Stockholm, 5 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PERJUANGAN MENENTUKAN NASIB SENDIRI BUKAN PERJUANGAN DEMI AMBISI PRIBADI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PERJUANGAN MENENTUKAN NASIB SENDIRI BUKAN PERJUANGAN DEMI AMBISI PRIBADI

"Tuan Ahmad Siapa jadi pengkhianat Siapa.Anda jangan Asal ngomong! Menurut kami GAM adalah pengkhianat terbesar bangsa Aceh ! kalian lah pembuat kerusakan terbesar di bumi Aceh secara tidak bertanggung jawab, mana tanggung jawab kalian, berapa orang anak-anak Aceh yang mati konyol karena kailan bodohi? Kalo kalian cap kami pengkhianat karena tidak sejalan dengan kalian, peduli amat,tapi kami bukan pengkhianat bangsa Aceh, karena kami cinta Aceh dan kami concern terhadap masyarakat kami. Kami adalah orang yang tidak menghendaki Aceh rusuh, terkoyak hanya karena hasrat segelintir orang untuk berkuasa di Aceh, tapi tak mau berkeringat, untuk memikirkan kemaslahatan masyarakat Aceh, kami tak menghendaki anak-anak aceh mati sia-sia akibat cita-cita konyol kalian"
(Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Wed, 4 Feb 2004 19:49:31 -0800 (PST))

"Tidak ada gunanya mengadakan survai di Aceh sebelum dicabut Keppres no.28/2004 & Keppres no.43/2003. Itu benar jangan coba-coba kelompok anda (bung Ahmad) masuk ke Aceh secara terang-terangan apalagi sampai mengadakan survai, karena bisa-bisa anda dibuat bulan-bulan oleh warga Aceh yang sudah muak dengan ocehan-ocehan anda yang sesat. Bangsa Indonesia, khususnya warga Aceh juga tidak mengharapkan/memerlukan survai dari anda, karena semua tahu anda hanya pemimpi, dan karena terlalu ambisi dengan mimpi-mimpi anda/kelompok anda, maka warga Aceh yang jadi korban. gimana ? masih diteruskan mimpi konyolnya? Soal pencabutan Keppres tidak perlu anda minta/persoalkan, sebab Keppres akan dicabut atau diperpanjang bukan urusan anda tapi tergantung sikon, kalau memang masih diperlukan dan harus diperpanjang, mengapa tidak? dan sebaliknya."
(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 4 Feb 2004 19:58:48 -0800 (PST))

"Anda itu siapa? dan apa hubunganya dengan GAM? apa keperluan anda terhadap GAM? kenapa anda tidak jadi guru Sejarah saja? dan mengapa anda tidak tinggal di Indonesia? Masih banyak lagi pertanyaannya, tapi pasti anda terlalu hebat untuk menjawab."
(Makatal , makatal@metroindonesia.com , 5 februari 2004 08:18:23)

Baiklah Teuku Mirza di jakarta, saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya dan saudara Makatal di Indonesia.

Begini Teuku Mirza.

Sebagai orang asli Aceh yang tidak ingin disebut penghianat oleh orang Aceh yang telah sadar dan mengerti bahwa Negeri Aceh telah dicaplok, diduduki, dijajah oleh Soekarno dan para penerusnya sekarang ini, cobalah berikan jalan pemecahannya yang bisa memberikan kepuasan kepada seluruh rakyat Aceh.

Sekarang Teuku Mirza hanya mengatakan "kami bukan pengkhianat bangsa Aceh, karena kami cinta Aceh dan kami concern terhadap masyarakat kami. Kami adalah orang yang tidak menghendaki Aceh rusuh, terkoyak hanya karena hasrat segelintir orang untuk berkuasa di Aceh".

Itu bukan jalan keluar bagi penyelesaian Negeri Aceh, melainkan hanya pembelaan diri dan tuduhan kepada pihak Teungku Muhammad Daud Beureueh dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta rakyat Aceh yang telah sadar untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI yang telah menduduki Negeri Aceh secara ilegal, sepihak, licik dan penuh kekerasan senjata sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid sampai Presiden Megawati sekarangh ini.

Memang, itu Presiden Megawati Cs bersama TNI/POLRI dan DPR/MPR telah membuat jalan keluar dengan cara menetapkan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Tetapi, itu, cara pemecahan dari pihak para penerus Soekarno yang telah mencaplok dan menduduki Negeri Aceh sejak 14 Agustus 1950 satu hari sebelum NKRI dibentuk diatas puing-puing Negara/Daerah bagian RIS.

