihalnya disuatu tempat ada kejadian yang tidak seperti biasanya. pagi hari uikk-uikk, siang hari uikk-uikk, ada teman uikk-uikk, tanpa teman uikk-uikk. ada apa gerangan? setelah dicermati ternyata hanya seekor babi kecepit (babi tergencet). karena tergencet jadi tak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menguik menguik dan menguik lagi, karena memang hanya itu yang ia mampu dan ia ketahui. Dan kenapa sampai tergencet? semua itu hasil dari dari perbuatan kelompoknya. namanya juga babi ya asal sruduk sana sini sesuka isi kepalanya aja, tanpa pikir untung rugi benar atau salah.

Jadi pernyataan atau suara macam itu udah lagu lama dan tidak ada hal yang baru, jadi udah tak enak lagi untuk didengar apalagi untuk di kaji...

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@yahoo.com
----------