Stockholm, 30 Januari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PROPAGANDA SUTARTO, RYACUDU, ENDANG SUWARYA DALAM USAHA MENDUDUKI NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU PROPAGANDA SUTARTO, RYACUDU, ENDANG SUWARYA DALAM USAHA MENDUDUKI NEGERI ACEH

"Dalam interview dengan TV-SBS bulan Juni 2003, mereka semua mengaku bahwa TNA memperlakukan mereka dengan baik. TNA mengerti dan faham dengan hukum dan standard hukum yang berlaku dalan dunia International dalam memberlakukan sandra dan tahanan. TNA tak pernah mengkasari mereka. Jadi kalau sekarang Safrida dan Soraya mengaku bahwa mereka sering dipukul, ini pernyataan yang tidak benar dan rekayasa, bahkan pernyataan paksaan dari TNI yang menyekap mereka sekarang. TNI sengaja berbuat demikian, seolah-olah GAM brutal dan taktahu hukum. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, bahwa setiap masyarakat sipil dan GAM yang disandra TNI,mereka selalu dikasari dan bahkan membunuh mereka tanpa prosedur hukum. Indonesia itu katanya negara hukum, mana hukumnya pak Ditya, koruptor saja, yang jelas-jelas telah menghabiskan uang banyak tidak ada hukum. Dasar negara berhukum amburadul. hukum semau gue..!"
(Muhammad Dahlan , tang_ce@yahoo.com , Fri, 30 Jan 2004 04:09:48 -0800 (PST))

"Kang Mamad alias Dawala. Perhatikan peristiwa dibawah. Kalau TNI dalam melaksanakan tugasnya tidak memperhatikan keselamatan sandera tentunya 15 boneka Hasan Tiro yang sedang menyandera dua istri TNI itu dan bahkan mungkin sanderanya sendiri pasti sudah diberondong oleh pasukan yang memang disiapkan untuk segera menyelesaikan kekuatan boneka Hasan Tiro yang bersenjata. Sekarang anda akan berdalih apalagi tentang kebrutalan TNI?"
(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com , Fri, 30 Jan 2004 04:07:00 -0800 (PST))

"Terus kang Mamad Republik Indonesia Serikat pada 15 Agustus 1950 dibangun diatas puing-puing apa?. Sudahkan anda tanyakan kepada dunia bahwa Indonesia itu Sukarno Jawa Jogja? Kalau ya, tentunya perjuangan sejarah dan hukum dengan tidak adanya fakta yang jelas berarti semuanya hanya mimpi seorang ekspatriat Jawa Sunda yang demam menulis dengan dasar jualan fakta, sejarah, dan hukum yang hanya didalam angan-angan, mimpi ingin merdeka dan ingin balek ke Indonesia.!"
(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com , Fri, 30 Jan 2004 00:20:16 -0800 (PST))

Terimakasih saudara Muhammad Dahkan di Australia dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh.

Baiklah saudara Muhammad Dahlan.

Sebenarnya, itu cerita dan propaganda dari pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Kalau sekarang Safrida dan Soraya bercerita menurut versi merke berdua itu hak mereka berdua. Yang jelas cerita mereka berdua itu dikarang untuk keuntungan pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Jadi sebenarnya itu hanya suatu propaganda murahan yang ceritanya bisa dikarang-karang dalam beberapa menit saja. Hanya tentu saja yang penting bagi pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu cerita-cerita buatan itu sedikit memberikan angin segar. Karena sebenarnya mereka itu sudah pusing tujuh keliling untuk bisa menyelesaikan krisis Negeri Aceh dengan senjata.

Coba saja perhatiakn kembali ketika diawal Keppres No. 28 Tahun 2003 diterapkan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu begitu optimis bisa menguasai lapangan dan menduduki terus Negeri Aceh. Tetapi buktinya sampai detik ini boleh dibilang, hanya menghambur-hamburkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pusat dan Daerah Aceh saja.

Tetapi perlu juga diingat bahwa bagi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu itu aktifitas pengiriman Raider ke Negeri Aceh tidak lebih dan tidak kurang sebagai tempat latihan militer dan akan dikirim secara bergiliran untuk dilatih bagaimana untuk membunuh rakyat Aceh serta sekaligus dijadikan alat untuk terus mempertahankan pendudukan Negeri Aceh yang sudah dicaplok Soekarno 53 tahun yang lalu.

