Stockholm, 7 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KALAU MEGAWATI TIDAK SETUJU REFERENDUM BERARTI SETUJU TERUS DUDUKI NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KALAU MEGAWATI TIDAK SETUJU REFERENDUM DI ACEH BERARTI SETUJU TERUS DUDUKI NEGERI ACEH

"Stupid question?!. Mana mungkin Mega berani mempertaruhkan Aceh dalam referendum. Jadi, anda hanya mimpi kalau sampai Mega atau Presiden RI lainnya akan mengadakan referendum di Aceh. Kecuali Presidennya lagi tidur dan mimpi sehingga menjanjikan referendum di Aceh, seperti Gus Dur dulu. Begini saja, anda tidak usah lagi ungkit-ungkit masalah referndum. Anda terus aja lobi PBB supaya menekan RI untuk adakan referendum di Aceh. Ntar kalau sudah di adakan, so pasti kami rakyat aceh akan coblos. Apapun coblosan kami bukan urusan anda. Jadi jangan tanya jawabannya.Sekarang kita ganti topik aja ya. Kapan Ferry mau di lepaskan?"
(Apha Maop , awakaway@telkom.net , Sat, 07 Feb 2004 08:24:17 +0700)

"Tuh kan pak Sudirman. Saya sih di tangerang gak bisa liat, tapi kan saya punya tv.Bener tuh pak masyarakat Aceh sudah berani ke ladang , dulu kan takut, takut dipalak gerombolan. Dah berani melaut lagi, gak takut disandera gerombolan dimintain uang tebusan.Jadi, apa usaha nyata yang bapak lakukan untuk masyrakat Aceh nya Bapak? Bapak ke Aceh dong, mendata berapa jumlah penduduk gerombolan Bapak. Jangan kalah sama TNI. Bapak bisanya cuma ngomong aja sih."
(L.Meilany , wpamungk@centrin.net.id , Sat, 7 Feb 2004 09:09:57 +0700)

Baiklah saudara Apha Maop di Indonesia dan saudari Meilany di Tanggerang, Banten, Indonesia.

Begini saudara Apha Maop.

Kalau Presiden Megawati tidak berani mempertaruhkan Aceh dalam referendum itu artinya dia memang sengaja, penuh kesadaran dan dengan kekerasan senjata akan terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Sudah berpuluh kali, ditulis disini bahwa kalau Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais benar-benar ingin menyelesaikan kemelut dan pertumpahan darah di Negeri Aceh, jalan yang paling jujur, adil dan bijaksana tanpa menimbulkan setetespun darah rakyat Aceh adalah dengan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI melalui jalan jajak pendapat atau referendum.

Kan mudah jalan keluarnya.

Tetapi, kalau Presiden megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais tetap ngotot tidak mau bertaruh digelanggang referendum di Negeri Aceh, itu berarti bahwa mereka bertiga memang dengan sengaja, penuh kesadaran terus akan menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Nah, soal melobi ke luar mengenai referendum itu juga sedang dijalankan, juga melobi tentang referendum kedalam terus dijalankan.

Jadi, usaha melobi ini dijalankan secara bersamaan. Yang penting seluruh rakyat Aceh telah mengetahui dan menyadari bahwa di Negeri Aceh akan timbul kedamaian, keamanan dan keadilan apabila seluruh rakyat Aceh diberikan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Penguasa NKRI yang telah menduduki Negeri Aceh sejak 53 tahun yang lalu yang dipelopori oleh Soekarno cs.

Tetapi, kalau pihak Presiden megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien rais masih juga tutup mata dan telingan untuk mendengarkan keinginan dan cita-cita rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas merdeka ini, maka kedamaian, keamanan dan keadilan di negeri Aceh tidak akan timbul.

Kemudian sekarang soal "kapan Ferry mau di lepaskan".

Nah soal pembebasan Ferry sudah dibicarakan juga sebelum ini yaitu penghambatnya adalah pihak Presiden Megawati terutama Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang telah menghambat dan memperlambat pembebasan juru kamera Ferry Santoro. Mengapa ?

Karena, pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tidak mau memberikan perlindungan keamanan bagi Ferry Santoro ketika waktu dibebaskan.

Dimana agar Ferry Santoro dengan cara yang baik dan penuh hormat dilepaskan kepada pihak Palang Merah Internasional disatu tempat tertentu yang sudah disepakati bersama tidak mendapat serangan dan berondongan peluru oleh para Raider made in KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, maka jelas perlu adanya gencatan senjata yang terbatas waktunya.

