Stockholm, 5 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BIARKAN DAN BERI KEBEBASAN SELURUH RAKYAT ACEH MENENTUKAN SIKAP
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS BIARKAN DAN BERI KEBEBASAN SELURUH RAKYAT ACEH MENENTUKAN SIKAP

"Assalamu'alaikum Wr.Wb. Baiklah, sekarang saya mengalah mengenai referendum. Silahkan anda lobi Internasional untuk di adakan referendum di Aceh. Ingat! itu agenda kalian, bukan agenda rakyat Aceh, kalau kami di suruh memilih, maka kami akan memilih yang sesuai dengan nurani kami. Jadi jangan anda ributkan lagi masalah referendum di milis ini. Urus saja sampai bisa berlangsung di Aceh. Karena kami tinggal pilih saja nanti. Kami rakyat aceh tidak sempat mengurus hal seperti itu, kami sedang sibuk mencari nafkah dan mnyekolahkan anak-anak kami yang sekolahnya telah kalian bakar. Mohon jangan di jawab lagi hal ini. Karena saya sudah tau jawabannya. Harus di perbolehkannya masuk LSM Internasional untuk menginvestigasi masalah tersebut. Pasti yang barusan khan jawabannya."
( Apha Maop, awakaway@telkom.net , Thu, 05 Feb 2004 23:19:20 +0700)

"Assalamu'alaikum Wr.Wb. Aduh Kang maafkan saya Kang ! saya tdk mempercayai cerita anda bahwa Bung Karno mencaplok, merampok Aceh, kalau Kang Dirman mengatakan telah terjadi abuse of power, oleh Bung Karno dan penerusnya eta mah kakarak abdi percaya ( bahasa sunda,artinya itu baru saya percaya ), karena saya punya bukti sejarah juga yg saya anggap valid dan dapat dipertanggung-jawabkan,walaupun itu bagi Kang Dirman cs bukan merupakan bukti sejarah dan hukum. Kang kita juga telah diskusi tentang negara Islam,atau pandangan saya tentang pancasila beberapa bulan yg lalu,jadi saya punya pandangan sendiri,saya tdk menggunakan cara pandang Kang Dirman."
(Rahmatullah , icmijed@hotmail.com , 5 februari 2004 17:07:27)

Baiklah saudara Apha Maop di Indonesia dan saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia.

Nah, untuk saudara Apha Maop.
Sebagaimana yang telah saya katakan berulang kali bahwa keputusan yang akan menentukan adalah seluruh rakyat Aceh dalam usaha menyelesaikan kemelut di negeri Aceh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini.

Jadi, usaha penyelesaian yang telah dijalankan oleh pihak NKRI adalah usaha penyelasaian secara sepihak yang menggunakan kekerasan senjata.

Karena itu, kita sekarang harus berusaha secara bersama-sama agar seluruh rakyat di Negeri Aceh bisa dengan bebas tanpa merasa ditekan, diancam dan dibunuh, untuk menentukan sikap dan memberikan suaranya demi kemenangan rakyat Aceh dan pembebasan Negeri Aceh dari cengkraman Penguasa NKRI.

Nah sekarang, diantara kita telah ada kesepakatan bahwa pelaksanaan jajak pendapat atau referendum ini akan dijalankan dan akan diusahakan secepat mungkin, agar supaya rakyat di Negeri Aceh tidak terus mengalami tekanan, ancaman dan pembunuhan seperti yang sedang berlangsung sekarang ini.

Kemudian, mengenai pernyataan saudara Apha Maop "sebenarnya anda telah memanfaatkan kebodohan Hasan Tiro dengan isu GAM nya untuk merusak Indonesia. Anda sebenarnya sedang memperalat Hasan Tiro untuk membalas dendam pribadi anda terhadap Indonesia (baca Pemerintah). Saya tidak peduli dengan tujuan utama anda ini, tapi saya benci jika akibatnya di rasakan oleh rakyat Aceh yang tidak tau apa-apa di balik maksud anda yang sebenarnya."

Jelas, pernyataan saudara Apha Maop itu tidak benar. Bagaimana saya mau memanfaatkan perjuangan rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari NKRI diperalat dan dimanfaatkan oleh saya dengan alasan untuk membalas dendam terhadap jenderal Soeharto.

