Stockholm, 28 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

NKRI ITU JELMAAN RIS YANG DIBANGUN PADA 15 AGUSTUS 1950
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU ADA DAERAH LAIN DILUAR BEKAS NEGARA/DAERAH BAGIAN RIS YANG MENJADI NKRI, MAKA ITU DAERAH HASIL CAPLOKAN SOEKARNO

"Assalamu'alaikum. Kang Mamad, saya mau bertanya tentang pelajaran sejarah ini, yang dimaksud Sumatra itu meliputi wilayah mana saja? Dan sejak kapan muncul nya SUMUT, SUMSEL, Lampung, Jambi, Bengkulu, Riau ? Yang dimaksud Sulawesi, Kalimantan itu wilayahnya mana saja? Yang saya tahu sekarang kan ada Kalimantan Barat, Selatan, Timur bahkan katanya Sabah, Serawak dan Kuching aja masuk kedalam wilayah Kalimantan, yaitu Kalimantan utara, makanya ditahun 1965an pernah terjadi perang antara Indonesia dan Malaysia di disana. Terus kalau Aceh tidak termasuk wilayah Sumatra, kenapa Soekarno mengangkat Teuku Muhammad Hasan sebagai Gubernurnya? Padahal dia orang Aceh?"
(Agus Hermawan , sadanas@equate.com , 28 januari 2004 04:39:10)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait yang masih saja berkelit-kelit dengan berbagai pertanyaan untuk mempertahankan NKRI buatan Soekarno Cs.

Begini.

Itu seperti yang telah ditulis dalam tulisan yang lalu mengenai Sumatera yang diklaim Soekarno untuk dijadikan sebagai propinsi RI ketika membentuk Kabinet RI pertama di awal bulan September 1945 dengan mengangkat Teuku Muhammad Hasan sebagai Gubernurnya adalah Sumatera diatas kertas saja. Mengapa ?

Karena secara de-facto belum berada dalam penguasaan Negara RI pada waktu itu. Jadi Soekarno hanya mengklaim saja bahwa itu Sumatera menjadi propinsi Negara RI yang baru diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Dimana dalam mendirikan satu negara bukan hanya berdasarkan pengklaiman daerah saja, tetapi harus benar secara de-facto atau benar ada faktanya dan telah benar-benar dikuasai seratus persen.

Jadi waktu pembentukan Kabinet RI pertama, karena Soekarno pandainya hanya mengklaim dan merebut saja, maka ketika melihat pulau Sumatara dianggap dan diakuilah sebagai satu daerah Sumatera yang tidak dibagi-bagi, dan dimasukkanlah kedalam urutan nama propinsi Negara RI diatas kertas. Lalu ditunjuk Teuku Muhammad Hasan. Dimana Teuku Muhammad Hasan inipun bukan wakil dari seluruh rakyat Sumatera apalagi wakil seluruh rakyat Aceh. Juga ketika Teuku Muhammad Hasan ditunjuk dan diangkat Soekarno untuk jadi Gubernur, Soekarno main tunjuk dan angkat saja. Siapa yang mau, langsung diangkat, pokoknya kalau Soekarno senang dan suka, kemudian orang tersebut senang menerima jabatan, maka jadilah Gubernur atau Menteri.

Jadi, Soekarno mengangkat Teuku Muhammad Hasan sebagai Gubernur Sumatera bukan karena ia berasal dari Aceh.

Selanjutnya memang terbukti, bahwa benar Soekarno ketika menjadikan Sumatera sebagai propinsi RI dalam Kabinet pertamanya hanyalah menjadikan Sumatera diatas kertas saja. Karena terbukti setelah diadakan perjanjian Renville pada 17 Januari 1948, itu yang namanya Sumatera yang diklaim Soekarno, lenyap dari wilayah RI, yang tinggal hanya Yogyakarta saja. Itulah daerah wilayah kekuasaan RI buatan Soekarno Cs.

