Stockholm, 20 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SIAPKAH MEGAWATI CS BERSAMA TNI/POLRI MENGADAKAN REFERENDUM DI ACEH?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SOAL KONSTITUSI DIBICARAKAN DAN DIPUTUSKAN OLEH SELURUH RAKYAT ACEH SETELAH NEGERI ACEH SECARA DE JURE DAN DE FACTO BEBAS DARI NEGARA RI-JAWA-YOGYA

"Ass. Wr. Wb. Baiklah Pak Ahmad Sudirman. Saya setuju dengan usul ini (penentuan sikap dari seluruh rakyat Aceh), tapi siapa yang mau jadi pemrakarsanya. Saya yakin Hasan Tiro tidak akan menang, karena terlalu banyak sudah membuat kesusahan bagi rakyat Aceh, walaupun juga NKRI bukanlah pilihan favorite. Seperti yg pernah saya tulis, kalaupun rakyat Aceh ingin cerai dari NKRI, maka kami akan cari pemimpin yang visi dan misi jerlas, dan Hasan Tiro bukanlah orangnya. Sekali lagi saya ingin bertanya kepada Bapak, rakyat Aceh yang mana yang Bapak maksudkan dalam tulisan Bapak"
(Apha MAOP, awakaway@telkom.net , 19 januari 2004 15:57:43)

Baiklah, saudara Apha Maop yang masih merasa bingung dengan nama rakyat Aceh.
Begini, orang-orang yang lahir, tinggal dan hidup di Aceh ini adalah orang-orang yang status hukumnya berkewarganegaraan Negara RI-Jawa-Yogya dari sejak Aceh diduduki oleh pihak Soekarno Cs pada tangal 14 Agustus 1950.

Nah, diantara WNRI-Jawa-Yogya yang lahir, tinggal dan hidup di Aceh ini ada yang nenek-nenek moyangnya memang asli berasal dari Aceh. Tetapi ada juga orang-orang WNRI-Jawa-Yogya yang lahir, tinggal dan hidup di Aceh ini asal-asal nenek moyangnya datang dari luar Aceh setelah Aceh dicaplok Soekarno Cs pada tanggal 14 Agustus 1950.

Kemudian, diantara WNRI-Jawa-Yogya yang lahir, tinggal dan hidup di Aceh ini yang nenek-nenek moyangnya memang asli berasal dari Aceh telah menyadari bahwa pihak Soekarno Cs telah menduduki Aceh secara ilegal tanpa persetujuan dari seluruh rakyat Aceh, seperti yang ditunjukkan dan dilaksanakan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh ketika menghadapi dan melawan pihak Soekarno Cs.

Nah sekarang, walaupun WNRI-Jawa-Yogya yang lahir, tinggal dan hidup di Aceh ini yang nenek-nenek moyangnya memang asli berasal dari Aceh secara status hukum menurut dasar hukum yang berlaku di Negara RI-Jawa-Yogya adalah WNRI, tetapi secara batiniah dan kesadarannya mereka tidak merasa sebagai bagian dari Negara RI-Jawa-Yogya.

Rakyat Aceh inilah yang berusaha untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya atau kalau membaca maklumat Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah lepas dari kekuasaan Negara Pancasila.

Jadi rakyat Aceh yang mendukung perjuangan pembebasan Negeri Aceh dari pendudukan Soekarno Cs yang dipertahankan sampai detik ini oleh pihak Presiden Megawati Cs itulah yang dinamakan rakyat Aceh dalam tulisan-tulisan saya.

Adapun masalah adanya orang-orang yang setuju atau tidak setuju dengan kepemimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan ASNLF atau GAM yang sedang memperjuangkan pembebasan Negeri Aceh dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yogya, itu semuanya hak dari orang-orang tersebut.

Nah, kalau saudara Apha Maop yang memang setuju untuk keluar dari NKRI tetapi tidak setuju dengan kepemimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu hak saudara Apha Maop untuk memilih dan menentukan siapa yang saudara Apha percayai untuk memimpin perjuangan pembebasan Negeri Aceh dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yogya.

