Stockholm, 8 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BENARKAH REFERENDUM DI ACEH KARENA KORUPSI DI NKRI ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SEKARANG KITA TANYAKAN KEPADA SELURUH RAKYAT ACEH BENARKAH REFERENDUM DI ACEH KARENA KORUPSI DI NKRI ?

"Assalamu'alaikum wr wb. Eh ternyata Kang Dirman teh betul-betul tidak faham antara korelasi korupsi dan referendum, tapi baiklah saya jelaskan, penjelasnnya sebagai berikut ; dan semoga difahami, kalau tidak fahama juga saya pikir tulis-tulisan Kang Dirman juga tidak difahami dengan baik, hanya propaganda, melakukan disdain, tokoh-tokoh Indonesia ( saya semua Kang kesalahan mereka tdk usah dikasih tahu oleh orang Swedia )."
(Rahmatullah, icmijed@hotmail.com , Sat, 7 Feb 2004 22:53:32 +0300)

"Assalamu'alaikum wr wb. Tidak usah ajari aku dgn sejarah negaraku oleh orang Swedia semacam anda, yg modal bukunya sejarahnya 30 tahun Indonesia Merdeka dan Insya Allah akan selamanya merdeka, dan memang Indonesia Merdeka, dari Sabang sampai Mereuke ! I dont trust you anymore ! Apa saya tdk boleh resah kalau negara saya mau dihancurkan oleh Kang Dirman cs, kalau saya diam saja, saya namanya " dayus ",dayus dalam Islam tidak akan mencium bau Syurga, apalagi masuk Syurga ! maaf propaganda anda tdk laku dalam benak saya, anda jual saja pada kelompok-kelompok anda itu ! Rakyat Aceh dan seluruh Indonesia tdk butuh bukti sejarah itu, dia butuh kebutuhan pokok yg murah, biaya pendidikan yg terjangkau, keamanan, kesejahteraan, dll, bukan bukti sejarah dan referendum, wong butuh beras dikasih referendum ! bagaimana tuh pembaca ! propagandis kita ini ngawur !"
(Rahmatullah, icmijed@hotmail.com , 8 februari 2004 07:54:30)

Terimakasih saudara Rahmatullah di Jeddah Saudi Arabia.
Baiklah saudara Rahmatullah.

Begini.

Kalau memang saudara Rahmatullah tidak percaya dengan apa yang saya tulis mengenai referendum bagi semua orang di Negeri Aceh yang tidak punya hubungan korelasi dengan korupsi di NKRI, maka mari kita bertanya kepada seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh yaitu,

Apakah benar diadakan referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh karena terjadi korupsi yang merajalela di NKRI ?

Nah sambil kita menunggu jawabannya dari rakyat Aceh di Negeri Aceh, mari saya jelaskan hal yang lainnya. Karena saya tidak akan menyinggung lagi masalah korelasi korupsi dengan referendum bagi rakyat Aceh di Negeri Aceh ini sebelum mendapat jawaban dari rakyat Aceh di negeri Aceh.

Disini, tentang usaha untuk mebeberkan sejarah jatuh bangunnya Negara RI 17 Agustus 1945 yang diproklamirkan Soekarno sampai menjadi NKRI sekarang ini yang didalamnya ada penyimpangan-penyimpangan yang sangat prinsipil dan bisa menjadikan kehidupan rakyat NKRI dan bangunan NKRI goyang akibat tindakan dan kebijaksanaan politik, keamanan dan pertahanan yang telah dijalankan dan ditetapkan oleh Soekarno tempo dulu.

Nah, karena timbulnya rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan Penguasa Negara Pantja Sila atau Penguasa NKRI, perlu kita cari akar masalahnya yang menjadi penyebab mengapa rakyat Aceh di bawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20 September 1953 memproklamasikan Negara Islam Indonesia bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pantja Sila atau Negara RI 17 Agustus 1945 yang telah menjadi gemuk atau Negara RI-Jawa-Yogya yang telah memakan 15 Negara/Daerah bagian Republik Indonesia Serikat pada tanggal 15 Agustus 1950 ketika NKRI dibentuk.

Nah, ternyata setelah digali, dipelajari, dianalisa, direnungi dan dihayati terbukti bahwa yang menjadi akar masalah timbulnya gejolak rakyat Aceh di Negeri Aceh yang dipimpin pertama oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di tiro 4 Desember 1976 adalah karena Soekarno mengambil dan menduduki serta menjajah Negeri Aceh dengan cara memasukkan kedalam perut dan tubuh Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya. Dan menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan dan kerelaan dari seluruh rakyat Aceh dan para pimpinan rakyat Aceh di negeri Aceh.

