Stockholm, 3 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

YUDHOYONO, SUTARTO, RYACUDU TIDAK MAMPU LUMPUHKAN ASNLF/GAM DAN TNA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS YUDHOYONO, SUTARTO, RYACUDU TIDAK MAMPU MELUMPUHKAN ASNLF ATAU GAM DAN TNA

"ASNLF atau GAM dan TNA tidak bisa dibodohi Yodhoyono, Sutarto dan Ryacudu. Sekedar mengingatkan aja, bahwa ASNLF atau GAM dan TNA atau apalah namanya, yang jelas sebagai pemberontak negara. Itu bukan sekedar untuk dibodohi, tapi untuk diberantas sampai tuntas, hingga tidak membuat ulah yang menimbulkan kekacauan/meresahkan dan meneror warga khususnya yang tinggal di Aceh. Ingat karena ulah gerombolan Hasan Tiro cs, warga Aceh jadi menderita lahir dan batin. sekali lagi, bukan sekedar dibodhohi, tapi dibrantas hingga tuntas..
Begitulah aturan mainnya"
(Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com ,Sun, 1 Feb 2004 20:09:03 -0800 (PST) )

"Beberapa teman yang saya tanyakan, apa kira-kira kebutuhan mereka saat ini.Ternyata jawabannya persis sama dengan keinginan saya, yaitu "senjata".Untuk apa senjata tersebut ? Satu tujuannya, yaitu untuk membasmi GAM yang telah mengacaukan kehidupan kami. Selama ini kami takut sama GAM karena kami tak mampu melawan mereka yang memiliki senjata. Karena pertarungan jadi tak seimbang, kamipun tak mau mati sia-sia. Bukannya kami senang jadi milisi, tapi jika TNI mempersenjatai kami, kami akan dengan senang hati melibas GAM. Saya juga pernah merasakan ketidakmampuan ketika GAM mendatangi rumah saya, meminta macam-macam dengan membawa geranat. Dibawah ancama peledakan geranat sudah tentu saya tak mampu berbuat apa-apa, apalagi pada saat itu anak-anak saya semuanya di rumah. Saya tidak takut mati, cuma saya memikirkan nasib anak saya jangan sampai cedera. Sekiranya pada saat itu saya punya senjata, pasti saya akan mendahului si GAM tersebut. Walaupun tujuan utamanya untuk melepaskan diri dari ancaman GAM, tapi juga turut memberikan sumbangsih bagi negara dalam membasmi GAM."
(Apha Maop, awakaway@telkom.net , Sat, 01 Jan 2000 00:45:53 +0700)

Baiklah saudara Matius Dharminta dan saudara Apha Maop.

Makin lama makin terbuka dan terbongkar penipuan licik, perampokan, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Aceh dengan menggunakan NKRI yang dibangun dengan bekas tiang-tiang Negara/Daerah bagian RIS pada tanggal 15 Agustus 1950.

Dari alasan-alasan yang disampaikan kepada saya ternyata satupun tidak ada yang mampu memberikan alasan yang berdasarkan fakta dengan bukti yang benar dan jelas, ditunjang dengan dasar hukum yang jelas dan terang dan didasari oleh jalannya sejarah yang benar.

Alasan-alasan yang mereka tulis adalah alasan-alasan yang telah dicampuri racun penipuan Soekarno cs tentang pendudukan, pencaplokan dan penjajahan Negeri Aceh.

Jelas, makin terlihat dan terbuka bagi rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI yang dibangun oleh Soekarno Cs melalui peleburan RIS pada 15 Agustus 1950 untuk mencaplok Negeri-Negeri yang ada diluar daerah kekuasaan bekas Negara/Daerah bagian RIS. Seperti Negeri Aceh, dan Papua.

Coba, saja apa yang ditampilkan oleh saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta diatas, tidak pernah saya membaca alasan dasar yang kuat ditinjau dari fakta dengan bukti, hukum dan sejarah tentang Aceh ini. Yang ditulisnya hanya "ASNLF atau GAM dan TNA atau apalah namanya, yang jelas sebagai pemberontak negara. Itu bukan sekedar untuk dibodohi, tapi untuk diberantas sampai tuntas, hingga tidak membuat ulah yang menimbulkan kekacauan/meresahkan dan meneror warga khususnya yang tinggal di Aceh. Ingat karena ulah gerombolan Hasan Tiro cs, warga Aceh jadi menderita lahir dan batin."

Saudara Matius Dharminta, itu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tidak akan mampu memberantas ASNLF atau GAM dan TNA. Mengapa ?

Karena mereka telah sadar bahwa memang benar Negeri Aceh telah dicaplok, didududki, dirampk, dan dijajah oleh Soekarno dan para penerusnya sampai detik ini.

Coba saudara Matius, sudah berapa lama TNI/POLRI tidak mampu menghancurkan ASNLF atau GAM dan TNA ?. Sudah hampir 27 tahun.

Mengapa ASNLF atau GAM dan TNA mampu bertahan lama dari gempuran senjata Jenderal Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati ?.

Karena mereka mempunyai cita-cita untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI yang telah mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Aceh sejak 53 tahun yang lalu melalui tangan Soekarno yang mempergunakan mulut Sumatera Utara ketika NKRI dibewntuk diatas puing-puing bekas Negara/Daerah bagian RIS.

Jelas, saudara Matius, sampai saudara muntah-muntah menyebutkan berantas ASNLF atau GAM dan TNA, tetapi tetap itu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tidak akan mampu memberantas ASNLF atau GAM dan TNA.