Kita harus saling bahu membahu dalam memperjuangkan kemerdekaan Negeri Aceh dari pendudukan Soekarno Cs ini.

Kemudian mengenai masalah referendum, ini adalah masalah yang dasar yang harus diperjuangkan, karena melalui referendum inilah kita semua akan mengetahui bahwa apakah memang benar seluruh rakyat Aceh yang secara hukum berada dibawah hukum penjajah Negara RI-Jawa-Yogya mau bebas atau tidak dari Negeri RI-Jawa-Yogya dibawah pimpinan Presiden Megawati Cs.

Sampai detik ini pihak Presiden Megawati Cs beserta TNI/POLRI-nya tidak setuju dengan referendum di Aceh ini. Mengapa ?.

Karena Presiden Megawati Cs beserta TNI/POLRI-nya sudah yakin bahwa kalau referendum dilaksanakan di Negeri Aceh, itu Negeri Aceh akan lepas ke tangan rakyat Aceh kembali.

Karena itu sekarang yang paling penting dan utama bukan membicarakan Konstitusi atau Undang Undang Dasar Negara Aceh, melainkan bagaimana usaha dari rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dan bebas dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yogya bisa berhasil menggolkan penentuan nasib sendiri melalui cara referendum ini.

Nah nanti, apabila memang telah berhasil pelaksanaan referendum dan rakyat Aceh menghendaki bebas dari Negara RI-Jawa-Yogya, barulah saat itu seluruh rakyat Aceh atau melalui wakil-wakilnya membicarakan, menentapkan dan memutuskan Undang Undang Dasar Negara Aceh dan memilih wakil-wakilnya untuk duduk di Pemerintahan Negara Aceh.

Kemudian apakah Negera Aceh itu nantinya akan menjadi Negara Kesatuan, Kerajaan, Negara Islam, Negara Federasi, Negara Konfederasi, semuanya itu diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh atau melalui wakil-wakilnya yang akan membicarakan, menetapkan dan memutuskan Undang Undang Dasar atau Konstitusi Negara Aceh.

Sedangkan dasar perjuangan ASNLF atau GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro memang sudah jelas tergambar seperti yang tertuang dalam deklarasinya dan seperti yang sudah saya terangkan dalam tulisan saya sebelum ini yaitu dasar perjuangan yang disirami ruh-ruh Islam artinya dasar perjuangan yang bersandarkan kepada nilai-nilai Islam, sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh nenek moyang rakyat Aceh sejak abad ke 15.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: 19 januari 2004 15:57:43
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
From: Apha MAOP <awakaway@telkom.net>
Subject: Re: RAKYAT ACEH YANG SADAR BAHWA NEGERINYA TELAH DIDUDUKI PRESIDEN MEGAWATI CS
Cc: editor@jawapos.co.id, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, sadanas@shb.equate.com, zaki@centrin.net.id, nur-abdurrahman@telkom.net, raiyabilly@yahoo.ca, kmjp47@indosat.net.id, a_kjasmine@yahoo.com, quality@posindonesia.co.id, uubyt@yahoo.com, icmijed@hotmail.com, melpone2002@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, info@achehtimes.com, achehnews@yahoogroups.com, beuransah@hotmail.com, afdalgama@hotmail.com, agus_smur@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, aneuk_pasee@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, fadlontripa@yahoo.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, empun@lycos.com, info@atjehtimes.com, meurahsilu@hotmail.com, trieng@netzero.net, musrial_m@yahoo.com, nad_njo_2002@hotmail.com, ndin_armadaputra2002@yahoo.com, sarena48@hotmail.com, serambi_indonesia@yahoo.com, sira_jaringan2000@yahoo.com, sirareferendum@hotmail.com, tang_ce@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, langsakuta@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, unsyiah@lycos.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, warzain@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, acheh@juno.com, aditjond@psychology.newcastle.edu.au, serambi@indomedia.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com , redaksi@detik.com , jktpost2@cbn.net.id , hudoyo@cbn.net.id , editor@pontianak.wasantara.net.id , qclik@my-deja.com , newsletter@waspada.co.id , balipost@indo.net.id , Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com , amriw@mweb.co.id , ahmad_jibril1423@yahoo.com , redaksi@acehkita.com , serambi_indonesia@yahoo.com , Abfat.Habibi@bluescopesteel.com , is-lam@isnet.org , siyasah@isnet.org , megawati@gmx.net , hassan.wirajuda@ties.itu.int , pkb.indo@mailcity.com , is-lam@isnet.itb.ac.id , alchaidar@yahoo.com

