Stockholm, 7 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SOEKARNO ABUSE OF POWER SOEHARTO KORUPSI BUKAN AKAR MASALAH RAKYAT ACEH MENENTUKAN NASIB SENDIRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SOEKARNO ABUSE OF POWER SOEHARTO KORUPSI ADALAH BUKAN YANG MENJADI AKAR MASALAH RAKYAT ACEH INGIN MENENTUKAN NASIB SENDIRI BEBAS DARI NKRI

"AssalamuŽalaikum Wr, Wb. Bukan Ahmad Sudirman cs, namanya kalau tidak bisa berkelit mengenai penjelasan saya yg begitu argumentatif dan sangat rasional itu. Solusi yg saya tawarkan itu, jelas sangat terbukti paling ampuh, menyeluruh, mendasar dan komprehensif, bagi Bangsa dan dan Negara saya secara keseluruhan, dari Sabang sampai Mereuke. Buktinya, Kang Dirman tidak pernah mempersoalkan apakah Swedia itu Kerajaan atau Republik, tidak juga mempersoalkan,apa Idiologi dan Hukum Swedia itu, mau Islam kek, mau Sosialis kek, mau Kapitalis kek, yg penting negara bisa menyediakan kebutuhan warga masyarakatnya dari a to z titik. Kalau Kang Dirman mengatakan bahwa hal-hal yg saya tulis itu tidak ada hubungannya dengan referendum yg Kang Dirman minta itu, yach saya anggap Kang Dirman pura-pura eunte nyaho weh eta mah ! ( pura tdk tahu aja ), karena, masa yg begitu saja tidak tahu, Kang Dirman-kan telah menulis macam-macam, tentang sejarah, tentang khilafah Islam dan Piagam Madinah segala, masa utk hal yg logis, terang benderang, dibilang tidak ada hubungannya, nu bener weh Kang ! Akang teh tengteingan ka abdi teh !"
(Rahmatullah , icmijed@hotmail.com , Fri, 6 Feb 2004 22:00:09 +0300)

Terimakasih saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia.

Baiklah.

Disini saya akan terangkan lebih dalam sedikit mengapa rakyat Aceh itu menginginkan penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pantja Sila atau Negara NKRI atau Negara RI 17 Agustus 1945 yang telah gemuk atau Negara RI-Jawa-Yogya yang dileburkan kedalamnya 15 Negara/Daerah bagian RIS pada 15 Agustus 1945, sehingga menjelma jadi NKRI seperti sekarang ini.

Nah, rakyat Aceh berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri bukan baru satu tahun dua tahun saja.

Coba perhatikan tiga tahun kemudian setelah Soekarno mengambil, memasukkan dan menduduki negeri Aceh kedalam NKRI satu hari sebelum NKRI dibentuk dari bekas negara/Daerah bagian RIS pada tanggal 15 Agustus 1950, itu Teungku Muhammad Daud beureueh pada tangal 20 september 1953 langsung berdiri dengan lantangnya menyatakan dalam Proklamasi NII-nya "Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam"

Nah sekarang, perhatikan adakah hubungan antara Soekarno yang menyalah gunakan kekuasaannya (abuse of power) dalam NKRI dengan Proklamasi NII Teungku Muhammad Daud Beureueh yang mendirikan Negara Islam bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pantja Sila atau NKRI?

Atau adakah karena Soekarno cs pada waktu itu melakukan korupsi besar-besaran, dimana keuangan NKRI habis dikuras dan dipakai poya-poya oleh Soekarno cs, atau Soekarno memecak para Menteri dan Perdana Menterinya seenaknya sehingga Teungku Muhammad Daud Beureueh memproklamirkan NII di Aceh bebas dari wilayah kekuasaan Negara Pantja Sila atau NKRI?

Ternyata, menurut fakta dan bukti serta dasar hukum dan sejarahnya menunjukkan bahwa akar masalah yang sebenarnya adalah karena akibat Soekarno mengambil Negeri Aceh dan menduduki Negeri Aceh tanpa sepengetahuan dan kerelaan serta izin dari seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh pada waktu itu Gubernur Militer Teungku Muhammad Daud Beuereueh untuk dimasukkan kedalam tubuh NKRI.

