Stockholm, 19 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SIKAP UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DORONGAN UTAMA MENUJU KEMERDEKAAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DALAM PERJUANGAN AWAL MEREBUT KEMERDEKAAN SIKAP UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DORONGAN UTAMA MENUJU KEMERDEKAAN BUKAN MASALAH LEGITIMASI KEPEMIMPINAN

"Ass Wr. Wb. Bapak Sudirman. Dengan tidak diperlukannya legitimasi dari rakyatnya, lantas Hasan Tiro berjuang atas nama siapa, apa atas nama pribadi ? Dalam hal ini, saya contohkan Hasan Tiro, karena saya melihat sudah banyak kabupaten di Aceh yang tidak mendukung lagi gerakannya. Malah banyak yang sudah mendeklarasikan Front Perlawanan atau Anti GAM. Jadi tampak jelas bahwa Hasan Tiro sudah tidak lagi di dukung oleh rakyat Aceh. Yang bisa juga diartikan bahwa rakyat Aceh yang tidak mendukung tersebut juga tidak sudi di perintah oleh pemerintah di bawah Hasan T. Atau kata lain rakyat Aceh malah akan menganggap kalo dirinya nanti dijajah oleh Hasan Tiro. Saya akui bahwa saya tidak begitu mengerti atau faham dalam menafsirkan Resolusi PBB no 2621. Saya memang bukan ahli tafsir Hukum Int. Tapi dulu rasanya saya pernah belajar teori bernegara, dimana rakyat memberikan sebagian haknya kepada penguasa untuk diperintah. Sehngga timbulnya suatu konstitusi. Kalau sekiranya rakyat Aceh tidak sudi untuk diperintah oleh Hasan T, dan Hasan T ngotot untuk mendirikan suatu negara tanpa adanya legitimasi dari rakyat. Bukankah dia telah merampas hak kami tersebut."
(Apha MAOP, awakaway@telkom.net , Sun, 18 Jan 2004 16:08:14 +0700)

Baiklah, saudara Apha Maop.

Dalam rangka pembebasan negeri dari pendudukan negeri lain adalah hak setiap orang untuk menentukan nasibnya sendiri dan bebas merdeka dari penjajahan negeri asing karena penjajahan suatu negeri adalah satu penghalang yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional serta hubungan damai diantara bangsa sebagaimana dijamin oleh dasar hukum internasional yang bersumberkan kepada Resolusi PBB nomor 2621 (XXV) yang diadopsi tanggal 12 oktober 1970 dalam sidang pleno PBB yang ke-1862.

Nah, langkah penentuan sikap untuk menentukan nasib sendiri dan bebas merdeka rakyat Aceh dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yogya inilah yang menjadi dorongan untuk membangun Negeri Aceh yang bebas berdiri sendiri diatur oleh rakyat Aceh sendiri.

Disamping itu langkah sikap penentuan nasib sendiri ini adalah harus direalisasikan dalam bentuk langkah perjuangan untuk memperoleh kembali Negeri Aceh dari pendudukan Soekarno Cs yang masih dipertahanakan sampai detik ini oleh pihak Presiden Megawati Cs.

Dimana misalnya, ASNLF atau GAM adalah meupakan satu wadah dan alat perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro untuk mendapatkan kembali Negeri Aceh yang sampai detik ini masih berada dalam pendudukan Negeri RI-Jawa-Yogya.

Adapun soal konstitusi atau undang undang dasar dan perlengkapan negara lainnya itu, seperti apakan Negeri Aceh merupakan negara kesatuan, federasi, konfederasi, kerajaan, itu semuanya baru bisa dibicarakan kelak apabila Negeri Aceh telah bebas merdeka.

Karena masalah pembuatan konstitusi harus melibatkan seluruh rakyat Aceh, bukan hanya dibuat oleh segelintir rakyat Aceh.

Jadi, dalam langkah mendapatkan kembali Negeri Aceh yang sedang diduduki oleh pihak Negara RI-Jawa-Yogya ini ASNLF atau GAM merupakan satu wadah dan alat perjuangan untuk menghadapi pihak Pemerintah Negara RI-Jawa-Yogya baik digelanggang diplomasi maupun digelanggang militer.