X-OriginalArrivalTime: 19 Jan 2004 15:05:04.0773 (UTC) FILETIME=[9E8C4350:01C3DE9D]

Ass, Wr Wb

Baiklah, Bapak Ahmad Sudirman

"Nah sekarang, kalau memang ada sebagian rakyat Aceh yang masih juga belum sadar mengenai pendudukan Negeri Aceh oleh pihak Soekarno Cs yang diteruskan sekarang oleh pihak Presiden Megawati Cs bersama dengan TNI/POLRI-nya, maka seperti yang telah saya tulis dalam tulisan sebelumnya yaitu marilah kita adakan penentuan suara dari seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap YA atau TIDAK terhadap pemisahan dari Negara RI-Jawa-Yogya dengan TNI/POLRI-nya." (Ahmad Sudirman)

SEKALI LAGI SAYA INGIN BERTANYA KEPADA BAPAK, RAKYAT ACEH YANG MANA YANG BAPAK MAUKSUDKAN DALAM TULISAN BAPAK DIATAS. SEBAIKNYA BAPAK JALAN-JALAN KE ACEH DAN LIHAT SENDIRI ATAU SEKALIGUS LAKUKAN SURVEI DAN SAMPLE, SEHINGGA ANDA BISA TAU SEBERAPA BESAR DUKUNGAN RAKYAT ACEH KEPADA HASAN TIRO.

"Karena kalau penentuan sikap dari seluruh rakyat Aceh ini belum dilaksanakan, maka sampai kapanpun masih tetap saja masing-masing pihak merasa paling benar dan paling berhak dengan Negeri Aceh.

Jadi yang paling utama dan paling penting adalah keputusan dari seluruh rakyat Aceh mengenai pemberian suaranya YA atau TIDAK terhadap pemisahan dari Negara RI-Jawa-Yogya dengan TNI/POLRI-nya yang diawasi dan disaksikan oleh badan Internasional atau langsung oleh badan pengawas yang ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa Bangsa." (Ahmad Sudirman)

SAYA SETUJU DENGAN USUL INI, TAPI SIAPA YANG MAU JADI PEMRAKARSANYA. SAYA YAKIN HASAN TIRO TIDAK AKAN MENANG, KARENA TERLALU BANYAK SUDAH MEMBUAT KESUSAHAN BAGI KAMI RAKYAT ACEH. WALAUPUN JUGA NKRI BUKANLAH PILIHAN FAVORITE.
SEPERTI YG PERNAH SAYA TULIS, KALAUPUN RAKYAT ACEH INGIN CERAI DARI NKRI, MAKA KAMI AKAN CARI PEMIMPIN YANG VISI DAN MISI JELAS. DAN HASAN TIRO BUKANLAH ORANGNYA.

"Mengenai Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang sekarang sedang memimpin gerakan pembebasan Negeri Aceh dari pendudukan Negara RI-Jawa-Yoga dan sampai detik ini berada di Negara Swedia, sepengetahuan saya bahwa beliau itu tidak melanggar apa yang dilarang oleh Islam juga tidak pernah melanggar hukum yang berlaku di Negara Swedia.

Adapun soal negeri kafir yang disinggung oleh saudara Apha Maop, maka disini boleh saya masukkan bahwa Negara RI-Jawa-Yogya yang dasar negaranya berdasarkan pancasila, dimasukkan kedalam golongan Negara Kafir. Coba saja adakah orang didunia mengatakan dan menganggap bahwa Negara RI-Jawa-Yoga atau yang dikenal dengan nama NKRI atau lebih populer disebut RI adalah Negara Islam ?. Sampai dunia kiamatpun tidak akan ada orang diseluruh dunia yang menganggap dan menyatakan secara fakta, hukum dan sejarah bahwa negara RI adalah Negara Islam, paling juga sampai kepada sebutan Negara Pancasila." (Ahmad Sudirman)