Jadi, secara fakta dan bukti yang ada, alasan korupsi, penyalah gunaan kekuasaan atau abuse of power, masalah pengangguran, masalah perbankan dan yang lain-lainnya, semuanya itu bukan yang dijadikan dasar utama mengapa Teungku Muhammad Daud Beureueh memproklamirkan NII di Aceh bebas dari NKRI, melainkan karena memang benar secara fakta dan bukti ditambah dasar hukum serta sejarah membuktikan bahwa Soekarno mengambil Negeri Aceh dan memasukkannya secara diam-diam dengan cara licik kedalam tubuh NKRI pada tanggal 14 Agustus 1950.

Begitu juga dengan apa yang dideklarkan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada tangal 4 Desember 1976 yaitu "Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing Jawa"

Nah perhatikan, tidak disebutkan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing Jawa karena pihak Presiden Soeharto telah melakukan korupsi besar-besaran di NKRI dan telah merampok kekayaan Negeri Aceh.

Kan, tidak demikian itu bunyi deklarasi 4 Desember 1976 yang dibacakan oleh oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi, jelas, masalah rakyat Aceh yang ingin menentuan nasib sendiri bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan NKRI adalah bukan didasarkan kepada apa yang oleh saudara Rahmatullah disebut "karena adanya abuse of power, korupsi, penyalah gunaan keuangan dalam perbankan, pengangguran, kenaikan BBM."

Selanjutnya, mengapa saya "tidak pernah mempersoalkan apakah Swedia itu Kerajaan atau Republik, tidak juga mempersoalkan, apa Idiologi dan Hukum Swedia itu, mau Islam kek, mau Sosialis kek, mau Kapitalis kek, yg penting negara bisa menyediakan kebutuhan warga masyarakatnya dari a to z titik." Seperti yang ditulis oleh saudara Rahmatullah.

Sebabnya adalah, kita harus mengerti soal taktik dan strategi. Kalau kita masih kecil bagai semut janganlah sok tampil bagai gajah. Jadi, cobalah berpikir sedikit. Lain hal seperti di NKRI, itu ummat Islam besar tubuhnya bagai gajah, tetapi keinginanannya untuk menegakkan Syariat Islam bagai semut.

Mengerti atau tidak saudara Rahmatullah apa yang saya katakan ini?.

Disamping itu, saya tidak perlu mempersoalkan apakah Swedia itu harus berbentuk Kerajaan atau Republik?. Tetapi walaupun begitu, memang sekarang sudah mulai kedengaran suara walaupun sedikit sumbang keinginan sebagian rakyat Swedia untuk merubah bentuk negara dari bentuk Kerajaan kepada bentuk Republik.

Nah itulah saudara Rahmatullah sedikit penjelasan dari saya. Kalau masih juga belum puas, silahkan kirimkan tanggapannya yang lain.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "RAHMATULLAH" <icmijed@hotmail.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: REFERENDUM DI ACEH TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ABUSE OF POWER KORUPSI DLL
Date: Fri, 6 Feb 2004 22:00:09 +0300

Bismillahhirrohmannirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Bukan Ahmad Sudirman cs, namanya kalau tidak bisa berkelit mengenai penjelasan saya yg
begitu argumentatif dan sangat rasional itu. Solusi yg saya tawarkan itu, jelas sangat terbukti paling ampuh, menyeluruh, mendasar dan komprehensif, bagi Bangsa dan dan Negara saya secara keseluruhan, dari Sabang sampai Mereuke.

Buktinya, Kang Dirman tidak pernah mempersoalkan apakah Swedia itu Kerajaan atau Republik, tidak juga mempersoalkan,apa Idiologi dan Hukum Swedia itu, mau Islam kek, mau Sosialis kek, mau Kapitalis kek, yg penting negara bisa menyediakan kebutuhan warga masyarakatnya dari a to z titik.