Nah, apabila perjuangan ASNLF atau GAM berhasil digelanggang diplomasi dan digelanggang militer melawan pihak Pemerintah Negara RI-Jawa-Yogya dan Negeri Aceh berhasil dikembalikan kepada seluruh rakyat Aceh, maka pada saat itulah baru dipersiapkan dan dibicarakan serta diputuskan oleh seluruh rakyat Aceh tentang konstitusi atau undang undang dasar Negara Aceh.

Dan soal siapa yang akan menjadi pemimpin di Negara Aceh yang merdeka kelak itu jelas diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh yang punya hak untuk memilihnya. Kemudian setiap rakyat Aceh punya hak untuk memilih dan dipilih serta menjadi pemimpin di negerinya sendiri.

Jadi, sekarang yang paling penting dan utama adalah bukan memperdebatkan pembuatan konstiusi atau siapa yang menjadi pemimpin pergerakan perjuangan, melainkan yang paling penting dan utama adalah menyatukan langkah yang sama dalam usaha mendapatkan kembali Negeri Aceh yang telah dicaplok oleh Soekarno Cs.

Karena apabila perjuangan rakyat Aceh tidak berada dalam satu arah dan satu barisan yang sama menuju kearah penentuan nasib sendiri untuk bebas merdeka dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yogya, maka jelas usaha perjuangan pembebasan Negeri Aceh akan mudah diporak-porandakan oleh pihak Penguasa Negara RI-Jawa-Yoga Presiden Megawati Cs. Dimana akhirnya akan muncul gerakan-gerakan yang menguntungkan pihak Penguasa Negara RI-Jawa-Yogya, seperti munculnya Front Perlawanan atau Anti GAM seperti yang ditulis oleh saudara Apha Maop.

Menyinggung masalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro, justru kita harus bersyukur bahwa masih ada seorang putra Aceh yang menyadari dengan penuh kedalaman bahwa Negerinya masih berada didalam pendudukan dan cengkraman pihak Penguasa Negara RI-Jawa-Yogya yang telah mencaplok Negerinya sejak tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur kedalam tubuh Negara RI-Jawa-Yogya.

Dengan keteguhan, keimanan dan keberanian Teungku Hasan Muhammad di Tiro tanpil untuk menghadapi pihak Jenderal Soeharto penerus Soekarno yang sedang menduduki Negeri Aceh.

Soal suka atau tidak suka, soal senang atau tidak senang, soal setuju atau tidak setuju, soal menerima atau tidak menerima terhadap kepemimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu semua adalah hak bagi setiap rakyat Aceh. Tetapi yang jelas dan perlu diperhatikan bahwa saat sekarang ini adalah saat perjuangan untuk mendapatkan kembali Negeri Aceh yang telah direbut oleh pihak Soekarno Cs, bukan waktunya untuk saling pukul memukul satu sama lain diantara rakyat Aceh.

Saat sekarang adalah saat bagaimana setiap rakyat Aceh untuk berhasil menyatakan sikap dan pendapatnya dalam bentuk pemberian suara terhadap penentuan nasib sendiri dan bebas dari pengaruh Negara RI-Jawa-Yogya.