Taktik dan strategi lapuk dari TNI dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid sampai Presiden Megawati sekarang ini. Dimana maksud dan tujuan utamanya adalah tetap mempertahankan negeri Aceh agar tidak terlepas ketangan rakyat Aceh yang berhak memiliki Negeri Aceh dari sejak nenek-nenek moyang mereka pada abad ke-15, jauh sebelum Negara RI 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan Soekarno muncul.

Nah sekarang saya temui Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh orang Jawa Timur asal Surabaya ini.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini mencoba bagaimana menutupi kelakuan TNI Raidernya dengan menulis "Perhatikan peristiwa diatas. Kalau TNI dalam melaksanakan tugasnya tidak memperhatikan keselamatan sandera tentunya 15 boneka Hasan Tiro yang sedang menyandera dua istri TNI itu dan bahkan mungkin sanderanya sendiri pasti sudah diberondong".

Nah disini, Kolonel Laut Ditya Soedarsono mencoba menerangkan seolah-olah dengan berhasil menjalankan strategi penyelamatan dua istri TNI itu dan gagal melumpuhkan para anggota gerilyawan TNA itu adalah sebagai satu keberhasilan operasi Raider buatan Ryacudu.

Itu semua taktik propaganda bagi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk menutupi kebrutalan TNI saja.

Karena rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara NKRI itu sudah tidak bisa dibodohi dan dibohongi lagi oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dengan Raidernya.

Kemudian soal Negara RI yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno itu jelas dengan alasan apapun, untuk mengklaim bahwa daerah kekuasaan RI yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah dari Sabang sampai Merauke adalah tidak didukung oleh fakta yang berdasarkan bukti yang jelas dan benar dengan ditunjang oleh dasar hukum yang diakui bersama serta didasari dengan jalannya sejarah yang benar.

Daerah-daerah yang berada diluar daerah kekuasaan Negara/Daerah bagian Republik Indonesia Serikat yang dimasukkan oleh Soekarno ketika membentuk NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 adalah merupakan daerah-daerah yang dicaplok atau direbut atau diduduki oleh Soekarno dengan TNI-nya.

Negara RI yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 yang telah dihidupkan kembali secara de-jure dan de-facto karena Pemerintah Darurat Republik Indonesia telah mengembalikan mandatnya dan sebelum mengikuti Konferensi Meja Bundar adalah secara de-jure dan de-facto wilayah kekuasaannya hanyalah sekitar Yogyakarta (menurut perjanjian Renville). Dan menjadi salah satu Negara peserta diantara tiga peserta Konferensi Meja Bundar lainnya. Begitu juga ketika Negara RI masuk menjadi negara bagian RIS. Dan karena itulah mengapa saya katakan bahwa Negara RI-Jawa-Yogya artinya negara RI yang memiliki wilayah kekuasaan secara de-facto sekitar Yogyakarta di Jawa Tengah.

Tentang soal pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) itu telah dibicarakan secara mendetail pada tanggal 19-22 Juli 1949 di Yogyakarta dan pada tanggal 31 Juli sampai tanggal 2 Agustus 1949 di Jakarta dalam Kenferensi Inter-Indonesia antara wakil-wakil RI dan Pemimpin-Pemimpin Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) atau Badan Permusyawaratan Federal, sebelum dilangsungkan Konferensi Meja Bundar pada tanggal 23 Agustus 1949 di Ridderzaal, Den Haag, Belanda.

Nah, baru setelah selesai Konferensi Meja Bundar (KMB) itu yang namanya Negara RI yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yoga atau Negara RI Soekarno pada tanggal 14 Desember 1949 masuk menjadi anggota Negara Bagian RIS dengan menandatangani Piagam Konstitusi RIS di Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Piagam Konstitusi RIS ditandatangani oleh para Pimpinan Negara/Daerah dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS, yaitu