Kalau Kang Dirman mengatakan bahwa hal-hal yg saya tulis itu tidak ada hubungannya dengan referendum yg Kang Dirman minta itu, yach saya anggap Kang Dirman pura-pura eunte nyaho weh eta mah ! ( pura tdk tahu aja ), karena, masa yg begitu saja tidak tahu, Kang Dirman-kan telah menulis macam-macam,tentang sejarah,tentang khilafah Islam dan Piagam Madinah segala, masa utk hal yg logis, terang benderang, dibilang tidak ada hubungannya, nu bener weh Kang ! Akang teh tengteingan ka abdi teh !

Mana itu nyanyian merdu Kang Dirman tentang Pancasila dan Hukum Islam, dll-nya itu tidak ada itu,anjeun cicing wae, eunte nyarios ne naon (bahasa Sunda, artinya anda diam saja tdk berkata apa apa ) karena apa ?

Karena pemerintah Kerajaan Swedia mampu memberikan segalanya bagi Kang Dirman.Bahkan Kang Dirman juga bicara seandainya Aceh lepas dari NKRI (harapan saya semoga tdk demikian ), Kang Dirman akan tetap tinggal di Swedia bahkan akan menyumbangkan Ilmunya, itu kata Kang Dirman, artinya Kang Dirman betah, nyaman, senang, tdk merasa ada perasaan apa-apa, karena Swedia memberikan segalanya !!!!!!!!!

Untuk Saudara Muhammad Dahlan juga, kenapa anda juga tdk berteriak " hey elu Australia,berapa ribu,berapa juta suku asli Australia,Aborigin yg di genocide oleh bule Inggris itu,utk kemudian mendirikan negara Australia ?.Australia pertama ditemukan baru sekitar abad 18 ( kalau salah,tolong betulkan saya, pembaca ) oleh James Cook,yg mulanya waktu itu, utk "PENUSAKAMBANGAN PENJAHAT KELAS KAKAP INGGRIS ( Jadi yg sekarang bule yg ada di Australia itu,turunan...........????? ), mengapa anda juga tidak berteriak demikian, Saudara-ku Muhammad Dahlan !!!!!!!

Jadi jelaslah sudah yang harus kita perjuangkan adalah apa-apa yg dulu dicita-citakan, waktu pertama Indonesia didirikan, memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan disegala bidang kehidupan masyarakat kita. Menyingkirkan para Despotik, Tyranic para perampok harta kekayaan rakyat, menyingkirkan para pengkhianat amanat rakyat, utk mencapai cita-cita yg dirumuskan oleh founding father kita, menuju Indonesia yg "BALDATUN THOYYIBATUN WAROBUN GHAFUR" Karenanya saya menghimbau kepada TNI, Mahasiswa, Ulama, Rohaniawan, LSM, Pejabat baik yg ada dieksekutif, legeslatif dan yudikatif,utk mencapai dan berusaha keras mencapai cita-cita dan tujuan ini !!!!! tentunya kalau anda semua konsisten
ingin menyelamatkan Indonesia dari kehancuran yg berkeping-keping itu.

Marilah kita semua mengobati luka-luka bangsa kita,marilah kita jahit baju kebangsaan kita, yg terkoyak-koyak oleh penguasa despotik, tyranicdan turunan firaunisme, mari kita obat kekecewaan saudara-saudara kita dimanapun mereka berada apakah di Swedia, Australia, Norwegia, kita jahit kembali baju kebersamaan kita, Benang utk menjahit itu bisa Islam, bisa semangat kebangsaan
kita,bisa rasa kemanusiaan kita,penjahitnya bisa dia seorang Ulama, Rohaniawan, Tentara atau siapa saja kita utk menjaga kesatuan dan persatuan Negara kita.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih, atas segala perhatian anda semua terutamanya saudara saya Ahmad Sudirman dan Muhammad Dahlan, dll, saya doakan semoga Allah memberikan kita semua rahmat,hidayah,keselamatan utk semua rakyat kita dari Sabang sampai Mereuke, dan lekas keluar dari kemelut ini !

amin ya Robal'alamin.

Wassalam

Jeddah,07/02/2004
Ewigkeitbrudeschaft mit Islam.

Rahmatullah.

icmijed@hotmail.com
Saudi Arabia
----------