Paling lama dua atau tiga tahun lagi itu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu akan diganti oleh Jenderal yang lain. tetapi, ASNLF atau GAM dan TNA tetap tegar dan teguh siap menghadapi para Jenderal yang lainnya.

Nah sekarang, saya akan lihat itu saudara Apha Maop.

Saudara Apha Maop, apakah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu percaya kepada saudara dan mau mempersenjatai saudara untuk dipakai melawan ASNLF atau GAM dan TNA ?

Sampai kapanpun saudara yang ingin senjata untuk menghantam ASNLF atau GAM dan TNA tidak akan diberi oleh TNI/POLRI, karena TNI/POLRI tidak percaya kepada saudara cs.

Kecuali kalau saudara Apha Maop masuk dan dilatih berdasarkan sumpah pancasila untuk menjadi TNI/POLRI. Selama belum menjadi TNI/POLRI jangan harap diobral itu senjata kepada saudara cs.

Jadi, itu gerakan-gerakan milisi yang sekarang tumbuh di Negeri Aceh untuk menghantam rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI adalah tidak akan dipercaya oleh TNI/POLRI sebelum disumpah taat dan setia kepada pancasila dan tidak membantah kepada Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Coba saja kalau saudara Apha Maop tidak percaya, saya sekarang akan bertanya kepada Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono yaitu apakah Kolonel Laut Ditya Soedarsono akan memberikan senjata kepada saudara Apha Maop untuk menghantam ASNLF atau GAM dan TNA ?

Saya yakin, Kolonel Laut Ditya Soedarsono akan menjawab, TNI/POLRI tidak akan memberikan senjata kepada sipil yaitu orang yang bukan anggota TNI/POLRI untuk dipakai melawan ASNLF atau GAM dan TNA.

Karena itu, saudara Apha Maop, jangan harap TNI/POLRI percaya kepada saudara Apha. Paling TNI/POLRI curiga kepada saudara Apha Maop bahwa saudara Apha Maop adalah rakyat Aceh yang disusupkan untuk masuk pura-pura jadi milisi anti ASNLF atau GAM dan TNA.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 1 Feb 2004 20:09:03 -0800 (PST)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: ASNLF ATAU GAM DAN TNA bukan sekedar dibodohi tapi dibrantas
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogroups.com

ASNLF atau GAM dan TNA tidak bisa dibodohi Yodhoyono, Sutarto dan Ryacudu. Sekedar mengingatkan aja, bahwa ASNLF atau GAM dan TNA atau apalah namanya, yang jelas sebagai pemberontak negara.

Itu bukan sekedar untuk dibodohi, tapi untuk diberantas sampai tuntas, hingga tidak membuat ulah yang menimbulkan kekacauan/meresahkan dan meneror warga khususnya yang tinggal di Aceh.

Ingat karena ulah gerombolan Hasan Tiro cs, warga Aceh jadi menderita lahir dan batin.
sekali lagi, bukan sekedar dibodhohi, tapi dibrantas hingga tuntas..
Begitulah aturan mainnya....

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya
----------

Date: Sat, 01 Jan 2000 00:45:53 +0700
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
From: Apha MAOP <awakaway@telkom.net>
Subject: Re: SOEKARNO DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA MENIPU RAKYAT DAN PEMIMPIN ACEH

Ass. Wr. Wb.

Sebenarnya cerita di bawah yang di forward oleh Pak Ditya tidak sepenuhnya benar. Karena pendekar di Aceh tidak hanya 3 orang itu, tapi hampir semua orang Aceh adalah pendekar kecuali GAM.

Beberapa teman yang saya tanyakan, apa kira-kira kebutuhan mereka saat ini.Ternyata jawabannya persis sama dengan keinginan saya, yaitu "SENJATA".Untuk apa senjata tersebut ? Satu tujuannya, yaitu untuk membasmi GAM yang telah mengacaukan kehidupan kami.

Selama ini kami takut sama GAM karena kami tak mampu melawan mereka yang memiliki senjata. Karena pertarungan jadi tak seimbang, kamipun tak mau mati sia-sia.

Bukannya kami senang jadi milisi, tapi jika TNI mempersenjatai kami, kami akan dengan senang hati melibas GAM. Saya juga pernah merasakan ketidakmampuan ketika GAM mendatangi rumah saya, meminta macam-macam dengan membawa geranat. Dibawah ancama peledakan geranat sudah tentu saya tak mampu berbuat apa-apa, apalagi pada saat itu anak-anak saya semuanya di rumah. Saya tidak takut mati, cuma saya memikirkan nasib anak saya jangan sampai cedera.

Sekiranya pada saat itu saya punya senjata, pasti saya akan mendahului si GAM tersebut.
Walaupun tujuan utamanya untuk melepaskan diri dari ancaman GAM, tapi juga turut memberikan sumbangsih bagi negara dalam membasmi GAM.

Apalagi yang datang meminta Pajak nanggroe, dengan susah payah kita harus berdiplomasi dalam menghadapi si GAM. Menjelaskan padanya bahwa kita tidak punya uang dan lain sebagainya. Coba kalau kita punya senjata.Bak kata Clint Eastwood "1 tembakan pestol lebih berharga dari ribuan kata-kata". Tak perlu kita capek nyap-nyap di depan si GAM.Biarlah si Pestol yang menyelesaikan urusannya.

Wassalam.

Apha Maop
awakaway@telkom.net
----------