SEDARI PERTAMA YANG MERIBUTKAN MASALAH KAFIR INI JUGA GAM, MEREKA SELALU SAJA MENYEBUTKAN JAWA KAFIR, SI MAOP ANAK JAWA KAFIR. TIDAK SETETESPUN DARAH SAYA ADA DARAH JAWANYA. TAPI MENUDUH ORANG LAIN KAFIR APA LAGI MENG-GENERALISASIKANNYA MENURUT SAYA ADALAH PERBUATAN YANG TIDAK PANTAS DILAKUKAN OLEH ORANG-ORANG YANG MENGAKU DIRINYA MUSLIM TAAT. BUKANKAH BEGITU OM "RAZALI PAYA" PUTEH

"Kemudian soal dasar perjuangan ASNLF atau GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro disini bisa saya jelaskan bahwa, Sebenarnya kalau ditelaah dan dipelajari sampai kedalam apa yang dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaan Negara Aceh Sumatra tanggal 4 Desember 1976 itu yang berbunyi :"To the people of the world: We, the people of Acheh, Sumatra, exercising our right of self- determination, and protecting our historic right of eminent domain to our fatherland, do hereby declare ourselves free and independent from all political control of the foreign regime of Jakarta and the alien people of the island of Java....In the name of sovereign people of Acheh, Sumatra. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Chairman, National Liberation Front of Acheh Sumatra and Head of State Acheh, Sumatra, December 4, 1976". ("Kepada rakyat di seluruh dunia: Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing Jawa....Atas nama rakyat Aceh, Sumatra yang berdaulat. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Ketua National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Presiden Aceh Sumatra, 4 Desember 1976") (The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra,1984, hal : 15, 17).

Sekarang coba perhatikan "and protecting our historic right of eminent domain to our fatherland (dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami)". Dimana dalam kalimat tersebut telah mencakup keseluruhan sejarah dasar perjuangan Gerakan Pembebasan Rakyat dan Negeri Aceh adalah dijiwai oleh nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah digariskan oleh para pejuang Aceh dari sejak abad ke 15 dibawah pimpinan Sultan Ali Mukayat Syah (1514-1528), diteruskan oleh Sultan Salahuddin (1528-1537), dilanjutkan oleh Sultan Alauddin Riayat Syahal Kahar (1537-1568), tetap diperjuangkan oleh Sultan Ali Riyat Syah (1568-1573), juga masih tetap dipertahakan oleh Sultan Seri Alam (1576), makin gencar diteruskan oleh Sultan Muda (1604-1607), dan dikobarkan oleh Sultan Iskandar Muda, gelar marhum mahkota alam (1607-1636) dalam menghadapi agresi Portugis." (Ahmad Sudirman)

SEKALI LAGI, SAYA BINGUNG BACA TULISAN ANDA. MOHON AGAR MENULIS DENGAN KONSEKWEN. TULISAN ANDA SEBELUMNYA MENYATAKAN BAHWA HASAN TIRO TIDAK MEMERLUKAN LEGITIMASI DARI RAKYAT.
TAPI LIHAT TULISAN ANDA DIATAS, LAGI-LAGI BAWA NAMA RAKYAT.
OK, KALAU BEGITU, LAGI-LAGI SAYA TANYAKAN PADA ANDA "RAKYAT ACEH YANG MANA ????"

"Begitu juga Gerakan Pembebasan Rakyat dan Negeri Aceh yang telah dijiwai oleh nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah digariskan oleh para pejuang Aceh dari sejak abad ke 15 mampu menerobos dan menghadapi agresi Belanda dari sejak tanggal 26 Maret 1873 ketika Belanda menyatakan perang kepada Aceh. Dan pecah perang pertama yang dipimpin oleh Panglima Polem dan Sultan Machmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Kohler dengan 3000 serdadunya dapat dipatahkan, dimana Kohler sendiri tewas pada tanggal 10 April 1873. Dilanjutkan dengan perang kedua melawan Belanda dibawah pimpinan Jenderal Van Swieten yang berhasil menduduki Keraton Sultan dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda. Tentu saja, nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah ditanamkan oleh Sultan Machmud Syah yang wafat 26 Januari 1874 tidak terputus dan tercecer begitu saja, melainkan diteruskan oleh Tuanku Muhammad Dawot yang dinobatkan sebagai Sultan di masjid Indragiri.