Saudara Apha Maop, saya tidak perlu balas dendam kepada Jenderal Soeharto. Toh, dia sekarang sedang menghadapi hari-hari akhirnya. Saya tidak perlu berbuat banyak untuk melakukan balas dendam, karena toh, terbukti akhirnya siapa yang benar dan siapa yang salah.

Tidak perlu saya memanfaatkan atau memperalat Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan ASNLF atau GAM-nya untuk membalas dendam Jenderal Soeharto apalagi untuk menghancurkan NKRI.

Tidak perlu saya memanfaatkan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan ASNLF atau GAM untuk menghancurkan NKRI. Mengapa ?

Karena, untuk menghancurkan NKRI adalah cukup dengan membongkar kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan dan agresi Soekarno bersama TNI-nya pada saat dibentuk dan dibangunnya NKRI. Pelanggaran Hak Asasi manusia yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI adalah sudah bisa membuat TNI/POLRI lumpuh. Masalah Ekonomi bisa dijadikan alat untuk melumpuhkan NKRI.

Buktinya, sekarang, siapa yang bisa menyangka kalau saya membongkar kelicikan, penipuan, penghianatan dan agresi Soekarno cs terhadap Aceh dan Papua juga terhadap Negara Islam Indonesia secara terbuka dan transparan kehadapan seluruh rakyat NKRI dan rakyat Negeri Aceh ?.

Karena dalam sejarah pertumbuhan NKRI belum ada seorangpun orang NKRI atau asal NKRI yang membongkar kelakuan Soekarno cs dalam menjalankan agresinya terhadap negara dan daerah lainnya diluar Daerah atau Negara yang telah dikuasainya menurut dasar hukum yang telah diakui dan disepakati bersama yaitu pengakuan Kedaulatan RIS oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 yang dibeberkan secara jelas, terbuka dan keseluruh dunia.

Nah selanjutnya, saya akan jumpai saudara Rahmatullah di Jeddah, saudir Arabia.

Baiklah saudara Rahmatullah.
Memang diantara kita ada perbedaan sikap, pandangan, taktik, strategi dalam menyelesaikan masalah Negeri Aceh ini.

Tetapi, yang jelas, kita serahkan semuanya kepada seluruh rakyat Aceh untuk bebas menyatakan dan menentukan sikapnya ke arah mana jalan yang akan ditempuh dan dipilihnya.

Kita, tidak perlu mengklaim bahwa Negeri Aceh adalah masuk NKRI, yang jelas, kita sudah beberkan fakta dengan bukti yang jelas dan benar dengan ditunjang dasar hukum yang jelas dan benar serta jalannya sejarah yang terang dan jelas atas Negeri Aceh yang sekarang berada dalam tubuh NKRI.

Jadi, untuk penyelesaiannya adalah berikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan pilihannya, tanpa dipengaruhi oleh saudara Rahmatullah atau oleh siapapun.

Hanya yang jelas kita harus saling bahu membahu untuk menyiapkan jalan kearah terlaksananya penentuan jajak pendapat atau referendum ini.

Karena itu, diskusi kita selanjutnya adalah lebih banyak mengarah kepada bagaimana agar segera dan secepatnya dilaksanakan jajak pendapat di Negeri Aceh oleh seluruh rakyat Aceh.

Karena itu, dari saat ini saya akan memberikan jawaban sebagian besar yang mengarah kepada terlaksananya referendum di Negeri Aceh oleh seluruh rakyat Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 05 Feb 2004 23:19:20 +0700
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
From: Apha MAOP <awakaway@telkom.net>
Subject: Re: PERJUANGAN MENENTUKAN NASIB SENDIRI BUKAN PERJUANGAN DEMI AMBISI PRIBADI

Ass. Wr. Wb

**********************
"dicaplok, diduduki, dijajah, Soekarno dan para penerusnya, Teungku Hasan Muhammad di Tiro, penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI, menduduki Negeri Aceh secara ilegal, sepihak, licik dan penuh kekerasan, Megawati Cs bersama TNI/POLRI dan DPR/MPR, Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003, puing-puing Negara/Daerah bagian RIS, jajak pendapat atau referendum, pengaruh kekuasaan NKRI bersama TNI/POLRI-nya, oleh lembaga Internasional, Negara Pancasila atau Negara RI-Jawa-Yogya, pendudukan Negeri Aceh ciptaan Soekarno, pendudukan Negeri Aceh ciptaan Soekarno, telah dirampok dan dimasukkan kemulut Sumatera Utara, "
**************************