Selanjutnya masalah Sumatera Selatan. Negara Sumatera Selatan didirikan pada 30 Augustus 1948
Dengan Wali Negara Abdul Malik. Karena rakyat dan pimpinan rakyat di Sumatera Selatan ini merasa bahwa Soekarno telah mengklaim seenaknya saja memasukkan Sumatera kedalam wilayah kekuasaan RI, maka rakyat dan pimpinan Sumatera Selatan menyatakan berdiri sendiri bebas dari pengklaiman Soekarno. Karena itu ketika diadakan Konferensi federal di Bandung pada tanggal 29 Mei 1948, yang dihadiri oleh wakil-wakil dari negara-negara di luar RI, hadir wakil dari Negara Sumatera Selatan ini. Dimana hasil dari Konferensi federal di Bandung adalah dibentuknya Badan Permusyawaratan Federal atau Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Kalimantan Barat. Dimana ke-15 anggota Negara dan Daerah BFO ini adalah Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Negara Indonesia Timur, Negara Madura, Daerah Banjar, Daerah Bangka, Daerah Belitung, Daerah Riau, Daerah Dayak Besar, Daerah Jawa Tengah, Negara Jawa Timur, Daerah Kalimantan Tenggara, Daerah Kalimantan Timur, Negara Pasundan, Negara Sumatra Selatan, dan Negara Sumatra Timur. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.244).

Kemudian yang dinamakan Sumatera Utara itu adalah propinsi yang dibuat Soekarno satu hari sebelum RIS dilebur kedalam RI-Jawa-Yogya atau NKRI, pada tanggal 14 Agustus 1945 dengan menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya, yaitu pada tanggal 15 Agustus 1950.

Dimana sebenarnya, yang dijadikan propinsi Sumatera Utara adalah asalnya dari Negara Sumatra Timur bekas Negara bagian RIS yang diproklamirkan pada tanggal 24 Maret 1948 dengan Ibu Kota-nya Medan dan Wali Negara-nya Dr. Teungku Mansyur. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 176)

Adapun yang dinamakan Riau itu adalah Daerah Riau yang berdiri sendiri diluar dari Negara RI Soekarno. Dimana para utusan dari Daerah Riau menghadiri Konferensi Malino pada tanggal 15 Juli 1946 di Malino, Sulawesi Selatan yang juga dihadiri oleh para utusan dari Daerah-daerah 1.Kalimantan Barat, 2.Kalimantan Selatan, 3.Kalimantan Timur, 4.Bangka-Belitung, 5.Riau, 6.Sulawesi Selatan, 7.Minahasa, 8.Menado (tanpa Minahasa), 9.Bali, 10.Lombok, 11.Timor, 12.Sangihe-Talaud, 13.Maluku Utara, 14.Maluku Selatan, dan 5.Papua. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 103)

Sedangkan Jambi oleh Soekarno dimasukkan kedalam Propinsi Sumatera Selatan ketika RIS dilebur dan dibangun NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950. Hal tersebut terbongkar ketika Soekarno menetapkan Undang-undang Nomor 61 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang- undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 75) sebagai Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1646).

Begitu juga dengan Bengkulu. Dimana Soekarno memasukkan Bengkulu kedalam Propinsi Sumatera Selatan ketika NKRI dibangun, kemudian dipisahkan dari Propinsi Sumetara Selatan menjadi Propinsi tersendiri dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Propinsi Bengkulu (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2828) yang mempertimbangkan b.bahwa sebagian wilayah Propinsi Sumatera Selatan yang meliputi wilayah Kabupaten-kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong serta Kotamadya Bengkulu, perlu dipisahkan dan selanjutnya dibentuk menjadi satu daerah propinsi baru, yaitu Propinsi Bengkulu yang berhak mengatur dan mengurus rumah-tangganya sendiri.

Sama juga dengan daerah Lampung. Soekarno pada tanggal 14 Agustsus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya atau yang dikenal dengan NKRI telah memasukkan Lampung kedalam Propinsi Sumatera Selatan. Hal itu terbongkar ketika Soekarno membentuk Propinsi Lampung berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Lampung dengan mengubah Undang-undang Nomor 25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan (Lembaran Negara Tahun 1964 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2688).