Nah, coba apa itu cara dan jalan mana yang akan ditempuh oleh Teuku Mirza untuk menyelesaikan kemelut dan pendudukan di Negeri Aceh ini?

Saya tunggu jawaban Teuku Mirza.

Nah, kalau dari saya, seperti yang telah berulang kali ditulis bahwa untuk penyelesaian Negeri Aceh adalah diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan penentuan nasib sendiri yang bebas dan rahasia, melalui cara jajak pendapat atau referendum yang memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap dan memberikan suaranya apakah YA bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI bersama TNI/POLRI-nya atau TIDAK bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI bersama TNI/POLRI-nya.

Inikan jalan yang termudah, dan paling adil, jujur dan bijaksana untuk penyelesaian Negeri Aceh.

Mengapa susah dan takut mengadakan jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh kalau memang Teuku Mirza mengatakan : "Aceh rusuh, terkoyak hanya karena hasrat segelintir orang untuk berkuasa di Aceh".

Nah, untuk membuktikan apa yang ditulis oleh Teuku Mirza diatas itu, marilah kita buktikan bersama-sama dengan disaksikan oleh lembaga Internasional yang telah disepakati untuk mengawasi dan menyaksikan jalannya jajak pendapat atau referendum ini.

Sehingga nantinya bisa dilihat dan dibaca hasil dari jajak pendapat atau referendum ini, apakah memang benar bahwa Aceh rusuh, terkoyak hanya karena hasrat segelintir orang untuk berkuasa di Aceh, atau memang sebagian besar rakyat Aceh ingin menentukan nasib mereka sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI atau Negara Pancasila atau Negara RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk atau Negara RI 17 Agustsu 1945 atau negara RI yang telah hidup kembali karena pihak PDRI telah menyerahkan kembali mandatnya kepada Mohammad Hatta pada tanggal 13 Juli 1949 di jakarta.

Nah sekarang, saya akan tambah lagi pertanyaannya kepada Teuku Mirza.

Apakah Teuku Mirza setuju diadakan jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan sikap dan memberikan suaranya YA atau TIDAK bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan NKRI bersama TNI/POLRI-nya?

Disinipun saya tunggu jawaban dari Teuku Mirza.

Nah sambil menunggu jawaban dari Teuku Mirza, saya akan teruskan untuk menjumpai saudara Matius Dharminta yang terus saja menari-nari sambil bernyanyi lagu pendudukan Negeri Aceh ciptaan Soekarno yang berisikan gubahan syair "tidak mengharapkan/memerlukan survai dari anda, terlalu ambisi dengan mimpi-mimpi anda/kelompok anda, masih diteruskan mimpi konyolnya, sebab Keppres akan dicabut atau diperpanjang bukan urusan anda, kalau memang masih diperlukan dan harus diperpanjang, mengapa tidak"

Memang, kalau saya sudah melihat saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta dengan komentarnya yang ceplas-ceplos itu, makin terpikirlah bahwa, memang benar, itu racun-racun pencaplokan dan pendudukan negeri Aceh yang telah ditebarkan dan ditanamkan oleh Soekarno kepada para generasi penerusnya di NKRI, ternyata Negeri Aceh yang diperoleh dari hasil pencurian, perampokan dan pendudukan telah dianggap secara sah menjadi miliknya sendiri.

Karena itu, yang keluar dari mulut saudara matius Dharminta ini hanyalah "masih diteruskan mimpi konyolnya, Keppres akan dicabut atau diperpanjang bukan urusan anda".

Jadi, tidak ada lagi alasan yang lain yang bisa dijelaskan dan dibukakan kepada seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh.

Coba kita gali saja sedikit isi dari syair lagu pendudukan Negeri Aceh yang disiulkan oleh saudara Matius Dharminta ini.

Rakyat Aceh dibawah pimpinan teungku Muhammad Daud Beureueh sejak 20 September 1953 berjuang yang telah sadar melihat negeri Aceh dicaplok Soekarno pada 14 Agustus 1950 ketika NKRI dibentuk diatas puing-puing bekas Negara/Daerah bagian RIS untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pantja Sila atau NKRI dengan memaklumatkan Negara Islam Indonesia di Aceh, tetapi oleh para penerus Soekarno seperti saudara Matius ini dikatakan itu sebagai "mimpi konyol".

Kemudian, 2 tahun sebelum Teungku Muhammad Daud Beureueh diamankan dikamp konsentrasi Jenderal Soeharto di jakarta pada tahun 1978, tampil Teungku Hasan Muhammad di Tiro, 4 Desember 1976, meneruskan semangat untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Asing yang dikontrol dari Jakarta atau Pemerintah NKRI yang telah mencaplok Negeri Aceh pada 14 Agustus 1950. Tetapi oleh saudara Matius dikatakan sebagai "mimpi konyol".

