Stockholm, 29 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

AGENDA UTAMA PENENTUAN NASIB SENDIRI BEBAS DARI PENGARUH KEKUASAAN NKRI YANG TELAH MENDUDUKI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS AGENDA UTAMA PENENTUAN NASIB SENDIRI BEBAS DARI PENGARUH KEKUASAAN NKRI YANG TELAH MENDUDUKI ACEH SETELAH ITU BARU AGENDA LAINNYA

"Saudara Ahmad, apakah berita yang anda terima dan saring itu dah cukup objektif untuk menyatakan kondisi Aceh yang sebenarnya. Karena kalo dilihat tulisan serta komentar yang anda boleh dikatakan tidak sejalan dengan kebijakan NKRI. Komentar yang anda buat lebih banyak menguntungkan pihak pembangkang NKRI dan anda sudah seperti corong propanganda bagi para pembangkang. Sadar atau tidak sadar anda juga sudah menjuadi bagian alat propaganda pihak pemisah GAM, dan mungkin juga Papua merdeka. Saya setuju dengan anda mengenai konflik Aceh mesti dilakukan dengan jujur, adil dan bijaksana. Tapi jujur, adil dan bijaksana menurut anda tentunya berbeda dengan pihak pemerintah NKRI, kalo menurut anda tentunya referendum dan kalo pemerintah NKRI adalah sejalan dengan kebijakan yang selama ini diambil seperti DM dan mengeluarkan Kepres-kepresnya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dan mereduksi GAM sehingga akan tercipta keamanan dan kedamaian di Aceh. Karena Aceh tanpa GAM akan aman, dengan hilangnya GAM di Aceh maka tidak pasukkan Raider dan pasukan bantuan dari Kodam lainnya boleh dipulangkan kepos masing2, dan keamanan Aceh disserahkan kepada masyarakat Aceh, Kodam Iskandar Muda Polda NAD."
(Sagir Alva, melpone2002@yahoo.com , Wed, 28 Jan 2004 20:47:52 -0800 (PST))

"Assalamu'alaikum.Saya masih kurang puas dengan jawaban sdr. Ahmad, terutama menyangkut peran sdr Ahmad, Hasan Tiro dll yang ingin 'membebaskan diri' dari negara Indonesia dalam hubungannya tahadap issue lingkungan dan issue global yang saya lontarkan, yang notabene bukan issue politik (walaupun 'dominos effect' pasti akan ada). Jujur saja saya sudah 'muak' dengan issue politik yang pasti ujung2nya kepentingan sesaat atau kepentingan golongan. Kalau rekan2 (sdr Ahmad dll) memang benar2 menyuarakan dan ingin menyejahterakan rakyat Aceh buktinya apa dan strategi/agenda apa yg akan diberikan (baik tahadap rakyat Aceh/SDA-nya). Bukan melulu mengenai sejarah NKRI dan kepentingan 'segelintir rakyat Aceh' yg ingin memisahkan diri. Saya yakin sdr Ahmad juga menyadari economical global issue, bukan rahasia lagi kalau kapitalisme (dikomandani US) sudah merajalela, negara2 dunia ke-tiga susah dan hampir tidak mungkin untuk lepas dari 'penjajahan' model baru ini. Apa dengan issue2 yg sdr2 hembuskan dan usaha2 yg saudar hembuskan dg dalih 'ingin menjejahterakan' rakyat aceh ini, otomatis 'penjajahan dunia kapitalisme' akan sirna? saya yakin tidak, 'perpecahan' dan tidak harmonisnya 'negara dunia ketiga' akan makin memperburuk 'perlawanan' mereka thd issue kapitalisme."
(Nuki Arnhem , nuki_arnhem@yahoo.co.uk , Thu, 29 Jan 2004 07:20:07 +0000 (GMT))
 

Baiklah saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia dan saudara Nuki Arnhem di Wageningen University and Research Centre, Wageningen, the Netherlands.

Begini saudara Sagir Alva.

Agar rakyat Aceh tidak terus-terus dibodohi, ditipu, diduduki dan dijajah oleh pihak penerus Soekarno Cs, maka semua fakta yang berdasarkan bukti yang jelas dan benar ditunjang dengan dasar hukum yang jelas dan terang didasari oleh jalannya sejarah yang telah saya gali dan saring kemudian dibukakan kepada seluruh rakyat Aceh khususnya dan kepada seluruh rakyat NKRI pada umumnya dengan tujuan untuk dijadikan dasar pemikiran, ingatan, pertimbangan, penentuan dan penetapan dalam rangka menyelesaikan kemelut di Negeri Aceh.