1. Mr. Susanto Tirtoprodjo dari Negara Republik Indonesia menurut perjanjian Renville.
2. Sultan Hamid II dari Daerah Istimewa Kalimantan Barat
3. Ide Anak Agoeng Gde Agoeng dari Negara Indonesia Timur
4. R.A.A. Tjakraningrat dari Negara Madura
5. Mohammad Hanafiah dari Daerah Banjar
6. Mohammad Jusuf Rasidi dari Bangka
7. K.A. Mohammad Jusuf dari Belitung
8. Muhran bin Haji Ali dari Dayak Besar
9. Dr. R.V. Sudjito dari Jawa Tengah
10. Raden Soedarmo dari Negara Jawa Timur
11. M. Jamani dari Kalimantan Tenggara
12. A.P. Sosronegoro dari Kalimantan Timur
13. Mr. Djumhana Wiriatmadja dari Negara Pasundan
14. Radja Mohammad dari Riau
15. Abdul Malik dari Negara Sumatra Selatan
16. Radja Kaliamsyah Sinaga dari Negara Sumatra Timur
(30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.243-244).

Nah itulah, 16 Negara/Daerah diatas, Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh yang menjadi tiang-tiang Republik Indonesia Serikat.

Nah sekarang, Negara/Daerah bagian RIS itu yang dilebur menjadi NKRI atau dengan perkataan lain menjadi Negara RI-Jawa-Yogya. Sehingga Negara RI-Jawa-Yogya menjadi gemuk karena melahap bekas 15 Negara/Daerah bagian RIS pada tanggal 15 Agustus 1950.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 30 Jan 2004 04:07:00 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: Fwd: BERSUKURLAH KARENA MASIH BANYAK SAUDARAKU YANG "SADAR", SEBELUM ALLAH SWT MENJEMPUTNYA.
To: ahmad@dataphone.se
Cc: yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com,
editor@jawapos.co.id

KANG MAMAD alias DAWALA,

PERHATIKAN PERISTIWA DIBAWAH......KALAU TNI DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA TIDAK MEMPERHATIKAN KESELAMATAN SANDERA TENTUNYA 15 BHONEKA HASAN TIRO YANG SEDANG MENYANDERA DUA ISTRI TNI ITU DAN BAHKAN MUNGKIN SANDERANYA SENDIRI PASTI SUDAH DIBERONDONG OLEH PASUKAN YANG MEMANG DISIAPKAN UNTUK SEGERA MENYELESAIKAN KEKUATAN BONEKA HASAN TIRO YANG BERSENJATA. SEKARANG ANDA AKAN BERDALIH APALAGI TENTANG KEBRUTALAN TNI...????????

DITYA

ACEHNAD
SERAMBI MEKKAH.
dityaaceh_2003@yahoo.com
----------

Date: Fri, 30 Jan 2004 00:20:16 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: APA BENAR KANG MAMAD BERLINDUNG DIBALIK HUKUM, SEJARAH, DAN FAKTA...???!!!
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

TERUS KANG MAMAD REPUBLIK INDONESIA SERIKAT PADA 15 AGUSTUS 1950 DIBANGUN DIATAS PUING-PUING APAAAAAA.........??????????????

SUDAHKAH ANDA TANYAKAN KEPADA DUNIA BAHWA INDONESIA ITU SUKARNO JAWA JOGJA.......??????? KALAU YAAAAAAA.......TENTUNYA PERJUANGAN SEJARAH DAN HUKUM DENGAN TIDAK ADANYA FAKTA YANG JELAS BERARTI SEMUANYA HANYA MIMPI SEORANG EKSPATRIAT JAWA SUNDA YANG DEMAM MENULIS
DENGAN DASAR JUALAN FAKTA, SEJARAH, DAN HUKUM YANG HANYA DIDALAM ANGAN-ANGAN...MIMPI INGIN MERDEKA DAN INGIN BALEK KE INDONESIA........!!!!,