Dan memang nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah digariskan oleh para pejuang Aceh dari sejak abad ke 15 tersebut membangkitkan semangat perang gerilya yang dipimpin oleh Teuku Umar bersama Panglima Polem dan Sultan terus tanpa pantang mundur menghadapi serangan dan gempuran Belanda. Walaupun Teuku Umar gugurr pada tahun 1899 ketika menghadapi pasukan Van Der Dussen di Meulaboh, tetapi Tetapi Cut Nya' Dien istri Teuku Ummar siap tampil menjadi komandan perang gerilya menghadapi Belanda. Perang gerilya melawan Belanda ini berlangsung sampai tahun 1904." (Ahmad Sudirman)

SAYA SETUJU INI, KARENA NENEK MOYANG KAMI MEMANG KSATRIA. TAPI APA YANG DILAKUKAN OLEH PIMPINAN GAM SEKARANG ?????. MEREKA HANYA MELAKUKAN PROPAGANDA, DAN SEMBUNYI DI NEGERI KAFIR. KALAU HASAN TIRO MEMANG KSATRIA SEPERTI NENEK MOYANGNYA, SURUH DIA PULANG KE ACEH, DAN BERPERANG SEPERTI NENEK MOYANG ORANG ACEH BERPERANG. JANGAN KATAKAN BAHWA DIA ORANG ACEH, KALAU CUMA JADI PECUNDANG DI NEGERI KAFIR. NENEK MOYANG ORANG ACEH TIDAK BERSEMBUNYI MELAWAN PENJAJAH BELANDA DAHULU KALA. BERBUATLAH SEPERTI NENEK MOYANG ORANG ACEH, LAWANLAH ITU PENJAJAH RI. SUPAYA KAMI BISA LIHAT, BAHWA DIA BENAR-BENAR KSATRIA. SIAPA TAU KALAU KAMI BISA MELIHAT VISI DAN MISINYA, KAMI BISA MENDUKUNGNYA.

"Nah nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah digariskan oleh para pejuang Aceh dari sejak abad ke 15 sampai detik inilah yang sebenarnya lahir dari ruh Islam yang telah menyirami rakyat, pemimpin dan negeri Aceh sejak abad ke 15 itu, dan dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaan Aceh Sumatra tanggal 4 Desember 1976 oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dalam ungkapan "and protecting our historic right of eminent domain to our fatherland (dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami)". (Ahmad Sudirman)

HANYA KATA-KATA, TIDAK DI WUJUDKAN DALAM PERBUATAN YANG NYATA DAN KONKRIT. SEJARAH ISTIMEWA YANG MANA YANG MAU DILINDUNGINYA ????????????

"Nah, dari dasar perjuangan rakyat Aceh yang dideklarkan oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro sudah jelas dan gamblang bahwa nilai-nilai, norma-norma, dan semangat berjuang yang telah digariskan oleh para pejuang Aceh dari sejak abad ke 15 sampai detik inilah yang sebenarnya lahir dari ruh Islam yang telah menyirami rakyat, pemimpin dan negeri Aceh sejak abad ke 15 itu, dan dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaan Aceh Sumatra tanggal 4 Desember 1976 oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Sebagian besar pemimpin-pemimpin negara yang pernah mengetahui tentang ASNLF atau GAM ini mereka tidak mengatakan bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah seorang sekularis yang memperjuangankan negara sekular. Justru para pemimpin dunia mengetahui bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah seorang muslim yang berasal dari negeri Aceh yang seratus persen rakyatnya muslim.

