Stockholm, 6 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JALAN YANG PALING ADIL DALAM PENYELESAIAN ACEH DISERAHKAN KEPADA SELURUH RAKYAT ACEH UNTUK MENENTUKAN SIKAP
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JALAN YANG PALING ADIL DALAM PENYELESAIAN ACEH DISERAHKAN KEPADA SELURUH RAKYAT ACEH UNTUK MENENTUKAN SIKAP

"Assalamu'alaikum Wr.Wb. Saya sebagai Muslim, yg petunjuk hidupnya itu Al-Quran, dan salah satu ayat Alquran dalam surat Al-Maidah ayat 8 kita diperintah menegakkan keadilan walaupun terhadap orang atau golongan yg kita benci sekalipun, karena menegakkan keadilan adalah lebih dekat kepada Ketaqwaan ('adilu huwa aqrabu littaqwa ), kalau Kang Dirman tanya pada saya, Apakah sikap Bung Karno benar dgn membohongi Tgk.M.Daud Beureuh ? saya jawab Bung Karno salah. Kalau Kang Dirman tanya lagi pada saya, apakah saya setuju dengan Nasakomnya Bung Karno ( ini yg salah satu menyebabkan Tgk Daud Beureuh dan Ulama-ulama di luar Jawa, secara umum disagreed dgn Bung Karno ), saya akan mengikuti M.Natsir dan Tgk M.Daud Beureuh pasti saya tidak setuju ! Apakah benar tindakan Bung Karno membubarkan Masyumi, maka jawab saya tidak benar. Tapi kalau Kang Dirman mengatakan Bung Karno mencaplok, merapok, daerah-daerah lain, Aceh khususnya saya tidak setuju dgn pendapat Akang teh ! Apa saya harus ingkari bahwa Bung Karno juga keluar masuk penjara utk perjuangan kemerdekaan Indonesia (Dalam pandangan Kang Dirman mungkin hanya RI-Jawa-Yogya itu ) harus saya ingkari hal ini ? Apakah saya juga harus ingkari juga, kekaguman dunia Arab dan Islam kepada Bung Karno, yg pada suatu ketika Bung Karno pidato di PBB, dgn menggunakan Assalamu'alaikum Wr.Wb.dan membacakan ayat Alquran Surat Arr'ad ayat 10 itu, ini memang kelihatannya remeh, tapi ini membangkitkan rasa percaya diri, pada dunia Arab dan Islam.Untuk yg ini mungkin tidak terlalu populer menurut pandangan Kang Dirman,tapi saya hanya ingin berlaku adil utk semuanya."
(Rahmatullah , icmijed@hotmail.com , Date: Fri, 6 Feb 2004 01:06:28 +0300)

Baiklah saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia.
Nah, disinilah masalahnya, kita harus "berlaku adil, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa" (Q:5: 8).

Sekarang setelah berulang kali saya kemukakan semua fakta dengan disertai bukti yang jelas ditunjang dengan dasar hukum yang terang dan dijelaskan dengan jalannya sejarah yang lurus mengenai akar masalah yang menyebabkan kemelut di negeri Aceh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun.

Maka sekarang, tinggal kita serahkan kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh untuk menarik kesimpulan dari apa yang telah dibaca, diterima, dirasakan, dipikirkan, dihayati, direnungkan tentang akar masalah yang menjadi sebab timbulnya gejolak api perjuangan rakyat Aceh dari sejak masa Soekarno diteruskan ke masa Soeharto diperkuat pada masa Abdurrahman Wahid dan dipertahankan pada masa sekarang ini dibawah Penguasa NKRI yang dipimpin oleh Megawati.

Karena itu, dalam rangka menegakkan keadilan, kejujuran, kebenaran, maka tidak perlu kita mengklaim lagi bahwa Negeri Aceh adalah termasuk NKRI, melainkan kita serahkan keputusannya kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap dan pendapat guna memberikan suaranya apakah ingin menentukan nasib sendiri bebas dari NKRI atau TIDAK.

Jadi, mari kita bersama-sama untuk segera mempercepat jalannya jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh.