Sedangkan Propinsi Sulawesi yang dimasukkan oleh Soekarno kedalam NKRI berasal dari Negara Indonesia Timur (NIT) sebagai salah satu Negara bagian RIS. Dimana menurut Undang-Undang Negara Indonesia Timur nomor 44 tahun 1950 yang berlaku mulai tanggal 24 Juni 1950, daerah Sulawesi mencakup Sulawesi Selatan berdasarkan "Peraturan pembentukan Gabungan Sulawesi Selatan atau Daerah Sulawesi Selatan tgl. 18 Oktober 1948 yang telah disahkan dengan penetapan Residen Sulawesi Selatan tgl. 22 Nopember 1948". Sulawesi Tengah berdasarkan "Peraturan pembentukan Daerah Sulawesi Tengah tanggal 2 Desember 1948, yang telah disyahkan dengan penetapan Residen Manado tanggal 25 Januari 1949 No. R 21/l/4". Sulawesi Utara semula adalah suatu gabungan yang dibentuk menurut peraturan "Undang-undang Dasar Daerah Sulawesi Utara" tanggal 19 Nopember 1948 yang disahkan oleh Residen Menado dengan penetapan tanggal 25 Januari 1949 Nomor R.22/1/11 dan berlaku mulai tanggal 7 Pebruari 1949, terdiri dari daerah-daerah: a.neo-swapraja Gorontalo, b.gabungan Bolaang-Mongondow yang terdiri dari swapraja Bolaang-mongondow, Bolaang Uki, Bintauna dan Kaidipang-Besar, c.swapraja Buol.

Sedangkan yang dimasukkan kedalam Propinsi Kalimantan oleh Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 adalah bekas Daerah bagian RIS yaitu 1.Daerah Istimewa Kalimantan Barat, 2.Daerah Dayak Besar, 3.Daerah Kalimantan Tenggara, 4.Daerah Banjar, dan 5.Daerah Kalimantan Timur.

Nah, itulah saudara Agus Hermawan mengenai daerah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya atau NKRI leburan dari puing-puing Negara/Daerah bagian Republik Indonesia Serikat (RIS).

Darimanapun saudara Agus Hermawan mau mencari-cari lubang yang menyebabkan Negeri Aceh bisa masuk kedalam NKRI, sampai dunia kiamatpun tidak akan menemukan, karena memang Negeri Aceh itu dicaplok Soekarno dengan licik tanpa izin dan kerelaan seluruh rakyat dan pimpinan Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sadan AS (AgusHermawan) KUW <sadanas@equate.com>
Date: 28 januari 2004 04:39:10
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <kammi-malang@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>
Subject: RE: PERTUMBUHAN NEGARA RI SOEKARNO SEJAK 17 AGUSTUS 1945 SAMPAI MENJADI RI-JAWA-YOGY

"Nah mari kita kaji. Ketika pada awal bulan September 1945 Soekarno membentuk Kabinet RI yang pertama menurut UUD 1945 yang dalam pembukaannya menyatakan "...Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia...(Pembukaan UUD 1945), ternyata Soekarno mengklaim bahwa "seluruh tumpah darah Indonesia" adalah menyangkut Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Sehingga diangkatlah 8 orang Gubernur untuk kedelapan propinsi yang diklaim Soekarno itu, salah satu Gubernur yang diangkat Soekarno itu adalah Mr. Teuku Mohammad Hassan untuk propinsi Sumatra. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.30)" (Ahmad Sudirman)

Kang Mamad, saya mau bertanya tentang pelajaran sejarah ini...yang dimaksud SUMATRA itu meliputi wilayah mana saja? Dan sejak kapan muncul nya SUMUT, SUMSEL, Lampung, Jambi, Bengkulu, Riau ?

Yang dimaksud SULAWESI, KALIMANTAN itu wilayahnya mana saja? Yang saya tahu sekarang kan ada Kalimantan Barat, Selatan, Timur bahkan katanya Sabah,Serawak dan Kuching aja masuk kedalam wilayah Kalimantan,yaitu Kalimantan utara ,makanya dithn 1965an pernah terjadi perang antara Indonesia dan Malaysia di disana.

Terus kalau Aceh tidak termasuk wilayah Sumatra, kenapa Soekarno mengangkat Teuku Muhammad Hasan sebagai Gubernurnya? Padahal dia orang Aceh?
Tolong semua pertanyaan saya dibahas dengan jelas...

Wassalam

Agus Hermawan

Kuwait
sadanas@equate.com
----------