Stockholm, 5 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PENERUS SOEKARNO MENJALANKAN TAKTIK HITLER UNTUK TERUS DUDUKI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PENERUS SOEKARNO MENJALANKAN TAKTIK HITLER UNTUK TERUS DUDUKI ACEH

"Tuan Ahmad Sudirman. Anda mau tau fakta hukum. Aceh adalah bagian dari RI itu adalah fakta hukum yang di akui dunia titik. Anda tak usah ngomong banyak. Toh tak ada manfaat apapun bagi rakyat Aceh. Anda lebih baik diam dan berzikir karena itu lebih baik bagi akhirat Anda. Persetan sejarah versi Anda. Peduli apa dengan sejarah versi Anda. Karena itu ada manfaat secuilpun bagi kesejahteraan masyarakat Aceh"
(Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Wed, 4 Feb 2004 20:28:01 -0800 (PST))

"Assalamu'alaikum wr.wb.Saya kira taktik Hitler justru dipakai oleh penguasa NKRI yang selalu berbohong terhadap rakyat Aceh dan terus berbohong, bahkan menggunakan kekuatan perang mereka untuk mempertahankan kebohongannya.Menipu dan berbohong baik sejarah maupun kenyakinan, penguasa NKRI dan militernya terus menekan bangsa Aceh agar menerima keinginan mereka, bahkan menutup mulut dan membunuh orang-orang yang mencoba mengatakan kebenaran dan membela bangsa Aceh.Sukarno dengan sangat yakin menggunakan Islam dan bersumpah dengannya atas dasar kebohongan agar tgk M.Daud Beureueh percaya dan membela Sukarno-Hatta. Jadi saudara Rahmatullah, disebabkan kebutaannya untuk membela Negara Pancasila NKRI, maka juga terpengaruh oleh kebohongan pemimpin NKRI. Apasih keuntungan baginya sehingga berbohong dan membela kebohongan?"
(Muhammad Dahlan , tang_ce@yahoo.com , Wed, 4 Feb 2004 15:10:31 -0800 (PST))

Baiklah saudara Muhammad Dahlan di Australia dan Teuku Mirza di Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Kalau Teuku Mirza mengatakan "Tuan Ahmad Sudirman. Anda mau tau fakta hukum. Aceh adalah bagian dari RI itu adalah fakta hukum yang di akui dunia titik. Anda tak usah ngomong banyak"

Jelas, Teuku Mirza, fakta yang tidak disertai bukti yang benar dan terang hanya menggunakan dasar hukum yang ditetapkan secara sepihak oleh Soekarno cs saja, memang bisa dijadikan fakta hukum. Tetapi fakta hukum yang memakai dan menyandarkan kepada bukti yang tidak benar, penuh penipuan dan kelicikan, seperti yang dilakukan pihak Soekarno cs, ketika membentuk NKRI diatas puing-puing bekas Negara/Daerah bagian Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1950, maka jelas, akhirnya akan terbongkar juga kelicikan, penipuan dan pendudukan Negeri Aceh itu.

Nah, sekarang saya ingin bertanya kepada Teuku Mirza.

Apakah Teuku Mirza sebagai orang asli Aceh yang bergelar Teuku mengetahui secara pasti dan jelas berdasarkan fakta dan bukti, hukum serta sejarah yang disetujui oleh seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh mengenai peleburan Negeri Aceh kedalam tubuh RI Negara bagian RIS, ketika RIS pada tanggal 15 Agustus 1950 dilebur kedalam Negara RI dan menjadi NKRI ?.

Mengapa saya bertanya ini kepada Teuku Mirza ?

Karena, saya telah mengemukakan secara terbuka kepada seluruh rakyat di NKRI dan seluruh rakyat di Negeri Aceh semua fakta beserta bukti dengan ditunjang dasar hukum dan jalannya sejarah tentang pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno melalui mulut Sumatera Utara satu hari sebelum RIS dilebiur menjadi NKRI.

Jadi, saya ingin membaca jawaban menurut versi Teuku Mirza mengenai pemasukan negeri Aceh kedalam tubuh NKRI ini.

Karena apa yang ditulis teuku Mirza diatas: "Aceh adalah bagian dari RI itu adalah fakta hukum yang di akui dunia titik".

Sebenarnya itu, kalau mau dipelajari, dipikirkan, dianalisa dan diakui secara jujur, tulisan Teuku Mirza diatas mengenai "fakta hukum tentang Aceh yang diakui dunia" adalah tidak cukup dan tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum untuk mengklaim bahwa Negeri Aceh benar-benar secara fakta dengan bukti yang jelas dan benar serta disetujui dan diridhai oleh seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Adapun semua fakta dengan bukti yang jelas yang ditunjang oleh dasar hukum yang terang dan jalannya sejarah tentang pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno melalui mulut Sumatera Utara ketika RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 telah saya paparkan dan jelaskan kepada seluruh rakyat di NKRI dan seluruh rakyat di Negeri Aceh.

Kemudian apakah rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh mau menerima dengan hati yang tulus dan ikhlas semua fakta, hukum dan sejarah tentang pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno tersebut, itu semuanya diserahkan kepada sikap dan kesadaran masing-masing rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh.

