Stockholm, 25 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

ACEH BUKAN SERAMBI MEKAH RI-JAWA-YOGYA TETAPI ACEH DIDUDUKI RI-JAWA-YOGYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU PROPAGANDA SOEKARNO, SOEHARTO, BJ HABIBIE, ABDURRAHMAN WAHID DAN PRESIDEN MEGAWATI CS YANG MENGGEMBORKAN ACEH SERAMBI MEKAH RI-JAWA-YOGYA KARENA YANG JELAS ACEH DIDUDUKI RI-JAWA-YOGYA

"Assalamu'alaikum wr wbr. Bagaimana kalau kita abaikan saja ambisi Ahmad Sudirman membentuk Negeri Swedia Aceh Stockholm untuk kepentingan dirinya sendiri. Bukankah banyak warga Aceh, yang bermukim di wilayah NAD dan yang tersebar diseluruh penjuru tanah air RI serta yang berada di mancanegara, yang sangat mensyukuri Aceh menjadi "serambi Mekkah" dalam kehidupan nasional Indonesia. Sedangkan jualan yang diiklankan Ahmad Sudirman sangat kental dengan "campur tangan pihak asing", yang senang jika RI tidak ada, agar dapat lebih leluasa dan mudah menguasasi, memecah belah dan menghancur leburkan RI. Yang perlu menjadi perhatian kita bersama, bukankah Aceh adalah "serambi Mekkah" bagi RI ? Bukankah hal itu cukup membuktikan begitu mulia kedudukan Aceh dihati bangsa dan negara RI ? Sangat disayangkan kalau image itu hilang hanya karena kita terburu nafsu memenuhi ambisi pribadi Ahmad Sudirman."
(Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id , 25 januari 2004 00:39:50)

Baiklah saudara Tato Suwarto.

Darimana saudara Tato Suwarto mengetahui bahwa Negeri Aceh merupakan serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya ?

Dari buku sejarah perkembangan Indonesia atau dari berita masmedia, atau dari pihak TNI/POLRI atau dari pihak para pimpinan RI-Jawa-Yogya Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Cs ?

Tidakkah saudara mempergunakan sedikit akal dan pikiran dan hati nurani untuk membuka kembali kedok pendudukan Negeri Aceh oleh pihak Soekarno Cs sehingga akan banyak informasi yang berupa fakta, hukum dan sejarah mengenai negeri Aceh yang dipropagandakan sebagai Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya ini ?.

Saudara Tato Suwarto jangan hanya mempergunakan mata dan telinga saja dari berita-berita yang bersimpang siur yang merupakan angin propaganda yang dihembuskan oleh pihak masmedia, TNI/POLRI, para pimpinan RI-Jawa-Yogya Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Cs, melainkan coba gali itu fakta, hukum dan sejarah yang bisa dijadikan dasar bukti yang benar mengapa Negeri Aceh itu tiba-tiba berada dalam perut Sumatera Utara satu hari sebelum NKRI dibangun diatas puing-puing Negara/Daerah bagian RIS.

Nah, kalau saudara Tato Suwarto sudah mendapatkan semua fakta dengan bukti yang benar didasari oleh dasar hukum yang jelas dan benar serta sejarah Negeri Aceh yang berada dalam perut Negara NKRI ini, baru saudara Tato menuliskan dan mendeklarkan kepada seluruh rakyat Aceh khususnya dan kepada seluruh rakyat Negara RI-Jawa-Yogya pada umumnya bahwa memang benar Negeri Aceh adalah Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya.

Tetapi, sampai detik ini saya tidak pernah membaca tulisan saudara Tato Suwarto yang berisikan fakta dengan bukti yang benar dan dasar hukum serta sejarah Negeri Aceh yang menyatakan bahwa Negeri Aceh adalah Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya.

Jadi saudara Tato Suwarto tidak bisa begitu saja mengklaim bahwa Negeri Aceh adalah Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya atau Serambi Mekah NKRI, sebelum terbukti secara fakta, hukum dan sejarah yang menunjangnya.

Tetapi, kalau saudara Tato Suwarto hanya mengklaim bahwa Negeri Aceh sebagai Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya berdasarkan cerita-cerita yang disampaikan pihak masmedia, TNI/POLRI, para pimpinan RI-Jawa-Yogya Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Cs, maka coba meminta sekali lagi kepada mereka agar supaya menyampaikan semua fakta dengan bukti yang jelas dan benar beserta dasar hukum dan sejarahnya yang menyatakan bahwa Negeri Aceh adalah merupakan Serambi Mekah Negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI.