Jadi saudara Rahmatullah, apapaun yang saudara tampilkan untuk dijadikan alasan guna menghalangi rakyat Aceh di negeri Aceh menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI adalah kalau tidak didasarkan atau memegang kepada akar masalah yang sebenarnya yaitu pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno dengan NKRI-nya, maka apa yang didambakan oleh rakyat Aceh suatu kedamaian yang abadi di negeri Aceh hanyalah merupakan suatu fatamorgana saja.

Adapun kalau saudara Rahmatullah tidak percaya dengan fakta dan bukti yang jelas dan benar ditunjang dengan dasar hukum yang jelas dan didasari oleh jalannya sejarah mengenai pendudukan negeri Aceh oleh Soekarno, maka itu adalah hak dari saudara Rahmatullah. Silahkan saudara Rahmatullah mau percaya kepada fakta dan bukti serta hukum dan sejarah pendudukan negeri Aceh oleh Soekarno dengan NKRI-nya atau tidak percaya, saya tidak memaksa saudara Rahmatullah untuk memilihnya. Terserah kepada saudara Rahmatullah dan terserah kepada seluruh rakyat NKRI dan juga kepada rakyat Aceh di negeri Aceh.

Hanya tentu saja untuk membuktikan kebenaran apakah memang rakyat Aceh ingin menentukan nasib sendiri YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI, semuanya itu diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh untuk memutuskan dan memberikan suaranya. Saudara Rahmatullah tidak perlu memberikan suaranya, begitu juga saya tidak perlu memberikan suara saya, karena bukan rakyat Aceh.

Biarkan rakyat Aceh dengan sepuas hati dan gembira ria memutuskan dan menetapkan masa depan mereka bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI melalui referendum di negeri Aceh.

Adapun soal terbentuknya Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya telah saya jelaskan banyak di beberapa tahun yang lalu, dan rakyat di NKRI telah mengetahuinya dan membacanya.

Jadi sekarang yang penting adalah bagaimana menyelesaikan kemelut berdarah di negeri Aceh yang menimpa rakyat Aceh melalui cara dan jalan yang tidak mempergunakan kekerasan senjata, yaitu penyelesaiannya diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan penentuan nasib sendiri bebas dari NKRI.

Terakhir apabila pihak Presiden Megawati , Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais masih tetap tidak menyadari untuk penyelesaian damai yang adil, jujur dan bijaksana di Negeri Aceh ini yaitu melalui penyerahan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap dan nasib mereka sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI yang telah menduduki dan menjajah Negeri Aceh lewat tangan Soekarno melalui perut dan tubuh Sumatera Utara yang kemudian dimasukkan kedalam bingkai NKRI secara ilegal, sepihak dan penuh kelicikan, maka sebenarnya dan pada hakekatnya Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais masih tetap ingin mempertahakan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh, sehingga usaha untuk mencapai kedamaian yang jujur, adil dan bijaksana hanyalah merupakan suatu fatamorgana saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "rahmatullah" <icmijed@hotmail.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: REFERENDUM DI ACEH TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ABUSE OF POWER KORUPSI DLL
Date: Sat, 7 Feb 2004 22:53:32 +0300

Bismillahhirrohmannirohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Eh ternyata Kang Dirman teh betul-betul tidak faham antara korelasi korupsi dan referendum, tapi baiklah saya jelaskan, penjelasnnya sebagai berikut ; dan semoga difahami, kalau tidak fahama juga saya pikir tulis-tulisan Kang Dirman juga tidak difahami dengan baik, hanya propaganda,melakukan disdain, tokoh-tokoh Indonesia ( saya semua Kang kesalahan mereka tdk usah dikasih tahu oleh orang Swedia ).

Yang menderita bukan hanya rakyat Aceh Kang oleh rezim despotik itu, tapi seluruh rakyat Indonesia dari Aceh sampai ke Irian Jaya,perjuangan saya adalah merubah penderita rakyat yg 210.000.000 jiwa kepada suatu kebahagian lahir bathin, materil-sprituil, dunia-akhirat, itu bukan misah-memisahkan.