Memang bagus saudara Matius Dharminta mengatakan mimpi konyol, mengapa ?

Karena, sebenarnya yang sedang mimpi konyol adalah para penerus Soekarno yang sekarang telah dibongkar secara besar-besaran taktik dan strategi licik, penuh tipu muslihat dan perampokan Negeri Aceh yang dijalankan Soekarno itu.

Jadi, para penerus Soekarno ini ketika bangun sekarang ini sambil melihat kekanan dan kekiri ternyata realita yang sebenarnya apa yang dimimpikan Soekarno itu rupanya semuanya adalah kebijaksanaan politik, keamanan dan pertahanan yang berisikan strategi pencaplokan Negeri-Negeri yang masih berada diluar daerah kekuasaan bekas Negara/Daerah bagian RIS, misalnya Negeri Aceh dan Negeri Papua.

Tetapi, jangan khawatir, orang-orang model Matius Dharminta ini tidak akan banyak menggangu diperjalanan, karena saudara Matius ini hanya berjingkrak-jingkrak saja, toh, sebentar lagi itu Negeri Aceh akan juga kembali ketangan rakyat Aceh yang berhak dari sejak semula, karena memang dari sejak 53 tahun yang lalu telah dirampok dan dimasukkan kemulut Sumatera Utara oleh Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh para penerus Soekarno termasuk itu Presiden megawati Cs, TNI/POLRI dan direstui oleh para anggota DPR/MPR, termasuk Akbar Tandjung dan Amien Rais.

Selanjutnya terakhir saya akan jumpai saudara Makatal di Indonesia.

Dimana saya baru jumpa pertama kali dengan saudara Makatal ini, tetapi rupanya sudah siap dengan berondongan pertanyaannya seperti "Anda itu siapa? dan apa hubunganya dengan GAM? apa keperluan anda terhadap GAM? kenapa anda tidak jadi guru Sejarah saja? dan mengapa anda tidak tinggal di Indonesia? Masih banyak lagi pertanyaannya, tapi pasti anda terlalu hebat untuk menjawab."

Wah, kalau saya punya jantung lemah, sudahlah.
Tetapi, tidak apalah, begini saudara Makatal.

Saya orang asal dari Indonesia, lahir di Tanjung Pinang, Riau, Sumatera. Sekarang tinggal di Stockholm, di negara Kerajaan Swedia.

Hubungan dengan GAM tidak ada secara formil dan struktural, tetapi saya mendukung dan membela perjuangan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI yang telah mencaplok Negeri Aceh oleh Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 ketika KNRI dibentuk diatas puing-puing bekas negara/Daerah bagian RIS.

Mengapa saya mendukung dan membela perjuangan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI ?

Karena saya telah mempelajari, mendalami, menghayati, menyadari bahwa memang benar Soekarno itu mencaplok negeri Aceh melalui mulut Sumetara Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum NKRI dibentuk diatas bekas tiang-tiang Negara/Daerah bagian RIS yang dilebur pada tanggal 15 Agustus 1950 melalui Negara RI 17 Agustsu 1945 yang diproklamirkan Soekarno yang pada tangal 14 Desember 1949 telah resmi masuk menjadi salah satu negara Bagian RIS setelah menandatangani Piagam Konstitusi RIS di Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Kemudian keperluan saya dengan GAM, tidak ada. Yang saya lihat ASNLF atau GAM merupakan wadah perjuangan yang dipakai oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dalam rangka mencapai penentuan nasib sendiri bebas dari penagruh kekuasaan Pemerintah asing di Jakarta atau pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI yang telah mencaplok dan menduduki Negeri Aceh lewat mulut Sumatera Utara pada 14 Agustus 1950.

Lalu soal mengapa saya tidak menjadi guru sejarah ?. Jelas, saya tidak perlu menjadi guru sejarah untuk membuka dan menjelaskan fakta, hukum dan sejarah pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno itu. Cukup dengan membaca bismillahirrahmanirrahim. Kemudian menulis.

