Stockholm, 6 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BERANIKAH MEGAWATI BERTARUH DALAM GELANGGANG REFERENDUM DI ACEH?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BUKAN BEREBUT JADI CAPRES MELAINKAN BERANIKAH MEGAWATI DAN AMIEN RAIS BERTARUH DIGELANGGANG REFERENDUM DI NEGERI ACEH?

"Betul. Jalan paling adil bila penyelesaian Aceh diserahkan kepada rakyat Aceh. Makanya, Surya Paloh maju sebagai Capres. Saya berani taruhan, rakyat Aceh bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan saya berani bertaruh, rakyat Aceh tidak akan mengangkat senjata, membunuhi rakyat mereka sendiri termasuk orang Islam lainnya, termasuk yang menjadi prajurit TNI--jika mereka tidak ditembak lebih dulu sikap ini untuk menjawab tantangan siapa saja, termasuk warga Swedia keturunan Aceh, yang menganggap bila rakyat Aceh menentukan nasib sendiri itu berarti berpisah dengan negara RI. secara politik, ekonomi, budaya, sosial, dan geografis, rakyat Aceh tidak akan memilih merdeka. Siapa berani bertaruh untuk hal ini?"
(Habe Arifin , habearifin@yahoo.com , Fri, 6 Feb 2004 05:04:14 -0800 (PST))

Terimakasih saudara Habe Arifin di Indonesia.

Baiklah.

Nah, kalau saudara Habe arifin mengajak bertaruh untuk berebut jadi Capres di NKRI kepada rakyat Aceh baik yang ada di NKRI ataupun yang ada di luar NKRI, maka disini justru saya menantang Presiden Megawati dan Ketua Umum MPR Amien Rais untuk bertaruh di gelanggang referendum bagi seluruh rakyat di negeri Aceh.

Beranikah Presiden Megawati dan Ketua Umum MPR Amien Rais untuk bertaruh di gelanggang referendum bagi seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh yang siap untuk menentukan penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI atau tetap berada bersama Presiden Megawati dan Ketua Umum MPR Amien Rais?.

Mengapa saya mengajukan masalah penyelesaian Negeri Aceh kepada seluruh rakyat Aceh ?
Karena, sampai detik ini pihak Presiden Megawati, Akbar Tandjung dan Amien Rais masih tetap menghendaki dengan cara kekerasan senjata dalam hal penyelesaian di Aceh.

Sedangkan disini saya mengajukan jalan keluar yang tidak perlu menggunakan kekerasan senjata sedikitpun, yaitu dengan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh untuk menentukan pendapat, sikap dan suaranya, apakah YA atau TIDAK bebas dari NKRI?.

Nah sekarang, siapa yang berani tampil kegelanggang referendum di Negeri Aceh dari kalangan Eksekutif dibawah Presiden Megawati dan dari kalangan Legislatif dibawah Amien Rais dan Akbar Tandjung, juga dari kalangan Yudikatif dibawah Jaksa Agung M.A. Rachman ?

Soal berebut jadi Capres itu bukan termasuk agenda penyelesaian konflik di Negeri Aceh yang telah berlangsung sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Sebab itu hanyalah makin menambah menderitanya rakyat Aceh. Disamping itu, toh akhirnya Presiden baru bersama TNI/POLRI-nya akan tetap menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 6 Feb 2004 05:04:14 -0800 (PST)
From: Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>
Subject: Re: JALAN YANG PALING ADIL DALAM PENYELESAIAN ACEH DISERAHKAN KEPADA SELURUH RAKYAT ACEH UNTUK MENENTUKAN SIKAP
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Betul. Jalan paling adil bila penyelesaian Aceh diserahkan kepada rakyat Aceh. Makanya, Surya Paloh maju sebagai Capres. Saya berani taruhan, rakyat Aceh bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan saya berani bertaruh, rakyat Aceh tidak akan mengangkat senjata, membunuhi rakyat mereka sendiri termasuk orang Islam lainnya, termasuk yang menjadi prajurit TNI--jika mereka tidak ditembak lebih dulu. sikap ini untuk menjawab tantangan siapa saja, termasuk warga Swedia keturunan Aceh, yang menganggap bila rakyat Aceh menentukan nasib sendiri itu berarti berpisah dengan negara RI. secara politik, ekonomi, budaya, sosial, dan geografis, rakyat Aceh tidak akan memilih merdeka.

Siapa berani bertaruh untuk hal ini???

Habe Arifin

habearifin@yahoo.com
Indonesia
----------