Jadi, sebenarnya, apa yang ditulis oleh saudara Apha Maop "Bagaimana kami bisa yakin kalau dia berbuat dan bersikap yang islami selama di negeri kafir. Negara yang mau dibentuknya juga tidak jelas dasarnya.", untuk jawabannya telah saya jelaskan diatas." (Ahmad Sudirman)

TAPI SAYA LEBIH YAKIN DENGAN DAUD B DENGAN PERJUANGAN ISLAMNYA. JUDUL NEGARANYA SAJA PAKAI ISLAM (NII). TAPI HASAN TIRO BUAT NEGARA ACEH DENGAN DASAR APA. KALAU RI JELAS, DASARNYA PANCASILA, NII JELAS DASARNYA ISLAM. ASNLF DASARNYA APA ????? MAKANYA SAYA TULIS ENGGAK JELAS LUAR DALAM.

"Dan untuk lebih menguatkan, bahwa saya hampir lebih dari dua puluh tahun mengenal dan bertemu sebagian besar para tokoh dan anggota GAM, mereka adalah tidak seperti yang diduga oleh saudara Apha Maop." (Ahmad Sudirman)

SAYANGNYA ANDA MUDAH SEKALI TERTIPU OLEH MEREKA. KALAU ANDA INGIN MELIHAT ASLINYA MEREKA, SILAHKAN DATANG KE ACEH. DAN MENETAP DISINI, SAMPAI ANDA RASAKAN BAGAIMANA ASLINYA MEREKA.
ANDA BILANG MEREKA BAIK, KARENA ANDA TIDAK PERNAH DIPERAS UNTUK PAJAK NANGGROE, MMMMMMMMHH JANGAN-JANGAN, ANDA MALAH MENIKMATI PAJAK NANGGROE HASIL PERASAN TERSEBUT.
SAYA PRIBADI PERNAH DIPERAS OLEH GAM, KATANYA SIH UNTUK PAJAK NANGGROE. DAN MASALAH DISKUSI TENTANG PAJAK NANGGROE INI PERNAH SAYA ANGKAT DALAM MILIS INI. TAPI TIDAK DI JAWAB OLEH GAM.
MUNGKIN ANDA BERMINAT UNTUK MENJAWABNYA ?????

"Selanjutnya soal "bagaimana perlakuan GAM terhadap masyarakat? Hukum apa yang mereka terapkan ? Menurut saya sih hukum rimba.Bagaimana GAM, telah mengkerangkeng rakyat desa selama 6 bulan tanpa jelas proses hukum dan kesalahannya" seperti yang ditulis oleh saudara Apha Maop.

Untuk jawabannya ini, saya sudah jelaskan dalam tulisan sebelum ini bahwa kalau memang benar mereka yang ditahan pihak TNA itu berdasarkan hasil pemeriksaan tidak bersalah maka akan segera dibebaskan dengan difasilitasi oleh pihak Palang Merah Internasional dan harus adanya jaminan keamanan dari pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya bahwa para tawanan ketika sedang dibebaskan tidak ditembak atau dibunuh oleh TNI seperti yang dilakukan terhadap wartawan almarhum Ersa Siregar." (Ahmad Sudirman)

SAYA MAU TANYA APA KRITERIA KESALAHANNYA, SEHINGGA GAM PUNYA HAK UNTUK MENAWAN ORANG LAIN. HUKUM APA YANG DIPAKAI. KALAU PUN RAKYAT DESA TERSEBUT BERSALAH, MENGAPA TIDAK DIPROSES SECARA HUKUM (MUNGKIN MAU PAKAI HUKUM ISLAM KALI YAA). KENAPA HARUS DI KERANGKENG BERBULAN-BULAN. SAYA MEMANG BODOH DALAM HUKUM ISLAM, TAPI SAYA YAKIN, TAK SATU PUN AYAT QURAN YANG MEMBENARKAN MENGKERANGKENG ORANG LAIN TANPA DASAR YANG JELAS.

