Stockholm, 9 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MANA TNI/POLRI & RAIDER DIAJAKARKAN SOPAN SANTUN PADA RAKYAT ACEH YANG INGIN MENENTUKAN NASIB SENDIRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MANA ADA TNI/POLRI & RAIDER DIAJAKARKAN SOPAN SANTUN PADA RAKYAT ACEH YANG INGIN MENENTUKAN NASIB SENDIRI

"Masya Allah saudaraku Shahen anda telah berbohong besar. Perlu anda ketahui senjata Raider bukan buatan Amerika tetapi buatan Pindad, jadi bukan M-16, tetapi SS-2 yang benar adinda Shahen Fasya. Dengan demikian anda telah melontarkan kebohongan dan tentunya ditanggapi pula oleh kang Mamad yang juga jagonya bohong, makanya akang sering-sering dong lihat media atau datang sendiri ke Aceh biar kebohongan saudara tidak akan menghancurkan kehidupan anda dikelak kemudian hari. Ingat siapa yang menebar kebohongan-kebohongan itu akan menuai badai kebohongannya sendiri. KTP anda dapatkan darimana KTP tersebut? Ternyata banyak juga bunglon-bunglon semacam anda Shahen, yang mau miliki KTP merah putih tetapi berhati Swedia. Ya orang-orang seperti anda inilah manusia yang berlindung dibalik kemunafikan. Manusia yang bermuka dua, bisanya hanya mengail di air keruh. Sekarang saya mau tanya kepada anda Shahen, seandainya anda yang jadi tentara bohongan yang anda mimpikan itu apa tindakan dan sikap anda dalam melaksanakan tugas tersebut?"
(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com , Mon, 9 Feb 2004 08:06:33 -0800 (PST))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Bagaimana itu kelakuan para Raider made in KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, memang karena robot-robot hidup yang sudah dindroktinasi cerita-cerita pancasila, saudara Shahen Fasya sedang lelap tidur, digedor-gedor pintu rumahnya setelah dirusak kunci gembok pagar. Apakah tidak bisa ditunggu sampai besok paginya ketika saudara Shahen Fasya bangun.

Saudara Shahen Fasya yang melihat dan mengalami sendiri tentara pendudukan (pasukan Raiders) yang berjumlah kira-kira 10 - 20 personil sambil membentak dan menodong pakai senjata jenis M-16 yang dilengkapi inframerah: "keluar, keluar, angkat tangan".

Jadi, Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono, saudara Shahen itu tidak berbohong, dia hanya mengatakan senjata jenis M-16. Dia tidak mengatakan senjata M-16, tetapi dia mengatakan jenis M-16. Jadi disini, saudara Shahen tidak mengatakan senjata yang pasti, bisa SS-2 atau lainnya yang menyerupai jenis M-16.

Bagaimana, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, saudara Shahen sedang tidur lelap, jam 01:30, tanpa ada aba-aba langsung digedor-gedor pintu rumahnya, bagaimana tidak terperanjat, untung saja jangtung saudara Shahen kuat, kalau tidak, dia sudah menggelupur karena terkejut.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, yang jelas, itu serdadu TNI/POLRI atau apa itu Raider namanya, betul-betul sudah jadi robot, tidak ada sopan satun, masuk kedalam rumah rakyat Aceh, seenaknya.

Nah, disinilah satu bukti bagaimana bisa akan mencapai kedamaian, kalau memang keadaan di masyarakat Aceh dan di Negeri Aceh ini masih terus diterapkan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, yang namanya daerah yang sudah dinyatakan sebagai daerah yang memiliki tingkat keadaan darurat militer itu sampai kapanpun, sebelum Keppres No.28 Tahun 2003 tersebut dicabut, maka tetap saja sebagai daerah militer.

Karena itu, bisa saja itu TNI/POLRI atau Raider made in KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu berbuat seenaknya asalnya dia melihatnya pakai kacamata Keppres No.28 Tahun 2003.

Jadi,sebenarnya memang tidak perlu saya bertanya mengapa TNI/POLRI atau Raider tersebut tidak punya sopan santun. Karena memang tidak perlu sopan santon kalau menjalankan tugasnya itu didasarkan kepada Keppres No.28 Tahun 2003.

Pokoknya siapa yang dicurigai atau dianggap rakyat Aceh yang ingin menentukan nasib sendiri bebas dari NKRI langsung saja disekap, ditanya dan diperiksa belakangan, yang penting tangkap dan sekap duluan.

Kemudian soal KTP, itu KTP yang ada burung garuda pancasila dengan warna merah putih. Kelihatan jelas sekali, rupanya rakyat Aceh yang sudah diberi KTP, mulutnya dilarang untuk menyatakan keinginan untuk penentuan nasibnya sendiri.