Jadi, dengan dibukakannya fakta, hukum dan sejarah Negeri Aceh dan juga Negeri Papua yang memang diduduki dari sejak awal pembentukan NKRI oleh pihak Soekarno Cs itu, diharapkan para penerus Soekarno dan rakyat NKRI juga rakyat di Negeri Aceh akan terbuka mata dan hati untuk berusaha dengan cara yang jujur, ikhlas, adil dan bijaksana menyelesaikan konflik di Negeri Aceh yang telah berlangsung dari sejak NKRI memasukkan negeri Aceh kedalam tubuh NKRI satu hari sebelum RIS dilebur kedalam NKRI.

Nah, permasalahan dari kedua belah pihak sudah jelas dan nyata, yaitu

Dari pihak Presiden megawati Cs, DPR/MPR, TNI/POLRI adalah bahwa pihak NKRI berdasarkan fakta, hukum dan sejarah telah memasukkan negeri Aceh kedalam tubuh RIS satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang disahkan pada tanggal 14 Agustus 1950.

Dari pihak Rakyat Aceh menuntut dikembalikan lagi Negeri Aceh yang telah dimasukkan kedalam NKRI karena telah melanggar Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 NKRI yang berbunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan", dengan melalui penentuan nasib sendiri untuk bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI.

Nah sekarang, karena permasalahannya sudah jelas dan nyata dari kedua belah pihak, yaitu dari pihak Pemerintah Megawati Cs, DPR/MPR, TNI/POLRI dan dari pihak rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh NKRI, maka jalan keluar yang paling jujur, paling adil dan paling bijaksana adalah,

Pertama, cabut itu Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Kedua, berilah kebebasan rakyat Aceh menentukan dan memberikan suaranya YA atau TIDAK untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas di Negeri Aceh.

Inilah jalan keluar yang saya kemukakan kepada para pimpinan dan seluruh rakyat NKRI dan seluruh rakyat di Negeri Aceh.

Kemudian sekarang saya akan jumpai saudara Nuki Arnhem di Wageningen, Belanda.

Begini saudara Nuki, mengenai agenda yang saudara pertanyakan. Jawabannya adalah agenda yang paling utama dalam saat sekarang ini adalah menuju arah penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI melalui jalan penentuan nasib sendiri yaitu referendum yang dilaksanakan oleh seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh.

Sedangkan agenda-agenda lainnya itu akan ditetapkan dan dijalankan setelah agenda pertama ini berhasil dilaksanakan oleh seluruh rakyat Aceh.

Adapun mengenai masalah "negara-negara dunia ke-tiga susah dan hampir tidak mungkin untuk lepas dari 'penjajahan' model baru ini (yaitu) 'penjajahan dunia kapitalisme'" yang dikobarkan oleh saudara Nuki dari Belanda, tentu saja sayapun di Stockholm, Swedia, ikut andil untuk membendung pengaruh penjajahan dunia kapitalisme yang dipelopori oleh US dibawah George W. Bush Cs. Misalnya terhadap penghancuran Negara Islam Afghanistan, juga terhadap Negara Irak dibawah pimpinan Saddam Hussein. Coba baca lagi tulisan-tulisan saya mengenai masalah Afghanistan dan Irak di http://www.dataphone.se/~ahmad .

Kemudian lagi soal penjajahan dunia kapitalisme terhadap NKRI khususnya, bisa saudara Nuki perjuangkan dengan cara bergandengan tangan bersama-sama Presiden Megawati Cs, DPR/MPR dan TNI/POLRI-nya agar tidak hanya mau ditarik hidungnya oleh IMF dan Bank Dunia yang dipelopori oleh US dibawah pimpinan George W.Bush.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 28 Jan 2004 20:47:52 -0800 (PST)
From: sagir alva <melpone2002@yahoo.com>
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat siang saudara Ahmad:) Bagaimana kabar anda sekarang ini? semoga anda selalu dan senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT.

Saudara Ahmad, apakah berita yang anda terima dan saring itu dah cukup objektif untuk menyatakan kondisi Aceh yang sebenarnya. Karena kalo dilihat tulisan serta komentar yang anda boleh dikatakan tidak sejalan dengan kebijakan NKRI. Komentar yang anda buat lebih banyak menguntungkan pihak pembangkang NKRI dan anda sudah seperti corong propanganda bagi para pembangkang. Sadar atau tidak sadar anda juga sudah menjuadi bagian alat propaganda pihak pemisah GAM, dan mungkin juga Papua merdeka.

Saya setuju dengan anda mengenai konflik Aceh mesti dilakukan dengan jujur, adil dan bijaksana. Tapi jujur, adil dan bijaksana menurut anda tentunya berbeda dengan pihak pemerintah NKRI, kalo menurut anda tentunya referendum dan kalo pemerintah NKRI adalah sejalan dengan kebijakan yang selama ini diambil seperti DM dan mengeluarkan Kepres-kepresnya.

