Stockholm, 23 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PIHAK MEGAWATI CS, DPR/MPR, TNI/POLRI TUTUPI FAKTA YANG BENAR PENDUDUKAN NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PIHAK MEGAWATI CS, DPR/MPR, TNI/POLRI YANG MENUTUPI FAKTA YANG BENAR TENTANG PENDUDUKAN NEGERI ACEH

"Saudaraku Ahmad Sudirman!. Tidakkah anda sadar bahwa ocehan saudara justru, penyebab banyaknya anak-anak yatim yang kehilangan bapaknya. Banyak janda-janda yang kehilangan orang tuanya dan banyak orang tua yang kehilangan anaknya. Berarti anda sudah bisa dikatagorikan sebagai dajal-dajal kecil yang mengatakan kemudharatan seakan kemaslahatan dan sebaliknya mengatakan bahwa kemaslahatan itu sebagai kemudharatan, dan andalah pemutar balik fakta kepada saudara-saudaraku yang tidak mengerti sehingga mereka harus menjadi korban oleh ocehan dan propaganda anda. Dan anda tetap tidak mau sadar dengan semua ocehan saudara."
Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 22 Jan 2004 08:43:30 -0800 (PST))

Baiklah.

Kalau memang benar Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengatakan bahwa fakta, hukum dan sejarah tentang pendudukan Negeri Aceh oleh Soekarno cs satu hari sebelum RIS, 14 Agustus 1950 dilebur kedalam negara RI-Jawa-Yogya diputar balikkan oleh saya.

Nah sekarang, saya meminta fakta dari Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono berdasarkan bukti yang jelas dan benar disertai dasar hukum serta sejarah yang mengatakan bahwa memang benar Soekarno Cs dengan kerelaan seluruh rakyat dan para pimpinan rakyat Aceh ketika Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja dimasukkan kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara satu hari sebelum RIS dilebur kedalam tubuh Negara RI-Jawa-Yogya oleh pihak Soekarno Cs ?.

Selanjutnya, sebenarnya kalau pihak Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya , Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati yang dibantu Badan Pelaksana Harian Penguasa Darurat Militer Pusat yang terdiri dari seluruh anggota Kabinet termasuk didalamnya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Jaksa Agung M.A. Rachman, Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, KASAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, dan KASAU Marsekal TNI Chappy Hakim menyadari sedalam-dalamnya, maka apa yang telah dibuat oleh pihak Soekarno cs terhadap Negeri Aceh adalah suatu tindakan perampasan dan pendudukan.

Coba pikirkan, apakah rakyat Aceh sekarang masih bisa ditutup-tutupi dan dibohongi dengan apa yang telah dilakukan oleh pihak Soekarno Cs terhadap Negeri Aceh ?.

Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono apa yang telah dikemukakan dan dijelaskan serta dibeberkan dalam tulisan-tulisan sebelum ini adalah semuanya merupakan fakta yang mengandung bukti kebenaran dengan ditunjang oleh dasar hukum serta sejarah Aceh yang memang dirampas dan diduduki oleh pihak Soekarno Cs.

Karena itu lah, saya telah berulang kali bahwa kalau memang benar, jujur, ikhlas dan penuh keadilan dari pihak Presiden Megawati Cs, DPR/MPR dan TNI/POLRI, maka putuskan dan berikan kebebasan kepada rakyat Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas mengatur Negerinya sendiri tanpa dipengaruhi dan diatur oleh pihak Pemerintah Negara RI-Jawa-Yogya.

Itulah jalan paling adil dan bijaksana kalau Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono ingin menyelesaikan kemelut di negeri Aceh sekarang ini.

Tidaklah perlu dengan menggunakan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003 untuk penyelesaian damai di Negeri Aceh.

Karena melalui kedua dasar hukum Keppres diatas itu bukan merupakan jalan penyelesaian yang paling baik dan bijaksana, melainkan menambah makin porakporandanya di Negeri Aceh.

Coba saja, kalau Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono menerapkan langkah,

Pertama, cabut itu Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Kedua, berilah kebebasan rakyat Aceh menentukan dan memberikan suaranya YA atau TIDAK untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas di Negeri Aceh.

Saya yakin, seribu yakin itu di Negeri Aceh akan segera damai.

Mengapa harus merasa takut terhadap rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib mereka sendiri?

Toh bagi pihak Negara RI-Jawa-Yogya, khususnya pihak Presiden Megawati Cs, TNI/POLRI, DPR/MPR tidak ada gunanya juga terus mempertahankan Negeri Aceh yang dicaplok Soekarno Cs, karena akan terus menjadi duri dalam daging bagi NKRI yang dibangun diatas puing-puing Negara/Daerah bekas RIS.

Kemudian soal Negeri Aceh kaya dengan minyak dan gas alamnya, sebenarnya itu bukan menjadi suatu alasan yang utama untuk mempertahankan pendudukan Negeri Aceh, karena sewaktu Soekarno mencaplok Aceh itu soal ladang minyak dan gas alam di Negeri Aceh tidak disebut-sebutkan dan tidak dipersoalkan.

Seterusnya soal menjaga kesatuan NKRI sebagaimana didengungkan oleh pihak Penguasa Negara R-Jawa-Yogya juga bukan suatu alasan yang utama, karena asal dibangunnya NKRI itu dari puing-puing 16 Negara/Daerah bagian RIS, dimana Negeri Aceh tidak termasuk didalamnya.