Yah itulah semua kata-kata yang selalu di ulang-ulang oleh Bapak Ahmad Sudirman. Semua tulisan beliau di milis ini, initinya hanya kata-kata tersebut. Hanya saja di tambahi berbagai macam bumbu dan di puter-puter dulu. Tapi tak lebih dari kata-kata tersebut. Tak punyakah Bapak ini kata-kata lain yang lebih argumentatif, yang bisa bikin orang tertarik untuk membacanya. Saya mohon maaf Pak Ahmad, tapi jujur saya katakan bahwa saya memang sudah mual membaca tulisan anda di milis ini, karena yang anda tulis hanya yang diatas itu saja yang diulang-ulang.

Jadi teman-teman, rasanya tak ada gunanya kita berdiskusi dengan beliau, karena apapun yang kita tanyakan dan kita diskusikan, jawabannya selalu sama seperti yang diatas itu.

Congratulations, for my self (Gee Eer Nih), karena saya telah berhasil menginti-sarikan isi kepala sang legendaris yang pernah memerahkan muka orang terkuat di Indonesia yaitu Pak Ahmad Sudirman.

Tapi saya heran, hanya dengan kemampuan menulis begitu saja Suharto sudah merah mukanya, Bagaimana sekiranya saya yang menyerang Suharto pada saat itu, bisa-bisa mukanya jadi warna ijo kali yaa (biar kaya kolor ijo).

Tapi Pak Ahmad, bagaimanapun juga saya bisa memaklumi isi hati anda yang sangat membenci Suharto yang nota bene adalah ABRI yang sekarang junior-juniornya juga tak senang pada anda. Sialnya lagi, para juniornya itu banyak yang mengendalikan Negeri ini, suatu negeri yang telah membuat anda luntang lantung di negeri orang. Negeri kafir pula ?!?!?!?!?

Tapi kebencian anda terhadap Indonesia yang tak mengakui ke warga negaraan anda, tak sepantasnya anda kaitkan dengan pembenaran pemberontakan di Aceh (mungkin dengan alasan balas jasa terhadap Hasan T, atau karena merasa senasib dan sepenanggungan dengannya di swedia).

Jadi dalam hal ini, sebenarnya anda telah memanfaatkan kebodohan Hasan Tiro dengan isu GAM nya untuk merusak Indonesia. Anda sebenarnya sedang memperalat Hasan Tiro untuk membalas dendam pribadi anda terhadap Indonesia (baca Pemerintah). Saya tidak peduli dengan tujuan utama anda ini, tapi saya benci jika akibatnya di rasakan oleh rakyat Aceh yang tidak tau apa-apa di balik maksud anda yang sebenarnya.

Jadi jangan coba katakan bahwa anda tidak punya maksud apa-apa dalam semua diskusi yang telah kita lakukan. Anda pasti punya suatu interest dalam hal ini. Entah apa itu, tapi saya yakin tebakan saya tidak jauh meleset. Seperti juga saya, dalam diskusi di milis ini, saya juga punya interest, yaitu segera amannya negeri Aceh. Begitu juga dengan T Mirza dan lainnya. Hanya kita berbeda interest-nya saja.

Oh yaa, atas segala kebodohan Hasan Tiro tersebut diatas (di manfaatkan oleh anda), telah menambah lagi satu alasan bagi kami untuk tidak memilih nya sebagai pemimpin.

Satu hal lagi Pak Ahmad, propaganda yang anda lakukan telah banyak memakan korban orang Aceh. Jadi segera berhenti menggunakan nama Allah untuk mengorbankan orang lain. Hasan Tiro bukanlah orang yang kharismatik, dia sekarang di benci oleh rakyat Aceh. Jadi bukanlah suatu yang bijak untuk menggunakan ke-kharismatikan Hasan T untuk memperoleh simpati rakyat Aceh agar terus bergolak melawan RI.

Baiklah, sekarang saya mengalah mengenai referendum. Silahkan anda lobi Internasional untuk di adakan referendum di Aceh. INGAT !!!! itu agenda kalian, bukan agenda rakyat Aceh, kalau kami di suruh memilih, maka kami akan memilih yang sesuai dengan nurani kami.