KANG MAMAD APABILA ANDA INGIN BALEK KE TANAH LELUHUR TIDAK PERLU ANDA HARUS MENCARI KEMERDEKAAN.......!!!!!!! SYARATNYA GAMPANG....... AMBIL AIR WUDHU......LAKSANAKAN SHOLAT TAOBATAN NASUHA MOHON KEPADA ILLAHI ROBBI DAN MENYESALI TINDAKAN ANDA SELAMA INI SELESAIIIIIII..... KOK , JADIIIII..... NDAK PERLU ANDA HARUS JUALAN..... POTONGAN SEJARAH INDONESIA, KARENA SEMUA ORANG SUDAH TAHU......APALAGI ANDA BERPATOKAN PADA HUKUM....INDONESIA (DARI SABANG SAMPAI MERAOKE) ITU SUDAH DIKETAHUI DUNIA......!!!!!, TERNYATA ANDA MERUBAHNYA DENGAN INDONESIA SOEKARNO JAWA JOGJA .....!!!!! BERARTI ANDA TELAH MENYALAHI HUKUM YANG TELAH DISEPAKATI OLEH DUNIA......!!!!!!!! BAGAIMANA SIH SAUDARA INI .....LINGLUNG BARANGKALI.....KALAU ADA YANG MENGATAKAN ANDA SEBAGAI CEPOT TENTUNYA SAYA JUGA BISA MENJULUKI SAUDARA SUDIRMAN SEBAGAI "DAWALA"......!!!!!!?????? EEEEHHHH JANGAN MARAH LHO KANG MAMAD MASA ANDA LUPA SAAT ANDA KETEMU SAYA DI MAJALENGKA DULU....!!!!

DITYA

ACEHNAD
SERAMBI MEKKAH.
dityaaceh_2003@yahoo.com
----------

Date: Fri, 30 Jan 2004 04:09:48 -0800 (PST)
From: muhammad dahlan <tang_ce@yahoo.com>
Subject: Re: APA BENAR KANG MAMAD BERLINDUNG DIBALIK HUKUM, SEJARAH, DAN FAKTA...???!!!
To: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>,
Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Mereka tidak pernah dipukul.

Dalam interview dengan TV-SBS bulan Juni 2003, mereka semua mengaku bahwa TNA memperlakukan mereka dengan baik. TNA mengerti dan faham dengan hukum dan standard hukum yang berlaku dalan dunia International dalam memberlakukan sandra dan tahanan. TNA tak pernah mengkasari mereka.

Jadi kalau sekarang Safrida dan Soraya mengaku bahwa mereka sering dipukul, ini pernyataan yang tidak benar dan rekayasa, bahkan pernyataan paksaan dari TNI yang menyekap mereka sekarang.

TNI sengaja berbuat demikian, seolah-olah GAM brutal dan taktahu hukum. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, bahwa setiap masyarakat sipil dan GAM yang disandra TNI,mereka selalu dikasari dan bahkan membunuh mereka tanpa prosedur hukum. Indonesia itu katanya negara hukum, mana hukumnya pak Ditya, koruptor saja, yang jelas-jelas telah menghabiskan uang banyak tidak ada hukum. Dasar negara berhukum amburadul. hukum semau gue..!

Biarlah Aceh berpisah saja dengan negara ini, agar bangsa Aceh tetap jaya, tidak terhina seperti sekarang. Dihina oleh bangsa yang dibesarkan oleh bangsa Aceh. ingat sejarah pak, sebelum terus saja membunuh bangsa Aceh.

mohon TNI/Rider pindah segera dari wilayah Aceh dan dengan baik-baik!

Muhammad Dahlan

NSW, Australia
tang_ce@yahoo.com
----------

Raiders Bebaskan 2 Istri Perwira TNI
LHOKSEUMAWE - Dua istri perwira TNI Safrida dan Soraya, yang disandera Gerakan Separatis Aceh (GSA) sejak 29 Juni 2003 lalu, berhasil dibebaskan pasukan Yonif 700/ Raiders melalui suatu kontak senjata di Desa Tugu Gajah, Kecamatan Idie Rayeuk, Aceh Timur, pada Kamis pukul 12.30 WIB.

Safrida adalah istri Letkol Azhari dan Soraya istri Lettu Agung. Mereka termasuk dalam rombongan wartawan RCTI yang disandera oleh GAM di Kuala Langsa, Aceh Timur, pada 29 Juni 2003. Dalam rentang waktu itu, wartawan Ersa Siregar tewas tertembak, kameraman Ferry Santoro masih disandera. Sedangkan sopir kendaraan, Rachmatsyah, sebelumnya juga berhasil dibebaskan melalui kontak senjata.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Brigjen George Toisutta dalam wawancara dengan Serambi Kamis kemarin mengatakan, pihaknya berhasil menddeteksi lokasi keberadaan kedua wanita itu pada pukul 09.00 WIB. Namun, pasukan Sunan Bonang yang khusus dibentuk untuk pembebasan sandera itu, kembali mundur memasang strategi, supaya kedua wanita itu tidak menjadi korban.