Kang Dirman tentunya cukup bahagia di rantau orang ( kalau saya pakai bahasa sunda, saya sekedar hanya ingin rileks, dan mengingatkan tanah kelahiran Akang di bumi Pasundan itu ), karena negara yg Akang tempat itu menjamin segalanya, dan mungkin rambut Akang pun sudah merah yach ! ( seperti kebanyakan orang barat itu )

Kalau seandainya uang yg dikorupsi itu bisa kembali, lalu dengan uang itu Pemerintah RI, membuat peraturan biaya pendidikan gratis, biaya kesehatan gratis, kebutuhan pokok murah dan terjangkau, karena mungkin disubsidi oleh Pemerintah RI, kemudian dengan hal-hal seperti ini lalu rakyat senang, rakyat disuruh cari negara yg macam mana lagi Kang ? Akang minta referendum-
pun rakyat tdk mau, Akang suruh misahpun,pasti mereka tdk mau, malah mungkin Akang akan dilempar batu. Ini kalau keadaan Indonesia seperti ini.Tapi kalau sekarang referendum yach hancur NKRI,dan ini memang yg diinginkan oleh Kang Dirman cs, bukan begitu Kang !!!! iyakan jujur-jujur sajalah Kang, jangan pura-pura tidak tahu ! saya tdk mau melihat negara dan bangsa saya hancur Kang ! harap ini difahami betul oleh Kang Dirman !

Dan lagunya Kang Dirman ini, semua lagu lama, dan nadanya sumbang bagi telinga saya, maafkan saya Kang, biar bagaimanapun saya ucapkan terima kasih, dan saya slalu berdoa semoga Allah lekas memberi jalan keluar bagi terciptanya kedamaian dan keadilan di Indonesia. amin !!!!

Wassalam

Jeddah,07/02/2004
Ewigkeitbruderscaft mit Islam.

Rahmatullah

icmijed@hotmail.com
Saudi Arabia
----------

From: rahmatullah <icmijed@hotmail.com>
Date: 8 februari 2004 07:54:30
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>
Subject:Re: SELURUH RAKYAT ACEH YANG AKAN MENENTUKAN MASA DEPAN ACEH MELALUI REFERENDUM

Bismillahhirrohmannirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Lagu lama ! yg diputar kembali oleh Kang Dirman, sumbang suaranya, dan eta-eta keneh wae, saya telah ungkapkan alasan-alasan history dan logika sederhana saya. Istrinya Hasan Tiro Kang Dirman ajari sejarah tentang Madinah saja, karena Yahudi di Madinah toh hanya diusir oleh Nabi Muhammad SWT, dan Nabi Muhammad SWT seorang imigran asal makkah ! ajari sejarah itu pada
Istri Panglima anda itu atau pada orang-orang Yahudi di negara-negara Scandinavia sana, biar bisa kembali ke Madinah dan anda dianggap hebat oleh orang-orang Yahudi di sana, karena anda telah " mengungkapkan sejarah "seperti anda telah disanjung-sanjung di dalam tulisan-tulisan di millis ini, ada orang Pasundan, yg gigih dan sistimatis dalam menghancurkan negara saya, oleh kelompok-kelompok Kang Dirman cs itu.

Tidak usah ajari aku dgn sejarah negaraku oleh orang Swedia semacam anda, yg modal bukunya sejarahnya 30 tahun Indonesia Merdeka dan Insya Allah akan selamanya merdeka, dan memang Indonesia Merdeka, dari Sabang sampai Mereuke ! I dont trust you anymore ! Apa saya tdk boleh resah kalau negara saya mau dihancurkan oleh Kang Dirman cs, kalau saya diam saja, saya namanya " dayus ",dayus dalam Islam tidak akan mencium bau Syurga, apalagi masuk Syurga !
maaf propaganda anda tdk laku dalam benak saya, anda jual saja pada kelompok-kelompok anda itu ! Rakyat Aceh dan seluruh Indonesia tdk butuh bukti sejarah itu, dia butuh kebutuhan pokok yg murah, biaya pendidikan yg terjangkau,keamanan, kesejahteraan, dll, bukan bukti sejarah dan
referendum, wong butuh beras dikasih referendum ! bagaimana tuh pembaca ! propagandis
kita ini ngawur !

Wasslam

Jeddah,07/02/2004
Ewigkeitbrudercs mit Islam.

Rahmatullah.

icmijed@hotmail.com
Saudi Arabia
----------