Jadi, karena pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tidak mau dan tidak bersedia mengadakan perjanjian tidak saling tembak menembak dengan jangka waktu yang terbatas, maka itu terlambatnya pembebasan Ferry Santoro bukan berada ditangan TNA melainkan berada ditangan TNI khususnya ditangan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Karena itu coba saudara Apha Maop tanyakan kepada pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu apakah mereka bersedia mengadakan perjanjian tidak saling tembak menembak dalam jangka waktu terbatas ketika pelepasan wartawan Ferry Santoro kepada pihak Palang Merah Internasional?.

Sekarang saya tinggalkan saudara Apha Maop dan saya akan jawab apa yang dipertanyakan oleh saudari Meilany dari Tangerang, Banten.
Begini saudari Meilany.

Itu yang ditayangkan didepan layar TV yang dilihat oleh saudari Meilany tentang keadaan rakyat di Negeri Aceh adalah semuanya sudah hasil perasan alat sensor yang dibuat oleh Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Tetapi, coba cabut dulu itu Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003, baru setelah itu cari berita-berita tentang rakyat Aceh dari seluruh penjuru Negeri Aceh, kemudian tayangkan didepan layar TV.

Nah, kalau berita dicari dan diambil dan ditayang seperti yang saya jelaskan diatas, mungkin saya bisa percaya memang benar itu rakyat di Negeri Aceh sudah aman, damai, gembira hidup bersama dengan Presiden Megawati bersama TNI/POLRI-nya yang sedang menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Tentang rakyat Aceh adalah rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI yang telah menduduki dan menjajah Negeri Aceh sejak satu hari, 14 Agustsu 1950, sebelum NKRI dibentuk diatas reruntuhan bekas Negara/Daerah bagian Republik Indonesia Serikat pada 15 Agustus 1950.

Kemudian soal saudara Tato Suwarto yang meminta ketemu saya didarat saya sudah menjawab siap saja dan kapan saja. Kalau memang itu hanya pertemuan pribadi. Hanya saya tidak akan bertemu di NKRI.

Mengenai saudari Meilany menanyakan orang mana saya. Saya dilahirkan di Tanjung Pinang, Riau, Sumatera. Nenek moyang asal Jawa Barat.

Selanjutnya, kalau saya membongkar kelakuan licik, penipuan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno kehadapan seluruh rakyat NKRI dan rakyat Negeri Aceh berdasarkan fakta dengan bukti yang jelas dan benar ditunjang oleh dasar hukum yang terang dan ada jalannya sejarah yang jelas dan terang mengenai pendudukan Negeri Aceh oleh Soekarno, itu bukan disebut mengkhianati bangsa sendiri, melainkan usaha yang akan memberikan pengetahuan dan membuka mata dan hati seluruh rakyat NKRI dan rakyat Negeri Aceh yang belum sadar bahwa apa yang telah dilakukan Soekarno terhadap Negeri Aceh itu adalah usaha pendudukan dan penjajahan yang sangat bertentangan dengan apa yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang dasar 1945 yang berbunyi: " Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Kemudian soal menjalankan perjuangan, itu sudah ada pembagian tugas, ada yang tugas didalam dan ada yang tugas diluar. Jadi tidak semuanya boleh dijalankan dan dikuasai sendiri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 07 Feb 2004 08:24:17 +0700
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
From: Apha MAOP <awakaway@telkom.net>
Subject: Re: BERANIKAH MEGAWATI BERTARUH DALAM GELANGGANG REFERENDUM DI
ACEH?
Cc: editor@jawapos.co.id, habearifin@yahoo.com

Ass. Wr. Wb

Stupid question ?!?!!?
Mana mungkin Mega berani mempertaruhkan Aceh dalam referendum. Jadi, anda hanya mimpi kalau sampai mega atau pres RI lainnya akan mengadakan referendum di Aceh.
Kecuali presidennya lagi tidur dan mimpi sehingga menjanjikan referendum di Aceh, seperti Gus Dur dulu.

Begini saja, anda tidak usah lagi ungkit-ungkit masalah referndum. Anda terus aja lobi PBB supaya menekan RI untuk adakan referendum di Aceh.Ntar kalau sudah di adakan, so pasti kami rakyat aceh akan coblos. Apapun coblosan kami bukan urusan anda. Jadi jangan tanya jawabannya.