Sekitar 30 menit kemudian pasukan yang tergabung dalam tiga tim itu kembali merapat. Tepat pukul 11.15 WIB, pasukan TNI sambil berteriah serentak "Tembak sasaran" langsung melepaskan tembakan ke udara.

"Saat itulah pasukan GAM yang diperkirakan sekitar 40 personil mulai kalang-kabut berpencar melarikan diri, termasuk Soraya dan Safrida, sehingga terpisah dengan GAM," kata Pangkoops.
Menurut Pangkoops didampingi Wapangkoops Brigjen Mar Safzen Noerdin, dan Dansatgaspen Asep Sapari mengatakan, ketika GAM lari, dua diantara tiga tim mengejar dan memisahkan antara GAM dengan sandera, sementara satu tim lagi melindungi Safrida dari jangkauan GAM.
"Jadi yang menemukan kedua sandera itu adalah tim yang melindungi," kata Pangkoops. Dan ketika kedua ibu rumah tangga itu ditemukan, tambahnya, tak ada Fery Santoro dalam kelompok itu.

Usai pembebasan yang cukup menegangkan itu, kedua sandera adik kakak itu diterbangkan dengan heli ke Makoops TNI Lhokseumawe. Pangkoops langsung memanggil dokter untuk memeriksa kesehatan kedua sandera, setelah itu baru dipertemukan dengan keluarganya pada pukul 17.00 WIB.

Dikatakan Pangkoops, TNI sudah menempuh prosedur yang benar dalam malakukan tindakan penembakan pada suatu lokasi yang diperkirakan terdapat warga sipil. Pasukan megambil keputusan dengan melakukan tembakan selektif terarah ke personel GAM yang akhirnya menewaskan tiga pemberontak GAM, dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Pasca kontak tembak itu, pasukan TNI juga menemukan sepucuk senjata AK.

Sering dipukul

Setelah keadaan berhasil dikendalikan, Safrida dan Soraya ditemukan terguling dalam parit dengan pakaian berlumuran lumpur. Sementara kameramen Feri Santoro tidak ditemukan di lokasi tersebut. Kondisi Soraya mengalami sedikit shock akibat kontak yang berkecamuk itu, sementara kakaknya, Safrida tampak sehat. keduanya dievakuasi ke Koops TNI dan tiba di Lhokseumawe pukul 16.30 WIB setelah sebelumnya menjalani chek kesehatan di Pos TNI Yonif-700/Raider Peureulak.

Kedua sandera tiba di Media Center TNI Lhokseumawe didampingi seorang perawat yang menenteng cairan infus untuk Soraya. Keduanya memberikan keterangan kepada wartawan yang dilihat dan didengarkan langsung melalui tele conference oleh Kapuspen TNI di Mabes TNI Jakarta. Safrida dengan nada terbata-bata mengucapkan terimakasih kepada pasukan TNI Yonif-700/Raider yang telah membebaskannya.

Kedua sandera itu berada di MC sekitar sepuluh menit dan kemudian dibawa ke RS Kesrem Lhokseumawe untuk perawatan lebih lanjut. Menurut rencana, kata Pangkoops, kedua sandera akan diterbangkan ke tempat suaminya yang bertugas di Surabaya.

Kepada wartawanm Soraya dan Safrida mengakui, selama dalam tahanan GAM sangat menderita, karena selalu dihantui ketakutan. Pada awalnya, kata Safrida, keduanya dijaga baik-baik. Tapi kemudian GAM mulai marah-marah dan bahkan sering memukuli Soraya dan Safrida. "Bukan hanya kami, tapi pak Ersa juga pernah dipukuli oleh GAM," kata dua wanita itu.

Ketika terjadi kontak tembak dengan aparat keamanan, kata Safrida, pasukan GAM yang berada bersamanya sekitar 15 orang saja, sedangkan lainnya berpergian. Namun biasanya, ada 40 GAM bersenjata campuran, sering memukul dan membentak-bentak kedua tahanan tersebut.
Pembebasan Safrida dan Soraya, diawali oleh penyergapan yang dilakukan oleh pasukan Yonif 700/Raiders di Desa Tugu Gajah, Kecamatan Idie Rayeuk, Aceh Timur. (ib/j)

DITYA

ACEHNAD
SERAMBI MEKKAH.
dityaaceh_2003@yahoo.com
----------