Begitu juga soal apabila Negeri Aceh lepas, maka Negeri-negeri lainnya juga akan lepas, itupun tidak menjadi alasan yang utama, karena toh sebenarnya asal dari NKRI juga dari bekas Negara/Daerah bagian RIS. Kalau memang ada salah satu atau beberapa bekas Negara/Daerah bagian RIS yang sudah bersatu dengan Negara RI-Jawa-Yogya mau memisahkan diri merekapun punya hak untuk keluar dari Negara RI-Jawa-Yogya.

Jadi, atas alasan apalagi pihak Penguasa Negara RI-Jawa-Yogya, TNI/POLRI, DPR/MPR mempertahankan Negeri Aceh dari pendudukan yang dari sejak awal dijalankan oleh pihak Soekarno Cs?.

Nah coba sadari oleh Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, jangan terus menggunakan kekerasan senjata, apalagi sekarang sudah diturunkan para Raider yang diperintahkan dan ditugaskan oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk bergerilya mengdapi rakyat Aceh ingin menentukan nasib sendiri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 22 Jan 2004 08:43:30 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: BERSUKURLAH KARENA MASIH BANYAK SAUDARAKU YANG "SADAR", SEBELUM ALLAH SWT MENJEMPUTNYA.
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: rakyat_nka@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, nurzati@tjp.toshiba.co.jp, asadullah_abujihad@yahoo.com, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, partai@keadilan.or.id, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, tamastir@centrin.net.id, Padmanaba@uboot.com, agusjohn@ratelindo.co.id, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, redaksi@detik.com, jktpost2@cbn.net.id, editor@pontianak.wasantara.net.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, qclik@my-deja.com, newsletter@waspada.co.id, balipost@indo.net.id, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, amriw@mweb.co.id, ahmad_jibril1423@yahoo.com, Mail2news-20030721-soc.culture.indonesia+alt.culture.indonesia@anon.lcs.mit.edu, redaksi@acehkita.com, serambi_indonesia@yahoo.com, Abfat.Habibi@bluescopesteel.com, is-lam@isnet.org, siyasah@isnet.org, megawati@gmx.net, hassan.wirajuda@ties.itu.int, is-lam@isnet.itb.ac.id, alchaidar@yahoo.com, awakaway@telkom.net

SAUDARAKU AHMAD SUDIRMAN,!!!!!!!!!

TIDAKKAH ANDA SADAR BAHWA OCEHAN SAUDARA JUSTRU, PENYEBAB BANYAKNYA ANAK-ANAK YATIM YANG KEHILANGAN BABAKNYA...... BANYAK JANDA-JANDA YANG KEHILANGAN ORANG TUANYA........DAN BANYAK ORANG TUAN YANG KEHILANGAN ANAKNYA......!!!!!!!!! BERARTI ANDA SUDAH BISA DIKATAGORIKAN SEBAGAI DAJAL-DAJAL KECIL YANG MENGATAKAN KEMUDHARATAN SEAKAN KEMASLAHATAN DAN SEBALIKNYA MENGATAKAN BAHWA KEMASLAHATAN ITU SEBAGAI KEMUDHARATAN, DAN ANDALAH PEMUTAR BALIK FAKTA KEPADA SAUDARA-SAUDARAKU YANG TIDAK MENGERTI SEHINGGA MEREKA HARUS MENJADI KORBAN OLEH OCEHAN DAN PROPAGANDA ANDA.....!!!!!!!!!! DAN ANDA TETAP TIDAK MAU SADAR DENGAN SEMUA OCEHAN SAUDARA...????!!!!!!!

LIHAT DATA INI.....!!!! APAKAH INI YANG ANDA KATAKAN STRATEGI PERANG GERILYA, TETAPI SAYA MASIH BERSUKUR TERNYATA MASIH BANYAK SAUDARAKU YANG SADAR SEBELUM ALLAH SWT MENJEMPUTNYA.

AGAR ANDA SADAR DAN TIDAK MENUTUP SEBELAH MATA, SEKALI LAGI PERHATIKAN INI:DARI 5200 PEMBERONTAK HASAN TIRO, TELAH DILUMPUHKAN SEBANYAK 4071 (1451 TEWAS, 1657 SADAR SEBELUM KEMATIAN, DAN 963 DENGAN IKHLAS KEMBALI KEPANGKUAN IBU PERTIWI).................SEKALI LAGI INIKAH STRATEGI BUNUH DIRI YANG ANDA KATAKAN SAUDARAKU AHMAD SUDIRMAN.....!!!!!!!

SEKALI SAGI SADARLAH BAHWA OCEHAN ANDA TELAH BANYAK KORBAN, YANG SEBENARNYA MEREKA TIDAK MENGERTI TENTANG PERJUANGAN ANDA BERSAMA ORANG-ORANG YANG DIDADANYA HANYA BERISI DENGAN KEKECEWAAN,...SAKIT HATI,....KEBENCIAN,.....DAN DENDAM...!!!!!! MASIH BELUM PUASKAH MULUT ANDA DENGAN SEMUA INI, ATAU MEMANG ANDA SUDAH TIDAK MEMILIKI NURANI LAGI.........SEKALI LAGI SADARLAH.........SADAR........DAN SADAR........!!!!!!

WASALAM,

DITYA

ACEHNAD
SERAMBI MEKKAH.
dityaaceh_2003@yahoo.com
----------