Nah, untuk usaha menentukan nasib sendiri inilah pihak ASNLF atau GAM berusaha agar dalam waktu secepatnya seluruh rakyat Aceh bisa memberikan suaran YA atau TIDAK terhadap pemisahan dari Negara RI-Jawa-Yogya dengan TNI/POLRI-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 18 Jan 2004 16:08:14 +0700
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
From: Apha MAOP <awakaway@telkom.net>
Subject: Re: SEMUA ORANG PUNYA HAK UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DAN
BEBAS MERDEKA DARI PENJAJAHAN
Cc: editor@jawapos.co.id, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, sadanas@shb.equate.com, zaki@centrin.net.id, nur-abdurrahman@telkom.net, raiyabilly@yahoo.ca, kmjp47@indosat.net.id, a_kjasmine@yahoo.com, quality@posindonesia.co.id, uubyt@yahoo.com, icmijed@hotmail.com, melpone2002@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, info@achehtimes.com, achehnews@yahoogroups.com, beuransah@hotmail.com, afdalgama@hotmail.com, agus_smur@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, aneuk_pasee@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, fadlontripa@yahoo.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, empun@lycos.com, info@atjehtimes.com, meurahsilu@hotmail.com, trieng@netzero.net, musrial_m@yahoo.com, nad_njo_2002@hotmail.com, ndin_armadaputra2002@yahoo.com, sarena48@hotmail.com, serambi_indonesia@yahoo.com, sira_jaringan2000@yahoo.com, sirareferendum@hotmail.com, tang_ce@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, langsakuta@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, unsyiah@lycos.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, warzain@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, acheh@juno.com, aditjond@psychology.newcastle.edu.au, serambi@indomedia.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com , redaksi@detik.com , jktpost2@cbn.net.id , hudoyo@cbn.net.id , editor@pontianak.wasantara.net.id , qclik@my-deja.com , newsletter@waspada.co.id , balipost@indo.net.id , Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com , amriw@mweb.co.id , ahmad_jibril1423@yahoo.com , redaksi@acehkita.com , serambi_indonesia@yahoo.com , Abfat.Habibi@bluescopesteel.com , is-lam@isnet.org , siyasah@isnet.org , megawati@gmx.net , hassan.wirajuda@ties.itu.int , pkb.indo@mailcity.com , is-lam@isnet.itb.ac.id , alchaidar@yahoo.com

Ass. Wr Wb

Yth Bapak Ahmad Sudirman

Dengan tidak diperlukannya legitimasi dari rakyatnya, lantas Hasan Tiro berjuang atas nama siapa, apa atas nama pribadi ??

Dalam hal ini, saya contohkan Hasan Tiro, karena saya melihat sudah banyak kabupaten di Aceh yang tidak mendukung lagi gerakannya. Malah banyak yang sudah mendeklarasikan Front Perlawanan atau Anti GAM. Jadi tampak jelas bahwa Hasan Tiro sudah tidak lagi di dukung oleh rakyat Aceh. Yang bisa juga diartikan bahwa rakyat Aceh yang tidak mendukung tersebut juga tidak sudi di perintah oleh pemerintah di bawah Hasan T. Atau kata lain rakyat Aceh malah akan menganggap kalo dirinya nanti dijajah oleh Hasan Tiro.

Saya akui bahwa saya tidak begitu mengerti atau faham dalam menafsirkan Resolusi PBB no 2621. Saya memang bukan ahli tafsir Hukum Int. Tapi dulu rasanya saya pernah belajar teori bernegara, dimana rakyat memberikan sebagian haknya kepada penguasa untuk diperintah. Sehngga timbulnya suatu konstitusi. Kalau sekiranya rakyat Aceh tidak sudi untuk diperintah oleh Hasan T, dan Hasan T ngotot untuk mendirikan suatu negara tanpa adanya legitimasi dari rakyat. Bukankah dia telah merampas hak kami tersebut.

Untuk dapat diakui sebagai suatu negara, salah satunya adanya pemerintahan. Pemerintahan macam apa yang akan di bentuk Hasan T. Setau saya di seluruh dunia ini, semua pemerintah yang sah atas suatu negara adalah pemerintah yang diberikan legitimasi oleh rakyatnya. Pemerintah yang diperoleh sesuai dengan konstitusi.

Kalau rakyat Aceh tidak memberikan legitimasi kepada Hasan T, bagaimana ia bisa membentuk pemerintahan ?? Kalau memang ada teori baru, mohon sudi kiranya meng-share-kan ilmunya
kepada saya.

Kalau memang tidak perlu legitimasi dari rakyat, saya juga ingin mendeklarasikan negara yang baru dalam wilayah Aceh. Peduli apa sama orang, toh saya tidak memerlukan legitimasi dari mereka. Saya tidak mau menjadi rakyat Hasan T. Saya mau jadi presiden di wilayah saya sendiri yaitu Aceh (dari perbatasan SUMUT sampai SABANG). Peduli apa sama rakyat Aceh lainnya, peduli apa sama Hasan T. Toh dari penafsiran anda terhadap Res PBB tsb, saya tidak memerlukan
legitimasi dari mereka. Yang saya perlukan adalah tentara untuk melawan NKRI.

Bukankah begitu Pak Ahmad S. Bagaimana menurut pendapat anda ??????

Wassalam

Apha MAOP
awakaway@telkom.net
----------