Saya, tidak memaksakan kepada seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh untuk menerima begitu saja fakta, hukum dan sejarah tentang pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno itu, karena, toh akhirnya akan terbuka dan terbongkar, mana yang palsu dan mana yang benar, mana yang penuh kebohongan dan mana yang penuh kejujuran dan keikhlasan.

Kemudian sekarang, saya akan datangi saudara Muhammad Dahlan di Australia.

Memang benar, seperti yang ditulis oleh saudara Muhammad Dahlan di Australia ini: "Saya kira taktik Hitler justru dipakai oleh penguasa NKRI yang selalu berbohong terhadap rakyat Aceh dan terus berbohong, bahkan menggunakan kekuatan perang mereka untuk mempertahankan kebohongannya.Menipu dan berbohong baik sejarah maupun kenyakinan, penguasa NKRI dan militernya terus menekan bangsa Aceh agar menerima keinginan mereka, bahkan menutup mulut dan membunuh orang-orang yang mencoba mengatakan kebenaran dan membela bangsa Aceh."

Jelas, saudara Muhammad Dahlan. Taktik dan cara Hitler justru dipergunakan oleh para penerus Soekarno di NKRI atau di Negara RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk karena menelan bekas Negara/Daerah bagian RIS atau di Negara Pancasila atau di Negara RI 17 Agustus 1945 atau di Negara RI yang telah hidup kembali ketika Presiden PDRI Sjafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya kepada Mohammad Hatta pada tanggal 13 Juli 1949.

Karena taktik bohong ala Hitler yang dipakai oleh pihak penerus Soekarno seperti Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Jaksa Agung M.A. Rachman, Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, KASAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, dan KASAU Marsekal TNI Chappy Hakim, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono inilah yang mengakibatkan sebagian besar rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh percaya bahwa Negeri Aceh berada dalam tubuh NKRI adalah berdasarkan fakta, hukum dan sejarah serta direstui, diridloi, disetujui oleh seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Lihat saja saudara Muhammad Dahlan, taktik ala Hitler yang dijalankan Soekarno itu hanya berjalan sesaat saja. Buktinya itu Teungku Muhammad Daud Beureueh cepat sadar bahwa memang benar Soekarno telah menipunya, bahkan mencaploknya Negeri Aceh masuk kedalam perut
Sumatera Utara dan dikurung dalam tubuh NKRI.

Ternyata, coba saja perhatikan, buktinya itu, tidak satupun dari pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati cs, DPR/MPR dan TNI/POLRI, kecuali hanya seorang yaitu Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang berani tampil kedepan, itupun dia hanya menari-nari saja diatas pentas di Negeri Aceh, karena kelau bernyanyi lagu Negeri Aceh suaranya sumbang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 4 Feb 2004 15:10:31 -0800 (PST)
From: muhammad dahlan <tang_ce@yahoo.com>
Subject: Re: TIDAK ADA DISTORSI SEJARAH PEMBENTUKAN NKRI KARENA SUDAH JELAS FAKTA, HUKUM DAN SEJARAHNYA
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Assalamu'alaikum wr.wb.

Saya kira taktik Hitler justru dipakai oleh penguasa NKRI yang selalu berbohong terhadap rakyat Aceh dan terus berbohong, bahkan menggunakan kekuatan perang mereka untuk mempertahankan kebohongannya.

Menipu dan berbohong baik sejarah maupun kenyakinan, penguasa NKRI dan militernya terus menekan bangsa Aceh agar menerima keinginan mereka, bahkan menutup mulut dan membunuh orang-orang yang mencoba mengatakan kebenaran dan membela bangsa Aceh.

Sukarno dengan sangat yakin menggunakan Islam dan bersumpah dengannya atas dasar kebohongan agar tgk M.Daud Beureueh percaya dan membela Sukarno-Hatta.

Jadi saudara Rahmatullah, disebabkan kebutaannya untuk membela Negara Pancasila NKRI, maka juga terpengaruh oleh kebohongan pemimpin NKRI. Apasih keuntungan baginya sehingga berbohong dan membela kebohongan?

Yang anehnya lagi, bagi penganut Islam di NKRI termasuk Rahmatullah, justru tertipu dengan kebohongan penguasa NKRI dengan Islam Pancasilanya. Inilah kebohongan mutakhir diabad modern ini.

Coba anda jujur dan benar, sangat baik orang yang mau menjadi benar, good to be true.

Wassalam,

Muhammad Dahlan

tang_ce@yahoo.com
Australia
----------

Date: Wed, 4 Feb 2004 20:28:01 -0800 (PST)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: Re: TIDAK ADA DISTORSI SEJARAH PEMBENTUKAN NKRI KARENA SUDAH JELAS FAKTA, HUKUM DAN SEJARAHNYA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Tuan Ahmad Sudirman ...Anda mau tau fakta hukum...Aceh adalah bagian dari RI itu adalah fakta hukum yang di akui dunia titik...Anda tak usah ngomong banyak...toh tak ada manfaat apapun bagi rakyat Aceh...Anda lebih baik diam dan berzikir karena itu lebih baik bagi akhirat Anda...persetan sejarah versi Anda ...peduli apa dengan sejarah versi Anda .....karena itu ada manfaat secuilpun bagi kesejahteraan masyarakat Aceh....

Teuku Mirza

teuku_mirza2000@yahoo.com
Universitas Indonesia, Jakarta
----------