Bagaimana rakyat Aceh bisa terus hidup dibawah kekuasaan Pemerintah Megawati kalau tidak diperbolehkan mengemukakan semua isi hatinya yang tidak sesuai dengan sikap, tekad, keinginan, dan niat-nya.

Coba, rupanya orang yang sudah diberi KTP itu sama seperti rakyat Aceh yang sudah disumbat mulutnya. Jangan banyak cakap, diam, apalagi jangan lapor kepada Ahmad Sudirman di Swedia, nanti bisa tersebar itu berita kebrutalan TNI/POLRI atau Raider di Negeri Aceh.

Buktinya, ketika saudara Shahen Fasya menulis kepada saya menceritakan pengalamannya pada malam Hari Raya Idul Adha 1424 H/1 Feb. 2004 M yang digedor pintu rumahnya sambil mengancam dengan menodongkan senjata jenis M-16 oleh serdadu TNI/POLRI atau Raider, langsung saja Kolonel Laut Ditya Soedarsono mencak-mencak, sambil teriak, itu bohong, bohong besar, Raider tidak pakai M-16 buatan Amerika tetapi SS-2 buatan Pindad.

Karena kalau Presiden Amerika George W. Bush atau staf-nya mengetahui M-16 dipakai TNI/POLRI atau Raider untuk membunuh rakyat Aceh bisa kena getuk kepala dan dijewer telinga KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, janganlah mengelak, memang benar TNI/POLRI dan sekarang Raider itu seperti yang dikatakan saudara Shahen Fasya: "mana ada tentara pendudukan diajarkan sopan santun, kalau ada diajarkan pasti mereka tidak akan menjajah negeri Acheh, tidak akan menakuti, membunuh dan membantai rakyat Acheh, dan tidak akan mencuri/merampok kekayaan alam Acheh."

Jadi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak perlu mengatakan berbohong kepada saudara Shahen Fasya. Karena memang terbukti, itu TNI/POLRI dan Raider telah dijadikan alat atau mesin untuk melanggengkan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh yang telah diduduki dari sejak tanggal 14 Agustus 1950 oleh Soekarno dengan NKRI-nya.

Itu rakyat Aceh adalah rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI dibawah Presiden Megawati.

Coba hitung berapa rakyat Aceh yang dibunuh dari sejak masa Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Presiden Megawati ?. Tidak terhitung jumlahnya yang pasti.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, karena itu, tidak perlu langsung mengatakan berbohong kepada saudara Shahen Fasya, yang mengatakan bahwa "tentara pendudukan tidak ada diajarkan sopan santun, kalau ada diajarkan pasti mereka tidak akan menjajah negeri Acheh, tidak akan menakuti, membunuh dan membantai rakyat Acheh".

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 9 Feb 2004 08:06:33 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: SHAHEN FASYA...!!! RAIDER SENJATANYA BUKAN M-16....JANGANLAH ANDA OBRAL KEBOHONGAN...???
To: ahmad@dataphone.se, rimueng_acheh@yahoo.com

MASYAALLAH SAUDARAKU SHAHEN ANDA TELAH BERBOHONG BESAR.....!!!!! PERLU ANDA KETAHUI SENJATA RAIDER BUKAN BUATAN AMERIKA TETAPI BUATAN PINDAD, ...... JADI BUKAN M-16......... TETAPI SS-2 YANG BENAR ADINDA SHAHEN FASYA..... .... DENGAN DEMIKIAN ANDA TELAH MELONTAR KEBOHONGAN...DAN TENTUNYA DITANGGAPI PULA OLEH KANG MAMAD YANG JUGA .......JAGONYA BOHONG...... MAKANYA AKANG SERING-SERING DONG LIHAT MEDIA ATAU DATANG SENDIRI KE ACEH BIAR KEBOHONGAN SAUDARA TIDAK AKAN MENGHANCURKAN KEHIDUPAN ANDA DI KELAK KEMUDIAN HARI.....INGAT SIAPA YANG MENEBAR KEBOHONGAN-KEBOHANGAN ITU AKAN MENUAI BADAI KEBOHONGANNYA SENDIRI

KTP ANDA DAPATKAN DARI MANA KTP TERSEBUT...????? TERNYATA BANYAK JUGA BUNGLON-BUNGLON SEMACAM ANDA SHAHEN, YANG MAU MILIKI KTP MERAH PUTIH TETAPI BERHATI SWEDIA....YA ORANG-ORANG SEPERTI ANDA INILAH MANUSIA YANG BERLINDUNG DIBALIK KEMUNAFIKAN. MANUSIA YANG BERMUKA DUA, BISANYA HANYA MENGAIL DI AIR KERUH......SEKARANG SAYA MAU TANYA KEPADA ANDA SHAHEN..... SEANDAINYA ANDA YANG JADI TENTARA BOHONGAN YANG ANDA MIMPIKAN ITU APA TINDAKAN DAN SIKAP ANDA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TERSEBUT....?????

