Stockholm, 4 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TIDAK ADA DISTORSI SEJARAH PEMBENTUKAN NKRI KARENA SUDAH JELAS FAKTA, HUKUM DAN SEJARAHNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TIDAK ADA DISTORSI SEJARAH PEMBENTUKAN NKRI KARENA SUDAH TERANG FAKTA, HUKUM DAN SEJARAHNYA

"Assalamualaikum wr wb. Nah, Kalau semua bukti sejarah yg pernah saya ajukan dianggap bukan merupakan terintegrasinya Aceh ke dalam wilayah NKRI, seperti Fathahillah turunan bangsawan kerajaan Pasai yg melakukan "counter attack" di tanah Jawa, Makam Cut Nya Dien yg ada di Sumedang ( Jawa Barat ), maklumat Ulama seluruh Aceh-pun bukan merupakan bukit juga, bantuan finansial rakyat Aceh, yg utk membeli 2 buah pesawat, dan biaya diplomasi NKRI, Pembentuk TKR divisi X Sumatra oleh Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo Djenderal Major Tgk.M.Daud Beureueh, Rakyat Aceh yg memberikan 40 botol Flacon obat suntikan streptomisi utk Jend.Soedirman yg sakit, Hasan Muhammad Tiro yg juga pernah menjadi Staff kedutaan RI di New York, memegang Passport diplomatik RI ( saya yakin ini adalah Hasan Tiro yg di Swedia sekarang ), Muhammad Hasan yg duduk dalam keanggota BPUPKI dan bukti lain lainnya dianggap bukan merupakan bukti sejarah bagi terintegrasi Aceh ke dalam NKRI, Kang Dirman namanya telah melakukan distorsi sejarah. Jadi Sejarah Aceh yg dianggap benar, dalam anggapan Kang Dirman, seperti yg diungkapkan Kang Dirman saja, lainnya palsu atau boleh Kang Dirman anggap itu sejarah buatan negara Yogya-Jawa made in Soekarno, tanpa melihat tulisan yg dibuat oleh orang lain, misalnya oleh M.Nur El Ibrahimy ( beliau orang Aceh asli ) anda tidak jujur. Saya anggap wajar karena kita memang sedang perang ( paling tdk, perang propaganda, mengenai hal ini lihat Mein Kampt-nya Adolf Hitler ) dan anda saya anggap menggunakan cara Hitler ini. Kata Hitler Berbohonglah kamu, berbohonglah kamu, berbohonglah kamu sampai kebohongan itu dianggap kebenaran ( lugen Sie,lugen Sie,lugen Sie, bis die false recht gedengken ist )."
( Rahmatullah, icmijed@hotmail.com , Wed, 4 Feb 2004 16:53:15 +0300 )

Baiklah saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia.

Kalau saudara Rahmatullah menganggap bahwa "saya menggunakan cara Hitler (Berbohonglah kamu, berbohonglah kamu, berbohonglah kamu sampai kebohongan itu dianggap kebenaran)"
Jelas itu anggapan saudara Rahmatullah salah besar, mengapa?

Karena apa yang saya ungkapkan adalah fakta yang ditunjang dengan bukti yang jelas dan benar dengan didasarkan kepada dasar hukum yang terang yang didasari oleh jalannya sejarah yang benar.

Coba saja, apakah ketika NKRI dibentuk dari bekas Negara/Daerah bagian Republik Indonesia Serikat pada tanggal 15 Agustus 1950 didasarkan kepada dasar hukum yang menyangkut:

1. Fathahillah turunan bangsawan kerajaan Pasai yg melakukan "counter attack" di tanah Jawa.
2. Makam Cut Nya Dien yg ada di Sumedang ( Jawa Barat ).
3. Maklumat Ulama seluruh Aceh.
4. Bantuan finansial rakyat Aceh utk membeli 2 buah pesawat, dan biaya diplomasi NKRI.
5. Pembentuk TKR divisi X Sumatra oleh Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo Djenderal Major Tgk.M.Daud Beureueh.
6. Rakyat Aceh yg memberikan 40 botol Flacon obat suntikan streptomisi utk Jend.Soedirman yg sakit.
7. Hasan Muhammad Tiro yg pernah menjadi Staff kedutaan RI di New York dan memegang Passport diplomatik RI.
8. Muhammad Hasan yg duduk dalam keanggota BPUPKI"?

Jelas, saudara Rahmatullah, dasar hukum pembentukan NKRI bukan diambil dari dasar hukum yang mengandung cerita-cerita tersebut diatas yang ditulis oleh saudara Rahmatullah, melainkan berdasarkan dasar hukum yang berupa

1. Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan Pemerintah RIS dengan persetujuan Parlemen (DPR) dan Senat RIS pada tanggal 8 Maret 1950.

2. Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang disahkan Parlemen dan Senat RIS mensahkan pada tanggal 14 Agustus 1950. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 42).

3. Piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dibacakan oleh Presiden RIS Soekarno pada rapat gabungan Parlemen dan Senat RIS tanggal 15 Agustus 1950. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 43).

Jadi sekarang, siapa yang berbohong itu saudara Rahmatullah?
Apakah saya yang saudara rahmatullah anggap sebagai Hitler dengan Mein Kampt-nya atau para penerus Soekarno cs termasuk saudara Rahmatullah?

Dan jelas, saudara Rahmatullah, mengenai Negeri Aceh masuk kedalam NKRI tidak didasarkan kepada perjanjian bersama antara seluruh rakyat Aceh dan para pimpinan rakyat Aceh dengan pihak RIS dibawah pimpinan Soekarno cs, sebelum NKRI dibentuk.

Melainkan Negeri Aceh itu, seperti yang telah saya berulang kali tulis, dicaplok Soekarno melalui mulut Sumatera Utara dengan menetapkan pada tanggal 14 Agustus 1950 Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur kedalam Negara RI-Jawa-Yogya dan menjadi NKRI. Dan menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan seluruh rakyat dan para pimpinan rakyat Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "rahmatullah" <icmijed@hotmail.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: APA ITU PERATURAN WAKIL PERDANA MENTERI PENGGANTI PERATURAN PEMERINTAH NO.8/DES/WKPM?
Date: Wed, 4 Feb 2004 16:53:15 +0300

Bismillahhirrohmannirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Kalau semua bukti sejarah yg pernah saya ajukan dianggap bukan merupakan terintegrasinya Aceh ke dalam wilayah NKRI, seperti Fathahillah turunan bangsawan kerajaan Pasai yg melakukan "counter attack" di tanah Jawa, Makam Cut Nya Dien yg ada di Sumedang ( Jawa Barat ), maklumat Ulama seluruh Aceh-pun bukan merupakan bukit juga, bantuan finansial rakyat Aceh, yg utk membeli 2 buah pesawat, dan biaya diplomasi NKRI, Pembentuk TKR divisi X Sumatra oleh Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo Djenderal Major Tgk.M.Daud Beureueh, Rakyat Aceh yg memberikan 40 botol Flacon obat suntikan streptomisi utk Jend.Soedirman yg sakit, Hasan Muhammad Tiro yg juga pernah menjadi Staff kedutaan RI di New York, memegang Passport diplomatik RI ( saya yakin ini adalah Hasan Tiro yg di Swedia sekarang ), Muhammad Hasan yg duduk dalam keanggota BPUPKI dan bukti lain lainnya dianggap bukan merupakan bukti sejarah bagi terintegrasi Aceh ke dalam NKRI, Kang Dirman namanya telah melakukan DISTORSI
SEJARAH.

Jadi Sejarah Aceh yg dianggap benar, dalam anggapan Kang Dirman, seperti yg diungkapkan Kang Dirman saja, lainnya palsu atau boleh Kang Dirman anggap itu sejarah buatan negara Yogya-Jawa made in Soekarno, tanpa melihat tulisan yg dibuat oleh orang lain, misalnya oleh M.Nur El Ibrahimy ( beliau orang Aceh asli ) anda tidak jujur.

Saya anggap wajar karena kita memang sedang perang ( paling tdk, perang propaganda, mengenai hal ini lihat Mein Kampt-nya Adolf Hitler ) dan anda saya anggap menggunakan cara Hitler ini. Kata Hitler Berbohonglah kamu, berbohonglah kamu, berbohonglah kamu sampai kebohongan itu dianggap kebenaran ( lugen Sie,lugen Sie,lugen Sie, bis die false recht gedengken ist ).

Kang Dirman, saya kadang-kadang suka berkhayal, kalau seandainya saya jadi Duber RI di Saudi sini, saya akan undang anda dkk utk Hajian atau Umrah agar kita saling mengenal satu dgn yg lainnya, bukan sebagai orang yg bermusuhan, tapi sebagai sesama manusia yg Fitrah ( yg butuh
kedamaian, ketentraman, dll ).

Akhirnya saya ucapkan terima kasih, saya do'akan dari dekat Makkah ini, semoga Kang Dirman, Ayahanda Hasan Tiro dan rekan-rekan sehat-sehat selalu dalam lindungan Allah SWT, amien !!!!!

Wassalam
Jeddah 04/Feb/2004.
Ewigkeitbruderscaft mit Islam.

Rahmatullah.
icmijed@hotmail.com
----------