Sekarang kita ganti topik aja ya.

Kapan Ferry mau di lepaskan ?

Itu aja dulu pertanyaannya, pasti jawabannya segudang, biasalah di puter-puter airnya di puter-puter, di obok-obok airnya di obok-obok. Lho koq jadi lagunya Joshua.

Wassalam

Apha MAOP

awakaway@telkom.ne
Indonesia
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To:icmijed@hotmail.com, padhang-mbulan@yahoogroups.com,
PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com,
mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com,
fundamentalis@egroups.com, Lantak@yahoogroups.com,
kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com,
"Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: [padhang-mbulan] REFERENDUM DI ACEH TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ABUSE OF POWER KORUPSI DLL
Date: Sat, 7 Feb 2004 06:46:27 +0700

Numpang tanya Pak Sudirman,"rakyat Aceh" menurut bapak di bawah ini itu yang mana, yang dimana....??kok saya jadi bingung?

L.Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten, Indonesia
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To:ahmad@dataphone.se,padhang-mbulan@yahoogroups.com, otra25@indosat.net.id,
PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com,
mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com,
kammi-malang@yahoogroups.com, fundamentalis@egroups.com,
Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com,
dityaaceh_2003@yahoo.com,teuku_mirza2000@yahoo.com
Subject: Re: [padhang-mbulan] PADA 19 DESEMBER 1948 SECARA DE-FACTO & DE-JURE NEGARA RI 17 AGUSTUS 1945 HILANG
Date: Sat, 7 Feb 2004 08:27:46 +0700

Karena saya kurang jelas,
Bagaimana kalau Pak Tato dan Pak Sudirman ketemunya di Aceh.Kan pak Sudirman sekalian liat tanah yang akan jadi negara nya bapak?

L.Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten, Indonesia
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To:dityaaceh_2003@yahoo.com,ahmad@dataphone.se
Cc:om_puteh@hotmail.com, asammameh@hotmail.com, tang_ce@yahoo.com
Subject: Re: SAMAKAH HASAN TIRO DENGAN RASULULLAH...!!!!!??????
Date: Sat, 7 Feb 2004 09:09:57 +0700

Tuh kan pak Sudirman......
Saya sih di tangerang gak bisa liat, tapi kan saya punya tv.Bener tuh pak.....masyarakat Aceh sudah berani ke ladang , dulu kan takut, takut dipalak gerombolan. Dah berani melaut lagi,......gak takut disandera gerombolan dimintain uang tebusan.

Jadi, apa usaha nyata yang bapak lakukan untuk masyrakat Aceh nya Bapak? Bapak ke Aceh dong, mendata berapa jumlah penduduk gerombolan Bapak. Jangan kalah sama TNI........bapak bisanya cuma ngomong aja sih.

L.Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten, Indonesia
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To:teuku_mirza2000@yahoo.com,
ahmad@dataphone.se, tang_ce@yahoo.com,
mr_dharminta@yahoo.com, awakaway@telkom.net
Cc:dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: Re: ORANG ACEH YANG MENGHIANATI BANGSANYA SENDIRI TIDAK AKAN MELUNTURKAN PENENTUAN NASIB SENDIRI
Date: Sat, 7 Feb 2004 09:32:16 +0700

Pak Sudirman numpang tanya,

Bapak sendiri sebenarnya orang mana seh.....???????
Liat namanya pasti bukan dari Aceh....orang pulau jawa kan, orang indonesia berarti. Berarti BAPAK JUGA MENGKHIANATI BANGSA SENDIRI....KABUR PULA.
Kayak Xanana dong Pak, Ishak Daud.....berjuang tuh namanya.Kalo bapak namanya oportunis.Kalo tidak salah ingat, dulu Hasan Tiro [?] pernah jadi dubes di Amrik? Atau siapa ya......pelajaran sejarah saya bolot kalo dah menyangkut Aceh.
Lha berarti kan pernah juga kerja dengan NKRI.Begitu gak berkuasa terus ngambek.......membelot......Lah emangnya mau jadi apaan.....?

Maaf kepada bapak2 yg di sini...Hari ini saya jadi curious masalah 'Aceh' .......biarlah,......sekalian mendelete-delete e-mail Bapak, yg ngomongnya itu lagi -itu lagi.

L.Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten, Indonesia
----------