OOOHHH, MUNGKIN SI ORANG DESA TIDAK SEALIRAN DENGAN GAM ATAU MUNGKIN DIA GAK MAU BAYAR PAJAK NANGGROE. KALAU MEMANG GAM MENGANUT AZAS DEMOKRASI, HARGAI DONK PENDAPAT ORANG LAIN YANG TIDAK SEPAHAM. MENGAPA HARUS DIHUKUM. HUKUMANNYA GAK JELAS LAGI (HUKUM RIMBA KALI YEE). ANDA TAU MENGAPA 6 BULAN LAMA HUKUMANNYA. KARENA BULAN KE ENAM DI BERLAKUKAN DARURAT MILITER, SEHINGGA GAM NYA LARI DAN TAWANANNYA LEPAS. KALAU TIDAK ADA DM. MUNGKIN SI ORANG DESA MASIH DI KERANGKENG ATAU MUNGKIN SUDAH MATI.

LAGIAN, KENAPA HARUS MELIBATKAN PIHAK ASING DALAM MELEPASKAN TAWANAN. TINGGAL LEPAS AJA, SELESAI KOQ. APALAGI DAERAH MENGGAMAT PADA WAKTU SEBELUM DM ADALAH DAERAH YANG ABSOLUT DIKUASAI PENUH OLEH GAM. YANG MELAWAN GAM LANGSUNG DI BUNUH OLEH GAM. SAYA MELIHATNYA DI TVRI (KUBURAN MASSAL, KERANGKENG, SERTA WAWANCARA SAKSI). SEBAIKNYA ANDA DATANG KE MENGGAMAT, TAK PERLU KITA BERDEBAT MASALAH INI. ANDA LIHATLAH PEKERJAAN KAFIR DI SANA. SAYA YAKIN KALAU MEMANG NIAT ANDA BAIK, RAKYAT MENGGAMAT AKAN MENDUKUNG ANDA UNTUK MENGUNGKAPKAN FAKTA YANG SEBENARNYA.

"Soal keadaan para tawanan dalam tahanan pihak TNA seperti yang ditulis oleh saudara Apha Maop " Ini terjadi di daerah Menggamat Aceh Selatan. Silahkan anda buktikan sendiri dengan berkunjunga ke daerah tersebut. Bukankah ini telah melanggar HAM, seperti perbuatan jahiliyah. Manuasia di kurung seperti anjing. Nah sekarang saya tambah bingung.?! Sekarang siapa yang jahil ? siapa yang kafir ?".

Nah soal melanggar HAM atau tidaknya terhadap para tawanan TNA itu jelas disini perlu diizinkan satu badan pemeriksa dan pengawas apakah itu dari pihak Palang Merah Internasional ataupun badan HAM internasional oleh pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya dan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh badan internasional itu barulah kita mengetahui, apakah memang benar atau tidak benar adanya pelanggaran HAM terhadap para tawanan TNA tersebut." (Ahmad Sudirman)

BAIKLAH, SEKARANG KITA COBA MAINKAN RUMUSNYA.
DULU PADA WAKTU SAYA SEKOLAH (SAYA GAK TULIS BELAJAR, NTAR ADA YANG PROTES LAGI, HE..HE..HE..), SAYA DI AJARKAN ARTI AZASI. YAITU HAK-HAK DASAR MANUSIA, DIMANA HAK UNTUK HIDUP, HAK UNTUK BEBAS, DAN SEMUA HAK KEBUTUHAN DASAR MANUSIA DIANGGAP SEBAGAI HAK AZASI.

SECARA POLITIS INTERNASIONAL, SERING DI TAFSIRKAN BAHWA PELANGGARAN HAM HANYA TERJADI BILA APARAT SUATU NEGARA MELAKUKAN KEJAHATAN TERHADAP RAKYATNYA. DAN KATEGORINYA PUN BERTINGKAT, DARI YANG RINGAN SAMPAI YANG BERAT (GENOCIDE).

TETAPI SEBENARNYA APAPUN PELANGGARAN YANG DILAKUKAN TERHADAP HAK-HAK DASAR MANUSIA, SUDAH DAPAT DI KATEGORIKAN SEBAGAI PELANGGARAN HAM. MUNGKIN SECARA INTERNASIONAL, PERBUATAN GAM DI MENGGAMAT BUKANLAH PELANGGARAN HAM, TETAPI PERBUATAN PIDANA / KRIMINAL BIASA. DIMANA MEREKA BISA MEMBUNUH ORANG SEMAUNYA, MENG KERANGKENG ORANG SEMAUNYA DAN LAIN-LAIN PERBUATAN PIDANA TERHADAP TUBUH DAN NYAWA.