Jadi jangan anda ributkan lagi masalah referendum di milis ini. Urus saja sampai bisa berlangsung di Aceh. Karena kami tinggal pilih saja nanti. Kami rakyat aceh tidak sempat mengurus hal seperti itu, kami sedang sibuk mencari nafkah dan mnyekolahkan anak-anak kami yang sekolahnya telah kalian bakar. Mohon jangan di jawab lagi hal ini. Karena saya sudah tau jawabannya. Harus di perbolehkannya masuk LSM Internasional untuk menginvestigasi masalah tersebut. Pasti yang barusan khan jawabannya.

Tak perlu itu, kami sudah tau siapa pembakarnya. Buat saudara Shahen, pembakaran sekolah di Aceh Besar Kecamatan darul Imarah dilakukan oleh si Sumbing (GAM Aceh Besar). Silahkan minta dokumentasi ke TVRI Banda Aceh tentang pengakuannya. Setelah membakar sekolah, dia juga nyanyi di depan anak-anak bahwa barusan membakar masa depan anak-anak aceh. Ironis sekali perjuangan yang anda dukung itu.

Wassalam

APHA MAOP
awakaway@telkom.net

NB :
Kalau Pak Ahmad menjawab mohon tidak lagi menggunakan kata-kata yang saya bold-kan di atas. Cari kata-kata yang baru, biar creative.
----------

From: rahmatullah <icmijed@hotmail.com>
Date: 5 februari 2004 17:07:27
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>
Subject: Re: MENAGIH JANJI SOEKARNO UNTUK MENJADIKAN RI SEBAGAI NEGARA ISLAM

Bismillahhirrohmannirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Aduh Kang maafkan saya Kang ! saya tdk mempercayai cerita anda bahwa Bung Karno mencaplok,merampok Aceh,kalau Kang Dirman mengatakan telah terjadi ABUSE OF POWER, oleh Bung Karno dan penerusnya eta mah kakarak abdi percaya ( bahasa sunda,artinya itu baru saya percaya ),karena saya punya bukti sejarah juga yg saya anggap valid dan dapat dipertanggung-jawabkan,walaupun itu bagi Kang Dirman cs bukan merupakan bukti sejarah dan hukum.

Kang kita juga telah diskusi tentang negara Islam,atau pandangan saya tentang pancasila beberapa bulan yg lalu,jadi saya punya pandangan sendiri,saya tdk menggunakan cara pandang Kang Dirman.

Kang ! saya bangga kalau orang itu punya pendirian,tapi saya belum tentu setuju.dengan pendirian itu Kang dari hati yg ikhlas,saya ingin katakan kalau dulu zaman Ashalafus Shalih,Ali Bin Abi Thalib ditanya tentang bagaimana hukum shalat diimami oleh Muawiyyah Bn Abi Sofian dan kelompok Khawarij itu,jawab Ali Bn Abi Thalib ,"sah yg membedakan antara saya dan Abi
Sofian dan Khawarij itu ialah tentang darah Usman Bn Affan dan Arbitrase itu,Tuhan kita sama Allah,Nabi kita sama,Alquran kita sama,Kiblat kita sama ! " itulah sikap pribadi saya terhadap Kang Dirman dan teman-teman Kang Dirman dimana saja berada!

Jadi saya sepakat utk tdk sepakat dgn yg Kang Dirman tuliskan,yg juga bagi saya merupakan informasi yg berharga juga.Bagi saya Aceh tetap menjadi bagian integral dari NKRI.Adapun sikap orang kemudian menjadi "Dissident" itu karena memang ada yg salah dalam mengelola NKRI itu ! dan Madzhab saya ialah memperbaiki kesalahan itu,bukan lepas dari NKRI,dan bukan NKRI
dijadikan kepingan-kepingan kecil.

Saya ucapkan terima kasih,saya do'akan semoga kita semua dirahmati Allah SWT dan diberikan jalan yg terbaik utk menyelesaikan semua permasalahan berbangsa dan bernegara kita.Amin !

Wassalam

Jeddah,05/Feb/2004
Ewigkeitbruderschaft mit Islam.

Rahmatullah
icmijed@hotmail.com
----------