Stockholm, 17 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SEMARAK MAU JADI CAPRES TETAPI TIDAK MAMPU SELESAIKAN ACEH DAN PAPUA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

24 PARPOL SIBUK BEREBUT KURSI DPR/MPR DAN KURSI PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN RI-JAWA-YOGYA

Nah kalau diperhatikan dari para calon Presiden Negara RI-Jawa-Yogya ini, dimulai dengan Abdurrahman Wahid dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Akbar Tandjung dari Partai Golkar, Amien Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hamzah Haz dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Megawati dari PDI Perjuangan (PDIP), Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat, Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang, Siti Hardiyanti Rukmana dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Rachmawati Soekarnoputri dari Partai Pelopor, Sukmawati Soekarnoputri dari PNI Marhaenisme, Zainudin MZ dari Partai Bintang Reformasi, Nurcholish Madjid tidak punya partai, Muchtar Pakpahan dari Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Adi Sasono dari Partai Merdeka, Hidayat NurWahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdullah Gymnastiar tidak punya partai, Erros Djarot dari Partai Nasional Benteng Kemerdekaan, Edi Sudrajad dan Try Sutrisno dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Oesman Sapta Odang dari Partai Persatuan Daerah, Ruyandi Hutasoit dari Partai Damai Sejahtera (PDS), Ryaas Rasyid dari Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), Sjahrir dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB), Sri Sultan Hamengku Buwono & Surya Paloh & Muhammad Jusuf Kalla & Aburizal Bakrie & Wiranto & Prabowo Subiyanto dari Partai Golkar dan Yapto Soerjosoemarno dari Partai Patriot Pancasila.

Adapun yang 24 partai politik itu adalah 1. PNI Marhaenisme , 2. Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), 3. Partai Bulan Bintang (PBB), 4. Partai Merdeka, 5. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 6. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), 7. Partai Indonesia Baru (PIB), 8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), 9. Partai Demokrat, 10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), 11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), 12. Partai Persatuan Nadhlatul Ummah Indonesia, 13. Partai Amanat Nasional (PAN),14. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), 15. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),16. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 17. Partai Bintang Reformasi (PBR), 18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),19. Partai Damai Sejahtera, 20. Partai Golkar, 21. Partai Patriot Pancasila, 22. Partai Sarikat Indonesia, 23. Partai Persatuan Daerah, 24. Partai Pelopor.

Ternyata setelah saya perhatikan, teliti dan saring dari 24 Partai Politik yang bisa ikut pemilihan umum tahun 2004 dan dari para nominator calon Presiden di negara RI-Jawa-Yogya sampai detik ini, tidak ada satupun yang punya kemampuan untuk menyelesaikan kemelut Aceh dan Papua dengan penyelesaian yang adil, utama dan bijaksana.

Dimana para nominator Capres tersebut diatas hanyalah baru sampai kepada ingin menduduki kursi Presiden dan wakil Presiden di negara RI-Jawa-Yogya saja, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang cukup penting dan utama yaitu penyelesaian kemelut di Negeri Aceh dan di Papua.

Coba perhatikan saja, dari nama-nama Capres yang sampai detik ini sudah dipajang secara umum dari mulai Abdurrahman Wahid yang populer dipanggi Gus Dur, Megawati, Hamzah Haz, Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais, Akbar Tandjung, Yusril Ihza Mahendra dan Sri Sultan Hamengku Buwono yang mereka sampai detik ini sedang memegang roda Pemerintahan Negara RI-Jawa-Yogya. Dimana mereka ini satupun tidak mampu menyelesaikan kemelut di Negeri Aceh dan di Negeri Papua.

Adapun para nominator Capres lainnya yang lebih dari duapuluh orang itu, saya tidak melihat adanya visi dan misi yang terang dan jelas mengenai bagaimana pemecahan di Negeri Aceh dan di Negeri Papua.

Coba saja kalau tidak percaya bahwa mereka para nominator Capres di Negara RI-Jawa-Yogya ini tidak mampu menyelesaikan kemelut di Aceh dan Papua secara adil, utama dan bijaksana.

Kita tanyakan kepada mereka, adakah para nominator Capres RI-Jawa-Yogya untuk menjadi Presiden periode tahun 2004-2009 berani secara jujur dan benar memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh dan Papua untuk memberikan sikap dan suaranya dalam menentukan nasib mereka sendiri dimasa depan melalui pemberian suara menerima hidup bersama dibawah perintah Pemerintah Pusat RI-Jawa-Yogya bersama TNI/POLRI-nya atau siap menentukan nasib sendiri mengatur negeri sendiri dibawah pimpinan Pemerintahan sendiri ?.

Saya yakin seribu yakin, bahwa para nominator Capres RI-Jawa-Yogya ini akan menjalankan kebijaksaan politik, keamanan dan pertahanannya sama seperti yang sedang dijalankan oleh Pemerintahan Megawati Cs bersama dengan TNI/POLRI-nya.

Nah, kalau kebijaksanaan Pemerintah yang akan datang ini tidak berbeda dengan kebijaksanaan Pemerintah Megawati Cs sekarang ini mengenai penyelesaian Negeri Aceh dan Papua, maka sudah dipastikan kemelut di Aceh dan Papua tidak akan bisa diselesaikan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se