Disini juga, kalau memang Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Jaksa Agung M.A. Rachman, Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, KASAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, dan KASAU Marsekal TNI Chappy Hakim, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono ingin segera selesai kemelut dan tragedi yang sedang menimpa dan berlangsung di negeri Aceh, maka serahkan masalahnya kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri secara bebas, rahasia tanpa diancam dengan kekerasan senjata.

Inilah jalan yang paling adil, jujur dan bijaksana, kalau memang pihak Penguasa NKRI ingin menyelesaikan kemelut dan tragedi rakyat Aceh di Negeri Aceh.

Biarkan dan bebaskan rakyat Aceh untuk menentukan masa depan mereka.

Inilah sekali lagi jalan keluar yang saya ajukan, jalan pemecahan yang terbaik dibanding dengan jalan-jalan yang pernah dijalankan oleh pihak Penguasa NKRI sampai sekarang ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "rahmatullah" <icmijed@hotmail.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: SOEKARNO PENIPU LICIK MENCAPLOK ACEH KETIKA RAKYAT DAN PIMPINAN ACEH LENGAH
Date: Fri, 6 Feb 2004 01:06:28 +0300

Bismillahhirrohmannirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Duh ! Kang Dirman sekali lagi saya minta maaf, saya tdk bisa percaya begitu saja, saya mah hanya menggunakan logika sederhana saja, tdk usah diunjuki hal-hal seperti yg Kang Dirman tulis, saya sudah baca, bagi saya RIS itu telah terhapus setelah ada MOSI INTEGRAL-NYA Mohammad Natsir, dan waktu itu tidak ada yg protes seperti yg Kang Dirman ributkan slama ini.

Saya sebagai Muslim, yg petunjuk hidupnya itu Al-Quran, dan salah satu ayat Alquran dalam surat Al-Maidah ayat 8 kita diperintah menegakkan keadilan walaupun terhadap orang atau golongan yg kita benci sekalipun, karena menegakkan keadilan adalah lebih dekat kepada Ketaqwaan ('adilu huwa aqrabu littaqwa ), kalau Kang Dirman tanya pada saya, Apakah sikap Bung Karno benar dgn membohongi Tgk.M.Daud Beureuh ? saya jawab Bung Karno salah. Kalau Kang Dirman tanya lagi pada saya, apakah saya setuju dengan Nasakomnya Bung Karno ( ini yg salah satu menyebabkan Tgk Daud Beureuh dan Ulama-ulama di luar Jawa, secara umum disagreed dgn Bung Karno ), saya akan mengikuti M.Natsir dan Tgk M.Daud Beureuh pasti saya tidak setuju ! Apakah benar tindakan Bung Karno membubarkan Masyumi, maka jawab saya tidak benar.

Tapi kalau Kang Dirman mengatakan Bung Karno mencaplok, merapok, daerah-daerah lain, Aceh khususnya saya tidak setuju dgn pendapat Akang teh ! Apa saya harus ingkari BAHWA BUNG KARNO JUGA KELUAR MASUK PENJARA UTK PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA (Dalam pandangan Kang Dirman mungkin hanya RI-Jawa-Yogya itu ) harus saya ingkari hal ini ? Apakah saya juga harus ingkari juga, kekaguman dunia Arab dan Islam kepada
Bung Karno, yg pada suatu ketika Bung Karno pidato di PBB, dgn menggunakan Assalamu'alaikum Wr.Wb.dan membacakan ayat Alquran Surat Arr'ad ayat 10 itu, ini memang kelihatannya remeh, tapi ini membangkitkan rasa percaya diri, pada dunia Arab dan Islam.Untuk yg ini mungkin tidak terlalu populer menurut pandangan Kang Dirman,tapi saya hanya ingin berlaku adil utk semuanya.

Maafkan saya sekali lagi " I don't trust you " saya do'akan semoga kita semua diberi rahmat dan karunia oleh Allah SWT,utk menyelesaikan masalah-masalah berbangsa dan bernegara kita ! amin!

Wassalam

Jeddah,05/Feb/2004
Ewigkeitbruderscaft mit Islam

Rahmatullah
icmijed@hotmail.com
----------