Stockholm, 27 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BERITA TENTANG RAKYAT DI ACEH YANG DIMUAT DI MEDIA MASA INDONESIA SERATUS PERSEN SUDAH DISENSOR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MANA ADA BERITA TENTANG RAKYAT DI ACEH YANG DIMUAT DI MEDIA MASA INDONESIA YANG SERATUS PERSEN BEBAS SENSOR

"Assalamu'alaikum wr wbr. Kondisi rakyat Aceh dari zaman DOM s/d sekarang sangat amat memprihatinkan, sayangnya tidak ada satupun media masa Indonesia yang mau (berani) mengupas penderitaan tsb. Selama ini cuma berita2 tentang pertempuran antara GAM dan TNI yg ditulis di koran2 dan diperbincangkan di media masa lainya, alangkah baiknya kalau korban2 perang tsb. yang jumlahnya ratusan ribu (melebihi jumlah korban WTC dan perang Iraq) juga di expose di media masa Indonesia. Supaya terkuak misteri yang selama ini mereka alami. Berikanlah keadilan walaupun sedikit kepada mereka sebelum mereka menghadap yang Maha Kuasa. Sudah harta kekayaan mereka di rampas, harga diri mereka juga dicabik2, but no one seems to care ... kita tidak bisa menyalahkan rakyat Indonesia yang notabene kurang mendapatakan informasi tentang kondisi yang sebenarnya di alami oleh rakyat kecil tsb."
(Kilimanjaro , kilimanjaro8489@yahoo.com , 26 januari 2004 18:08:42)

Baiklah saudara Kilimanjaro di Atlanta, Georgia, USA

Memang benar seperti yang saudara Kilimanjaro tulis bahwa "Kondisi rakyat Aceh dari zaman DOM s/d sekarang sangat amat memprihatinkan, sayangnya tidak ada satupun media masa Indonesia yang mau (berani) mengupas penderitaan tsb."

Hal itu disebabkan, karena kalau berita-berita yang menyangkut penderitaan rakyat Aceh akibat dari penerapan DOM sejak Jenderal Soeharto sampai DOM versi Presiden Megawati Cs dengan Keppres No.28 tahun 2003 dan Keppres No.43 tahun 2003 sekarang ini banyak merugikan dan tidak menguntungkan kepada pihak Presiden Megawati Cs bersama TNI/POLRI, DPR/MPPR-nya, maka mana ada media masa Indonesia mau mengorbankan perusahaan perbitannya dengan dicabut izin terbit dan izin usahanya hanya karena sekedar memuat masalah penderitaan rakyat Aceh yang benar, jujur, adil dan bijaksana dari dua sumber, baik sumber dari rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib mereka sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya atau dari pihak rakyat Aceh yang masih senang berada dalam pelukan Presiden Megawati Cs bersama TNI/POLRI dfan Raider-nya juga dekapan DPR/MPR-nya.

Coba saja pikirkan oleh saudara Kilimanjaro ini, dengan dibuat dan diberlakukannya Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni itu, bukan untuk media masa Indonesia mendapat kemudahan dan kebebasan mencari berita dan menerbitkannya kepada umum, tetapi justru untuk menghambat dan membatasi berita-berita tentang rakyat Aceh khususnya tentang rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib mereka sendiri bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya.

Lihat saja buktinya, apakah ada satu surat kabar apa saja di Indonesia yang berani secara jujur, terang-terangan, benar, adil dan bijaksana memuat cerita, cita-cita dan penderitaan beberapa rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib sendiri bebas merdeka ketika berhadapan dengan para serdadu TNI/POLRI dan Raider buatan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu ?.

Kalau ada coba kirimkan kepada saya, biar saya angkat tangan karena salut kepada pimpinan redaksi surat kabar tersebut.

Jadi, untuk saudara Kilimanjaro, tidak perlu saudara memaksa, meminta apalagi mengemis-ngemis kepada pengasuh dan penerbit media masa Indonesia untuk memuat berita tentang penderitaan rakyat Aceh, baik rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya maupun rakyat Aceh yang masih senang berada dibawah pelukan Presiden megawati cs bersama TNI/POLRI dan Raider made in KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Selama itu Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni belum dicabut dan selama Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 masih diberlakukan.

Para pimpinan di Negara RI-Jawa-Yogya, TNI/POLRI dan DPR/MPR-nya itu kalau berbicara mengenai Negeri dan rakyat Aceh, khsususnya tentang rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara RI-Jawa-Yogya yang telah mencaplok Negeri Aceh melalui kebijaksanaan politik agresi Soekarno cs sejak 14 Agustus 1950, maka jangan diharap akan timbul sikap dan usaha yang benar-benar jujur, adil dan bijaksana.

Yang ada justru bagaimana agara Negeri Aceh tetap berada dalam pendudukan NKRI yang pada 15 Agustus 1950 dibangun diatas puing-puing Negara/Daerah bagian RIS (Republik Indonesia Serikat)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: kilimanjaro8489 <kilimanjaro8489@yahoo.com>
Date: 26 januari 2004 18:08:42
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] Re: MEGAWATI CS,DPR/MPR,TNI/POLRI TUTUPI FAKTA YANG BENAR PENDUDUKAN NEGERI ACEH

Ass. wr.wb.

Kondisi rakyat Aceh dari zaman DOM s/d sekarang sangat amat memprihatinkan, sayangnya tidak ada satupun media masa indonesia yang mau (berani) mengupas penderitaan tsb.

Selama ini cuma berita2 tentang pertempuran antara GAM dan TNI yg ditulis di koran2 dan diperbincangkan di media masa lainya, alangkah baiknya kalau korban2 perang tsb. yang jumlahnya ratusan ribu (melebihi jumlah korban WTC dan perang Iraq) juga di expose di media
masa indonesia. Supaya terkuak misteri yang selama ini mereka alami.

Berikanlah keadilan walaupun sedikit kepada mereka sebelum mereka menghadap yang Maha Kuasa.

Sudah harta kekayaan mereka di rampas, harga diri mereka juga dicabik2, but no one seems to care ... kita tidak bisa menyalahkan rakyat indonesia yang notabene kurang mendapatakan informasi tentang kondisi yang sebenarnya di alami oleh rakyat kecil tsb.

Wassalam,

Kilimanjaro
kilimanjaro8489@yahoo.com
----------