Kemudian, mengapa anda tidak tinggal di Indonesia?. Jelas, ketika masa Jenderal Soeharto dulu, bulan Pebruari 1981, saya menulis "Dibawah Belenggu Rezim Penguasa" ternyata itu Jenderal Soeharto mukanya merah padam setelah membaca tulisan tersebut, sehingga ia menugaskan Duta Besar Ferdy Salim dan Kepala Sub Bidang Protokol & Konsuler Sekretaris Ketiga di Kedubes RI di Cairo, Noer Hassan Wirajuda (sekarang Menteri Luar Negeri) untuk meminta saya mencabut tulisan tsb. Karena permintaan tersebut saya tolak, maka paspor saya dicabut dan saya diperintahkan pulang dengan pakai uang negara. Karena perintah tersebut tidak saya indahkan, maka kewarganegaraan saya dicabut. Karena Pemerintah Swedia mau mengulurkan tangan, ya, untuk sementara saya tinggal di Swedia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 4 Feb 2004 19:58:48 -0800 (PST)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: TIDAK ADA GUNANYA MENGADAKAN SURVAI DI ACEH SEBELUM DICABUT KEPPRES NO.28/2003 & KEPPRES NO.43/2003
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogruops.com

Tidak ada gunanya mengadakan survai di Aceh sebelum dicabut Keppres no.28/2004 & Keppres no.43/2003.

Itu benar jangan coba-coba kelompok anda (bung Ahmad) masuk ke Aceh secara terang-terangan apalagi sampai mengadakan survai, karena bisa-bisa anda dibuat bulan-bulan oleh warga Aceh yang sudah muak dengan ocehan-ocehan anda yang sesat.

Bangsa Indonesia, khususnya warga Aceh juga tidak mengharapkan/memerlukan survai dari anda, karena semua tahu anda hanya pemimpi, dan karena terlalu ambisi nengan mimpi-mimpi anda/kelompok anda, maka warga Aceh yang jadi korban. gimana ? masih diteruskan mimpi konyolnya??

Soal pencabutan Keppres tidak perlu anda minta/persoalkan, sebab Keppres akan dicabut atau diperpanjang bukan urusan anda tapi tergantung sikon, kalau memang masih diperlukan dan harus diperpanjang, mengapa tidak? dan sebaliknya.

Udahlah tak usah bicara mbulet seperti benang ruvet, toh akhirnya juga cuma pembenaran pada mimpi konyol yang selama ini selalu anda utarakan....
selamat bermimpi riaaa

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya
----------

Date: Wed, 4 Feb 2004 19:49:31 -0800 (PST)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: Re: ORANG ACEH YANG MENGHIANATI BANGSANYA SENDIRI TIDAK AKAN MELUNTURKAN PENENTUAN NASIB SENDIRI
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Tuan Ahmad Siapa jadi pengkhianat Siapa..Anda jangan Asal ngomong..!

Menurut kami GAM adalah pengkhianat terbesar bangsa Aceh ! kalian lah pembuat kerusakan terbesar di bumi Aceh secara tidak bertanggung jawab....mana tanggung jawab kalian...berapa orang anak-anak Aceh yang mati konyol karena kailan bodohi....?

Kalo kalian cap kami pengkhianat karena tidak sejalan dengan kalian...peduli amat....tapi kami bukan pengkhianat bangsa Aceh...karena kami cinta Aceh dan kami concern terhadap masyarakat kami...

Kami adalah orang yang tidak menghendaki Aceh rusuh, terkoyak hanya karena hasrat segelintir orang untuk berkuasa di Aceh, tapi tak mau berkeringat.... untuk memikirkan kemaslahatan masyarakat Aceh...kami tak menghendaki anak-anak aceh mati sia-sia akibat cita-cita konyol kalian....

Bukan karena kami pengecut....kami lebih berani karena kami hidup di bumi Aceh, karena kami hidup di Indonesia dengan tantangan hidup yang lebih besar...bukan hidup di negeri kafir dengan menerima tunjangan sosial seperti kalian. Kalian bicara Merdeka...tapi kapan Hasan Tiro CS mengangkat senjata ? berapa lama dia dan gengnya Ada di Aceh...mana mau di hidup dimakan nyamuk di hutan-hutan... Sekarang kami ikut prihatan terhadap GAM yang ada di hutan-hutan karena mereka adalah korban-korban pembodohan kalian..... Satu hal kami lebih berani dari kalian semua...karena kalian adalah manusia PECUNDANG !

Teuku Mirza

teuku_mirza2000@yahoo.com
Universitas Indonesia, Jakarta

From: Makatal <makatal@metroindonesia.com>
Date:den 5 februari 2004 08:18:23
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: RE: [padhang-mbulan] PENERUS SOEKARNO MENJALANKAN TAKTIK HITLER UNTUK TERUS DUDUKI ACEH

Anda itu siapa? dan apa hubunganya dengan GAM? apa keperluan anda terhadap GAM? kenapa anda tidak jadi guru Sejarah saja? dan mengapa anda tidak tinggal di Indonesia??

Masih banyak lagi pertanyaannya, tapi pasti anda terlalu hebat untuk menjawab.

Terima kasih.

Makatal
makatal@metroindonesia.com
----------