APA BEDA PIDANA GAM DI MENGGAMAT DENGAN YANG DI LAKUKAN PREMAN PASAR. YANG DILAKUKAN GAM ADALAH SISTEMATIS, TERORGANISIR DAN TERHADAP BANYAK ORANG. DAN MEMPUNYAI TUJUAN POLITIK TERTENTU.
KALAUPUN ANDA TIDAK BERSEDIA MENYEBUTNYA SEBAGAI PELANGGARAN HAM, MUNGKIN KEJAHATAN MAFIA BISA LEBIH TEPAT.
PELAJARI LAGI TEORI BERNEGARA, DIMANA RAKYAT MENYERAHKAN SEBAGIAN HAK-NYA KEPADA PEMERINTAH, SEHINGGA PEMERINTAH YANG LEGITIMATE INI MEMPUNYAI HAK UNTUK MENGURUS KEPENTINGAN PUBLIK.
DALAM HAL INI KEJAHATAN ADALAH HUKUM PUBLIK, ADALAH KEWAJIBAN NEGARA (DALAM HAL INI DIWAKILI OLEH PEMERINTAH) UNTUK MENEGAKKANNYA (HUKUM PUBLIK). JADI YANG BERHAK MENGHUKUM SESEORANG YANG TELAH BERBUAT PIDANA ATAU KESALAHAN ADALAH NEGARA (PEMERINTAH YANG SAH).KAPAN GAM JADI PEMERINTAH YANG SAH, SEHINGGA SEENAKNYA SAJA MENGHUKUM ORANG. DAN KAPAN PULA ORANG-ORANG (RAKYAT ACEH) MEMBERIKAN LEGITIMASI KEPADA GAM UNTUK MENGURUS HUKUM PUBLIK.

KALAU ANDA MENGARTIKAN RESOLUSI PBB MENURUT VERSI ANDA, SAYA RASA UMUR DUNIA INI TIDAK AKAN LAMA. DIMANA SETIAP ORANG BEBAS MENENTUKAN KEMAUANNYA SENDIRI, BEBAS BERBUAT SEMAUNYA (YA, SEPERTI GAM MENGGAMAT ITU). MAKA SEMUA DUNIA INI AKAN JADI NEGARA TEXAS RANGER ATAU NEGARA DENGAN HUKUM RIMBA YANG DIANUT OLEH GAM. DIMANA YANG KUAT (PUNYA SENJATA) BISA BERBUAT SEMAUNYA.

HUKUM TIDAK BISA DIARTIKAN, TAPI DI TAFSIRKAN. APAKAH PENAFSIRAN YANG ANDA BUAT TERHADAP RESOLUSI PBB TERSEBUT SUDAH SESUAI DENGAN PENAFSIRAN INTERNASIONAL. WALLAHUALAM. ANDA MEMANG SUKSES MENGARTIKAN RESOLUSI TERSEBUT, TAPI PERLU DI PERTANYAKAN MAKSUD DAN TUJUAN DARI RESOLUSI TERSEBUT APAKAH TELAH SESUAI DENGAN ARTI YANG ANDA BUAT.

SAMPAI DISINI DULU TANGGAPAN SAYA.

SATU HAL BAPAK AHMAD SUDIRMAN, SAYA MULAI BISA MENILAI, BAHWA SEBENARNYA, ANDA TIDAK SEDIKITPUN MEMIHAK KEPADA RAKYAT ACEH. TAPI ANDA BERPIHAK KEPADA HASAN TIRO. KEBETULAN KALAU HASAN TIRO ADALAH ORANG ACEH, TAPI BUKAN BERARTI ANDA CONCERN DENGAN KAMI RAKYAT ACEH. SEPERTI TANGGAPAN T. MIRZA, MBOK YA ANDA SEKALI-SEKALI DATANG KE ACEH. SUPAYA ANDA BISA MELIHAT KAMI RAKYAT ACEH. LIHATLAH KAMI SECARA NYATA ATAU REAL.

WASSALAM

MAOP
awakaway@telkom.net
----------