Semua ini dilakukan untuk mengurangi dan mereduksi GAM sehingga akan tercipta keamanan dan kedamaian di Aceh. Karena Aceh tanpa GAM akan aman, dengan hilangnya GAM di Aceh maka tidak pasukkan Raider dan pasukan bantuan dari Kodam lainnya boleh dipulangkan kepos masing2, dan keamanan Aceh disserahkan kepada masyarakat Aceh, Kodam Iskandar Muda Polda NAD.

Saya kira ini saja dari saya.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------

Date: Thu, 29 Jan 2004 07:20:07 +0000 (GMT)
From: Agya Utama <nuki_arnhem@yahoo.co.uk>
Subject: RAKYAT ACEH INGIN MENENTUKAN NASIB SENDIRI? dari sisi APA dan SIAPA?
To: ahmad@dataphone.se, rakyat_nka@yahoo.com, Abfat.Habibi@bluescopesteel.com, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423@yahoo.com, amriw@mweb.co.id, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com, Agus John <agusjohn@ratelindo.co.id, Padmanaba@uboot.com, solopos@bumi.net.id, sea@swipnet.se, partai@keadilan.or.id, siliwangi27@hotmail.com, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, nurzati@tjp.toshiba.co.jp, editor@jawapos.co.id, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, is-lam@isnet.itb.ac.id, pkb.indo@mailcity.com, hassan.wirajuda@ties.itu.int, megawati@gmx.net, siyasah@isnet.org, is-lam@isnet.org, alchaidar@yahoo.com, sadanas@equate.com, icmijed@hotmail.com, uubyt@yahoo.com, quality@posindonesia.co.id, a_kjasmine@yahoo.com, kmjp47@indosat.net.id, raiyabilly@yahoo.ca, nur-abdurrahman@telkom.net, sadanas@shb.equate.com, nizarwin@yahoo.com, awakaway@telkom.net, melpone2002@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, serambi@indomedia.com, aditjond@psychology.newcastle.edu.au, acheh@juno.com, yusrahabib21@hotmail.com, warzain@yahoo.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, unsyiah@lycos.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, Lantak@yahoogroups.com, wanto@eac.co.id, langsakuta@hotmail.com, sira_jaringan2000@yahoo.com, pdmdnad@telkom.net, sarena48@hotmail.com, ndin_armadaputra2002@yahoo.com, musrial_m@yahoo.com, trieng@netzero.net, meurahsilu@hotmail.com, info@atjehtimes.com, empun@lycos.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, om_puteh@hotmail.com, asammameh@hotmail.com, tang_ce@yahoo.com,otra25@indosat.net.id

Ass.

Saya masih kurang puas dengan jawaban sdr. Ahmad, terutama menyangkut peran sdr Ahmad, Hasan Tiro dll yang ingin 'membebaskan diri' dari negara Indonesia dalam hubungannya tahadap issue lingkungan dan issue global yang saya lontarkan, yang notabene bukan issue politik (walaupun 'dominos effect' pasti akan ada).

Jujur saja saya sudah 'muak' dengan issue politik yang pasti ujung2nya kepentingan sesaat atau kepentingan golongan. Kalau rekan2 (sdr Ahmad dll) memang benar2 menyuarakan dan ingin menyejahterakan rakyat Aceh buktinya apa dan strategi/agenda apa yg akan diberikan (baik tahadap rakyat Aceh/SDA-nya). Bukan melulu mengenai sejarah NKRI dan kepentingan 'segelintir rakyat Aceh' yg ingin memisahkan diri.

Saya yakin sdr Ahmad juga menyadari economical global issue, bukan rahasia lagi kalau kapitalisme (dikomandani US) sudah merajalela, negara2 dunia ke-tiga susah dan hampir tidak mungkin untuk lepas dari 'penjajahan' model baru ini. Apa dengan issue2 yg sdr2 hembuskan dan usaha2 yg saudar hembuskan dg dalih 'ingin menjejahterakan' rakyat aceh ini, otomatis 'penjajahan dunia kapitalisme' akan sirna? saya yakin tidak, 'perpecahan' dan tidak harmonisnya 'negara dunia ketiga' akan makin memperburuk 'perlawanan' mereka thd issue kapitalisme.

Jadikan negara dunia ketiga sebagai tuan rumah dinegeri sendiri (termasuk rakyat Aceh), bersatu untuk mengalahkan 'setan kapitalisme' akan memperkuat 'bargain' dimata mereka, bercerai kita runtuh.

Wassalam

Nuki

nuki_arnhem@yahoo.co.uk
Wageningen University and Research Centre
Asserpark 44 - 4a
6706 HC Wageningen
the Netherlands
phone +31 64 5856 321 / +31 62 444 1559
----------