DISINI ANDA BERBOHONG LAGI........DAN LAGI-LAGI BERBOHONG....KALAU BENAR TNI MEMBANTAI RAKYAT ACEH TENTUNYA SUDAH HABIS.......TIDAK PERLU HARUS BERJALAN 9 BULAN.....CUKUP SEBULAN SAJA KALAU ITU DILAKUKAN OLEH TNI APA SUSAHNYA......, INILAH BUKTI BAHWA TNI DITUGASKAN OLEH NEGARA KE ACEH BUKAN UNTUK MEMBUNUH SETIAP ORANG TETAPI YANG DICARI ADALAH BONEKA-BONEKA HASAN TIRO YANG BERSENJATA DAN PARA SIMPATISANNYA....DAN ITUPUN BERGANTUNG KEPADA BERAT RINGANNYA PELANGGARANG HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH BONEKAH HASAN TIRO....ANDA INGIN TAHU LAGI ......ADA SEBANYA 167 ORANG DIBEBASKAN KARENA TIDAK CUKUP BUKTI....!!!!!!.......DAN ANDA LIHAT SENDIRI KALAU MEMANG ANDA BERADA DIACEH SEBAGAI HARIMAU KECIL ACEH.........!!!!!!BAGAIMANA MEREKA YANG TELAH DIBINA DAN DIBERIKAN KETERAMPILAN SEBANYAK 438 ORANG .......SEKARANG SUDAH KEMBALI KEMASYARAKAT, DAN SAAT INI ADA 842 ORANG YANG SEDANG DIBERIKAN BEKAL KETERAMPILAN.....DAN PADA HARI IDHUL ADHA PUN MEREKA TELAH DIBERIKAN IJIN UNTUK KETEMU KELUARGA......INIKAH YANG DIMAKSUDKAN PEMBANTAIAN RAKYAT ACEH...!!!!???????

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD SERAMBI MEKKAH.
-----------

"Assalamu'alaikum wr wb. Bagaimana pendapat anda saudara Ahmad mengenai tentara pendudukan (TNI/POLRI, Raiders) yang tidak punya adab sopan santun? Pada malam hari raya Idul Adha 1424 H/1 Feb. 2004 M (tepatnya jam 1.30 dini hari waktu Acheh) rumah saya didatangi oleh orang tak dikenal. Mereka masuk ke halaman rumah saya setelah merusak gembok (kunci) pintu pagar. Mereka mengetuk/menggedor pintu rumah saya, sehingga membuat saya tersentak dan terbangun dari tidur (padahal saya lagi mimpi yang indah lho !), terus saya segera membukakan pintu, ternyata diluar banyak sekali tentara pendudukan (pasukan Raiders) yang berjumlah kira-kira 10 - 20 personil.

Lalu Raiders membentak saya dengan menodong pakai senjata jenis M-16 yang dilengkapi inframerah : "keluar, keluar, angkat tangan". Terus saya keluar, tapi saya tidak mengangkat tangan. Lalu salah satu dari mereka menanyakan mana KTP ?? segera saya mengambil dan memberikan KTP dimaksud kepada mereka, dan yang lainnya masuk dan menggeledah rumah saya.

Setelah mereka selesai menggeledah rumah saya (mereka tidak menemukan apa-apa), mereka langsung keluar, sebelum pergi mereka mengatakan pada saya dengan nada mengancam :"nanti kalau ada orang tak dikenal datang kemari, laporkan ke kami, atau laporkan ke KORAMIL terdekat. Kalau kamu tidak melaporkannya, nanti kamu yang kena".terus saya jawab :"iya pak". tapi dalam hati saya berkata : "dasar tentara kolonialis, tak punya sopan santun, udah datang/masuk ke rumah saya tanpa mengucapkan salam "assalammualaikum", eh malah membentak dan mengancam saya". Untung saya masih punya mental yang kuat, kalau enggak udah jantungan saya Begitulah cerita adanya.

Saya heran, kenapa tentara pendudukan (TNI/POLRI, Raiders) tak punya adab sopan santun sedikitpun ?? apakah didalam pancasila tidak diajarkan sopan santun ?? Uppps, mana ada tentara pendudukan diajarkan sopan santun, kalau ada diajarkan pasti mereka tidak akan menjajah negeri Acheh, tidak akan menakuti, membunuh dan membantai rakyat Acheh, dan tidak akan mencuri/merampok kekayaan alam Acheh."
(Shahen Fasya , rimueng_acheh@yahoo.com , Sun, 8 Feb 2004 02:58:34 +0000 (GMT))
-----------