Kemudian mengenai tuduhan saudara Tato Suwarto bahwa saya membukakan semua fakta dengan bukti-buktinya, hukum dan sejarah mengenai pendudukan Negeri Aceh oleh pihak Soekarno Cs yang diteruskan sampai detik ini oleh Presiden Megawati adalah merupakan "ambisi Ahmad Sudirman membentuk Negeri Swedia Aceh Stockholm untuk kepentingan dirinya sendiri".

Jelas itu tuduhan saudara Tato Suwarto tidak ada dasar fakta dan hukumnya yang jelas dan benar. Mengapa ?

Karena saudara Tato Suwarto menuduh itu hanyalah didasarkan kepada jalan pikiran dan emosinya sendiri tanpa didasarkan kepada fakta, hukum dan sejarah.

Coba tanya kepada seluruh rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib mereka sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau Negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI, apakah memang benar keinginan rakyat Aceh menentukan nasib sendiri bebas merdeka itu adalah ambisi Ahmad Sudirman membentuk Negeri Swedia Aceh Stockholm untuk kepentingan dirinya sendiri?

Nah, nanti setelah saudara Tato Suwarto mendapatkan jawabannya, barulah bisa menuduh dengan tuduhan "ambisi Ahmad Sudirman membentuk Negeri Swedia Aceh Stockholm untuk kepentingan dirinya sendiri".

Nah sekarang, begini saja untuk saudara Tato Suwarto agar supaya saudara tidak terperosok kejurang kebohongan yang disebarkan oleh pihak TNI/POLRI, para pimpinan RI-Jawa-Yogya Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Cs yaitu kalau memang benar saudara Tato Suwarto punya alasan lain yang berdasarkan kepada fakta dengan bukti yang benar, ditunjang dengan dasar hukum yang kuat dan sejarah yang benar mengenai masuknya Negeri Aceh kedalam tubuh NKRI, maka saya persilahkan membukanya di mimbar ini.

Saya menunggu jawaban dari Saudara Tato Suwarto.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: 25 januari 2004 00:39:50
From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Subject: Re: [padhang-mbulan] MANA YANG TERBAIK APAKAH DIBAWAH TNI-RAIDER ATAU MENENTUKAN NASIB SENDIRI BEBAS
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, kammi-malang@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com
Cc: teuku_mirza2000@yahoo.com, awakaway@telkom.net, ahmad_sudirman@hotmail.com

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Bagaimana kalau kita abaikan saja ambisi Ahmad Sudirman membentuk Negeri Swedia Aceh Stockholm untuk kepentingan dirinya sendiri. Bukankah banyak warga Aceh, yang bermukim di wilayah NAD dan yang tersebar diseluruh penjuru tanah air RI serta yang berada di mancanegara, yang sangat mensyukuri Aceh menjadi "serambi Mekkah" dalam kehidupan nasional
Indonesia.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin

Tato Suwarto
otra25@indosat.net.id
----------

Date: 25 januari 2004 00:39:34
From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Subject: Re: [padhang-mbulan] MEGAWATI CS, DPR/MPR,TNI/POLRI TUTUPI FAKTA YANG BENAR PENDUDUKAN NEGERI ACEH
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, kammi-malang@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com
Cc: teuku_mirza2000@yahoo.com, awakaway@telkom.net, ahmad_sudirman@hotmail.com

Justru jangan sampai mengalami nasib seperti kasus referendum di Timor Timur atas sponsor campur tangan pihak asing, karena faktanya sampai sekarang banyak warga Timor Timur yang menangis berpisah dengan saudaranya sebangsa dan setanah air NKRI.

Sedangkan jualan yang diiklankan Ahmad Sudirman sangat kental dengan "campur tangan pihak asing", yang senang jika RI tidak ada, agar dapat lebih leluasa dan mudah menguasasi, memecah belah dan menghancur leburkan RI.

Yang perlu menjadi perahtian kita bersama, bukankah Aceh adalah "serambi Mekkah" bagi RI ? Bukankah hal itu cukup membuktikan begitu mulia kedudukan Aceh dihati bangsa dan negara RI ?

Sangat disayangkan kalau image itu hilang hanya karena kita terburu nafsu memenuhi ambisi pribadi Ahmad Sudirman.

Tato Suwarto
otra25@indosat.net.id
----------